Anda di halaman 1dari 27

Cara Mencegah Karies Gigi

4 Bagian:Menyikat Gigi dengan BenarMembersihkan Gigi dengan Benang GigiMenjaga Pola Makan untuk Kesehatan

GigiMengunjungi Dokter Gigi secara Teratur

Karies gigi (tooth decay) disebabkan oleh pembentukan plak pada gigi. Plak terbentuk
karena gula di dalam mulut mengundang datangnya bakteri. Plak bersifat sangat asam
dan mengikis enamel gigi. Inilah tahap awal dari proses gigi berlubang. Seiring
pelebaran lubang gigi, bakteri di mulut dapat menyerang pulp gigi (jaringan hidup di
gigi) dan menyebabkan inflamasi yang bisa berlanjut menjadi infeksi bernama abses.
Proses ini cukup menyakitkan dan sangat tidak nyaman, belum termasuk biaya
pengobatannya yang sangat mahal. Namun, karies gigi bisa dicegah dengan
membersihkan gigi dengan sikat gigi dan benang gigi, makan makanan yang tepat,
serta kunjungan teratur ke dokter gigi untuk pembersihan dan pemeriksaan gigi. [1]

Bagian 1
Menyikat Gigi dengan Benar
1.
1
Aturlah jadwal menyikat gigi. Idealnya, Anda harus menyikat gigi setelah tiap waktu
makan, tetapi setidaknya lakukanlah dua kali sehari: sekali setelah sarapan, dan sekali
sebelum tidur.[2]
 Buatlah menyikat gigi menjadi rutinitas setiap pagi dan sebelum tidur.
 Jika kegiatan ini telah menjadi rutinitas setiap hari, akan lebih mudah bagi Anda untuk
mengingat waktu menyikat gigi.
 Menyikat gigi yang benar hanya memakan waktu beberapa menit. Orang paling sibuk
sekalipun masih sempat meluangkan waktu untuk menyikat gigi.
2.
2
Gunakan sikat gigi berbulu halus. Ukuran dan bentuk sikat gigi tergantung pada
ukuran mulut, tetapi sebagian besar dokter gigi menyarankan menggunakan sikat gigi
elektrik yang bulunya berbentuk bulat. [3]
 Ukuran dan bentuk sikat harus bisa mencapai semua area di dalam mulut dan
permukaan gigi.
 Gantilah sikat gigi Anda tiap 3-4 bulan sekali.
 Jika sikat gigi sudah terurai, mungkin sebaiknya sikat gigi diganti lebih cepat karena
tidak efektif membersihkan gigi.
3.
3
Pakailah pasta gigi seukuran kacang. Pastikan Anda menggunakan pasta gigi yang
mengandung fluorida yang disetujui oleh Ikatan Dokter Gigi Indonesia. Fluorida akan
menguatkan enamel gigi dan mencegah karies gigi.[4]
 Anak-anak belum boleh menggunakan fluorida sebanyak orang dewasa. Bicarakan
dengan dokter gigi perihal jumlah fluorida yang pas digunakan untuk menyikat gigi. [5]
 Anak-anak membutuhkan khasiat perlidungan dan pencegahan dari fluorida tanpa
menggunakannya terlalu banyak.
4.
4
Sikatlah semua permukaan gigi. Sikatlah pada sudut 45 derajat dari gigi dan gusi.
Jangan beri terlalu banyak tekanan supaya tidak mencederai gusi. Jika saat menyikat
gigi bulu-bulu sikat tampak berurai dengan cepat, berarti Anda menekan sikat gigi
terlalu kuat.[6]
 Mulailah dari semua permukaan depan gigi.
 Gunakan sisi sikat yang kecil untuk gerakan menyamping.
 Setelah semua permukaan depan gigi selesai disikat, pindahlah ke sisi pengunyah dan
sisi belakang gigi.
 Pegang sikat gigi secara vertikal dan gerakkan ke atas dan bawah untuk membersihkan
bagian dalam gigi depan.
 Pastikan Anda juga menggosok gusi mulut Anda.
 Anda juga perlu menggosok lidah untuk membersihkan bakteri dan menghilangkan bau
napas.
5.

