Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Imunisasi
Sub pokok bahasan : Langkah awal menyehatkan anak
Sasaran : Ibu – ibu kader
Target : Ibu-ibu kader
Hari / Tanggal : Senin, 24 Desember 2018
Waktu : 09.00- selesai
Tempat : Balai Desa
Penyuluh : Tim Kesehatan Puskesmas STIKes Mataram

I. LATAR BELAKANG
Di Indonesia, imunisasi merupakan kebijakan nasional melalui program imunisasi.
Imunisasi masih sangat diperlukan untuk melakukan pengendalian Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti Tuberkulosis (TB), dipteri, pertusis (penyakit
pernapasan), campak, tetanus, polio dan hepatitis B. Program imunisasi sangat penting agar
tercapai kekebalan masyarakat (population immunity). Program Imunisasi di Indonesia
dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun 1990, Indonesia telah mencapai status Universal
Child Immunization (UCI), yang merupakan suatu tahap dimana cakupan imunisasi di suatu
tingkat administrasi telah mencapai 80% atau lebih. Saat ini Indonesia masih memiliki
tantangan mewujudkan 100% UCI Desa/Kelurahan pada tahun 2014 (Pusat Komunikasi
Publik, 2011).
Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di Kota Padang diduga karena banyak
masyarakat yang tidak memahami pentingnya imunisasi. Kurangnya kepedulian orang tua
dan sosialisasi dari petugas kesehatan menjadi faktor utama munculnya penyakit ini.
Keterangan para ahli kesehatan bahwa penyebab utama dari penyakit difteri kerena tidak
lengkapnya imunisasi seorang anak adalah menjadi patut dipertanyakan. Untuk memberikan
kesadaran bersama bagi setiap ibu yang memiliki anak balita diperlukan dua hal pokok,
pertama pemberian informasi yang utuh tentang imunisasi untuk daya tahan tubuh dan
manfaat kesehatan masa depan anak.
Indonesia sehat pada tahun 2015 merupakan target dari berbagai program yang terdapat
dalam MDG’s, salah satu program tersebut adalah menurunkan angka kematian balita sebesar
2/3 antara 1990 sampai 2015. Untuk memenuhi program ini maka dibentuk dua indikator
yaitu angka kematian balita dan cakupan imunisasi campak pada usia satu tahun. Cakupan
imunisasi dan campak pada anak usia satu tahun terus meningkat setip tahunnya dalam
rangka mencapai target MDG’s sebesar 90 % tahun 2015. (BPS MDGs. Indikator MDGs.
2000). Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat tahun 2010 hana 66,3% menurun
dibandingkan tahun 2007 sebesar 75,4%. Persentase rincian imunisasi pada tahun 2010 yaitu
BCB 71,8%, polio 63,5%, DPT-HB 51,0%, dan campak 66,3%. Jika dibandingkan dengan
data pada tahun 2007 imunisasi BCG 83,1% menurun sebesar 11,3%, imunisasi polio 69,4%
menurun sebesar 5,9%, imunisasi DPT-HB g4,2% menurun sebesar 13,2%, dan imunisasi
campak 75,4% menurun sebesar 9,1%.
Namun angka ini meningkat pada tahun 2011 sebesar 19% yaitu 85,3% berdasarkan
sumber data Diknas Sumbar tahun 2012. Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Padang
(DKK) tahun 2012, cakupan imunisasi campak Kota Padang tahun 2011 88,1% angka ini
sudah mencapai target yang seharusnya dan dapat dikatakan cukup tinggi. Namun angka ini
belum merata pada semua kecamatan yang ada di Kota Padang.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan dapat memotivasi
keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu maupun puskesmas guna mendapatkan
imunisasi lengkap.

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat :
1. Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.
2. Menjelaskan tujuan imunisasi.
3. Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
4. Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
5. Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi.
6. Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
7. Menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
8. Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.
9. Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.

IV. MATERI PELAJARAN


1. Pengertian imunisasi
2. Tujuan imunisasi
3. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
4. Jenis-Jenis imunisasi.
5. Sasaran imunisasi.
6. Jadwal pemberian imunisasi.
7. Cara pemeberian imunisasi.
8. Kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
9. Keadaan yang timbul setelah imunisasi.
10. Tempat pelayanan imunisasi.

