Anda di halaman 1dari 22

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU

KECAMATAN BELOPA
DESA BELOPA

VISI
“Mewujudkan Bumdes Padaidi Belopa Berdaya Saing, Mandiri secara Ekonomi
dan Kelembagaan pada tahun 2020 untuk kesejahteraan seluruh masyarakat
Desa Belopa.”

MISI
1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang tersedia menjadi barang ekonomis yang
bernilai jual tinggi
2. Memotivasi dan memberdayakan Sumber Daya Manusia untuk menjadi manusia
yang kreatif dan inovatif
3. Membuat Produk Lokal Unggulan yang berdaya jual dan berdaya saing tinggi
4. Penyerapan Tenaga Kerja secara Optimal

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)


BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes)
“PADAIDI”
DESA BELOPA

PENDAHULUAN

Dalam mukadimah UUD 1945 disebutkan bahwa “Bumi air dan kekayaan alam
yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan sebesar-besarnya
untuk kemakmuran rakyat. Berpedoman pada kalimat tersebut diatas, Pemerintah Desa
bersama-sama dengan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) mempunyai kewenangan
untuk menata, megelola dan mengembangkan potensi daerah yang ada dan berkembang
di lingkungan Desa Belopa.
Maka dengan ini dibentuklah Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ), dengan
menata, mengelola serta mengembangkan potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli
Desa (PAD) yang digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahtraan masyarakat Desa
Belopa. Dengan dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Belopa
diharapkan pemberdayaan masyarakat semakin meningkat serta terbukanya lapangan
kerja baru, sehingga kesenjangan sosial dan faktor kemiskinan akan semakin berkurang.

1
BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
( 1 ). Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes ini bernama
“PADAIDI”
( 2 ). BUMDes “PADAIDI” ini berkedudukan di :
Desa : BELOPA
Kecamatan : BELOPA
Kabupaten : LUWU
Propinsi : SULAWESI SELATAN

BAB II
TUJUAN
Pasal 2
Tujuan dibentuknya Badan Usaha Milik Desa “PADAIDI” yaitu :
a. Meningkatkan Pendapatan Asli Desa dalam rangka meningkatkan kemampuan
Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan
pelayanan masyarakat.
b. Mendukung Upaya Pemerintah Desa dalam mewujudkan Desa Belopa sebagai
Desa Mandiri.
c. Menggali dan mengembangkan potensi Desa
d. Membantu mewujudkan rencana pengembangan desa dalam bidang
perekonomian, memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan
kerja.

BAB III
AZAS, DASAR DAN WAKTU
Pasal 3
(1) Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) PADAIDI berazaskan Islam.
(2) Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) PADAIDI berdasarkan Undang-Undang Dasar
1945 dan Pancasila.
(3) Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) PADAIDI didirikan dan diresmikan pada tanggal
15 Desember 2015 di Desa Belopa Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu Provinsi
Sulawesi Selatan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

2
BAB IV
KANTOR SEKRETARIAT
Pasal 4
(1) Sekretariat BUMDes Desa Belopa Bertempat di Jl. Pelabuhan , Ulo-Ulo, Desa Belopa
Kecamatan Belopa.
(2) Workshop (Bengkel Produksi) bertempat di Desa Belopa Kecamatan Belopa.
(3) Kantor Sekretariat dibuka setiap hari mengikuti jam kerja Pemerintahan Kab.Luwu
(4) Showroom Pemasaran Produk akan dibuka di tempat-tempat strategis di Belopa
dan/atau di kota-kota lain sesuai dengan perkembangan usaha.

BAB V
PERMODALAN
Pasal 5
(1) Permodalan Badan Usaha Milik Desa berasal dari :
a. Pemerintah Desa
b. Bantuan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten
c. Pinjaman
d. Dana Hibah
e. Penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling
menguntungkan.
(2) Permodalan dari Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a,adalah penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa bersumber dari APBDes
Desa Belopa yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
(3) Pemerintah Desa dapat menganggarkan penyertaan modal dari Anggaran lain yang
tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku.
(4) Permodalan yang berasal dari pinjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
c, dilakukan setelah mendapatkan persetujuan secara tertulis dari BPD.

Pasal 6
(1) Pengurus diberikan kewenangan untuk melakukan upaya penggalian dana dengan
memanfaatkan sumber-sumber dan cara-cara yang tidak bertentangan dengan setiap
ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta setiap
keputusan/peraturan BUMDes “PADAIDI” yang berlaku.
(2) Pendanaan yang berasal dari bantuan keuangan dan subsidi Pemerintah atau
sumbangan yang tidak mengikat, pengelolaannya diatur oleh Pengurus.
(3) Seluruh kekayaan BUMDes “PADAIDI” digunakan untuk kesejahteraan Masyarakat
Desa, dan pengembangan kegiatan lainnya di Desa Belopa.