5
Kumur-kumur dengan air atau obat kumur (mouthwash). Obat kumur dapat
digunakan untuk mencegah karies gigi dan gigi berlubang, mengurangi pembentukan
plak, dan mencegah berbagai penyakit seperti gingivitis. Carilah obat kumur yang
mengandung fluorida untuk mencegah dan mengurangi karies gigi.[7]
 Pilihlah obat kumur yang telah diakui Ikatan Dokter Gigi Indonesia karena telah diuji
keamanan dan keefektivannya.[8]
 Obat kumur tidak bisa menggantikan pembersihan gigi dengan sikat dan benang gigi
secara teratur. Jika Anda tidak sempat menggosok gigi setelah waktu makan,
berkumur-kumurlah dengan obat kumur untuk membunuh bakteri dan mencegah plak.
 Jangan gunakan obat kumur yang mengandung alkohol karena alkohol akan kering di
dalam mulut dan mengundang pertumbuhan bakteri.

Bagian 2
Membersihkan Gigi dengan Benang Gigi
1.
1
Bersihkan gigi dengan benang gigi minimal sekali sehari. Sebagai tambahan,
bersihkanlah gigi dengan benang gigi setelah waktu makan atau camilan untuk
membuang sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi.[9]
 Gunakanlah benang gigi walaupun sebelumnya Anda telah menggosok gigi.
 Benang gigi akan membersihkan sisa makanan di antara gigi dan di bawah gusi.
 Benang gigi akan mencapai area yang tidak dicapai sikat gigi.
 Jika Anda tidak menggunakan benang gigi, sisa makanan dan gula di sela-sela gigi
akan mengundang bakteri dan pembentukan plak gigi kemudian menyebabkan lubang
gigi.
2.
2
Potonglah benang gigi sepanjang 46 cm. Benang gigi sebaiknya dipotong panjang
supaya bagian benang yang kotor bisa digulung di jari ketika membersihkan sela-sela
gigi.[10]
 Gulung sebagian besar benang pada salah satu jari tengah Anda.
 Gulung ekor benang yang satu lagi pada jari tengah tangan yang lain.
 Jari ini adalah tempat benang kotor digulung ketika membersihkan sela-sela gigi Anda.
3.
3
Arahkan benang di sela-sela gigi dengan gerakan menggosok yang
lembut.Jangan pernah menabrakkan benang gigi pada gusi mulut Anda.[11]
 Pegang benang gigi dengan kuat di antara jempol dan jari telunjuk.
 Gosok benang ke depan dan belakang saat diselipkan di antara gigi.
 Berhentilah sebentar ketika sampai di gusi.
4.
4
Bengkokkan benang menyerupai bentuk ‘C’ saat mencapai gusi. Tahanlah pada
satu gigi. [12]
 Selipkan benang dengan lembut pada celah antara gusi dan gigi.
 Pegang benang dengan kuat terhadap gigi.
 Gosokkan benang di sepanjang sisi gigi menjauhi gusi dengan gerakan naik turun.
 Ulangi metode ini pada keseluruhan gigi.
 Jangan lupakan celah di belakang gigi terakhir di belakang mulut Anda.
5.
5
Coba gunakan floss pick, dental pick, atau pembuang plak kayu jika kesulitan
menggunakan benang gigi. Alat-alat ini akan membuang plak dan makanan di sela
gigi tanpa repot-repot mengukur panjang benang dan menggosokkannya di sela-sela
gigi.[13]
 Water pick dapat membersihkan plak dan makanan di antara gigi dan gusi
menggunakan aliran air.
 Floss pick adalah alat plastik kecil yang dipasangi benang gigi pendek. Gigi dibersihkan
dengan cara yang sama dengan benang gigi.
 Jika Anda kesulitan menggunakan benang gigi, bicaralah dengan dokter gigi terkait opsi
pembersihan gigi lain yang ada. Ada mungkin cukup mengganti jenis benang gigi
(berlilin atau tidak berlilin, dll.)

Bagian 3
Menjaga Pola Makan untuk Kesehatan Gigi
1.