V. SASARAN
Ibu-ibu Kader desa Ampenan

VI. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi

VII. MEDIA
1. Leaflet
2. Laptop

VIII. EVALUASI
1. Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian imunisasi.
2. Ibu-ibu dapat menyebutkan tujuan imunisasi
3. Ibu-ibu dapat menyebutkan jenis-jenis imunisasi.
4. Ibu-ibu dapat menyebutkan sasaran imunisasi.
5. Ibu-ibu dapat menyebutkan jadwal pemberian imunisasi.
6. Ibu-ibu dapat menjelaskan cara pemberian imunisasi.
7. Ibu-ibu dapat menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
8. Ibu-ibu dapat menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.
9. Ibu-ibu dapat menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.
10. Ibu-ibu dapat melakukan perawatan setelah pemberian imunisasi.

IX. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS


1. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
peserta.
b. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
c. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya.

X. PROSES PELAKSANAAN
N WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
O
1. 3 Menit Pembukaan :
1. Memperkenalkan diri Menyambut salam
dan mendengarkan.

2. Menjelaskan tujuan dari Mendengarkan.


penyuluhan.

3. Melakukan kontrak waktu. Mendengarkan.

4. Menyebutkan materi Mendengarkan


penyuluhan yang akan diberikan.
2. 15 Menit Pelaksanaan :
1. Menjelaskan tentang Memperhatikan
pengertian imunisasi
2. Memberikan kesempatan pada Memperhatikan
ibu untuk bertanya
3. Menjelaskan tentang tujuan Memperhatikan
pemberian imunisasi
4. Memberikan kesempatan pada Memperhatikan
ibu untuk bertanya
5. Menjelaskan tentang jadwal Memperhatikan
pemberian imunisasi
6. Memberikan kesempatan pada Memperhatikan
ibu untuk bertanya
7. Menjelaskan tentang jenis Memperhatikan
imunisasi yang harus diberikan
8. Memberikan kesempatan pada
ibu untuk bertanya
9. Menjelaskan tentang efek
samping imunisasi
10. Memberi kesempatan pada ibu
bertanya.
3. 10 Menit Evaluasi :
1. Menanyakan pada ibu tentang Mendengarkan dan
materi yang di berikan dan membalas salam
reinforcement kepada ibu bila
dapat menjawab & menjelaskan
kembali pertanyaan / materi.
4. 3 Menit Teriminasi :
1. Mengucapkan terimakasih Mendengarkan dan
kepada ibu-ibu. membalas salam
2. Mengucapkan salam.

EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
Kesiapan Media meliputi : Laptop
Penentuan waktu : Pukul 09.00 s/d selesai
Penentuan tempat : Balai desa
Pemberitahuan kepada klien : Melalui komunikasi lisan

b. Pengorganisasian
Pembawa acara : Ni Nengah Anggreni Puspita Sari
Pembicara : Baiq Rizki Handayani

