Anda di halaman 1dari 6

...

dari kesemuanya itu saya berkesimpulan, bahwa penggali-penggali utama dasar negara
Republik Indonesia adalah Muhammad Yamin, Supomo, dan bung Karno (menurut urutan
kronologisnya). Dengan demikian saya mencapai kesimpulan yang sama dengan Prof. Mr.
Sunario di dalam rangka Panitia Lima, bahwa Bung Karno adalah salah seorang penggali
Pancasila Dasar Negara.”
Dari uraian para ahli di atas sampai sekarang belum ada ketentuan resmi yang
menegaskan tentang kapan hari lahirnya Pancasila, bahkan dengan dikarangnya buku Prof.
Nugroho Notosusanto mengundang polemik yang hebat di kalangan Sejarawan maupun
sarjana dari berbagai disiplin ilmu di surat-surat kabar tahun 1981.
Yang jelas tanggal 18 Agustus 1945 adalah hari lahirnya Pancasila secara Yuridis,
karena pada tanggal tersebut Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia(PPKI) mensahkan
Pembukaan Undang-Undang Dasar (yang berisi Pancasila di dalamnya) dan Batang Tubuh
Undang-Undang Negara Republik Indonesia, yang kemudian terkenal dengan nama Undang-
Undang Dasar 1945. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Jenderal Besar Terauchi Panglima
Tertinggi Bala Tentara dari Nippon di Asia Selatan, menyetujui akan dibentuknya Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Inkai) untuk seluruh Indonesia yang
direncanakan dibentuk pada pertengahan bulan Agustus. Pada tanggal 9 Agustus 1945,
Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Dr. KRT. Radjiman W. menghadap pada Jenderal Terauchi
di Saigon(sekarang bernama Ho Ci Minh) untuk menerima sendiri keputusan tersebut Ir.
Soekarno diangkat sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta diangkat sebagai Wakil Ketua dengan
anggota sebanyak 19 orang, yaitu:
1. Prof. Dr. Soepomo
2. Dr. KRT. Radjiman W.
3. RP. Soeroso
4. M. Sutardjo Kartohadikoesoemo
5. KH. A. Wahid Hasyim
6. Ki Bagus Hadikumuso
7. R. Oto Iskandar
8. Abdul Kadir
9. Soejohamidjojo
10. BPH. Poeroebojo
11. Yap Tjwan Bing
12. Latuharhary
13. Dr. Amir
14. Abd. Abbas
15. Moh. Hasan
16. AH. Hamidan
17. Ratulangi
18. Andi Pangeran
19. Gusti Ktut Pudja
Kemudian setelah Jepang mennyerah kepada sekutu tanggal 15 Agustus 1945, PPKI
anggotanya ditambah atas tanggung jawab pribadi Ir. Soekarno dengan enam orang yang
dapat mewakili seluruh Indonesia, yaitu:
1. Wiranatakusumah
2. Ki Hajar Dewantara
3. Mr. Kasman
4. Sajuti Melik
5. Mr. Iwa Kusuma Sumantri
6. Mr. Subardjo.
Pada tanggal 17 Agsutus 1945 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan
oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia, maka pada tanggal 18 Agustus
1945 PPKI mensahkan Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta dengan beberapa
perubahan, mensahkan Batang Tubuh UUD yang diambil dari rancangan Hukum Dasar, dan
memilih serta mengangkat Ir. Soekarno dan Moh. Hatta masing-masing sebagai Presiden dan
Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Dalam sejarah ketatanegaraan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar proklamasi
yang terkenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945 berlaku dari tanggal 18 Agustus
1945 sampai tanggal 27 Desember 1949 sebab sejak tanggal tersebut bentuk engara kita
berubah dari Negara Kesatuan menjadi Negara Serikat dengan nama Republik Indonesia
Serikat(RIS) dan menggunakan Undang-Undang Dasar yang lain yang dinakan Konstitusi
Republik Indonesia Serikat(KRIS) yang didalam Preambule-nya terdapat lima kalimat yang
dinamakan Pancasila meskipun dengan rumusan yang berbeda. Syukurlah Negara Serikat
atau Federal ini hanya berumur sangat pendek, karena memang sejak Sumpah Pemuda
dikumandangkan tahun1928 bangsa Indonesia menghendaki Negara Persatuan dan Kesatuan.
Maka pada tanggal 17 Agustus 1950, Presiden Soekarno mengumumkan bahwa kita kembali
menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), dan menggunakan KRIS dengan
dihilangkan sifat federalnya menjadi Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 (UUDS-
1950). Didalam UUDS inipun terdapat lima kalimat yang dinamakan Pancasil, yang
rumusnya sama dengan rumusan yang terdapat pada KRIS.
Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959, maka
UUD45 yang sejak tanggal 17 Agustus 1950 tidak jelas statusnya, kembali berlaku di seluruh
wilayah Negara Republik Indonesia, sehingga sejak saat itu sampai sekarang, “Pancasila”
yang resmi adalah seperti yang tercantum dalam alinea IV pembukaan UUD1945. Hal ini
diperkuat lagi dengan adanya Instruksi Presiden Soeharto Nomor 12 tanggal 13 April 1968
yang menyatakan bahwa Pancasila yang sah dan resmi adalah yang termuat dalam
Pembukaan UUD1945. Namun perlu diingat bahwa kata “Pancasila” tidak tercantum tertulis
dalam setian Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku, kecualipada waktu yang diusulkan
oleh Ir. Soekarno. Menurut Prof. Dr. Nugroho Notosusant, nama pancasila itu telah tekokoh
dalam sanubari seluruh rakyat Indonesia sehingga tidak ada masalah.
1.3 tempat pancasila
Pancasila yang dimiliki bangsa Indonesia ini sedemikiandalam mengakar pada setiap
bidang kegiatan bangsa, sehingga dapat juga digunakan sebagai dasar untuk mengatur negara.
Hal ini terbukti bahwa sejak Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945sampai sekarang, kita
telah menggunakan tiga buah UUD yang berlainan, namun setiap Undang-Undang Dasar
tersebut tetap mencantumkan Pancasila dalam Pembukaan/Preambule-nya, meskipun dengan
rumus yang berbeda, Tempat Pancasila secara formal terdapat pada:
1. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alinea ke IV:
“... maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-
Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia...”
2. Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949, alinea ke III:
“.. maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara
yang berbentuk Republik Federasi, berdasarkan pengakuan Ketuhanan Yang Maha
Esa, Peri Kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial..”
3. Mukadimah Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950, alinea ke VI:
“.. maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara
yang berbentuk Republik Indonesia, berdasarkan pengakuan Ketuhanan Yang Maha
Esa, Peri Kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial..”
Sebagai akibat Dekrit Presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959, dan
dihubungkan dengan instruksi Presiden Soeharto, No. 12 Tahun 1968, maka Pancasila
yang resmi ialah seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Rumus yang lain dari itu adalah tidak sah dan dapat mengakibatkan kekacauan rumus
Pancasila.
1.4 Rumusan Pancasila
Meskipun secara Yuridis kita berpegang kepada Rumus Pancasila dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, namun secara historis dapat dikemukakan rumus yang
berlainan sejak adanya sidang pertama BPUPK, sebagai berikut:
1. Rumus dari Mr. Muh. Yamin yang dikemukakan beliau pada tanggal 29 Mei 1945 di
muka sidang BPUPK mengenai “Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik
Indonesia”.
1) Peri Kebangsaan
2) Peri Kemanusiaan
3) Peri Ketuhanan
4) Peri Kerakyatan
5) Kesejahteraan Rakyat
Kelima materi ini tidak diberi nama, dan pidato ini telah dipersiapkan lebih dahulu
secara tertulis.
2. Rumus dari Prof. Dr. Mr. Soepomo yang dikemukakan beliaupada tanggal 31 Mei
1945 dimuka sidang BPUPK menngenai Dasar Negara Indonesia Merdeka.
1) Persatuan
2) Kekeluargaan
3) Keseimbangan lahir dan batin
4) Musyawarah
5) Keadilan rakyat
Kelima materi ini tidak diberi nama dan pidato ini juga telah dipersiapkan secara
tertulis.
3. Rumus dari Ir. Soekarno, yang dikemukakan beliau dimuka sidang BPUPK tanggal 1
Juni 1945 dengan judul Dasar Indonesia Merdeka.
1) Kebangsaan Indonesia
2) Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
3) Mufakat atau Demokrasi
4) Kesejahteraan Sosial
5) Ketuhanan Yang Maha Esa
Kelima materi ini diberi nama oleh beliau “Pancasila” dan merupakan pidato yang
tidak dipersiapkan secara tertulis, melainkan secara spontan lisan selama satu jam
dengan pidato yang menarik.
4. Rumus dari “Piagam Jakarta” tanggal 21 Juni 1945, sebagai hasil karya panitia
sembilan:
1) Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-
pemeluknya
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
5. Rumus dari “Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945”, yang disahkan oleh PPKI
tanggal 18 Agustus 1945:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
6. Rumus dari “Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949” dan rumusan
dari “Mukadimah Undang-Undang Sementara 1950”
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Peri kemanusiaan
3) Kebangsaan
4) Kerakyatan
5) Keadilan sosial.
Karena adanya rumus yang berlainan tersebut, maka sesudah terjadinya
Peristiwa G/30sept yaitu pengkhianatan Partai Komunis Indonesia G30 S/PKI)
tahun1965, sering ditemui rumus yang dicampuradukan, misalnya:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Peri kemanusiaan
3) Kebangsaan
4) Demokrasi
5) Keadilan sosial
Kadang-kadang urutan-urutan dari sila-sila pancasila diputarbalikkan, sehingga
untuk menerbitkan rumus ini keluar instruksi Presiden Soeharto No. 12 tahun
1968 yang menetapkan bahwa rumus Pancasila yang benar dan sah ialah seperti
yang tercantum dalam Pembukaan UUD1945. Dengan telah keluarnya instruksi
Presiden ini, maka tidak ada lagi keraguan-keraguan tentang rumus Pancasila
yang benar dan sah.