Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH DASAR GIZI

ABSORPSI, UTILIZATION, AND METABOLISME VITAMIN K

KELOMPOK 8
IKM C 2017

Faradita 101711133178
Anggriani Balasoma 101711133215
Anastasya Marli Yugiana 101711133212
Belinda Kirananingtyas 101711133183
Valerie Putri Bratandhary 101711133202

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ..........................................................................................


DAFTAR ISI ..........................................................................................................i
BAB 1. PENDAHULUAN ....................................................................................1
1.1. Latar Belakang................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah ..........................................................................2
1.3. Tujuan ............................................................................................. 2
1.4. Manfaat ........................................................................................... 2
BAB 2. PEMBAHASAN ....................................................................................... 4
2.1. Proses Absorpsi Vitamin K ............................................................ 4
2.2. Proses Pemanfaatan Vitamin K ...................................................... 5
2.3. Proses Metabolisme Vitamin K ...................................................... 6
BAB 3. PENUTUP ................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................9

i
1
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam


jumlah yang sangat sedikit dan harus disuplai dari makanan karena tubuh
tidak dapat mensintesisnya. Suatu vitamin minimal menunjukkan satu
fungsi metabolik khusus. Istilah “vitamine” digunakan oleh Casimir Funk
pada tahun 1912 yang meneliti tentang penyakit beri-beri. “Vita”
menunjukkan senyawa yang diperlukan tubuh sedangkan “amine” berarti
mengandung nitrogen. Vitamin dibagi menjadi dua golongan besar
berdasarkan kelarutannya, yakni vitamin larut air (vitamin B dan C) dan
vitamin larut lemak (Vitamin A,D,E,K).
Beberapa macam vitamin berfungsi sebagai ko-enzim, yaitu
senyawa yang membantu fungsi enzim. Berikut akan dibahas mengenai
karakteristik vitamin yang larut lemak yakni: larut dalam lemak dan
pelarut lemak (turunannya ada yang larut dalam air), dapat disimpan
dalam tubuh (bila konsumsi berlebih), diekskresikan dalam jumlah sedikit
kedalam asam empedu, gejala defisiesinya lambat muncul, tidak harus
disuplai tiap hari dalam makanan, mempunyai prekursor / provitamin,
hanya mengandung elemen C,H, dan O,diserap oleh usus dan diteruskan
kedalam sistem limfatik, beracun dalam dosis relatif rendah (6-10 kali
konsumsi/hari yang dianjurkan).
Vitamin K ditemukan oleh Dam seorang ilmuwan Denmark, yang
diperlukan untuk proses pembekuan darah (koagulation); dari kata itulah
mungkin mengapa vitamin tersebut dinamai vitamin K. Vitamin K
merupakan grup kimia yang dikenal sebagai quinones yaitu (a)
phylloquinone, pada jaringan tanaman, (b) menaquinone pada jaringan
hewan, dan (C) menadione, vitamin K sintetik. Vitamin K dikenal sebagai
anti perdarahan karena peranannya dalam mempertahankan kadar

1
protrombin yang normal dalam darah dan faktor-faktor lain yang
diperlukan bagi pembekuan darah.
Banyak makan makanan yang mengandung vitamin K dan sayuran
hijau merupakan sumber yang kaya akan vitamin tersebut. Diperkirakan
bahwa manusia memperoleh vitamin ini sebagai hasil produksi oleh
bakteri didalam usus. Defisiensi vitamin K dapat diketahui dari gejalanya,
yaitu proses pembekuan darah yang berlangsung lama. Defisiensi vitamin
K hanya mungkin disebabkan oleh gangguan dalam proses
penyerapannya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka dapat kami
rumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimana proses absorpsi vitamin K?
2. Bagaimana pemanfaatan vitamin K?
3. Bagaimana proses metabolisme vitamin K?

1.3 TUJUAN

Penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan yaitu:


1. Untuk mengetahui proses absorpsi vitamin K
2. Untuk mengetahui proses pemanfaatan vitamin K
3. Untuk mengetahui poses metabolisme vitamin K

1.4 MANFAAT

Dari penyusunan makalah ini dapat dipetik beberapa manfaat baik


untuk penulis maupun pembaca, yaitu:
1. Untuk penulis, sebagai nilai tugas mata kuliah “Dasar Gizi” yang
diambil pada semester dua di Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga.

2
2. Sebagai media pembelajaran mandiri bagi penulis.
3. Sebagaiedukasi serta informasi tambahan bagi pembaca.