3
(4) Kebutuhan untuk melengkapi kekurangan baik peralatan dan yang lainnya
dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setiap tahun
anggaran.

BAB VI
TAHUN BUKU, PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN
Pasal 7
(1) Tahun buku BUMDes ditetapkan menggunakan tahun takwim, mulai tanggal 1 Januari
sampai dengan 31 Desember.
(2) Penutupan tahun buku BUMDes dilakukan pada akhir tahun buku dengan
membuat
laporan keuangan terdiri dari :
a. Neraca yang menggambarkan posisi kekayaan, kewajiban dan modal
BUMDes pada penutupan tahun buku.
b. Laporan Perhitungan Rrugi Laba yang menggambarkan pendapatan dan biaya
BUMDes selama periode tahun buku;
c. Daftar arus kas yang menggambarkan posisi penerimaan dan pengeluaran
kas
BUMDes selama tahun buku;
d. Daftar perubahan modal yang menggambarkan kenaikan atau penurunan
modal
BUMDes pada penutupan tahun buku;
e. Laporan Kuangan BUMDes diaudit oleh Dewan Pengawas dan/atau oleh
Auditor yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas atau oleh Kepala Desa atau
Auditor Independen lainnya dan diajukan kepada Kepala Desa selaku pemilik
perusahaan untuk mendapat pengesahan.
f. Laporan Keuangan BUMDes dilaporkan kepada Kepala Desa paling lambat 2
(dua ) bulan setelah tahun buku BUMDes ditutup.

Pasal 8
(1) Pengurus BUMDes “PADAIDI” menyampaikan pertanggungjawaban keuangan
dan daftar kekayaan BUMDes “PADAIDI” selama periode kepengurusan
kepada Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam
Musyawarah Tingkat Desa atau Musyawarah Tingkat Desa Luar Biasa.
(2) Pengurus menyampaikan laporan keuangan secara berkala setiap bulan kepada
Kepala
Desa.

4
(3) Pengurus menyampaikan pertanggungjawaban keuangan dan daftar kekayaan
BUMDes “PADAIDI” selama periode kepengurusan kepada Anggota dan Pengawas
di dalam Rapat Pengurus atau Rapat Pengurus Luar Biasa.
(4) Pengurus menyampaikan laporan keuangan per semester kepada anggota selambat-
lambatnya 1 (satu) bulan setelah akhir semester, sebatas pemberitahuan.

BAB VII
KEGIATAN USAHA
Pasal 9
(1) Kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa meliputi Usaha Usaha Dalam Bidang antara
lain :
a. Industri Pengolahan Ikan/ Hasil Laut
b. Usaha Unit Simpan Pinjam
c. Industri Pariwisata
d. Cafe/ Warnet Desa
e. Jasa Pengelolaan Listrik Masyarakat
f. Jasa Pengelolaan Pelabuhan,
(2) Selain usaha BUMDes sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Usaha Badan Usaha
Milik Desa juga dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada.

BAB VIII
SUSUNAN ORGANISASI BUMDes
Bagian Kesatu
DEWAN PENGAWAS
Pasal 10
(1) Dewan Pengawas adalah Pengurus yang keanggotaannya sebagai wakil atau
kuasa dari Kepala Desa.
(2) Anggota Dewan Pengawas dapat berasal dari Pejabat Pemerintah Desa, Anggota
BPD atau tokoh masyarakat yang diangkat oleh Kepala Desa setelah mendapat
persetujuan BPD.
(3) Jumlah Anggota Dewan Pengawas ditetapkan 2 (dua) orang terdiri dari :
a. 1 (satu) orang Ketua merangkap anggota
b. 1 (satu) orang Anggota

5
Bagian Kedua
Syarat Pengangkatan
Pasal 11
(1) Syarat-syarat untuk dapat diangkat menjadi anggota Dewan Pengawas :
a. Menguasai Managemen Perusahaan atau memiliki pengetahuan atau
pengalaman dalam managemen perusahaan.
b. Berpendidikan paling rendah SLTA
c. Sehat jasmani dan rohani
d. Berdomisili atau penduduk Desa Belopa
e. Tidak terkait hubungan keluarga dengan Kepala Desa, sesama Anggota
Pengawas,
dan/atau Pengurus.
f. Berahlak dan bermoral yang baik
(2) Dewan Pengawas diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Desa untuk masa
jabatan 2
(dua) tahun, dan sesudahnya dapat diangkat kembali.
(3) Proses pengangkatan Dewan Pengawas diatur lebih lanjut di dalam Anggaran
Dasar
BUMDes.
(4) Sebelum memangku jabatannya, Anggota Dewan Pengawas dilantik oleh Kepala
Desa.

