Anda di halaman 1dari 4

Mengapa Saya Mengikuti Beasiswa Tugas Akhir

Untuk Palu – Donggala – Sigi”

Penulisan Essay yang berjudul “Mengapa Saya Mengikuti Beasiswa Tugas


Akhir untuk Palu – Donggala – Sigi” ini bermaksud untuk memenuhi salah satu
syarat BEASISWA Tugas Akhir untuk Palu – Donggala – Sigi pada Universitas
Pembagunan Nasional (UPN) “ Veteran “ Yogyakarta tahun 2018.
Perkenalkan nama lengkap saya Nadine Eklisaria Limboki. Nama kecil saya
Dine atau biasa juga dipanggil Nadin. Saya lahir di Kota Palu, tanggal 19 Oktober
1999. Saya adalah anak ke-3 dari 3 besaudara. Saya memiliki kakak laki-laki dan
kakak perempuan. Mereka sekarang tinggal bersama ibu di Palu. Alamat rumah
kami di jalan Pelita Air nomor 09 F Palu Selatan yang tidak jauh dari bandara
udara Sis Aljufri Palu. Ayah kami sudah meninggal sejak kurang lebih 4 tahun yang
lalu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Saat itu saya masih duduk di bangku
SMA. Hal ini membuat kami berduka cita saat ayah meninggalkan kami.
Ayah saya adalah seorang pekerja keras. Tidak mengenal kata lelah,
sehingga kadang dia lupa memperhatikan kesehatan hingga akhir hidupnya. Kami
bersyukur memiliki seorang ibu yang selalu setia dan sabar merawat ayah. Ibu
begitu telaten merawat kami dan juga adalah seorang pekerja keras. Saat ini ibu
saya baru saja mengakhiri masa bakti kerjanya dibulan Oktober 2018, bekerja
sebagai ahli gizi di rumah sakit daerah Palu selama 35 tahun. Itu semua yang dia
lakukan karena rasa tanggung jawabnya. Selama ini ibu saya juga ikut membanting
tulang untuk membiayai kuliah ketiga anaknya. Kini badannya tidak lagi muda untuk
melakukan semua pekerjaannya. Saat ini pun ibu masih mau terus bekerja tanpa
lelah walau kedua kakinya yang kadang terasa nyeri saat berjalan.
Saat ini saya tercatat sebagai salah satu mahasiswa Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta dan memilih jurusan Teknik
Pertambangan. Pencapaian ini tidaklah mudah bagi saya. Sedari kecil, orang tua
saya sudah mendidik saya untuk terus belajar dan berdoa dalam mencapai suatu
tujuan apalagi dalam dunia pendidikan. Orang tua menyekolahkan saya sejak usia 6
tahun, seperti anak-anak kecil pada umumnya. Sekolah dasar ditempuh kurang lebih
6 tahun. Di bangku SMP dan SMA saya masuk dalam kelas percepatan
(Accellerasi), sehingga saya menyelesaikan sekolah dibangku SMP dan SMA
selama 4 tahun.Tantangan yang saya hadapi saat itu adalah cibiran orang-orang
tentang kelas percepatan yang saya tempuh. Mereka mengatakan bahwa dunia
anak-anak adalah dunia penuh dengan belajar dan bermain bukan memaksakan
anak-anak untuk terus belajar. Hal ini tidak menyurutkan niat saya dalam
meneruskan sekolah saya. Dengan dukungan orang tua dan orang-orang terdekat
akhirnya saya dapat menyelesaikan seluruh masa sekolah hingga masuk kuliah di
usia 15 tahun. Hal ini menjadi kebanggaan dan tantangan tersendiri bagi orang tua
dan kakak-kakak saya. Dan pada akhirnya saya memilih dan meneruskan jenjang
pendidikan di Universitas Pembagunan Nasional (UPN) “ Veteran “ Yogyakarta.
Saya sangat yakin dan percaya penuh akan kualitas dari kampus bela Negara ini
dapat memberikan alumni-alumni yang berkualitas dan berintegritas,.dan yang lebih
memotivasi saya belajar di Fakultas Pertambangan karena saya melihat
perkembangan industri pertambangan yang dahulu dan sampai sekarang menjadi
primadona di beberapa daerah di Indonesia, dimana salah satunya adalah daerah
saya yaitu Propinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu pilar pembangunan
ekonomi nasional.
Adapun pengalaman organisasi yang pernah saya ikuti yaitu menjadi
pengurus OSIS SMP negeri 1 Palu, sebagai anggota Pramuka Penggalang, dan
pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya mengikuti Lomba Matematika
– Sains khusus untuk kelas Axellerasi se Indonesia Timur tingkat SMP di Makasar,
saya masuk 8 besar dipersiapkan untuk mengikuti Lomba Matematika – Sains
khusus kelas Axellerasi Tingkat Nasional yang dilaksanakan di Sidoarjo dan
mendapat peringkat III pada tahun 2012. Pada tahun pertama kuliah di Universitas
Pembangunan Nasional saya terpilih menjadi pengurus Himpunan Pertambangan di
Bidang LitBang sampai tahun ke dua. Pada Semester VII saya mendapat
