Anda di halaman 1dari 8

C.

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

1. Tujuan Pembelajaran
a. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang variasi dalam
pembelajaran (C3)
b. Mahasiswa dapat menyebutkan tujuan dari pengunaan variasi
(C2)
c. Mahasiswa dapat menjelaskan masing-masing komponen-
komponen keterampilan dasar mengajar menggunakan variasi
dalam pembelajaran. (C3)
d. Mahasiswa dapat mendemonstrasikan pengunaan variasi dalam
pembelajaran (P2)

2. Materi Pembelajaran
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam bentuk
kegiatan belajar mengajar dengan tujuan untuk mengatasi
kebosanan atau kejenuhan sehingga siswa selalu meningkatkan
perhatian. Bentuk kebosanan atau kejenuhan yang diperlihatkan
siswa sebagai berikut; 1) kurang perhatian (tidak menatap kedepan,
atau memainkan sesuatu yang ada ditangan), 2) mengantuk, 3)
mengobrol dengan sesama teman sebangku atau, 4) pura-pura mau
kekamar kecil. Dapat dikatakan juga variasi dalam mengajar
merupakan keanekaragaman dalam penyajian pada kegiatan
pembelajaran. Variasi ini dilakukan oleh guru dengan harapan
tercapainya tujuan pembelajaran. Adapun tujuan mengadakan variasi
mengajar antara lain:
1. Agar perhatian siswa meningkat
2. Memotivasi siswa
3. Menjaga wibawa guru
4. Mendorong kelengkapan fasilitas pengajaran.1

1 Farhan Hajarudin, Variasi Gaya Mengajar,


http://farhanhajarudin.blogspot.co.id/2015/01/variasi-gaya-mengajar.html. (diakses 29
January 2015)
Menurut Setiawan kegiatan variasi dalam pembelajaran yang
dilakukan oleh guru dengan tujuan adalah untuk meningkatan daya
tarik dan motivasi siswa.2 Sedangkan menurut Marno, tujuan
mengadakan variasi menurut Marno dan Idris (2008 : 160) 1) menarik
perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran yang tengah
dibicarakan, 2) menjaga kelestarian proses pembelajaran baik secara
fisik meupun metal, 3) membangkitkan motivasi belajar selama
proses pembelajaran, 4) mengatasi situasi dan mengurangi
kejenuhan dalam proses pembelajaran, dan 5) memberikan
kemungkinan layanan pembelajaran individual.3 Sedangkan
komponen-komponen komponen-komponen keteramnpilan dasar
mengajar mengadakan variasi meliputi; 1) variasi dalam gaya
mengajar, 2) variasi dalam menggunakan media pembelajara, dan 3)
variasi interaksi guru dan siswa.4
a. Variasi dalam gaya mengajar dapat dilakukan dengan cara
bergantian dan dapat terjadi secara beulang-ulang;
1) Menggunakan Variasi Suara (teacher voice) dengan cara
melakukan perubahan intonasi (tinggi – rendah - tinggi), nada
(datar – berirama - datar), volume (keras – lemah - keras), dan
kecepatan suara (cepat – lambat- cepat) guru perlu diatur
dengan baik, atau memberikan tekanan pada kata-kata
tertentu.
2) Pemusatan perhatian siswa (focusing) melalui hal-hal yang
dianggap penting, dapat dengan gaya bahasa, menggunakan
dialog kedaerahan dan disesuaikan menurut kebutuhan anak.