Bagian Ketiga
Tugas, Fungsi, Wewenang dan Tanggung jawab Dewan Pengawas
Pasal 12
(1) Dewan Pengawas mempunyai Tugas :
a. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap pengurusan
dan pengelolaan BUMDes.
b. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa baik diminta atau
tidak
diminta guna perbaikan dan pengembangan BUMDes, antara lain :
- Pengangkatan dan/atau pemberhentian Pengurus
- Program Kerja dan Anggaran Tahunan yang diajukan Pengurus
- Rencana perubahan status dan kekayaan BUMDes
- Rencana pinjaman dan kerja sama atau ikatan hukum dengan pihak lain
- Menerima dan memeriksa laporan bulanan, triwulan / semester, dan laporan
tahunan Pengurus.

6
(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Pengawas bertanggung jawab kepada Kepala
Desa
(3) Pertanggungjawaban Pengawas dilaksanakan secara berkala setiap bulan secara
tertulis.

Pasal 13
Dewan Pengawas mempunyai Fungsi :
a. Penyusunan tata cara pengawasan dan pengelolaan BUMDes
b. Pelaksanaan Pengawasan atas pengurusan BUMDes
c. Penetapan kebijaksanaan Anggaran dan Keuangan BUMDes
d. Pembinaan dan Pengembangan BUMDes.
Pasal 14
(1) Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas, untuk pengendalian dan
pembinaan terhadap cara penyelenggaraan tugas-tugas Pengurus.
(2) Pengawasan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan pengawasan ke dalam
tanpa mengurangi kewenangan pengawasan dari instansi pengawasan di luar
BUMDes.
(3) Pengendalian sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan dalam bentuk petunjuk dan
pengarahan pada Pengurus.
(4) Pembinaan sebagaimana dimaksud ayat (1), dilakukan untuk meningkatkan dan
menjaga kelangsungan BUMDes.

Pasal 15
Dewan Pengawas mempunyai wewenang :
a. Mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan BUMDes yang diajukan
Pengurus.
b. Meneliti laporan bulanan, trwulanan/semester dan laporan tahunan yang diajukan
Pengurus.
c. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa baik diminta atau tidak
diminta untuk perbaikan dan pengembangan BUMDes.
d. Meminta keterangan kepada Pengurus mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
pengurusan dan pengelolaan BUMDes.
e. Menunjuk seorang ahli atau lebih untuk melaksanakan tugas tertentu atas biaya
BUMDes.
f. Membentuk sekretariat Dewan Pengawas
g. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian atau pemberhentian sementara
Anggota Pengurus.

7
Pasal 16
(1) Dalam melaksanakan Tugas, Fungsi dan Wewenangnya, Dewan Pengawas harus
mematuhi Anggaran Dasar dan perundang-undangan yang berlaku serta wajib
melaksanakan profesionalisme, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, kemandirian,
pertanggungjawaban dan kewajaran.
(2) Untuk pengembangan usaha, Dewan Pengawas harus selalu berkoordinasi dengan
Lembaga Pengembangan Potensi Desa Belopa.

Bagian Keempat
Penghasilan Dewan Pengawas
Pasal 17
(1) Dewan Pengawas karena jabatannya berhak menerima penghasilan berupa
honorarium bulanan, fasilitas dan jasa pengabdian.
(2) Pengaturan penghasilan Dewan Pengawas lebih lanjut diatur dan ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Desa.

Bagian Kelima
Pemberhentian Dewan Pengawas
Pasal 18
(1) Dewan Pengawas berhenti atau diberhentikan karena :

a. Meninggal Dunia
b. Mengundurkan diri /permintaan sendiri
c. Telah berakhir masa jabatannya
d. Tidak berdomisili di Desa Belopa
e. Reorganisasi
f. Melakukan tindakan yang merugikan BUMDes
g. Berhalangan tetap selama 6 bulan secara berturut-turut
h. Dinyatakan/diduga melakukan tindak pidana yang diancam dengan ancaman
pidana
penjara minimal 5 tahun penjara.
(2) Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas ditetapkan dengan Keputusan Kepala
Desa

8
Bagian Keenam
Pembagian Tugas Anggota Dewan Pengawas
Pasal 19
(1) Ketua Dewan Pengawas :
a. Memimpin semua kegiatan Anggota Dewan Pengawas
b. Menyusun Program Kerja Pelaksanaan Tugas Pengawas
c. Memimpin rapat-rapat Dewan Pengawas
d. Menetapkan pembagian tugas Anggota Dewan Pengawas
e. Membina Anggota Dewan Pengawas dalam rangka meningkatkan kinerja
Anggota Dewan Pengawas.
(2) Anggota Dewan Pengawas :
a. Membantu Ketua Dewan Pengawas dalam melaksanakan tugas menurut
bidang
tugasnya yang telah ditetapkan Ketua Dewan Pengawas.
b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Dewan Pengawas.

