Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin
untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut
ini penting terutama pada waktu pengoperasian jaring. Adanya tali kerut ini dapat membuat
jaring yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir penangkapan.

Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan melingkari suatu gerombolan ikan
dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan
terkumpul di bagian kantong. Dengan kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak
ikan. Ikan-ikan tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan
jaring adalah sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan.

1.2 Tujuan

Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam alat tangkap ikan beserta dengan bagian-
bagiannya. Mahasiswa juga dapat menyesuaikan alat tanglap ikan dengan jenis ikan yang
akan ditangkap.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi
Purse Seine merupakan alat tangkap yang aktif karena dalam operasi penangkapan kapal
melakukan pelingkaran jaring pada target tersebut dengan cara melingkarkan jarring pada
gerombolan ikan lalu bagian bawah jarring dikerucutkan dengan menarik purse line. Dengan
kata lain, ikan yang tertangkap di dalam jaring tidak dapat meloloskan diri. Fungsi dari badan
jarring bukan sebagai penjerat, melainkan sebagai dinding yang akan menghalangi ikan untuk
lolos. Menurut Von Brandt (1984), purse seine digolongkan ke dalam kelompok surrounding net.
Sedangkan untuk kapal yang di gunakan untuk pengoperasian purse seine ini disebut purse
seiner. Purse seiner merupakan kapal penangkap ikan yang mengoperasikan pukat cincin yang
dilengkapi dengan salah satu atau beberapa perlengkapan penagkapan ikan berupa blok daya,
derek tali kerut, sekoci kerja, dan tempat peluncur.
Ciri khas dari kapal ini ialah terdapat tiang-tiang di bagian haluan atau buritan kapal yang
berfungsi sebagai tempat menggantungnya power block. Purse seine yang akan digunakan
nantinya akan digantung melewati power block ini. Umumnya kapal purse seine ini di Indonesia
terbuat dari bahan FRP (Fibre Reinforced Plastic), berbaling-baling satu, dan digerakkan dengan
mesin diesel.
2.2 Klasifikasi
Menurut Sadhori (1985), purse seine dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Berdasarkan tipe letak kantong:
i) Tipe Amerika
ii) Tipe Jepang
2. Berdasarkan jumlah kapal:
i) Satu Kapal
ii) Dua Kapal
3. Berdasarkan target tangkapan:
i) Purse seine tuna
ii) Purse seine laying
iii) Purse seine kembung, dan sebagainya.
4. Berdasarkan waktu operasi:
i) Siang hari
ii) Malam hari
2.3 Konstruksi Alat Tangkap
Purse seine memiliki ciri tali ris atas yang lebih pendek daripada tali ris bawahnya.
Berbeda dengan alat tangkap lain dalam kelompoknya seperti lampara yang memiliki tali ris atas
yang lebih panjang daripada tali ris bawah. Pukat cincin adalah suatu alat tangkap yang
berbentuk empat persegi panjang dengan dinding yang sangat panjang. Alat tangkap pukat
cincin terdiri dari badan jaring, pinggir badan jarring (selvedge), kantong (bunt), tali atas (float
line), tali ris bawah (lead line), pemberat dan pelampung, serta cincin-cincin yang menggantung
pada bagian bawah jaring (Von Brandt, 1984)
2.4 Material Pembentuk
# Bagian jarring
Nama bagian jaring ini belum pasti tapi ada yang membagi dua yaitu “bagian tengah”
dan “jampang”. Namun yang jelas bagian jarring purse seine terdiri atas tiga bagian yaitu:
1. jaring utama, bahan nilon
2. jaring sayap, bahan dari nilon
3. jaring kantong
Srampatan (selvedge), dipasang pada bagian pinggiran jaring yang fungsinya untuk
memperkuat jaring pada waktu dioperasikan terutama pada waktu penarikan jaring. Bagian ini
langsung dihubungkan dengan tali temali. Srampatan (selvedge) dipasang pada bagian atas,
bawah, dan samping dengan bahan dan ukuran mata yang sama, yakni PE 380 (12, #1”) dan
sebanyak 20,25 dan 20 mata.
 Tali temali
1. Tali pelampung dengan bahan PE Ø 10mm, panjang 420m.
2. Tali ris atas bahannya PE Ø 6mm dan 8mm, panjang 420m.
3. Tali ris bawah, bahan PE Ø 6mm dan 8mm, panjang 450m.
4. Tali pemberat, bahan PE Ø 10mm, panjang 450m.
5. Tali kerut, bahan kuralon Ø 26mm, panjang 500m.
6. Tali slambar, bahan PE Ø 27mm, panjang bagian kanan 38m dan kiri 15m
 Pelampung
Purse seine memiliki dua pelampung dengan dua bahan yang sama yakni synthetic
rubber. Pelampung Y-50 dipasang dipinggir kiri dan kanan 600 buah dan pelampung Y-80
dipasang di tengah sebanyak 400 buah. Pelampung yang dipasang di bagian tengah lebih rapat
dibanding dengan bagian pinggir.
 Pemberat
Terbuat dari timah hitam sebanyak 700 buah dipasang pada tali pemberat.
 Cincin
Terbuat dari besi dengan diameter lubang 11,5cm, digantungkan pada tali pemberat
dengan seutas tali yang panjangnya 1m dengan jarak 3m setiap cincin. Kedalam cincin ini
dilakukan tali kolor (purse line).