3
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Proses Absorpsi Vitamin K

Penyerapan vitamin K dipengaruhi oleh faktor – faktor yang


mempengaruhi penyerapan lemak, antara lain cukup tidaknya sekresi empedu dan
pankreas yang diperlukan untuk penyerapan vitamin K. Sekitar 50 – 80% vitamin
K dalam makanan diabsorbsi di dalam usus halus. Setelah diabsorpsi, vitamin K
digabungkan dengan kilomikron untuk diangkut melalui saluran limfatik,
kemudian melalui saluran darah ditransportasi ke hati. Sekitar 90% vitamin K
yang sampai di hati disimpan dalam bentuk menaquinone. Dari hati, vitamin K
diangkut terutama oleh lipoprotein VLDL di dalam plasma ke sel – sel tubuh.
Vitamin K terutama dihubungkan dengan membrane sel, yaitu dengan reticulum
endoplasma dengan mitokondria. Taraf Vitamin K dalam serum meningkat pada
hiperlipidermia, terutama pada Trigliserida. Hal – hal yang menghambat absorpsi
lemak akan menurunkan absorpsi vitamin K.
Dalam keadaan normal, sebanyak 30 – 40% Vitamin K yang
diabsorpsi dikeluarkan melalui empedu, dan 15% melalui urine sebagai metabolit
larut air. Simpanan vitamin K di dalam tubuh tidak banyak dan penggantiannya
terjadi cepat. Simpanan di dalam hati sebanyak 10% berupa filokinon dan 90%
berupa metakinon yang kemungkinan disintesis oleh bakteri saluran cerna.
Namun, kebutuhan akan Vitamin K tampaknya tidak dapat hanya dipenuhi dari
sintesis menakinon, akan tetapi sebagian perlu didatangkan dari makanan.
Untuk penyerapan vitamin K diperlukan garam empedu dan lemak di
dalam hidangan. Garam empedu dan lemak makanan yang dicerna membentuk
misel (micell) yang berfungsi sebagai transport carrier bagi vitamin K tersebut.
Pada gangguan penyerapan lemak, terjadi juga hambatan penyerapan vitamin K.
Dari vitamin K yang terdapat di dalam hidangan, sekitar 20% ditemukan kembali
di tinja, tetapi pada gangguan penyerapan lemak, vitamin K yang ditemukan di
dalam tinja meningkat mencapai 70-80%.

4
Mekanisme penyerapan vitamin K terjadi secara aktif di bagian
proksimal usus halus. Penyerapan ini memerlukan energi. Terdapat kekecualian
untuk menadion yang diserap secara pasif dibagian distal usus halus. Transpor
vitamin K dari usus halus terjadi bersama dengan transpor lemak yang baru
diserap, yaitu melalui kilomikron ke jalur ductus thoracicus. Setelah diserap,
phylloquinone terutama terdapat di dalam hati dan retensi disini berlangsung
cukup lama. Sebaliknya menadion hanya sebentar saja ditahan di dalam hati dan
segera disebar ke jaringan-jaringan yang memerlukannya. Dari dosis vitamin K
sebanyak 30-90 ug/100gram berat badan yang diberikan intravena (IV) kepada
tikus percobaan, 70% diekskresikan selama 24 jam di dalam urine.
Di dalam hati, vitamin K dikonjugasikan dengan asam glukuronat dan
asam sulfat untuk kemudian diekskresikan di dalam urine. Menaquinone-4 adalah
metabolite yang terbanyak diekskresikan di dalam urine.

2.2 Proses Pemanfaatan Vitamin K

Vitamin K penting untuk pembekuan darah, karena vitamin ini


mempengaruhi pembentukan potrombin dalam hati. Jika kekurangan vitamin K
maka protombin dalam darah akan berkurang. Kondisi ini dapat terjadi pada ibu
yang melahirkan atau pada bayinya saat terjadi pendarahan yang cukup hebat. Jika
terjadi luka, maka luka ini sukar untuk berhenti mengeluarkan darah karena luka
sukar menutup. Vitamin K ini dibuat oleh bakteri-bakteri dalam usus. Peranan
empedu dalam penyerapannya di usus adalah sangat menentukan, dalam hal ini
apabila sekresi empedu terganggu maka penyerapan vitamin K akan terganggu
pula. Pada seseorang yang menderita penyakit kuning atau penyakit saluran
empedu kekurangan vitamin K akan teralami cukup besar sehingga penderita
dapat mengalami kesulitan dalam pembekuan atau penggumpalan darah pada
bagian yang terluka.
1. Membantu proses pembekuan darah.
Dalam hal ini vitamin K sangat bermanfaat sebagai pembekuan darah.
Karena, vitamin K akan membantu dalam pembentukan prothrombin, dimana zat
ini akan dikonversikan menjadi thrombin yang berfungsi untuk pembekuan darah.