kesempatan manjadi Asisten Laboratorium mata kuliah Geo Fisika Tambang dan
pada Semester VIII mendapat kesempatan manjadi Asisten Laboratorium mata
kuliah Ventilasi Bawah Tanah, prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi
saya.
Saat ini, masalah yang menjadi tantangan buat kami sekeluarga adalah bencana
alam yang terjadi di daerah asal kami yaitu Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tepat pada
tanggal 28 September 2018 hari Jumat, kegiatan masyarakat kota Palu berjalan
seperti biasa hingga sekitar pukul 3 sore terjadi gempa pertama. Aktivitas gempa di
kota ini sudah sering, namun sekitar pukul 18.00 saat menjelang sholat maghrib,
terjadi kembali gempa yang lumayan lama dan goncangan yang tidak biasa terjadi.
Seakan-akan kami dibawa naik turun kemudian diayun ke kanan dan ke kiri. Bahkan
membuat motor yang sedang melintas dijalanan tiba-tiba jatuh tanpa ada yang
menyentuhnya, pagar-pagar kokoh yang tegak berdiripun jatuh, pohon yang
menjulang ke langit pun bergoyang seperti ada yang mengayunkan, mobil yang
terparkir dipinggir jalan bergerak-gerak layaknya mobil mainan di pasar malam.
Orang-orang berlarian tidak karuan mencari tempat yang aman untuk berteduh
sambil memperhatikan langkah kakinya karena seakan-akan bumi akan terbelah.
Saat itu ibu saya sedang berada dalam rumah, saat gempa terjadi dengan sigap ibu
segera lari keluar rumah tanpa seorang pun di rumah. Karena kakak pertama dan
kedua sedang bertugas. Goncangan yang terjadi mengakibatkan lumpur mengalir
keluar dari bawah tanah ke atas permukaan melalui tegel ruang tamu membuat seisi
rumah terendam lumpur, dinding rumah retak dimana-mana, beberapa lemari
berjatuhan, barang dalam lemari pun berhamburan di lantai dan terendam dalam
lumpur. Televisi pun ikut jatuh dan terseret bersama lumpur. Dinding di kamar
hingga dapur retak hingga ruang dapur dan ruang tengah terpisah kurang lebih 2 cm
dan atap rumah pun mulai tidak seimbang dan akhirnya jatuh. Pagar pun ikut jatuh
dan hancur.
Bersyukur saat itu ibu dalam kondisi selamat hanya kondisi rumah yang tidak
bisa dimasuki karena penuh dengan lumpur. Seketika Palu tanpa aliran listrik dan
signal telpon seluler. Tidak bisa saling menghubungi untuk menanyakan kabar
masing-masing. Hanya bisa pasrah dan berharap semua dalam kondisi selamat. Ibu
selalu memanjatkan doa tiada henti-hentinya. Kondisi seperti itu terjadi kurang lebih
hampir sepekan tanpa listrik dan jaringan telepon seluler, persediaan dan kebutuhan
hari-hari mulai menipis termasuk air bersih, beras, makanan, minyak goreng, dan
lain-lain. Kondisi ditempat lain pun tidak diketahui hingga akhirnya diketahui bahwa
telah terjadi tsunami di pantai talise hingga Donggala dan likuifaksi di Balaroa dan
Petobo yang hanya berjarak kurang lebih 2,8 km dari rumah tempat tinggal kami.
Membangunnya kembali membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan banyak yang
harus dikorbankan. Adanya beasiswa merupakan kesempatan yang besar bagi saya
saat ini saya hanya bisa membantu meringankan beban dari orang tua memalui
bantuan dana beasiswa yang difasilitasi oleh kampus tempat saya mengemban ilmu.
Keadaan ini dibuat dengan keadaan yang sebenar-benarnya.
Saya berdoa kepada Tuhan kiranya saya diberi kemudahan dan kelancaran
menyelesaiakn pendidikan Di UPN “Veteran” Yogyakarta jurusan Pertambangan
dan besar harapan saya untuk mendapatkan beasiswa Beasiswa Tugas Akhir
untuk Palu – Donggala – Sigi”
Saya bersyukur kepada Tuhan karena UPN “Veteran” Yogyakarta membuka
kesempatan bagi kami Mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Tengah khususnya
yang berdomisili di Palu- Donggala untuk mendapatkan Beasiswa Tugas Akhir
untuk Palu – Donggala – Sigi” , semoga impian saya mendapatkan bea siswa
terkabul, dan pada kesempatan ini saya berterima kasih kepada Rektor dan
Bapak/Ibu dosen UPN “Veteran” Yogyakarta yang telah memberi kesempatan kuliah
di UPN dan telah mendidik dan membimbing saya sehingga saya jika Tuhan
berkenan pada Tahun 2019 akan masuk Semesester VIII dan saat ini sedang
menunggu penempatan lokasi penelitian
Demikian Essay ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Palu, 26 Desember 2018


Hormat saya

Nadine Eklisaria Limboki


112150122
.