Anda di halaman 1dari 7

RESPIRASI PADA BAKTERI

LAPORAN PRAKTIKUM

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


Mikrobiologi
yang dibina oleh Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si

oleh
Aliyul Murtadlo (120341400030)
Feti Tunjung Sari (120341421952)
Ika Dewi S (120341421986)
Rifalatul Isnanini (120341400031)
Offering A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2014
A. Dasar Teori
Respirasi didefinisikan sebagai penggunaan rantai angkut electron untuk mengantarkan
electron ke penerima electron anorganik akhir. energi diperoleh melalui fosforilasi oksidatif
tetapi prosesnya dapat menggunakan oksigen sebagai penerima electron terakhir (respirasi
aerob) atau senyama anargonik lainnya (respirasi anaerob). (wheelr,1993:103).
Kebutuhan akan oksigen bebas dari udara bagi bakteri untuk respirasi sel sangat berbeda,
tergantung pada adanya system enzim biooksidatif yang ada pada tiap spesies sehingga
dikenal adanya respirasi aerob dan anaerob.respirasi yang menggunakan oksigen bebas
sebagai penerima electron disebut respirasi aerob, sebagai yang menggunakan senyawa
anorganik sebagai penerima electron disebut respirasi anaerob. (Utami,2004:16).
Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah oksigen dan karbon
diokside. Bakteri memperlihatkan keragaman yang luas dalam hal respon terhadap oksigen
bebas dan atas dasar tersebut maka mudah sekali untuk membagi mereka menjadi empat
kelomok aerobic ,anaerob, anaerob fakultatif, mikroanaerob, dan kelompok ini dapat
dibedakan menurut pola pertumbuhan didalam tabung-tabung reaksi (Pelczar, 1986: 140).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri menurut Anonymous (2005) yaitu :
1. Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25 - 35 derajat C.
2. Kelmbaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat menguntungkan untuk
pertumbuhan bakteri
3. Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari dapat
mematikan bakteri.
4. Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu dapat
menghambat bahkan mematikan bakteri.
Ada 4 sifat bakteri yang diketahui bedasarkan posisinya pada medium cair tabung reaksi
yaitu :
1. Mikroaerofilik, yang dimana bakteri hanya memanfaatkan oksigen sangat sedikit,
bakteri jenis ini akan memiliki posis pada bagian tengah dari medium cair tabung
reaksi
2. Aerob, yang dimana bakteri ini sangat membutuhkan oksigen dalam repirasinya,
sehingga posisi bakteri ini pada medium cair berada pada permukaan medium cair
tabung reaksi. Banyak organisme dapat menggunakan oksigen sebagai penerima
hydrogen terakhir, dalam hal demikian, tidak perlu mereduksi hasil antara seperti
halnya pada fermentasi sebagai akibat, hasil antara semacam itu dapat dioksidasi
secara sempurna menjadi CO2 Dan H2O. Hal ini merupakan keuntungan luar biasa
bagi organisme itu karena banyaknya energi yang tersedia dari oksidasi sempurna
molekul glukosa lebih besar dari pada energi yang diperoleh dari fermentasi glukosa.
Hal ini terjadi karena jalan bertahap setiap pasangan electron dari NADH ke oksigen
melalui serangkaian pengangkutan tiga molekul ATP (wheelr,1993:103).
3. Anaerob obligat, dimana bakteri ini sangat tidak toleran dan hidup tanpa danya
oksigen, sehingga posisi bakteri ini pada bagian dasar medium cair tabung reaksi.
Ada kelompok organisme terakhir yang terpisahkan karena organisme ini bukan pula
fermetatif. bakteri ini adalah anaerob obligat, tetapi, bukannya menggunakan hasil
antara mtabolismenya, organisme tersebut menggunakan ion-ion anorganik sebagai
penerima electron terakhir. organize semacam ini dapat dibagi lagi menjadi tiga tipe:
pereduksi netrat , pereduksi sulfat, pereduksi metan (Suriawiria, 1986: 47).
4. Anaerob fakultatif, dimana bakteri ini dapat hidup dengan adanya oksigen dan
dengan kadar oksigen yang sedikit bahkan tidak ada, sehingga posis dari bakteri ini
yaitu pada seluruh bagian dari medium cair tabung reaksi sehingga tanpak terlarut di
dalam medium cair.

