Anda di halaman 1dari 4

Skenario 1.

Mata kanan Siti merah


Siti , berusia 38 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan mata kanan merah sejak 2 hari
yang lalu. saat ini dikeluhkan mata merah dengan disertai mata kabur, mata nyeri terutama jika terkena
cahaya, silau (+), nrocos (+), sekret (-), gatal (-), Riwayat mata merah berulang (+), riwayat pemakaian
kaca mata (-), riwayat sakit sendi (+). Visus mata kanan 6/20, mata kiri 6/6. Pada pemeriksaan
didapatkan injeksi siliar (+) pada konjungtiva, keratik presipitat (+) pada kornea, dan sel inflamasi (+)
pada bilik mata depan.

Skenario 2. Kepala terasa berat di pagi hari


Seorang laki laki 30 tahun datang praktek dokter umum dengan keluhan utama sering pusing dan kepala
terasa berat. Kepala dirasakan berat terutama pada waktu bangun pada pagi hari dan saat membungkuk. Keluhan
dirasakan selama 2 bulan ini. Keluhan disertai seringnya batuk dan pilek serta keluar ingus dari hidung kiri
berwarna kekuningan dan berbau busuk. Pasien merasa sering merasa seperti menelan sekret yang turun dari
belakang hidung ke tenggorokan. Keluhan juga disertai dengan nyeri pada pipi kiri dan rasa penuh pada wajah.
Pasien mengatakan bahwa 3 bulan yang lalu pasien juga pernah mengalami sakit gigi akibat gigi yang berlubang
pada gigi geraham bagian kiri atas namun belum berobat ke dokter gigi. Dari anamnesis juga diketahui bahwa
pasien sering mengalami pilek dan bersin bersin pada pagi hari. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri tekan
pada hidung dan pipi kiri, pada pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan edema, sekret dan hipertrofi pada
konka inferior. Oleh dokter dirujuk untuk melakukan foto rontgen posisi Waters.

Skenario 3. Nyeri perut dialami seorang pensiunan PNS


Seorang laki-laki berusia 59 tahun diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri perut kanan
bawah sejak 2 hari yang lalu. Keluhan dirasakan pertama kali di daerah ulu hati lalu berpindah ke perut kanan
bawah. Keluhan semakin hebat selama satu hari ini. Keluhan disertai demam sejak 3 hari yang lalu (tidak tinggi,
tidak menggigil), nafsu makan berkurang, dan sedikit mual. Pasien belum BAB sejak 2 hari yang lalu. Pasien
meminum obat antalgin.

Hasil pemeriksaan fisik didapatkan: Status internus:


- Keadaan umum : tampak sakit sedang - Inspeksi : tidak tampak membuncit
- Kesadaran : komposmentis - Palpasi : Hepar dan lien tidak
- Tekanan darah : 120/80 mmHg teraba, nyeri tekan McBurney, nyeri lepas (+),
Rovsing sign (+), Psoas sign (+), Obturator sign
- Denyut nadi : 100 x/menit
(+), Defans muskular (-), tidak teraba massa di
- Frekuensi napas : 20 x/menit perut kanan bawah.
- Suhu : 37,9oC - Perkusi : timpani
- Auskultasi : bising usus (+) normal

Rectal toucher: Hasil pemeriksaan lab:


- Anus : tenang - Hb : 15 gr/dl
- Sfingter : menjepit - Leukosit : 28.000/mm3
- Mukosa : licin - Trombosit : 370.000/mm3
- Ampula : tidak teraba massa, - Hematokrit : 51,6 %
nyeri pada arah jam 9 dan 11
- Handscoen : darah (-), feses (+)

Pasien menggunakan BPJS, pasien kebingungan karena baru saja pensiun sebagai PNS, pasien takut
apabila kartu BPJS tidak berlaku lagi.
Skenario 4. Sering jajan di pinggir jalan, anak muntah
Seorang anak laki-laki usia 10 tahun dibawa ibunya ke UGD RSUD dengan keluhan utama
muntah. Keluhan disertai dengan demam tinggi sejak 5 hari yang lalu, mual, nyeri kepala dan nyeri perut
bagian kanan atas. Anak sekolah kelas 4 SD, sering jajan di pinggir jalan sepulang sekolah. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan anak komposmentis, tampak lemah, denyut nadi 110x/menit, isi dan
tegangan cukup, frekuensi napas 28x/menit, suhu 38,50C. Mata tampak cekung, ikterik (+/+), thoraks
dalam batas normal, abdomen cembung, supel, nyeri tekan hipokondriaka kanan, undulasi (-),
hepatomegali 3 cm di bawah arcus costae. Dokter mengusulkan pemeriksaan penunjang untuk
menegakkan diagnosis.

Skenario 5. Kencing merah gelap sang anak perempuan


Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dibawa ayahnya berobat ke poliklinik RSUD dengan
keluhan kencing berwarna merah gelap sejak 5 hari yang lalu. Buang air kecil tidak nyeri, jumlah
berkurang. Keluhan disertai bengkak seluruh tubuh. Anak menderita batuk pilek 4 minggu sebelumnya.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan anak sadar, edema anasarka, denyut jantung 100x/menit, frek napas
28x/menit, suhu 370C, tekanan darah 140/90 mmHg. Pemeriksaan status generalisata tampak edema
palpebral +/+, pemeriksaan toraks dan abdomen dalam batas normal, terdapat edema pitting pada kedua
ekstremitas. Kemudian pemeriksaan penunjang diusulkan oleh dokter.