1
Hindari permen bergula, manisan, pati, dan karbohidrat olahan. Makanan yang
kaya gula akan mengundang bakteri sehingga meningkatkan pembentukan plak di
gigi.[14]
 Jika Anda suka makan makanan manis, jangan makan makanan yang lama tinggal di
mulut. Permen seperti lolipop, permen keras dan karamel cenderung lama bertahan di
mulut saat diisap.
 Camilan seperti kue kering dan basah serta roti juga mengandung banyak gula dan
dapat menyebabkan karies gigi.
 Makanan seperti roti, keripik, pasta dan biskuit mengandung pati dan karbohidrat
olahan. Usahakan hanya memakan camilan ini di waktu makan besar dan bukan di
antaranya.
 Usahakan menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluorida setelah makan
makanan manis.
2.
2
Kurangi minum jus buah kalengan/botolan dan minuman berkarbon. Minuman
berkarbon mengandung sangat banyak gula.[15] Jus kalengan/botolan sering kali
mengandung gula tambahan, terutama jika namanya “minuman jus buah” atau
“cocktail jus buah”. Hindarilah konsumsi minuman-minuman tersebut.
 Minuman berkarbon juga mengandung banyak asam. Asam dalam minuman dan
makanan ini dapat memecah enamel dan meningkatkan risiko karies gigi.
 Walaupun jus buah cukup menyehatkan, jus mengandung lebih banyak gula
terkonsentrasi dibandingkan buah biasa dan tidak memiliki manfaat dari serat.
Minumlah jus buah murni (tanpa tambahan apa pun). Penelitian menyatakan bahwa jus
yang dibuat 100% dari buah tidak menyebabkan karies gigi.[16]
 Jika Anda meminum jus kaleng/botol atau minuman bersoda, minumlah dengan
sedotan untuk mengurangi kontak dengan gigi.
3.
3
Kurangi konsumsi makanan berasam. Makanan berasam dapat mengikis enamel
layaknya asam dari minuman ringan.[17]
 Makanan berasam misalnya sitrus (limau atau lemon).
 Tomat, acar, madu dan minuman anggur juga mengandung asam yang dapat merusak
enamel.
 Anda sebenarnya boleh makan makanan-makanan ini, asalkan jangan terlalu lama
berada di mulut.
4.
4
Minumlah air mineral dan teh hijau/hitam. Air mineral di Indonesia sebagian besar
juga mengandung fluorida.[18] Minuman apa pun yang dibuat dengan air mineral yang
mengandung fluorida akan menguatkan enamel gigi.
 Air juga akan membasuh sisa-sisa makanan.
 Teh hijau/hitam mengandung zat yang mecegah pembentukan plak. Minuman ini juga
membantu mengurangi inflamasi dan mencegah penyakit gusi.
 Jangan beri gula pada teh.
5.
5
Makanlah buah dan sayuran yang kaya serat. Serat akan merangsang pengeluaran
air liur (saliva).[19]
 Air liur adalah pertahanan alami terhadap gigi berlubang karena mencegah bakteri dan
plak menempel di gigi.
 Sekitar 20 menit setelah makan, air liur akan mulai menetralisasi asam yang
menyerang enamel.
 Disarankan untuk memakan buah dan sayur yang renyah seperti wortel, apel, dan
seledri.
6.
6
Makanlah produk olahan susu (dairy) seperti susu, keju dan yoghurt. Produk-
produk ini mengandung berbagai nutrisi yang menyehatkan gigi. [20]