BAB IX
LEMBAGA PENGEMBANGAN POTENSI DESA ( LPPD )
Pasal 20
(1) Untuk lebih mengoptimalkan usaha desa, Kepala Desa dapat membentuk Lembaga
Pengembangan Potensi Desa.
(2) Lembaga sebagaimana dimaksud ayat (1), Struktur organisasinya ada di bawah
pengawas BUMDes.
(3) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) merupakan Lembaga yang
diberi tugas khusus, dalam menggali dan mengembangkan potensi Desa berfungsi
sebagai Lembaga Advokasi, Konsultasi, Fasilitator dan Koordinator Desa.
(4) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Lembaga tersebut selalu berkoordinasi
dengan Pengurus dan Pengawas BUMDes.
(5) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bertanggung jawab kepada
Pengurus dan Kepala Desa.
(6) Untuk kelancaran tugas-tugasnya lembaga tersebut,disediakan biaya oprasional yang
dibebankan kepada APBDes.

9
Bagian Kedua
DIREKSI/PENGURUS
Pasal 21
(1) Kepengurusan BUMDes terdiri dari unsur Pemerintah Desa sebagai Dewan Komisaris
atau Pengawas dan masyarakat sebagai unsur pelaksana operasional atau Dewan
Direksi atau lajim disebut Pengurus.
(2) Kepengurusan BUMDes sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :
a. Dewan Direksi atau Pengurus
b. Dewan Komisaris atau Pengawas

Pasal 22
(1) Direksi atau selanjutnya disebut Pengurus BUMDes terdiri dari Ketua,Wakil Ketua,
Sekretaris dan Bendahara.
(2) Anggota Direksi atau Pengurus BUMDes diangkat oleh Kepala Desa untuk masa
jabatan selama 5 (Lima) tahun dan setelah habis masa jabatannya dapat diangkat
kembali.
(3) Pengurus merupakan satu kesatuan pimpinan atau bersifat kolektif
(4) Pengurus bertanggung jawab kepada Kepala Desa.

Bagian Ketiga
Syarat-syarat Pengangkatan
Pasal 23
Syarat-syarat calon anggota Direksi ( Pengurus ) sebagai berikut :
a. Memiliki Integritas yang tinggi
b. Berakhlak dan bermoral yang baik
c. Mematuhi perundang-undangan yang berlaku
d. Sehat jasmani dan rohani
e. Berdomisili di Desa Belopa
f. Berpendidikan paling rendah SLTA
g. Membuat dan menyajikan Visi dan Misi BUMDes
h. Tidak terkait hubungan keluarga dengan Kepala Desa atau dengan Pengawas atau
dengan Pengurus lainnya sampai derajat ke tiga termasuk menantu dan ipar.

10
Bagian Keempat
Tugas Pengurus
Pasal 24
a. Menyusun perencanaan, koordinasi dan pengawasan seluruh kegiatan oprasional
BUMDes.
b. Membina Pegawai dan/atau Pemandu
c. Mengurus dan mengelola kekayaan BUMDes
d. Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Administrasi Keuangan
e. Menyusun rencana strategis bisnis 5 tahunan ( Busines Program yang disahkan oleh
Kepala Desa melalui usul Dewan Pengawas.
f. Menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan BUMDes secara berkala kepada
Kepala
Desa.
g. Membuat kartu tanda pengenal atau identitas Pengurus dan Pengawas
h. Merintis pendirian Koperasi karyawan BUMDes

Pasal 25
(1) Laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 hurup f terdiri dari Laporan Bulanan,
Triwulan/semester dan Laporan Tahunan.
(2) Laporan bulanan, Triwulan/semester sebagaimana pada ayat (1) terdiri dari laporan
kegiatan, oprasional dan Keuangan.
(3) Laporan Tahunan sebagaimana pada ayat (1) terdiri dari laporan keuangan yang telah
diaudit dan laporan menejemen yang ditandatangani bersama Pengurus dan
Pengawas dan disampaikan kepada Kepala Desa.
(4) Laporan Tahunan yang sudah disahkan oleh Kepala Desa, disebarluaskan melalui
papan informasi pengurus dan atau rapat-rapat desa agar diketahui oleh masyarakat.

Bagian Kelima
Wewenang Pengurus
Pasal 26
Dalam melaksanakan tugasnya, Pengurus berwenang :
a. Mengangkat dan memberhentikan pegawai, Ketua Seksi atau Bidang atau Ketua Unit
Usaha, Koordinator dan pemandu serta anggota.
b. Menetapkan susunan organisasi dan tata kerja BUMDes dengan persetujuan
Pengawas.
c. Mewakili BUMDes didalam dan diluar Pengadilan
d. Apabila dipandang perlu dapat menunjuk seorang atau lebih kuasa untuk mewakili

11
BUMDes
e. Membuka kantor cabang atau unit di luar wilayah Desa Belopa
f. Menetapkan biaya oprasional pengawas,pengurus serta pegawai BUMDes dengan
persetujuan pengawas.
g. Membeli,menjual,menjaminkan atau dengan cara lain mendapatkan atau melepas hak
atas barang milik BUMDes atas persetujuan Kepala Desa setelah mendengar
pertimbangan Dewan Pengawas.
h. Melaksanakan kerja sama dengan pihak ketiga setelah mendapat persetujuan Dewan
Pengawas.
i. Membuat Peraturan Pengurus dan atau Keputusan Pengurus sebagai penjabaran
pelaksanaan dari Peraturan Desa,Peraturan Kepala Desa,Keputusan Kepala Desa dan
Anggaran Dasar BUMDes.

