Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU

KECAMATAN BELOPA
DESA BELOPA

ANGGARAN DASAR (AD)


BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES)
“PADAIDI”

BAB I
PENDIRIAN, NAMA, TEMPAT / KEDUDUKAN DAN
DAERAH KERJA
Pasal 1
a. Pemerintah Desa Belopa mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam
upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa sesuai dengan kebutuhan dan
potensi Desa.
b. Lembaga ini bernama Badan Usaha Milik Desa Belopa “PADAIDI“
c. BUMDes “PADAIDI” berkedudukan di :
Desa : Belopa
Kecamatan : Belopa
Kabupaten/Kota : Luwu
d. Daerah kerja BUMDes “PADAIDI” berada di Desa Belopa, Kecamatan Belopa,
Kabupaten Luwu.

BAB II
VISI DAN MISI
Pasal 2
a. Visi BUMDes “PADAIDI” : Mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Sopa
melalui pengembangan usaha BUMDes yang Kreatif dan Inovatif, Menjadikan
Bumdes Padaidi Belopa Berdaya Saing, Mandiri secara Ekonomi dan kelembagaan
pada tahun 2020 untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Belopa.”
a. Misi BUMDes “” :
- Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang tersedia menjadi barang ekonomis yang
bernilai jual tinggi
- Memotivasi dan memberdayakan Sumber Daya Manusia untuk menjadi manusia
yang kreatif dan inovatif
- Membuat Produk Lokal Unggulan yang berdaya jual dan berdaya saing tinggi
- Penyerapan Tenaga Kerja secara Optimal

1
BAB IIII
BENTUK DAN FUNGSI
Pasal 3

a. BUMDes “PADAIDI” berbentuk Badan Usaha Milik Desa yang dilegalisasi melalui
Peraturan Desa.
b. BUMDes “PADAIDI” berfungsi sebagai Badan Usaha Desa yang mengembangkan
usaha dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Belopa.

BAB IV
STATUS KEPEMILIKAN
Pasal 4

a. BUMDes “PADAIDI” adalah Badan Usaha Milik Desa yang dimiliki oleh Pemerintah
Desa dan masyarakat dengan komposisi kepemilikan mayoritas oleh pemerintah
Desa.
b. Yang dimaksud dengan masyarakat pada awal pendirian BUMDes “PADAIDI”
adalah Masayarakat Desa Belopa.
c. Dalam perkembangannya, masyarakat dapat berperan dalam kepemilikan BUMDes
“PADAIDI” melalui penyertaan modal.

BAB V
SUMBER MODAL
Pasal 5
1. Modal Sendiri :
a.) Modal Cadangan, Modal cadangan di sisihkan dari sisi hasil usaha
b.) Hibah, Dapat Menerima hibah dari pihak manapun sepanjang tidak
mengikat.
c.) Modal Bantuan, dapat berasal dari pemerintah dan atau pihak ketiga.
d.) Modal Pinjaman, dapat diperoleh dari lembaga perbankan dan lembaga lain
baik secara kelompok mmaupun perorangan.
2. Modal Dari Pemerintah Desa (Penyertaan Modal dari Desa yang yang
bersumber dari dana APB DESA).

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 6

1. Struktur organisasi BUMDes “PADAIDI” terdiri dari Pembina, Pengurus dan Badan
Pengawas.

2
2. Pemilihan pengurus untuk pertama kali dilaksanakan melalui Keputusan Rapat
Tingkat Desa dan ditetapkan dengan Peraturan Desa.
3. Yang dapat dipilih menjadi pengurus BUMDes “PADAIDI” adalah mereka yang
memenuhi syarat–syarat sebagai berikut :
a. Memiliki sikap jujur, aktif, trampil dan berdedikasi terhadap BUMDes “PADAIDI”
b. Mempunyai wawasan yang cukup untuk dapat mengelola dan mengembangkan
BUMDes “PADAIDI”
4. Pengurus sekurang – kurangnya terdiri seorang ketua, seorang sekretaris dan
seorang bendahara.
5. Pengurus BUMDes “PADAIDI” dapat diganti apabila :
a. Meninggal Dunia
b. Mengundurkan diri
c. Terbukti melakukan penyimpangan sebagai pengelola BUMDes “PADAIDI”
d. Tidak mampu memimpin organisasi dan tidak mampu mengembangkan
BUMDes sesuai dengan target atau tujuan yang ingin dicapai.
6. Untuk mengisi pengurus yang kosong sebelum habis masa baktinya, mekanisme
pemilihannya dilakukan melalui Musdes.
7. Masa bakti pengurus BUMDes “PADAIDI” adalah selama 4 tahun dan dapat dipilih
kembali selama memungkinkan.
8. Pengurus BUMDes akan dievaluasi setiap tahun untuk mengukur kinerjanya
apakah Rencana kerja yang dibuat tercapai atau tidak.

BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS
Pasal 7
1. Pengurus mempunyai kewajiban :
a. Bertanggung jawab dalam pengelolaan dan usaha BUMDes “PADAIDI”
b. Menyelenggarakan pembukuan keuangan, inventaris dan pencatatan –
pencatatan lain yang dianggap perlu secara tertib dan teratur.
c. Mampu menciptakan Produk dari Sumber Daya Alam yang tersedia

d. Membuat rencana kerja, anggaran pendapatan dan pengeluaran BUMDes


“PADAIDI” setiap tahun dan rencana kerja ini harus dievaluasi setiap tiga bulan
sekali.
e. Mampu memasarkan hasil Produk/Hasil Produksi baik tingkat lokal maupun
tingkat regional.

3
f. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan terhadap Tenaga Kerja yang ada sesuai
dengan Tugas dan Jabatannya masing-masing agar dapat mengembangkan
BUMDes “PADAIDI”.
g. Menyelenggarakan Musdes Pertanggungjawaban setiap akhir tahun.
2. Pengurus mempunyai hak
a. Mengambil keputusan yang dipandang tepat dalam pengelolaan BUMDes dalam
rangka mencapai tujuan.
b. Memperoleh honor tetap setiap bulan disesuaikan dengan besarnya pendapatan
BUMDes “PADAIDI”
c. Pengurus mendapat bagian Sisa Hasil Usaha ( SHU ) tahunan yang besarnya
sudah ditentukan dalam Anggaran Dasar.
.
BAB VIII
Pasal 8
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS
a. Ketua
 Memimpin organisasi BUMDes
 Melakukan pengendalian kegiatan BUMDes
 Bertindak atas nama lembaga untuk mengadakan perjajian kerjasama dengan
pihak ketiga dalam pengembangan usaha atau kegiatan-kegiatan lain yang
dipandang perlu dilaksanakan.
 Melaporkan keadaan keuangan BUMDes setiap bulan kepada Dewan
Pengawas
 Melaporkan keadaan keuangan BUMDes setiap triwulan melalui Musdes.
 Melaporkan keadaan keuangan BUMDes akhir tahun melalui Musdes
Pertanggungjawaban.
b. Sekretaris
 Melaksanakan tugas kesekretarisan untuk mendukung kegiatan Ketua.
 Melaksanakan administrasi umum kegiatan operasional BUMDes.
 Melaksanakan administrasi pembukuan keuangan BUMDes.
 Melaksanakan pencatatan administrasi terhadap semua pembelian bahan baku,
biaya tenaga kerja, hasil penjualan ke dalam Pembukuan BUMDes.
c. Bandahara
 Menerima, menyimpan dan membayar uang berdasarkan bukti – bukti yang sah.
 Mengeluarkan uang berdasarkan bukti – bukti yang sah
 Mengatur likuiditas sesuai dengan keperluan.
 Menyetorkan uang ke Bank setelah mendapat persetujuan dari Ketua.

4
BAB IX
PENGAWAS
Pasal 9

1) BUMDes “PADAIDI” dapat membentuk / memilih pengawas dengan melalui


mekanisme Musdes.
2) Pengawas sekurang – kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) orang yang berasal dari
tokoh masyarakat, unsur perangkat desa maupun BPD.
3) Pengawas mendapat bagian SHU tahunan yang besarnya sudah ditentukan dalam
Anggaran Dasar.

BAB X
Pasal 10
OPERASIONAL

1) Biaya – biaya yang timbul akibat kegiatan dan operasional BUMDes PADAIDII”
diambil dari hasil pendapatan yang diperoleh BUMDes pada setiap bulannya.
2) Pendapatan setiap bulan yang diperoleh BUMDes “PADAIDI” pengeluarannya
diatur sebagai berikut :
a. Untuk Biaya Operasional ( Pembelian Bahan Baku, Honor, Alat Tulis Kantor,
Biaya Pemasaran, Biaya Pemeliharaan Mesin, dll )
3) Pendapatan sebagaimana disebut diatas adalah pendapatan dari pengelola yang
diperoleh BUMDes “PADAIDI” baik pendapatan utama berupa penjualan produk
Batu Alam, maupun pendapatan lain yang bersumber dari pengelolaan limbah
produksi dan pendapatan lain – lainnya.

BAB XI
FORUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 11

Forum pengambilan keputusan terdiri dari :


a. Musyawarah Anggota, sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi, forum ini
dapat memilih dan memberhentikan pengurus BUMDes maupun menetapkan
pembubaran BUMDes.
b. Musyawarah Anggota Khusus, adalah forum penyelesaian terhadap
penyelewengan dan hal – hal lain yang dapat merugikan lembaga BUMDes.
c. Rapat Anggota Tahunan, sebagi forum laporan pertanggung jawaban pengurus
dan penyusunan rencana strategis pengembangan BUMDes.
d. Rapat Pengurus, sebagi forum pengambilan keputusan untuk menentukan
kebijakan operasional pengelolaan dan pengembangan lembaga maupun usaha.