 Kalsium, fosfat, dan vitamin D di dalam produk susu sangat penting untuk kesehatan
gigi karena kalsium adalah zat pembentuk gigi.
 Kalsium tidak hanya akan menguatkan, tetapi juga menempel di gigi dan mencegah
asam merusak enamel gigi.
 Jika Anda menderita intoleransi laktosa, ada banyak sumber kalsium dan vitamin lain
yang bisa dikonsumsi seperti produk-produk olahan kacang kedelai.
7.
7
Kunyahlah permen karet tanpa perasa. Mengunyah permen karet akan merangsang
produksi air liur untuk menyiram bakteri dan plak dari gigi.[21] Cara ini sangat berguna
terutama jika Anda menderita mulut kering (xerostomia).[22]
 Pemanis xylitol telah terbukti mampu mencegah karies gigi.
 Penelitian menunjukkan bahwa xylitol dapat menghambat pertumbuhan bakteri
berbahaya di dalam mulut.
 Permen karet yang mengandung gula justru akan mempercepat gigi berlubang.
Pastikanlah permen karet yang dikunyah tidak mengandung gula.
8.
8
Gunakan produk yang dirancang untuk mulut kering. Mulut kering
atau xerostomia bukanlah penyakit, tetapi kondisi yang diakibatkan oleh berbagai
faktor, termasuk penggunaan obat resep tertentu, atau gangguan medis. Mulut kering
membuat penderitanya tidak nyaman dan pada tingkat kronis akan mengakibatkan
karies gigi karena mulut tidak memproduksi cukup air liur untuk membasuh makanan
dan sisa-sisanya sehingga bakteri bisa tumbuh cukup cepat di dalam mulut. [23]
 Ada beberapa obat kumur, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan mampu
meredakan mulut kering. Cari dan belilah obat kumur yang khusus untuk mulut kering.
 Permen keras atau permen batuk dapat membantu produksi air liur di mulut. Pastikan
permen-permen ini bebas gula.
 Anda juga bisa mencari pengganti air liur jika terpaksa. Cara kerjanya mirip obat tetes
untuk mata kering, yaitu menjaga kelembapan membran lendir di dalam mulut Anda.
 Dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat jika kondisinya terlalu parah. Dua
obat yang paling sering digunakan adalah pilocarpine dan cevimeline.
9.

9
Kunjungi dokter jika Anda sering merasa mulas, mengalami refluks asam,
atau gangguan makan. Rasa mulas atau penyakit asam lambung (gastroesophageal
reflux disease atau GERD) dapat menyebabkan gigi berlubang karena pada kondisi ini
asam lambung dimuntahkan kembali lewat mulut dan melemahkan gigi. Jika Anda
menderita refluks asam, segera kunjungi dokter dan tanyakan opsi pengobatan Anda
sehingga gigi berlubang bisa dicegah.[24]
 Gangguan makan juga dapat menyebabkan gigi berlubang. Bullimia nervosa dan
anoreksia biasanya melibatkan muntah-muntah, yang membuat asam lambung
melewati mulut dan merusak gigi. Gangguan makan juga menghambat produksi air liur
di mulut.

Bagian 4
Mengunjungi Dokter Gigi secara Teratur
1.
1
Kunjungilah dokter gigi dan ahli kesehatan gigi untuk pembersihan dan
pemeriksaan gigi secara teratur. Sebagian besar orang perlu mengunjungi dokter gigi
sebanyak dua kali setahun.[25]
 Ketika Anda mengunjungi dokter gigi, mintalah dilakukan pembersihan gigi. Dokter gigi
akan menggunakan alat-alat khusus untuk membersihkan plak dan tartar dari gigi.
 Kemudian, gigi akan dipoles dengan pasta gigi khusus.
 Kebanyakan dokter gigi akan menyarankan dilakukannya rontgen gigi sebanyak sekali
setahun. Rontgen akan membantu dokter untuk menemukan masalah di dalam gigi
Anda.
 Dokter gigi akan mencari lubang di tiap gigi sekaligus memeriksa gusi untuk mencari
penyakit.
2.
2
Tanyakan dokter gigi perihal sealant. Sealant adalah penyegel berbahan plastik
untuk menutupi gigi Anda. [26] Produk ini mengisi celah gigi-gigi tempat biasanya sisa
makanan menyangkut.
 Sealant melindungi enamel dari asam dan plak dan penggunaannya disarankan untuk
anak-anak dan dewasa.
 Ikatan Dokter Gigi Indonesia menyarankan penggunaan sealant untuk anak-anak
sekolah karena dapat mengurangi karies gigi sampai 70%.[27]
 Sealant bisa tahan sampai 10 tahun sebelum perlu diganti.
 Dokter gigi perlu memeriksa gigi Anda tiap 6 bulan sekali untuk
memastikan sealant masih terpasang.
3.

3
Bicarakan dengan dokter gigi perihal perawatan fluorida. Jika Anda tidak meminum
air mineral atau menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida, Anda sangat
membutuhkan perawatan ini.[28]
 Perawatan fluorida biasanya dilakukan di klinik selama pembersihan gigi.
 Dokter gigi Anda akan mengisi loyang dengan gel atau pasta fluorida. Gel atau pasta ini
perlu didiamkan pada gigi di dalam mulut selama beberapa menit.
 Perawatan ini akan menguatkan enamel gigi Anda