Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hidayati Nur Fadilah

NIM : 201604003

Kelas/Prodi : 2C / D3 Keperawatan

Ringkasan Materi Perubahan Seksualitas

1. Review Organ Reproduksi


a) Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria dibedakan menjadi dua, yaitu alat reproduksi yang tampak
dari luar dan alat reproduksi yang ada dibagian dalam tubuh. Berikut organ penyusun
alat reproduksi pria:
1) Penis
2) Buah Zakar
3) Testis
4) Vas deferens
5) Kantong Sperma
b) Organ Reproduksi Wanita
Berikut komponen organ reproduksi wanita bagian luar dan dalam:
1) Ovarium
Ovarium berjumlah sepasang dan berfungsi menghasilkan sel telur
(ovum). Ovarium terletak di rongga perut tepatnya di daerah pinggang kiri
dan kanan. ovarium juga berfungsi menghasilkan hormon estrogen dan
progesteron.
2) Oviduk
Oviduk berjumlah sepasang dan berfungsi menggerakkan ovum ke arah
rahim dengan gerakan peristaltik. Pembuahan sel telur oleh sperma terjadi
pada oviduk, selanjutnya ovum yang telah dibuahi bergerak ke rahim(uterus).
3) Vagina (organ luar)
Vagina berfungsi sebagai organ persetubuhan dan untuk melahirkan bayi.
2. Pengertian Sex Dan Seksualiti
Seks adalah alat kelamin, mengacu pada sifat-sifat biologis yang secara kasat
mata berbentuk fisik yang mendefinisikan manusia sebagai perempuan atau laki-laki.
Penggolongan jenis kelamin:
a. Laki-laki.
b. Perempuan
c. Interseks (seseorang memiliki karakteristik jenis kelamin laki-laki dan
perempuan).

Seks, dari bahasa Inggris sex, dalam bahasa Indonesia memiliki paling tidak dua makna,
yaitu:

a. Jenis kelamin
b. Kegiatan yang berkaitan dengan manipulasi organ kelamin, khususnya hubungan
seksual. Namun dapat juga sesuatu yang mengarah pada hal tersebut (seperti
masturbasi dan petting).

Seksualiti/seksualitas tidak bisa begitu saja diwakili oleh sebuah kalimat yang bisa
langsung menjelaskan tentang makna dari seksualitas tersebut. Berikut ini bisa membantu
kita memaknai seksualitas:

a. Salah satu aspek dalam kehidupan manusia sepanjang hidupnya yang


b. berkaitan dengan alat kelaminnya
c. Seksualitas lebih dari sekedar perbuatan seksual atau siapa melakukan apa dengan
siapa.
d. Seksualitas merupakan salah satu bagian dari kehidupan seseorang, bukan
keseluruhannya.
3. Perkembangan Seksualitas
Tahapan perkembangan ini disebut tahapan psikoseksual karena
memperesentasikan suatu kebutuhan(dan pemuasan) seksual yang menonjol pada stiap
tahapan perkembangan. Tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual:
a. Tahap Oral (0-1 Tahun)
Kontak pertama yag dilakuka oleh bayi setelah kelahirannya adalah melalui
mulut(oral).
b. Tahap Anal (1-3 Tahun)
Interaksi melalui fungsi pembuangan isi perut(anal) dan memperoleh kesenangan
melalui aktivitas-aktivitas pembuangan.
c. Tahap Palis (3-5 Tahun)
Pada fase ini anak laki-laki dan perempuan senang menyentuh (mengeksploitasi)
organ kelaminnya untuk memperoleh kesenangan sambil melakukan fantasi-
fantasi seksual.
d. Tahap Laten (6-12 Tahun)
Pada tahap ini anak laki-laki dan anak perempuan menekankan semua isu-isu
oedipal dan kehilangan minat seksualnya.
e. Tahap Genital (12 Tahun Keatas)
Fase genital dimulai pada usia 12 tahun, yaitu pada masa remaja awal dan
berlanjut terus sepanjang hidup.
4. Fungsi Atau Pola Seksual
 Seksual yang Sehat Meliputi :
a. Bebas dari gangguan fisik maupun psikologis.
b. Bersikap positif terhadap seksual
c. Mempunyai pengetahuan yang akurat tentang seksualitas.
d. Kesesuaian antara jenis kelamin, identitas, dan peran.
 Karakteristik Kesehatan Seks :
a. Kemampuan mengekspresikan potensi seksual, dengan meniadakan kekerasan,
eksploitasi dan penyalahgunaan seksual.
b. Gambaran tubuh positif, ditunjukkan dengan kepuasan diri terhadap penampilan
pribadi.
c. Merupakan hubungan biologis yang paling intim antara dua individu yang
mempunyai tujuan.
d. Mendapatkan keturunan (reproduksi).
e. Memenuhi kebutuhan biologis (rekreasi).
f. Mampu membina hubungan efektif dengan orang lain.
g. Kemampuan mengekspresikan seksualitas melalui komunikasi, sentuhan,
emosional dan cinta.
 Komponen kesehatan seksual
a. Konsep seksual diri
b. Body image
c. Identitas jender
d. Orientasi seksual
e. Tubuh Manusia Memiliki Zona Erotik
f. Ekspresi Seksual dipengaruhi oleh : Sentuhan, bau, penglihatan, suara,
perasaan, pikiran, fantasy.
 Organ Seksual Wanita
a. Organ seks internal : vagina, uterus, tubulus falopii dan ovarium.
b. Organ seks eksternal secara kolektif disebut vulva yang terdiri dari mons
pubis (mons veneris), labia mayora, labia minora, klitoris dan ostium
vaginalis (introitus)
 Organ Seksual Laki-Laki
a. Organ seks eksternal pria adalah penis dan skrotum.
b. Organ seks internal pria yaitu testis, epididimis dan duktus deferen, kelenjar
prostat, vesikula seminalis dan kelenjar Cowper
5. Stimulasi Seksual Secara Fisik dan Psikologis
Gairah pria mudah mengarah pada kesalahpahaman bahwa gairah seksual murni
bergantung pada rangsangan fisik. Stimulasi yang berkesinambungan menghasilkan
dorongan yang lebih besar sehingga mampu memicu timbulnya keinginan untuk
melakukan hubungan seksual lebih lanjut. Secara tidak langsung wanita dapat menikmati
stimulasi tersebut tanpa efek negative seperti halnya sensasi rasa sakit saat melakukan
hubungan seksual
6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Seksual
1. Pertimbangan Perkembangan
2. Kebiasaan Hidup Sehat dan Kondisi Kesehatan
3. Peran dan Hubungan
4. Konsep Diri
5. Budaya, Nilai dan Keyakinan
6. Agama
7. Etik