5
BAB XII
PERMODALAN KEGIATAN USAHA
Pasal 12

a. Pemupukan Modal Kerja yang disisihkan dari sisa hasil usaha.


b. Hibah atau bantuan dari pihak manapun yang tidak mengikat.
c. Modal BUMDes dapat juga diperoleh dari :
- Pemerintah Desa
- Pemerintah Kabupaten
- Pemerintah Provinsi
- Pinjaman
- Swadaya Masyarakat

Pasal 13
KEGIATAN USAHA

(1) Kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa meliputi Usaha Usaha Dalam Bidang antara
lain:
a. Industri Pengolahan Ikan/ Hasil Laut
b. Usaha Unit Simpan Pinjam
c. Industri Pariwisata
d. Cafe/ Warnet Desa
e. Jasa Pengelolaan Listrik Masyarakat
f. Jasa Pengelolaan Pelabuhan, dll yang sesuai dengan potensi Sumber Daya Alam
Desa Belopa

(2) Selain usaha BUMDes sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Usaha Badan Usaha
Milik Desa juga dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada.

Pasal 14
PENGELOLAAN BUMDes

a. Dana BUMDes dapat digunakan untuk mengembangkan usaha yang bernilai


prospektif dan tidak merugikan lembaga BUMDes.
b. Status dana yang digunakan oleh BUMDes untuk pengembangan usaha
bersumber dari Dana APB Desa Belopa dan dana-dana lain yang sesuai dengan
ketentuan dalam Anggaran Dasar ini.

6
c. Unit usaha yang dikelola sendiri oleh BUMDes berbentuk Jasa perdagangan dan
apabila dibutuhkan akan dikembangkan Unit-Unit Usaha lain yang memungkinkan
sesuai dengan Potensi Desa Belopa.

BAB XIII
ADMINISTRASI DAN PEMBUKUAN

PASAL 15
ADMINISTRASI
a. Dalam mengadministrasikan BUMDes “PADAIDI”, Pengurus menggunakan Buku-
buku sesuai petunjuk dan mekanisme program.

Pasal 16
PEMBUKUAN

a. Pembukuan kegiatan operasional usaha dilakukan dengan menggunakan system


Pembukuan keuangan standar ( akuntansi ) seperti neraca, rugi / laba, buku bantu ,
buku kas, daftar inventaris, dan lain – lainnya sehingga mudah mengetahui
perkembangan kondisi keuangan maupun kesehatan BUMDes.
b. Tahun pembukuan dimulai tanggal 1 Januari – 31 Desember

BAB XIV
SISA HASIL USAHA
Pasal 17
a. Sisa Hasil Usaha ( SHU ) adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan
dikurangi dengan pengeluaran biaya kewajiban pada pihak lain, serta penyusutan
atas barang – barang inventaris dalam satu tahun buku.
b. Tahun buku BUMDes “PADAIDI“ adalah sesuai tahun Takwim dari 1 Januari
sampai dengan 31 Desember.
c. Pembagian SHU dibagi berdasarkan proporsi :
 45% untuk Tambahan Modal
 15% untuk dana pengurus dan pengawas
 10 % untuk dana pendidikan, pembinanan dan pelatihan
 20% untuk dana pembangunan desa
 10% untuk dana social

7
BAB XV
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 18

1. Perubahan terhadap Anggaran Dasar ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan dari 2/3 suara dari jumlah anggota yang hadir menyetujui adanya
perubahan.
2. Rapat anggota sebagaimana yang dimaksud ayat (1) pasal ini harus memenuhi
quorum
3. Bilamana terjadi perubahan terhadap Anggaran Dasar ini, maka perlu dibuatkan
catatan perubahan Anggaran Dasar dan disampaikan kepada seluruh anggota
selambat lambatnya 1 minggu setelah terjadinya perubahan.

BAB XVI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 19

Seiring pertumbuhan dan perkembangan BUMDes “PADAIDI” apabila di kemudian hari


Anggaran Dasar ini sudah tidak relevan lagi, maka akan diadakan perubahan sesuai
dengan Rapat Anggota.
Demikian Anggaran Dasar ini dibuat dengan sesunguhnya. Apabila ada kekeliruan di
dalamnya maka akan dilaksanakan peninjauan kembali berdasarkan ketentuan yang
disepakati.

Di Tetapkan : Belopa
Pada Tanggal : 01 Februari 2017
KEPALA DESA BELOPA

MULYADI MAWI