5
Menjadi kebutuhan vital untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam
pembekuan darah. Vitamin K juga disebut sebagai (kougulation vitamin) yang
menjadi ketetapan aliran darah dan membekukannya.
2. Mencegah diabetes
Vitamin K bermanfaat untuk pencegahan diabetes. Otot setiap harinya
harus bekerja keras dan membutuhkan energi untuk bisa bekerja, Otot selalu
melakukan kontraksi dan relaksasi. Karena otot ini kerjanya terus-terusan, maka
dia harus selalu mendapat suplai makanan, Suplai makanannya gula (glukosa).
vitamin K digunakan untuk mengatur kadar gula dalam darah. Vitamin K ini
dapat mengontrol produksi prothrombin di hati. Vitamin K terdiri dari 3 bentuk
vitamin K (vitamin K1, vitamin K2, dan vitamin K3). Dalam hal ini yang
berperan dalam pencegahan diabetes adalah vitamin K1. Ada beberapa penelitian
yang sudah dilakukan bahwasannya vitamin K1 berperan sangat baik untuk
menghindari terjadinya resistensi insulin. Maksudnya resistensi insulin disini
adalah . Sehingga, dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes.
3. Sebagai vitamin pertumbuhan tulang dan mencegah osteoporosis
Vitamin K sangat dibutuhkan oleh tulang yakni untuk memperbaiki
jaringan tulang yang rusak. Tubuh perlu mengikat kalsium dalam sumber
makanan yang kita makan. Vitamin K diperlukan untuk pengerasan tulang karena
vitamin K dapat mengikat kalsium. Sehingga, jaringan tulang terpenuhi dengan
vitamin K dan menyebabkan tulang lebih kuat dan tidak keropos. Ketika vitamin
K tercukupi oleh tubuh maka vitamin K dapat membantu menyerap mineral
sehingga tulang akan menjadi lebih kuat dan terhindar dari penyakit tulang
menopos.
4. Mencegah penyakit hemoragik
Vitamin K bermanfaat untuk membantu pencegahan penyakit
hemoragik. Hemoragik adalah menunjukkan bukti pendarahan; infeksi tertentu
(demam berdarah) mengakibatkan hilangnya darah dan cairan dalam tubuh. Hal
ini sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Karena, bayi masih kekurangan
asupan gizi yang rendah. Sehingga, bayi rentan terhadap hal ini. Sebab itulah,
upaya yang diperlukan adalah hendaknya si ibu memberikan ASI. Karena, dari
ASI disini ibu bisa menstransfer gizi kepada si bayi. Tetapi, dari ASI ibu sendiri

6
bisa mencukupi bahkan bisa saja tidak mencukupi. Jadi, pada dasarnya ibunya
harus mengkonsumsi banyak makanan bergizi.
5. Mencegah proses pendarahan pada hati
Pendarahan pada hati hal ini di akibatkan oleh seseorang yang
mengkonsumsi suatu jenis obat tertentu sehingga hati mengalami pendarahan.
Obat tersebut seperti obat sakit kepala berkepanjangan. Berarti obat tersebut
dikonsumsi secara terus menerus. Dan sebab inilah obat-obatan yang dikonsumsi
secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat merusak sebuah organ, satu
organ yang rusak ini dapat mengganggu metabolisme yang hasilnya akan merusak
atau menurunkan fungsi dari organ lain. Sehingga menimbulkan kesakitan yang
berkepanjangan. Vitamin K dapat mencegah proses penderahan yang terjadi pada
hati. Karena, Kelebihan vitamin K dari suplemen atau makanan harian akan
disimpan dalam hati (liver) untuk cadangan di kemudian hari. Juga ada fungsi dari
vitamin K yang tidak dapat kita ketahui bahwasannya vitamin K dapat menekan
proses pendarahan pada hati.