Pasal 27
(1) Apabila sampai berakhirnya masa jabatan pengurus,pengangkatan pengurus baru
masih dalam proses penyelesaian,Kepala Desa dapat menunjuk atau mengangkat
Pengurus yang lama sebagai penjabat sementara Pengurus.
(2) Pengangkatan Penjabat sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan
dengan keputusan Kepala Desa.
(3) Masa jabatan penjabat sementara sebagaimana dimksud ayat(1) dan ayat (2),
berlaku paling lama 3 (tiga) bulan.

Pasal 28
Dalam melaksanakan tugasnya, Pengurus harus mematuhi Anggaran Dasar dan
peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan Prinsip propesionalisme,
efisiensi, transparansi, kemandirian, pertanggungjawaban dan kewajaran.

Bagian Keenam
Pembagian Tugas Anggota Pengurus
Pasal 29
1, Jabatan Ketua :
a. Pimpinan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “PADAIDI”.
b. Membuat Program Kerja BUMDes.
c. Menetapkan susunan organisasi dan tata kerja BUMDes dengan persetujuan
Pengawas.
d. Menjalin kerja sama dengan organisasi lain.
e. Memimpin Rapat-rapat BUMDes

12
f. Sebagai pengendali Anggaran
g. Menentukan Kebijakan BUMDes, Membuat Surat Keputusan serta
mengangkat dan memberhentikan Anggota sesuai ketentuan AD.
2. Jabatan Sekretaris :
a. Mengelola Administrasi BUMDes
b. Menjalankan Organisasi secara Proporsional, koordinatif serta kearsipan
c. Menyusun dan membukukan data Anggota dan Pengurus
d. Mencatat semua tamu yang datang serta menandatangani kwitansi penjualan.
e. Pengatur kegiatan, membuat schedule.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua.
3. Jabatan Bendahara :
a. Mengelola Administrasi keuangan
b Menyusun Laporan Keuangan Bulanan, triwulan/semester Akhir Tahun serta
LPJ Akhir masa jabatan Pengurus BUMDes
c. Mencatat keluar masuk keuangan dengan bukti-bukti transaksi
d. Membuka rekening khusus BUMDes
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua.

Bagian Ketujuh
Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan BUMDes
Pasal 30
(1) Paling lambat satu bulan sebelum tahun buku berakhir, Pengurus harus
menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan BUMDes yang telah disetujui
Pengawas kepada Kepala Desa untuk mendapat pengesahan.
(2) Setiap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan BUMDes yang terjadi dalam
tahun buku yang bersangkutan, harus mendapat persetujuan Pengawas.

Bagian Kedelapan
Hak Penghasilan dan Penghargaan
Pasal 31
(1) Pengurus karena jabatannya, diberikan penghasilan berupa gaji atau honor bulanan,
tunjangan dan fasilitas.
(2) Selain penghasilan sebagaimana dimaksud ayat (1), berhak menerima jasa produksi,
jasa pengabdian dan hak cuti.
(3) Besarnya penghasilan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2), lebih lanjut diatur
dalam Keputusan Kepala Desa.
(4) Hak cuti sebagaimana dimaksud ayat (2), terdiri dari :

13
a. Cuti sakit
b. Cuti hamil/melahirkan
c. Cuti tahunan
d. Cuti karena alasan penting

Bagian Kesembilan
Pemberhentian Pengurus
Pasal 32
(1) Anggota Pengurus berhenti karena :
a. Meninggal Dunia
b. Permintaan Sendiri
c. Diberhentikan
(2) Anggota Pengurus diberhentikan karena :
a. Berakhir masa jabatannya
b. Reorganisasi
c. Tidak lagi berdomisili di Desa Belopa
d. Tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap selama 6 bulan
berturut-turut.
e. Melakukan tindakan yang merugikan BUMDes
f. Dinyatakan diduga melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana
penjara
minimal 5 tahun.
g. Melanggar larangan sebagai Anggota Pengurus
(3) Pemberhentian Anggota Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c,d
diusulkan oleh Ketua Dewan Pengawas kepada Kepala Desa berdasarkan keputusan
musyawarah Dewan Pengawas.
(4) Anggota Pengurus diberhentikan dengan tidak hormat oleh Kepala Desa tanpa
usulan Dewan Pengawas apabila yang bersangkutan terbukti melakukan tindak
pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
(5) Anggota Pengurus yang diduga melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
ayat-ayat e,f,g diberhentikan sementara oleh Kepala Desa atas usul Ketua Dewan
Pengawas.
(6) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh
Kepala Desa.
(7) Pengurus yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat
mengajukan keberatan kepada Kepala Desa.