2 Deny Setiawan, Siti Aisyah dan Endang Wakhyuningrum, Pemantapan Kemampuan


Mengajar, Program pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Menengah (PKMPGSM).
Jakarta; (UT, 2008), h. 1.16
3 Marno dan Idris (2008), Strategi dan Metode Pengajaran Menciptakan Keetrampilan

Mengajar yang Efektif, (Jogyakarta; Al-Ruzz Media Group), h. 160


4 Fidian Rahman, Keterampilan Mengadakan Variasi.

http://remajasampit.blogspot.co.id/2014/04/keterampilan-mengadakan-variasi.html.
Diunduh Mai tahun 2004. (E. Mulyosa, 2004 : Hasi Buan, dkk, 1994 : Raplis, 1985)
3) Kesenyapan Guru (teacher silence), kebisuan, atau “selingan
diam” yang dilakukan secara tiba-tiba. Misalnya bila terjadi
kesunyian, guru tiba-tiba diam sambil melihat reaksi siswa,
atau sebaliknya bila ada suara gaduh guru diam.
4) Guru jangan sekali-kali melakukan pandangan ke atas, ke
bawah, keluar atau selalu membaca pada papan tulis, atau
layar saat melakukan proses pembelajaran. Hal ini akan
mempengaruhi motivasi belajar siswa. Terkait dengan itu guru
mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and
movement) saat guru sedang berbicara atau berinteraksi,
untuk menunjukkan adanya hubungan yang akrab dengan
siswanya.
5) Gerak badan dan mimik baik dalam bentuk expresi wajah
guru, gerakan kepala dan gerakan tangan untuk
menyampaikan pesan lisan.
6) Pergantian posisi guru dalam kelas (teachers movement), dan
guru tidak berada pada satu titik, tetapi dapat juga sambil
menjelaskan berjalan mendekati salah seorang siswa.
Perpindahan posisi guru hendaklah dapat mengurangi
keributan, umpamanya sebelah kanan kelas terdapat siswa
ngobrol, maka dengan perpindahan posisi guru kesebelah
kanan, siswa menjadi diam.

b. Variasi dengan menggunakan media pembelajaran


1) Variasi media yang dapat dilihat (visual aids), misalnya
menggunakan variasi antara gerafik, bagan, poster, gambar
atau variasi diantara keempat media tersebut.
2) Variasi media yang dapat dilihat atau didengar (auditif aids)
seperti Film bisu, animasi suara radio, tape recorder dan
musik.
3) Variasi media yang dapat diraba (motorik), dimanipulasi dan
digerakkan, misalnya peragaannya patung, topeng, dan lain-
lain.
4) Variasi media yang dapat dilihat dan di dengar, seperti film,
cd, animasi yang dilengkapi dengan suara.
5) Variasi Media Taktik pada dasarnya merangsang siswa
untuk kreatif. Umpamanya, guru memperlihatkan dan
menjelaskan tentang pulau, setelah itu siswa dapat
ditugaskan untuk menggambar pulau tersebut, menuliskan
nama kota, sungai, dan gunung, dan lain sebagainya yang
terdapat dalam pulau tersebut.

c. Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa.


Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar
mengajar sangat beraneka ragam coraknya, mulai dari kegiatan
yang didominasi oleh guru sampai kegiatan sendiri yang
dilakukan anak. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan
agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk
menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam
mencapai tujuan. Adapun jenis pola interaksi (gaya interaksi)
dapat digambarkan sebagai berikut:
1) Pola guru-murid, yakni komunikasi sebagai aksi (satu arah)
2) Pola guru-murid-guru, yakni ada balikan (feedback) bagi guru,
tidak ada interaksi antar siswa (komunikasi sebagai interaksi)
3) Pola guru-murid-murid, yakni ada balikan bagi guru, siswa
saling belajar satu sama lain.
4) Pola guru-murid, murid-guru, murid-murid. Interaksi optimal
antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid
(komunikasi sebagai transaksi, multiarah)
5) Pola melingkar, dimana setiap siswa mendapat giliran untuk
mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak
diperkenankan berbicara dua kali apabila setiap siswa belum
mendapat giliran.
6) Pola belajar mandiri, Siswa – sumber belajar (siswa – buku,
siswa – alat dan bahan praktik). Dimana aktivitas
pembelajaran terjadi dalam bentuk penugasan yang terjadi
dalam ruang lingkup pembelajaran secara bebas tanpa
campur tangan guru.