B. Tujuan
1. Untuk memperoleh keterampilan membuat medium cair.
2. Untuk mengetahui sifat repirasi bakteri.

C. Alat
1. Kaca benda
2. Lampu spiritus
3. Kawat penyangga
4. Jarum inokulasi berkolong
5. Pinset
6. Korek api
7. Tabung reaksi
8. Otoklaf
9. Incubator
10. Gelas ukur 10 ml

D. Bahan
1. Baiakan campuran
2. Aquades steril
3. Alcohol 70%
4. Lisol
5. Beef extract
6. Bacto peptone
7. Sabun cuci
8. Kertas penghisap
9. Lap

E. Cara Kerja

membuat medium cair dengan formula seperti medium NA tanpa penambahan agar

mengisi tabung reaksi sebanyak 5 ml

mensterilkan medium dan aquades dengan menggunakan otoklaf

menunggu 1 x 24 jam

menginokulasikan kedua macam suspensi koloni bakteri ke dalam medium cair. tiap
medium cair sebanyak 1 kolong jarum inokulasi. kemudian tabung reaksi diputar-
putar.

menginkubasikan bakteri pada sushu 37ºC

mengamati tipe respirasi setelah 1 x 24 jam


F. Data Pengamatan
Table 1 Pengamatan Respirasi Pada Bakteri

No koloni Letak Distribusi Sel Tabung Tipe Respirasi

Koloni Lantai Di atas permukaan air Respirasi aerob

Koloni Hidung Di atas permukaan air Respirasi aerob

G. Analisis Data
Pada pengamatan respirasi bakteri menggunakan medium cair sebagai tempat tumbuh
biakan koloni bakteri. Pada koloni bakteri terbukti melakukan respirasi dengan adanya
distribusi sel yang terdapat di atas permukaan air. Hal tersebut ditandai dengan adanya
sekumpulan zat berwarna putih. Dengan demikian dapat diketahui bahwa koloni bakteri yang
berada di lantai melakukan respirasi aerob.
Sedangkan untuk koloni bakteri di hidung bakteri terbukti melakukan respirasi dengan
adanya distribusi sel yang terdapat di atas permukaan air juga sama dengan koloni baketri
yang berada di lantai. Hal tersebut ditandai dengan adanya sekumpulan zat berwarna putih.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa koloni bakteri yang berada di hidung melakukan
respirasi aerob.

H. Pembahasan
Pada praktikum yang telah dilakukan pada topek respirasi bakteri telah ditemukannya
bahwa bakteri mengadakan respirasi secara aerob dan anaerob. Menurut Utami (2004),
Kebutuhan akan oksigen bebas dari udara bagi bakteri untuk respirasi sel sangat berbeda,
tergantung pada adanya system enzim biooksidatif yang ada pada tiap spesies sehingga
dikenal adanya respirasi aerob dan anaerob. Respirasi yang menggunakan oksigen bebas
sebagai penerima electron disebut respirasi aerob, sebagai yang menggunakan senyawa
anorganik sebagai penerima electron disebut respirasi anaerob.
Pengamatan terhadap kelompok bakteri yang mempunyai perbedaan sifat respirasi dapat
dilakukan pada media pertumbuhan bakteri baik media padat maupun media cair, untuk
memperjelas pengamatan terhadap sifat respirasi bakteri biasanya menggunakan media cair.
dalam media cair pertumbuhan bakteri tersebut dapat diamati lebih jelas dengan mengamati
akumulasi dari sel-sel bakteri yang tumbuh. Penggunaan media cair tersebut berfungsi untuk
mempermudah dalam proses pengamatan dan juga kebutuhan bakteri akan oksigen bebas
lebih banyak daripada medium padat.
Pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu pada koloni bakteri yang berada di lantai,
diketahui bahwa respirasi bakteri dilakukan secara aerob. Hal tersebut bisa terjadi karena
bakteri aerob akan berada dipermukaan atas air karena bakteri akan mengambil oksigen bebas
dari udara. Oleh karena itu pada pengamatan ditemukan zat putih yang berada di permukaan
atas air yang menunjukkan bahwa bakteri sedang melakukan respirasi.(Utami , 2004).
Sedangkan untuk koloni bakteri yang berada di hidung prinsipnya sama dengan bakteri
yang berada di lantai. Koloni bakteri yang berada di hidung diketahui respirasi dilakukan
secara aerob. Seperti penjelasan pada bakteri lantai, hal tersebut bisa terjadi karena bakteri
aerob akan berada dipermukaan atas air karena bakteri akan mengambil oksigen bebas dari
udara. Oleh karena itu pada pengamatan ditemukan zat putih yang berada di permukaan atas
air yang menunjukkan bahwa bakteri sedang melakukan respirasi.(Utami , 2004).

I. Kesimpulan
1. Medium cair dibuat dengan bahan yang sama dengan NA yaitu beef extract dan
pepton tanpa penambahan agar.
2. Pada praktikum respirasi pada bakteri diketahui bahwa koloni bakteri yang ada di
lantai dan koloni bakteri yang ada di hidung melakukan respirasi secara aerob. Hal
tersebut dapat terjadi karena terdapat distribusi sel tabung yang berada di atas
permukaan air.

J. Daftar Rujukan
Pelczar, Michael, dkk. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia
Suriawiria, Unus. 1986. Buku Materi Pokok Mikrobiologi. Jakarta: Karunia Jakarta
Universitas
Utami, Ulfa. 2004. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: Universitas Islam Negeri
Malang
Wheeler dan Volk. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga
K. Lampiran