14
(8) Paling lambat satu bulan sejak diterima permohonan keberatan,Dewan Pengawas
beserta Kepala Desa mengadakan sidang yang dihadiri oleh Pengurus untuk
menetapkan yang bersangkutan diberhentikan atau direhabilitasi.
(9) Pemberhentian Pengurus ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
(10)Kepala Desa mengangkat Anggota Pengurus untuk menduduki jabatan Anggota
Pengurus yang berhenti atau diberhentikan setelah mendapat persetujuan Dewan
Pengawas.

BAB X
TATA CARA PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN
DEWAN PENGAWAS DAN PENGURUS BUMDes
Bagian kesatu
Pemilihan dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Pengurus BUMDes
Untuk Masa Jabatan yang pertama

Paragraf Kesatu
Waktu Pemilihan
Pasal 33
(1) Pemilihan dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Pengrurus BUMDes untuk masa
jabatan yang pertama, dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya
masa jabatan Pengurus.
(2) Pelaksanaan Pemilihan sebagaimana dimaksud,pada ayat (1), dilaksanakan pada
rapat atau musyawarah Desa khusus untuk masa jabatan yang pertama.
(3) Pelaksanaan Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat dilaksanakan
bersamaan pada rapat desa tentang penyampaian laporan pertanggungjawaban
akhir masa jabatan Pengurus.
(4) Rapat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ayat (3), dipimpin oleh Kepala
Desa dan dihadiri oleh Perangkat Desa, Ketua dan Anggota BPD, LPPD, Pengurus
lama BUMDes “PADAIDI” dan Anggota Pengawas.
(5) Acara pokok pada Rapat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4),
terdiri dari Pembukaan, Laporan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan
Pengrurus BUMDes “PADAIDI”, Pemilihan Dewan Pengawas dan Pengurus
BUMDes, Pelantikan, Sambutan dan Penutupan.

15
Paragraf Kedua
Pemilihan Calon Dewan Pengawas
Pasal 34
(1) Karena Dewan Pengawas merupakan pengurus yang keanggotaannya sebagai wakil
atau kuasa dari Kepala Desa, calon Dewan Pengawas yang memenuhi persyaratan
hanya dapat diajukan oleh Kepala Desa kepada BPD untuk mendapat persetujuan.
(2) Apabila nama-nama calon Dewan Pengawas lebih dari 2 (dua) orang, BPD
mengadakan
musyawarah di ruang tertutup untuk memilih dan menetapkan 2 (dua) orang nama
calon Dewan Pengawas yang disetujui BPD.
(3) Calon Dewan Pengawas yang disetujui BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
selanjunya diangkat dan ditetapkan sebagai Dewan Pengawas BUMDes oleh Kepala
Desa dengan Keputusan Kepala Desa.
(4) Pelantikan Dewan Pengawas dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Pengurus
BUMDes, setelah selesai pelantikan pengurus atau paling lambat 7 (hari) setelah
rapat pemilihan dilaksanakan.

Paragraf Ketiga
Pemilihan Calon Pengurus BUMDes
Pasal 35
(1) Calon Pengurus BUMDes yang memenuhi persyaratan diusulkan atau diajukan oleh 4
(empat) kelompok pengusul yaitu Kelompok Pemerintah Desa, Kelompok Pengawas,
Kelompok BPD dan Kelompok Anggota Pemandu.
(2) Masing-masing kelompok pengusul, hanya boleh mengajukan 3 (tiga) orang nama
calon Pengurus.
(3) Kepala Desa dibantu oleh Dewan Pengawas mengumumkan daftar nama-nama calon
pengurus dan mencatatnya di papan tulis.
(4) Pemilihan calon pengurus dilaksanakan dengan sistem aklamasi, stembiliet atau
formatur.
(5) Calon Pengurus terpilih yaitu calon pengurus yang memperoleh suara terbanyak
kesatu, kedua, dan ketiga.
(6) Calon pengurus terpilih selanjutnya diangkat dan ditetapkan sebagai pengurus
BUMDes oleh Kepala Desa dengan Keputusan Kepala Desa.