2.3 Proses Metabolisme Vitamin K

Vitamin K tidak dapat disintesa oleh tubuh, tetapi suplai vitamin K bagi
tubuh berasal dari bahan makanan dan dari sintesa oleh mikroflora usus yang
menghasilkan menaquinone. Pada pengobatan dengan antibiotik terutama bila
untuk jangka panjang, mikroflora usus dapat terbunuh dalam jumlah besar dengan
akibat suplai vitamin K untuk tubuh menjadi berkurang dan dapat terjadi
defisiensi vitamin K. Pada bayi yang baru lahir juga bisa terjadi defisiensi vitamin
K karena mikroflora usus belum terbentuk dengan baik sehingga suplai vitamin K
tidak mencukupi.
Untuk penyerapan vitamin K diperlukan garam empedu dan lemak di
dalam hidangan. Garam empedu dan lemak makanan yang dicerna membentuk
misel (micell) yang berfungsi sebagai transport carrier bagi vitamin K tersebut.
Pada gangguan penyerapan lemak, terjadi juga hambatan penyerapan vitamin K.
Dari vitamin K yang terdapat di dalam hidangan, sekitar 20% ditemukan kembali

7
di tinja, tetapi pada gangguan penyerapan lemak, vitamin K yang ditemukan di
dalam tinja meningkat mencapai 70-80%.
Mekanisme penyerapan vitamin K terjadi secara aktif di bagian proksimal
usus halus. Penyerapan ini memerlukan energi. Terdapat kekecualian untuk
menadion yang diserap secara pasif dibagian distal usus halus. Transpor vitamin
K dari usus halus terjadi bersama dengan transpor lemak yang baru diserap, yaitu
melalui kilomikron ke jalur ductus thoracicus. Setelah diserap, phylloquinone
terutama terdapat di dalam hati dan retensi disini berlangsung cukup lama.
Sebaliknya menadion hanya sebentar saja ditahan di dalam hati dan segera disebar
ke jaringan-jaringan yang memerlukannya. Dari dosis vitamin K sebanyak 30-90
ug/100gram berat badan yang diberikan intravena (IV) kepada tikus percobaan,
70% diekskresikan selama 24 jam di dalam urine.
Di dalam hati, vitamin K dikonjugasikan dengan asam glukuronat dan
asam sulfat untuk kemudian diekskresikan di dalam urine. Menaquinone-4 adalah
metabolite yang terbanyak diekskresikan di dalam urine.
Vitamin K terdapat dalam konsentrasi tinggi di dalam ginjal, kelenjar
suprarenal, paru-paru, sumsum tulang dan lymphnodes, serta yang tersebar
terbanyak juga adalah menaquinone-4.
Telah diketahui sejumlah ikatan derivat dicoumarol yang merupakan anti
vitamin bagi vitamin K. Dicoumarol adalah antivitamin K yang terdapat di dalam
“sweet clover” yang telah membusuk dan termakan oleh ternak menyebabkan
penyakit perdarahan yang susah berhenti.

8
BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dalam penyerapan vitamin K dibutuhkan garam empedu dan lemak di


dalam hidangan. Mekanisme penyerapan vitamin K terjadi secara aktif di bagian
proksimal usus halus. Transpor vitamin K dari usus halus terjadi bersama dengan
transpor lemak yang baru diserap, yaitu melalui kilomikron ke jalur ductus
thoracicus. Vitamin K juga penting untuk pembekuan darah, karena vitamin ini
mempengaruhi pembentukan potrombin dalam hati. Vitamin K tidak dapat
disintesa oleh tubuh, tetapi suplai vitamin K bagi tubuh berasal dari bahan
makanan dan dari sintesa oleh mikroflora usus yang menghasilkan menaquinone.
Di dalam hati, vitamin K dikonjugasikan dengan asam glukuronat dan asam sulfat
untuk kemudian diekskresikan di dalam urine.

9
DAFTAR PUSTAKA

Beck, Marry E. 2011. Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta: Andy Offset

Karsapoetra, G. 2003. Ilmu Gizi (Korelasi gizi, Kesehatan, dan Produksi Kerja).
Jakarta: PT. Rineka Cipta

Kuinona, Filo. 2013. Manfaat dan fungsi vitamin K.


http://wikivitamin.com/manfaat-dan-fungsi-vitamin-k-filokuinona/.
Diakses pada tanggal 20 April 2018.

Lasmini, Nurul.2012.Ilmu Gizi Dasar. https://nurullasmini.wordpress.com/ilmu-


gizi-dasar-igd/.21 April 2018

Miharti, Tanti. 2013. Ilmu Gizi I. Depok: Direktorat Pembinaan Sekolah


Menengah Kejuruan

Muchtadi, Deddy. 2009. Pengantar Ilmu Gizi. Bandung: Alfabeta

Sediaoetama, Achmad Djaeni. 2004. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat

10