Anda di halaman 1dari 3

Qur'an Kemenag

Q.S 2:220

‫ح ۗ يولينو يشااَيء ل ا‬
‫ال يلينعنيتيلكنم افلن‬ ‫صيلحاَح للهلنم يخنيحاَر ۗ يوافنن تليخاَلفطلنوهلنم فياَ فنخيوانللكنم ۗ يو ل ا‬
‫ال يينعليلم انللمنففسيد فمين انللم ن‬
‫صل ف ف‬ ‫ففىِ الددننيياَ يوا ن للفخيرفة ۗ يويينسـيللنوني ي‬
‫ك يعفن انلييلتلمۗىِ قلنل اف ن‬
(٢٢٠) ‫اي يعفزنيحاَز يحفكنيحاَم‬ ‫ا‬ ‫ل‬

Terjemah :

Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim.
Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka
mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat
kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah
Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Tafsir Ringkas Kemenag :

Yakni memikirkan tentang dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat
memanen hasil dari amalan itu. Dunia adalah negeri yang fana dan akhirat kekal abadi. Karena itu,
berbuatlah kebajikan selagi kamu di dunia agar di akhirat kamu mendapat kebahagiaan selama-lamanya.
Demikianlah Allah memberi petunjuk dengan ayat-ayatnya untuk kebahagiaan manusia, tidak saja
kebahagiaan di dunia tetapi juga di akhirat. Selanjutnya Allah memberi tuntunan dalam memelihara anak
yatim. Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang anak-anak yatim. Katakanlah,
Memperbaiki keadaan mereka, yakni mengurus anak yatim untuk memperbaiki keadaan mereka, adalah
baik! Dan jika kamu mempergauli dan menyatukan mereka dengan keluargamu dalam urusan makanan,
tempat tinggal, dan keperluan lainnya, maka yang demikian itu baik sebab mereka adalah saudara-
saudaramu. Karena itu, sepantasnya eng Yakni memikirkan tentang dunia dan akhirat. Dunia adalah
tempat beramal dan akhirat adalah tempat memanen hasil dari amalan itu. Dunia adalah negeri yang
fana dan akhirat kekal abadi. Karena itu, berbuatlah kebajikan selagi kamu di dunia agar di akhirat kamu
mendapat kebahagiaan selama-lamanya. Demikianlah Allah memberi petunjuk dengan ayat-ayatnya
untuk kebahagiaan manusia, tidak saja kebahagiaan di dunia tetapi juga di akhirat. Selanjutnya Allah
memberi tuntunan dalam memelihara anak yatim. Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi
Muhammad, tentang anak-anak yatim. Katakanlah, Memperbaiki keadaan mereka, yakni mengurus anak
yatim untuk memperbaiki keadaan mereka, adalah baik! Dan jika kamu mempergauli dan menyatukan
mereka dengan keluargamu dalam urusan makanan, tempat tinggal, dan keperluan lainnya, maka yang
demikian itu baik sebab mereka adalah saudara-saudaramu. Karena itu, sepantasnya eng. Pada ayat ini
Allah memberi tuntunan dalam memilih pasangan. Dan janganlah kamu, wahai pria-pria muslim,
menikahi atau menjalin ikatan perkawinan dengan perempuan musyrik penyembah berhala sebelum
mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad. Sungguh, hamba sahaya perempuan
yang beriman yang berstatus sosial rendah menurut pandangan masyarakat lebih baik daripada
perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu karena kecantikan, nasab, kekayaannya, atau
semisalnya. Dan janganlah kamu, wahai para wali, nikahkan orang laki-laki musyrik penyembah berhala
dengan perempuan yang beriman kepada Allah dan Rasulullah sebelum mereka beriman dengan
sebenar-benarnya. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik
meskipun dia menarik hatimu, karena kegagahan, kedudukan, atau kekayaannya. Ketahuilah, mereka
akan selalu berusaha mengajak ke dalam kemusyrikan yang menjerumuskanmu ke neraka, sedangkan
Allah mengajak dengan memberikan bimbingan dan tuntunan menuju jalan ke surga dan ampunan
dengan rida dan izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya, yakni tanda-tanda kekuasaan-Nya berupa
aturan-aturan kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran sehingga mampu membedakan mana
yang baik dan membawa kemaslahatan, dan mana yang buruk dan menimbulkan kemudaratan.
Pernikahan yang dilandasi keimanan, ketakwaan, dan kasih sayang akan mewujudkan kebahagiaan,
ketenteraman, dan keharmonisan

Tafsir Kemenag :

Kemudian dalam ayat ini, Allah swt sekaligus menjawab pertanya-an tentang masalah anak-anak yatim.
Anak-anak yatim yaitu anak-anak yang tidak berbapak lagi, karena sudah meninggal.

Timbulnya pertanyaan mengenai anak-anak yatim ini pada masa Rasulullah saw dari orang-orang yang
selama ini hidup bersama anak yatim, bercampur hartanya dengan harta mereka, serta sama-sama
makan dan minum dalam satu rumah. Dengan jalan begitu, terpeliharalah anak-anak yatim, baik makan
maupun kesejahteraannya, tetapi kemudian turunlah ayat ini:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu
menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (an-
Nisa'/4: 10)

Dengan turunnya ayat itu, maka mereka ragu-ragu, kalau perbuatannya terhadap anak-anak yatim
selama ini zalim, termasuk memakan harta anak yatim itu. Ayat 220 ini menjelaskan bahwa yang pokok
dalam hal ini adalah pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak yatim, jangan sampai tersia-sia
hidupnya. Jangan sampai mereka terlantar serta tak terjamin ketenteraman dan kesejahteraannya.
Semua macam pemeliharaan dan penjagaan anak-anak yatim adalah merupakan kebaikan. Andaikata
mereka dibawa tinggal serumah itu pun juga baik, sebab dengan tinggal bersama-sama sudah
merupakan hidup bersaudara. Seolah-olah anak yatim itu merupakan saudara kecil, dipelihara
kesehatannya seperti memelihara saudara, atau anak kandung sendiri. Jadi boleh mencampur harta
anak-anak yatim dengan harta orang yang memeliharanya, asal ada niat untuk keselamatan mereka dan
tidak untuk merugikan mereka. Perkara niat seseorang dan apa yang disimpan di dalam hatinya, hanya
Allah-lah yang tahu, sebab Allah Maha Mengetahui siapa yang baik dan siapa yang jahat. Banyak terjadi,
orang mengatakan berniat baik memelihara anak yatim, tetapi kenyataannya dia menganiaya dan
menyiksanya.

Dalam memelihara anak yatim, tergantung kepada kemampuan yang memelihara, namun yang pokok
adalah terjaminnya keselamatan anak-anak yatim tersebut, dan jangan sampai mereka itu tersia-sia, baik
mengenai keperluan makan minumnya, pakaian dan tempat tinggalnya, serta pendidikan dan
kesehatannya, lebih-lebih mengenai harta bendanya, bila ada. Itu harus dipelihara sebaik mungkin.
Apabila anak-anak yatim itu sampai tersia-sia, niscaya hal itu akan menimbulkan kemurkaan Allah swt.
Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam mengatur kemaslahatan hamba-Nya.

https://quran.kemenag.go.id/share/?q=227