16
BAB XI
KEKUASAAN BADAN USAHA MILIK DESA ( BUMDes )
Bagian Kesatu
Rapat Desa
Pasal 36

(1) Status Rapat Desa :


a. Merupakan musyawarah bersama antara Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), Dewan Pengawas, Pengurus, LPPD.
b. Memegang kekuasaan tertinggi Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes )
c. Dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun.
(2) Wewenang Rapat Desa :
a. Mengusulkan perubahan,perbaikan dan atau perubahan dari semua peraturan
yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Meminta pertanggungjawaban Dewan Pengawas dan Pengurus dalam pengelolaan
BUMDes.
c. Memilih, mengangkat dan memberhentikan Dewan Pengawas dan Pengurus
d. Menetapkan kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
e. Pembubaran Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes )
(3) Tata tertib Rapat Desa :
a). Peserta penuh Rapat Desa :
(1) Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dewan Pengawas,
Pengurus, dan LPPD yang memiliki hak bicara serta hak memilih dan dipilih
terdiri dari :
a. Pengurus yang diwakili sekurang-kurangnya 2/3 yang hadir
b. Kepala Desa sebagai pemilik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
c. Dewan Pengawas
d. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
(2) Peserta peninjau adalah peserta yang secara khusus diundang serta memilki
hak bicara.
a. Para Kepala Dusun
b. Lembaga-lembaga yang ada di tingkat desa
c. Pihak-pihak lain dan/atau instansi terkait.
b) Kuorum
1. Rapat Desa dinyatakan Quorum bila dihadiri oleh dua per tiga jumlah peserta
penuh.

17
2. Apabila tidak tercapai kuorum, maka Musyawarah Desa ditunda sampai batas
waktu 1 x 24 jam.
3. Apabila tetap tidak tercapai kuorum setelah penundaan, maka Rapat Desa
dapat dilaksanakan.
4. Setiap keputusan yang ditetapkan dalam Musyawarah Desa dilakukan dengan
cara musyawarah dan apabila tidak tercapai maka ditetapkan dengan suara
terbanyak.

Bagian Kedua
Rapat Desa Luar Biasa
Pasal 37
(1) Dalam keadaan luar biasa dapat dilaksanakan Rapat Desa Luar Biasa atas undangan
Kepala Desa atau atas permintaan BPD, Dewan Pengawas, Pengurus.
(2) Rapat Desa Luar Biasa sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah :
a. Terjadi kekosongan jabatan Dewan Pengawas atau Pengurus karena
mengundurkan diri, meninggal dunia atau diberhentikan dari jabatannya.
b. Keadaan Internal dan atau External yang mengancam kelangsungan BUMDes
“PADAIDI”.
c. Kuorum Rapat Desa Luar Biasa :
1. Rapat Desa Luar Biasa dinyatakan kuorum bila dihadiri oleh dua per tiga jumlah
peserta penuh.
2. Apabila tidak tercapai kuorum, maka Rapat Desa Luar Biasa ditunda sampai
batas waktu 1 x 24 jam.
3. Apabila tetap tidak tercapai kuorum setelah penundaan, maka Rapat Desa Luar
Biasa dapat dilaksanakan.

Bagian Ketiga
Rapat Dewan Pengawas
Pasal 38
(1) Rapat Anggota Dewan Pengawas dilaksanakan secara berkala paling sedikit satu kali
dalam sebulan.
(2) Rapat dipimpin oleh Ketua atau Anggota Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Ketua
(3) Rapat dianggap sah jika diikuti paling sedikit oleh dua orang
(4) Keputusan rapat ditetapkan atas dasar prinsip musyawarah mufakat
(5) Rapat bersama Pengurus atau Kepala Desa dilaksanakan paling sedikit sekali dalam
3 bulan.

18
(6) Rapat sebagaimana dimaksud ayat (5) dapat dilaksanakan sewaktu-waktu atas
undangan pengawas atau atas permintaan pengurus atau Kepala Desa.

Bagian Keempat
Rapat Pengurus
Pasal 39
(1) Rapat Pengurus diselenggarakan secara berkala yaitu minimal sekali dalam satu
bulan.
(2) Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua dan atau oleh Anggota Pengurus yang ditunjuk
oleh Ketua.
(3) Rapat Pengurus dengan Pengawas dilaksanakan setiap 3 bulan satu kali
(4) Rapat Pengurus dengan Pengawas dan Kepala Desa dilaksanakan setiap 6 bulan
satu kali.
(5) Rapat Pengurus dengan Pemandu dilaksanakan setiap 3 bulan satu kali
(6) Rapat Pengurus dengan Pengawas, Kepala Desa, Pemandu dilaksanakan paling
sedikit satu kali dalam setahun.
Pasal 40
Apabila dipandang perlu, Rapat-rapat sebagaimana dimaksud Pasal 36, 37, 38, 39,
dapat dilaksanakan sewaktu-waktu atas undangan Pengurus atau atas permintaan
Pengawas, Kepala Desa atau Pemandu.