2.5 Unit Purse Seine


Unit puse seine merupakan satu kesatuan teknis dalam operasi penangkapan ikan yang
terdiri atas kapal, alat tangkap dan nelayan.

2.6 Hasil Tangkapan


• Hasil dan pembahasan
Purse seine adalah alat tangkap yang paling banyak memberikan kontribusi bagi
produksi ikan laut di beberapa daerah di Indonesia. Unit purse seine merupakan satu kesatuan
teknis dalam operasi penangkapan ikan yang terdiri dari kpala, alat tangkap dan nelayan.
Kapal purse seine
Armada penangkapan purse seine pada umumnya berupa kapal motor dengan ukuran
yang bervariasi, dengan kisaran 60 hingga 125 GT. Ukuran kapal relative sama yaitu memiliki
panjang 20-25 meter dan lebar 7-8 meter. Jumlah palka berkisar 6-10 palka.
Alat tangkap purse seine
Alat tangkap purse seine sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat nelayan terutama di
pantai utara Pulau Jawa. Alat tangkap ikan pelagis ini terdiri dari bagian sayap dan bagian
kantong yang ukurannya ditentukan oleh panjang dan lehernya. Kebanyakan berbentuk
trapezium dengan panjang jarring berkisar antara 500 hingga 1000 meter, dengan kedalaman
jarring sekitar 50 hingga 140 meter. Berdasarkan letak kantong, purse seine di Indonesia
didominasi bentuk tipe Jepang karena mempunyai kantong pada bagian tengah.
Nelayan purse seine
Kegiatan penangkapan purse seine menggunakan tenaga kerja berjumlah 30-40 orang.
Tenaga kerja (ABK) terbagi menjadi beberapa jabatan yang terdiri dari nahkoda, wakil nahkoda,
juru mesin, juru mudi, juru arus, julu lampu, juru masak, juru perbekalan juru gudang dan buruh
penarik jarring. Pada umumnya ABK purse seine tinggal tidak jauh dari pantai tempat mereka
berburu tangkapan.
Kegiatan operasi penangkapan ikan dengan purse seine
Kegiatan operasi penangkapan ikan dengan menggunakan purse seine dikelompokkan
dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap penurunan jarring dan tahap penarikan jarring.
Operasi pengangkapan umumnya dilakukan pada tengah malam sampai dini hari, sekitar pukul
24.00 hingga 04.00. Umumnya kegiatan penurunan jarring hanya dilakukan sekali dalam
semalam.