3. Kesimpulan
Variasi mengajar merupakan perubahan-perubahan atau
perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan/dibuat untuk
memberikan kesan yang unik dan menarik bagi sisiwa. Variasi
mengajar juga merupakan keanekaragaman dalam penyajian
kegiatan mengajar.
Tujuan variasi mengajar antara lain: 1) Agar perhatian siswa
meningkat, 2) Memotivasi siswa, 3) Menjaga wibawa guru, dan 4)
Mendorong kelengkapan fasilitas pengajaran.
Penggunaan variasi belajar harus tersusun berdasarkan
rencana yang jelas pada rencanan pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Ada 3 Komponen-komponen variasi dalam pembelajaran yaitu; 1)
variasi dalam gaya mengajar, 2) variasi dalam menggunakan media
pembelajara, dan 3) variasi interaksi guru dan siswa.

4. Soal
1. Jelaskan apa yang dimaksud variasi dalam suatu pembelajaran?
2. Sebutkanlah tujuan variasi dalam suatu pembelajaran?
3. Jelaskan masing-masing komponen yang dapat digunakan dalam
pembelajaran dan contoh yang adapat kamu gunakan pada
pelaksnaan pembelajaran?
5. Daftar Pustaka
Deny Setiawan, Siti Aisyah dan Endang Wakhyuningrum,
Pemantapan Kemampuan Mengajar, Program pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Menengah (PKMPGSM). Jakarta;
UT, 2008.
Marno dan Idris (2008), Strategi dan Metode Pengajaran
Menciptakan Keetrampilan Mengajar yang Efektif,
Jogyakarta; Al-Ruzz Media Group.

Farhan Hajarudin, Variasi Gaya Mengajar,


http://farhanhajarudin.blogspot.co.id/2015/01/variasi-gaya-
mengajar.html. (diakses 29 January 2015)

Fidian Rahman, Keterampilan Mengadakan Variasi.


http://remajasampit.blogspot.co.id/2014/04/keterampilan-
mengadakan-variasi.html.( diakases Mai 2004).
3. Keterampilan Mengadakan Variasi
Nama mahasiswa :_______________________ Tgl Latihan : ________
No. Registrasi :_______________________ Dimulai pk. : ___ s/d ___
Topik Pembelajaran : ____________________________________________
Skor
Skor
Skor
No Rincian Tugas Kinerja Pencapaian Perole-
Maks. han
Maks.
1 2 3 4 5
1 Guru mengunakan variasi dalam gaya pembelajaran 50
Suara: 15
 volume: keras - lemah - keras
a
 nada; berirama – datar (rata)
 kecepatan suara: cepat – lambat - cepat
Gerakan languge body 10
b
 ekspresi wajah guru; gerakan kepala -tangan
Pergantian posisi 10
 berdiri; pada titik tertentu – berpindah tempat
c
 menjelaskan; sambil berjalan – berjalan menghampri
siswa yang ngobrol
Mengendalikan keributan 15
 diam sejenak - ujung jari di dua bibir sambil
d mengeluarkan suara ssst.
 menegor siswa dengan menyebutkan namanya –
mengeluarkan kata Sssst

Guru melakukan beragam bentuk variasi dalam 50


2
pembelajaran dengan menggunakan beragam ;
metode pembelajaran 10
 ceramah - tanya jawab – tugas
a
 cermah – diskusi – penugasan
 ceramah – demontrasi – latihan
Media pembelajaran 20
 gambar; gerafik – bagan – poster
b
 Film bisu – animasi suara – tape recorder/musik
 Alat peraga; dapat diraba – dilihat – di dengan
Interaksi 10
 guru – siswa – guru
c
 guru - siswa – siswa
 siswa – sumber belajar
Memberikan penguatan 10
d  Verbal; bagus - betul – bagus dan lain-lain
 Non verbal, memberi acungan jempol, menganggukan
kepala- ancungan jempol
Jumlah 100 100
Σ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑐.
Perolehan Nilai = 𝑥100 =
100
Observer

(……………………………………………)