Skenario 6. Sulit kencing membawa petaka


Seorang pasien laki-laki usia 65 tahun datang diantar keluarganya ke UGD RS dengan keluhan
tidak bisa kencing sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut bagian bawah. Pasien mengaku
sudah kesulitan kencing sejak 1 tahun terakhir ini. Kencing sedikit-sedikit dan terkadang harus sampai
mengejan agar air kencing keluar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak kesakitan,
tekanan darah 130/90 mmHg, denyut nadi 92 kali/menit, frekuensi napas 22 kali/menit, suhu 370C. Pada
regio suprapubik didapatkan pekak dan nyeri tekan. Dokter melakukan RT dengan hasil prostat
membesar, konsistensi kenyal, simetris, dan permukaan licin. Dokter mengedukasi pasien dan keluarga
untuk dilakukan prosedur tambahan untuk menunjang diagnosis dan tatalaksana yang tepat.

Skenario 7. Nyeri kelopak mata setelah bekerja


Seorang laki laki berumur 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal dan nyeri di
sekitar area mata kiri bawah dan pipi kiri sejak satu hari yang lalu. Keluhan disertai rasa terbakar. Pasien
adalah seorang cleaning service sebuah aplikasi ternama yang mengaku sebelum keluhan muncul, pasien
mendapatkan orderan untuk bersih bersih gudang yang lama tidak terpakai. Pada pemeriksaan lokalis
ditemukan papul linier, pustul, krusta dan eritema seperti pada gambar dibawah ini:
Skenario 8. Delapan belas jam tak kunjung lahir
Seorang wanita G1P0A0 berusia 39 tahun dirujuk ke UGD RSUD pada tanggal 24 Oktober 2018
setelah berusaha melahirkan di bidan desa. Informasi dari keluarga pasien dan bidan desa sudah 18 jam
persalinan tidak ada kemajuan. Pasien sudah mengeluh perutnya kenceng kenceng, sebelumnya disertai
keluarnya lendir darah dari jalan lahir. Gerakan janin dirasakan aktif oleh ibu. Pada pemeriksaan obstetri
oleh dokter jaga UGD didapatkan:
TFU 32 cm, LP 90 cm
Leopold I: bagian besar lunak
Leopold II: teraba bagian punggung janin di kanan ibu
Leopold III: teraba bagian keras, bundar dan kepala melenting
Leoplod IV: Penurunan kepala 5/5
Dari pemeriksaan VT didapatkan pembukaan 4
Pada pemeriksaan his didapatkan frekuensi dan lamanya kontraksi kurang dari 3 kontraksi per 10 menit
dan kurang dari 40 detik. Untuk menilai proses persalinan dokter menggunakan partograf.
Sebagai tambahan informasi, ibu tersebut hanya melakukan ANC sekali di bidan selama kehamilan. Ibu
merupakan ibu rumah tangga dan seorang istri dari tukang becak. HPHT ibu 27 Januari 2018

Skenario 9. Suamiku Nyaman Tidak Ya?


Seorang perempuan 35 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri saat BAK. nyeri
disertai rasa panas saat BAK. Pasien juga mengeluhkan nyeri saat berhubungan intim, dan kadang keluar
darah setelah berhubungan intim. Pasien datang ke Dokter karena merasa takut tidak dapat
membahagiakan suami. Dari hasil pemeriksaan fisik di dapatkan leokorea pada vagina dan gambaran
strawberry serviks. Hasil pemeriksaan swab vagina di dapatkan gambaran protozoa
Skenario 10. Tanding MMA, bahu jadi nyeri
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri bahu kanan sejak 2 jam yang
lalu. Pasien mengeluhkan bahu kanan terasa nyeri setelah dilakukan teknik kuncian dan bantingan. Dokter X
kurang paham pertanyaan yang perlu diberikan untuk mendapatkan informasi terkait keluhan pasien. Dokter X juga
kebingungan akan melakukan pemeriksaan fisik, dokter hanya melakukan pemeriksaan tanda vital. Hasil
pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 100 x/menit, frekuensi napas 20
x/menit, suhu 37,oC. Dokter tanpa memberi penyangga pada bahu, langsung mengirim pasien untuk foto rontgen,
dan dia hanya menuliskan di permintaan foto: Foto polos Ro bahu kanan.
Dokter yang masih kebingungan langsung menelfon spesialis bedah umum untuk konsultasi dan rujuk
pasien tersebut. Dokter spesialis bedah marah-marah karena dokter X melakukan pemeriksaan tidak lengkap,
kurang tepat dalam menulis permintaan foto, dan tidak memberi tatalaksana yang paling tepat untuk kasus trauma
muskuloskeletal. Dokter spesialis kemudian memeriksa sendiri dan meminta foto dengan posisi yang berbeda
dengan hasil seperti pada gambar. Hasil pemeriksaan status lokalis didapatkan:
Move

Gerakan aktif : Gerakan pasif :


Limitation (+) dan pain (+) pada abduksi, Limitation (+) dan pain (+) pada abduksi,
adduksi, fleksi, ekstensi, endorotasi, eksorotasi adduksi, fleksi, ekstensi, endorotasi, eksorotasi
ekstremitas atas. ekstremitas atas.
Clear (+) dan pain (-) pada supinasi, pronasi sendi Clear (+) dan pain (-) pada supinasi, pronasi sendi
pergelangan tangan. pergelangan tangan.
Clear (+) dan pain (-) pada fleksi, ekstensi, Clear (+) dan pain (-) pada fleksi, ekstensi,
abduksi, ekstensi jari-jari tangan. abduksi, ekstensi jari-jari tangan.
Pasien diberi tahu akan dilakukan tindakan yang akan
dilakukan untuk mengatasi masalah bahunya, Namun
keluarga pasien menolak karena akan dibawa ke
sangkal putung dengan alasan takut operasi. Dokter
meminta tandatangan informed consent pada keluarga
pasien karena pasien menolak tindakan dokter.

Gambar. Hasil rontgen