IMUNISASI
A. Pengertian
Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan anak
serta ibu hamil terhadappenyakit tertentu.
B. Tujuan Imunisasi
Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/anak terhndar dari penyakit tertentu dan
kalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan atau kematian.
C. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
1. Penyakit TBC
Penyakit TBC sangat menular dan menyerang semua umur. Banyak terdapat
padamasyarakat dengan ekonomi rendah, kurang gizi dan pada daerah perumahan
padat. Ditandai dengan :
 Batuk lebih dari 2 minggu, dahak dapat bercampur darah.
 Nafsu makan menurun, BB menurun
 Berkeringat malam tanpa aktifitass
*Tes Mantoux : untuk menguji apakah pernah terinfeksi kuman TBC.
2. Penyakit Difteri
Difteri merupakan penyakit menular, teutama menyerang anak kecil. Ditandai
dengan :
 Leher bengkak, terbentuk selaput putih kelabu dikerongkongan dan
hidung sehingga menyumbat jalan napas.
 Anak gelisah karena sesak napas yang makin berat.
 Anak tekak dan amandel membengkak dan merah.
3. Penyakit Batuk Rejan / Batuk Seratus Hari
Batuk Rejan adalah penyakit menular yang menyerang anak-anak. Ditandai
dengan :
 Diawali batuk pilek biasa yang berlangsung sekitar 7 - 14 hari. Kemudian
diikuti batuk hebat yaitu lebih keras dan menyambung terus 10 - 30 kali
disertai tarikan napas dan berbunyi, kemudian muntah, muka merah
sampai biru dan mata berair.
 Batuk batuk berlangsung beberapa minggu kemudian berkurang. Penyakit
ini dapat menyebabkan radang apru-paru dan terjadi kerusakan otak
sehingga dapat menyebabkan kejang, pingsan sampai terjadi kematian.
4. Penyakit Tetanus
Penyakit Tetanus menyerang semua umur, yang menyebabkan masalah yang
cukup besar di Indonesia karena banayk bai yang baru lahir mati akibat penyakit
tersebut. Ditandai dengan :
 Mulut kaku dan sukar dibuka, punggung kaku dan melengkung.
 Kejang dirasakan sangat sakit.
 Pada bayi yang baru lahir (5 - 28 hari) mendadak tidak dapat menetek
karena mulutnya kaku dan mencucu seperti mulut ikan.
5. Penyakit Polimieliti
Polimielitis sanagt cepat menular di daerah perumahan padat dan lingkungan
kumuh. Ditandai dengan :
 Anak rewel, panas dan batuk, dua hari kemudian leher kaku, sakit kepala,
otot badan dan kaki terasa kaku.
 Lumpuh anggota badan tetapi biasanya hanya satu sisi.
 Penyakit ini dapat menyerang otot pernapasan dan otot menelan yang
dapat menyebabkan kematian
6. Penyakit Campak
Penyakit ini sangat menular dan menyerang hampir semua bayi.
Tanda-tanda campak
 Badan panas, batuk, pilek, mata merah dan berair.
 Mulut dan bibir kering serta merah.
 Beberapa hari kemudian keluar bercak-bercak di kulit dimulai di belakang
telinga, leher muka, dahi dan seluruh tubuh. Akibat lanjut dari penyakit
ini adalah radang telinga sampai tuli,radang mata sampai terjadi kebutaan,
diare dan menyebabkan radang paru-paru serta radang otak yang dapat
menyebabkan kematian.
7. Hepatitis Virus B
Penyakit ini adalah penyakit menular yang menyerang semua umur :
Tanda-tanda :
 Mual, muntah serta nafsu makan menurun.
 Nyeri sendi, nyeri kepala dan badan panas.

XI. Jenis-Jenis Imunisasi


1. BCG : memberi kekebalan pada penyakit TBC
2. DPT : memberi kekbalan pada penyakit difteri, batuk rejan dan tetanus.
3. Polio : memberi kekebalan pada penyakit poliomielitis.
4. Campak: memberi kekebalan pada penyakit campak.
5. H B : memberi kekbalan pada penyakit hapatitis B
6. TT : memberi kekebalan pada penyakit tetanus
7. DT : memberi kekebalan pada penyakit difteri dan tetanus.

XII. Sasaran Imunisasi


1. Bayi 0 - 9 bulan untuk imunisasi BCG, polio, DPT, HB, dan campak.
2. Anak SD kelas I untuk imunisasi DT.
3. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT.

XIII. Jadwal Pemberian Imunisasi


NO JENIS IMUNISASI WAKTU PEMBERIAN KETERANGAN
1. HB0 2 jam setelah lahir
Umur 2 bulan
BCG, Polio I, DPT I
2. Polio II, DPT II Umur 3 bulan
3. Polio III, DPT III Umur 4 bulan
4. Polio IV, Campak Umur 9 bulan

XIV. Keadaan-Keadaan Yang Timbul Setelah Imunisasi


Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing
imunisasi, seperti yang diuraikan di bawah ini.
1. BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah
di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
2. DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan
imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 - 2 hari. Di tempat suntikan merah dan
bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh
sendiri.
3. Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 - 10 hari
setelah penyuntikan.

SUMBER :
1. Direktorat Jenderal PPM dan PLP, Pelaksanaan Imunisasi Modul Latihan Petugas
Imunisasi, Jakarta, (1985).
2. Departemen Kesehatan, Bercakap Dengan Ibu-Ibu-Petunjuk Bagi Kader Dalam Rangka
Promosi Posyandu, Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Jakarta, 1988.
3. Tim Pengelola UPGK Tk. Pusat, Buku petunjuk Untuk Latihan Kader, Jakarta, 1988.

SATUAN ACARA PENYULUAHAN (SAP


TENTANG IMUNISASI
OLEH

1. BAIQ RIZKI HANDAYANI

2. NI NENGAH ANGGRENI PUSPITA SARI

3. JAHMAT

4. RESTU WAHYU INAYAH

5. PUTTRI MAHARANI

6. ENI WAHYUNI

7. EVI MULYATI

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM

T. A. 2018/2019