Pasal 41
(1) Peserta Rapat Pengurus :
a. Peserta penuh, adalah peserta yang memiliki hak suara, hak bicara, dan hak dipilih
dan memilih
b. Pengurus yang diwakili oleh sebanyak-banyaknya 3 ( tiga ) orang.
c. Anggota Pemandu Diwakili Sekurang-kurangnya 10 ( sepuluh ) orang
d. Peserta peninjau, adalah peserta yang secara khusus diundang oleh Pengurus
dan
hadir, dan memiliki hak bicara.
e. Dewan Pengawas di tingkat desa.
f. Pihak-pihak lain yang dianggap berjasa dan memiliki potensi untuk dilibatkan di
dalam pengembangan organisasi.
(2) Kuorum
a. Rapat Pengurus dinyatakan kuorum bila dihadiri oleh dua per tiga jumlah peserta
penuh.

19
b. Apabila tidak tercapai kuorum, maka Rapat Pengurus ditunda sampai batas waktu
1 x 24 jam.
c. Apabila tidak tercapai kuorum setelah penundaan, maka Rapat Pengurus dapat
dilaksanakan.
d. Setiap keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Pengurus dilakukan dengan cara
musyawarah dan apabila tidak tercapai maka suara ditetapkan dengan suara
terbanyak.
Pasal 42
(1) Rapat Pengurus Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) lengkap pada setiap
kepengurusan yang dilaksanakan secara periodik.
(2) Rapat Pleno merupakan forum penentu keputusan tertinggi disetiap kepengurusan.

Pasal 43
(1) Rapat Kerja Pengurus merupakan rapat koordinasi pada setiap kepengurusan yang
dilaksanakan secara periodik.
(2) Rapat Kerja Pengurus memiliki wewenang untuk merancang, membahas, dan
menetapkan program kerja organisasi di setiap kepengurusan.
(3) Rapat Kerja Pengurus Adalah Rapat Pengurus Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes )
“PADAIDI” dengan Pengawas, Kepala Desa, Badan Permuyawaratan Desa dan
Instansi terkait.

BAB XV
PEMBUBARAN
Pasal 44
BUMDes merupakan aset dari Pemerintah Desa, hanya dapat dibubarkan oleh Kepala
Desa dengan persetujuan Badan Permusyawaratan Desa, apabila :
a. Perusahaan dinyatakan dalam keadaan pailit
b. Terjadi perubahan bentuk atau perubahan status perusahaan

Pasal 45
Pembubaran BUMDes dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Kepala Desa selaku pemilik BUMDes mengadakan Rapat atau Musyawarah Desa
yang dihadiri oleh Dewan Pengawas,Direksi atau Pengurus,Badan Permuyawaratan
Desa dan Anggota untuk membuat pertimbangan pembubaran BUMDes.
b. Pertimbangan Rapat Pembubaran sebagaimana dimaksud pada hurup a, meliputi
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas hak, kewajiban, modal, keuntungan,

20
kerugian, asset, pegawai serta seluruh ikatan hukum yang dibuat dan masih berlaku
pada BUMDes.
c. Pertimbangan Rapat sebagaimana dimaksud pada hurup b,diajukan oleh Kepala Desa
kepada Badan Permusyawaratan Desa dalam bentuk Rancangan Peraturan Desa
Tentang Pembubaran BUMDes.
d. Apabila Rancangan Peraturan Desa Tentang Pembubaran BUMDes disetujui oleh
BPD, Kepala Desa sebagai pemilik BUMDes menunjuk dan atau membentuk panitia
pembubaran BUMDes.
e. Dengan dibubarkannya BUMDes, maka seluruh hak dan kewajiban BUMDes kepada
pihak ketiga, menjadi tanggungjawab Pemerintah Desa.
f. Pembubaran BUMDes ditetapkan dengan Peraturan Desa.

BAB XVI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 46

Sejalan dengan perkembangan, apabila dianggap perlu perubahan Anggaran Dasar


dapat dilakukan melalui Rapat Desa atau Rapat Desa Luar Biasa .

BAB XVII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 47

Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar, sepanjang mengenai teknis
palaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Anggaran Rumah Tangga, Peraturan
Pengurus dan/atau Keputusan Pengurus.

Pasal 48
Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang
mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Anggaran Dasar ini dengan
penempatannya dalam Peraturan Pengurus.

21
Pasal 49
(1) Anggaran Rumah Tanga berlaku sejak ditetapkan dalam rapat pendirian.
(2) Demikian anggaran dasar ini ditandatangani oleh pendiri yang telah diberi Kuasa
Penuh dalam rapat/ musyawarah BUMDes “PADAIDI” pada tanggal 01 Februari 2017

DITETAPKAN DALAM RAPAT DESA DI :


DESA BELOPA KECAMATAN BELOPA
TANGGAL : 01 FEBRUARI 2017

PIMPINAN SIDANG,
1) Kepala Desa Belopa : MULIADI MAWI . .......................

2) Ketua BPD : AGUNG JAYA …......................

3) Ketua BUMDes “PADAIDI” : MULIANTHO SUMARDING .......................

22