Anda di halaman 1dari 5

TOLERANSI

Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antar-
individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan
terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda
dalam suatu kelompok masyarakat.
Tujuannya untuk membuat hubungan antar sesama manusia yang berbeda ras, suku, agama
menjadi lebih baik dan tidak mengundang adanya rasa iri hati.
Firman ALLAH : QS.AL KAFIRUN 1-6
﴾٥﴿ ُ‫عا ِبدُونَ َما أ َ ْعبُد‬ َ ‫﴾ َو ََل أَنت ُ ْم‬٤﴿ ‫ع َبدت ُّ ْم‬ َ ‫﴾ َو ََل أَنت ُ ْم‬٢﴿ َ‫﴾ ََل أَ ْعبُدُ َما تَ ْعبُدُون‬١﴿ َ‫قُ ْل َيا أَيُّ َها ْال َكاف ُِرون‬
َ ‫﴾ َو ََل أَنَا‬٣﴿ ُ‫عا ِبدُونَ َما أَ ْعبُد‬
َ ‫عا ِبدٌ َّما‬
﴾٦﴿ ‫ِين‬
ِ ‫ِي د‬ َ ‫لَ ُك ْم دِينُ ُك ْم َول‬
Artinya:
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

HADIS DAN TERJEMAHNYA

‫ن إِ ْس َحاقَُ بْنُ م َح َّمدُ أنا قَا َلُ يَ ِزيدُ حدثنى أبى حدثنى هللا عبد َحدَّثَنِا‬ ُْ ‫ْن دَاو ُدَ َع‬ ُِ ‫ْن ب‬ ُِ ‫صي‬ َ ‫ن ْالح‬
ُْ ‫ن ِع ْك ِر َم ُةَ َع‬
ُِ ‫ْن َع‬ َُ ‫قَا‬
ُِ ‫ل َعبَّاسُ اب‬
َُ ‫ل قِي‬
‫ل‬ َُّ ‫صلَّى‬
ُِ ‫َللاِ ِل َرسو‬ َ ‫َللا‬ َ ‫سلَّ َُم‬
َُّ ‫علَ ْي ُِه‬ َ ‫أَيُ َو‬ ُِ ‫َللاِ إِلَى أ َ َحبُ اْألَدْ َي‬
‫ان‬ َُّ ‫ل‬ َُ ‫س ْم َحةُ ْال َحنِي ِفيَّةُ قَا‬
َّ ‫ال‬1]

Artinya:ُ “Telahُ menceritakanُ kepadaُ kamiُ Abdillah,ُ telahُ menceritakanُ kepadaُ sayaُ Abiُ
telah menceritakan kepada saya Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad
bin Ishaq dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Ditanyakan
kepada Rasulullah saw. "Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?" maka beliau
bersabda: "Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran (mudah))"

Dalam kehidupan sehari-hari toleransi dapat diwujudkan dengan sikap-sikap sebagai


berikut.
a. Bergaul dengan semua teman tanpa membedakan agamanya.
b. Menghargai dan menghormati perayaan hari besar keagamaan umat lain.
c. Tidak menghina dan menjelek-jelekkan ajaran agama lain.
d. Memberikan kesempatan kepada teman nonmuslim untuk berdoa sesuai agamanya
masing-masing.
e. Memberikan kesempatan untuk melaksana-kan ibadah bagi nonmuslim.
f. Memberikan rasa aman kepada umat lain yang sedang beribadah.
g. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
h. Mengadakan silaturahmi dengan tetangga yang berbeda agama.
i. Menolong tetangga beda agama yang sedang kesusahan.

Dampak positif toleransi :


 Saling menghargai dan menghormati satu sama lain
 Menjaga tali silahturahim.
 Menjaga kesatuan dan persatuan umat bangsa.
Dampak negatif toleransi :
 Mudah dimanfaatkan orang lain.
 Mudah direndahkan harga dirinya.
 Sulit menolak orang lain yang meminta bantuan.
Keberkahan dan keutamaan toleransi
1. Toleransi Merupakan Penghapus Kesalahan
2. ToleransiُMerupakanُSebabُTurunnyaُRahmatُAllahُSubhanahuُwata’ala
3. Toleransi Dapat Menyelamatkan (Pelakunya) Dari Kengerian Hari Kiamat
4. Toleranasi Mengharamkan Pelakunya Dari Api Neraka

Hikmah toleransi
1. Menciptakan sebuah kerukunan yang dimana terjadi antara umat beragama yang
berada dalam sebuah lingkungan tersebut.
2. Melakukan pencegahan dan sekaligus meminimalisir unutk terjadinya sebuah
perpecahan dan juga peperangan.
3. Mempererat sebuah hubungan yang dimana terjadi antar individiu dan atau kelompok.
4. Melakukan peningkatan terhadap rasa kebersamaan dan juga persaudaraan.
5. Menciptakan sebuah lingkungan yang dimana aman, nyaman, dan juga tentram
intoleransi

Intoleransi beragama adalah suatu kondisi jika suatu kelompok (misalnya masyarakat,
kelompok agama, atau kelompok non-agama) secara spesifik menolak untuk menoleransi
praktik-praktik, para penganut, atau kepercayaan yang berlandaskan agama. Namun,
pernyataan bahwa kepercayaan atau praktik agamanya adalah benar sementara agama atau
kepercayaan lain adalah salah bukan termasuk intoleransi beragama, melainkan intoleransi
ideologi.

Kata intoleransi berasal dari prefik in- yang memiliki arti "tidak, bukan" dan kata
dasar toleransi (n) yang memiliki arti "1) sifat atau sikap toleran; 2) batas ukur untuk
penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; 3) penyimpangan yang masih
dapat diterima dalam pengukuran kerja." Dalam hal ini, pengertian toleransiyang dimaksud
adalah "sifat atau sikap toleran".[1] Kata toleran (adj) sendiri didefinisikan sebagai "bersifat
atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat,
pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau
bertentangan dengan pendirian sendiri."[2]

Kata keberagamaan (n) memiliki arti "perihal beragama". Sementara kata beragama (v)
didefinisikan sebagai "1 menganut (memeluk) agama; 2 beribadat; taat kepada agama; baik
hidupnya (menurut agama)."[3] Dengan demikian, intoleransi keberagamaan dapat
didefiniskan sebagai "sifat atau sikap yang tidak menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) perihal keagamaan yang berbeda atau bertentangan dengan agamanya
sendiri."

Sudut pandang sejarah

Menurut sejarawan Inggris abad ke-19 bernama Arnold Toynbee, suatu pembentukan agama
yang menganiaya agama lain karena "dianggap salah", ironisnya membuat agama yang
menganiaya menjadi salah dan merusak legitimasinya sendiri.[4]

Konsep modern mengenai intoleransi berkembang dari kontroversi religius antara Kristen dan
Katolik pada abad ke-17 dan 18 di Inggris. Doktrin mengenai "toleransi beragama" pada
masa tersebut bertujuan untuk menghilangkan sentimen-sentimen dan dogma-dogma
beragama dari kepemilikan politik.[5]