Anda di halaman 1dari 6

REVIEW JENIS WISATA

SABILLA ANANDA P
0821164000082

Pengertian Pariwisata menurut beberapa sumber :

Pariwisata menurut Prof.K. Krapt dan Prof. Hunziker (dalam Yoeti, 1996:112)
Pariwisata adalah keseluruhan dari gejala-gejala yang ditimbulkan dari perjalanan dan pendiaman
orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan orang asing itu tidak tinggal
menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktivitas yang bersifat sementara.
Pariwisata menurut Mr. Herman V. Schulard (dalam Yoeti, 1996:114)
Pariwisata adalah sejumlah kegiatan terutama yang ada kaitannya dengan perekonomian secara
langsung berhubungan dengan masuknya orang-orang asing melalui lalu lintas di suatu negara
tertentu, kota dan daerah.
Pariwisata menurut Prof. Salah Wahab (dalam Yoeti, 1982:107)
“ A proposeful human activity that serve as a link between people either within one some country
or beyond the geographical limits or state. It involves the temporary displacement of people to
other region, country, for the satisfaction of varied needs other than exciting a renumareted
function ”.
“ Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan
secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri atau di luar negeri (meliputi
pendiaman orang-orang dari daerah lain) untuk mencari kepuasan yang beraneka ragam dan
berbeda dengan apa yang dialaminya dimana ia memperoleh pekerjaan tetap ”.

Menurut UU No. 10 Tahun 2009 Tentang Pariwisata. Definisi Wisata yaitu berbagai macam
kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat,
pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

JENIS – JENIS WISATA


A. Jenis Jenis Wisata Berdasarkan Tempatnya :
1. Wisata Alam
2. Wisata Religi
3. Wisata Belanja
4. Wisata Kuliner
5. Wisata Edukasi
6. Wisata Budaya
7. Wisata Berburu
8. Wisata Politik / Konvensi

1. Wisata Alam / Ekowisata

Wisata Alam adalah suatu perjalanan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan
lingkungannya sebagai objek tujuan wisata, dimana objek wisata itu bisa menyuguhkan
panorama keindahan alami dan ke ajaiban alam, yang bisa memberikan kesejukan, membuat
kita merasa nyaman sehingga menghilangkan stress dan lain sebagainya. Contoh wisata alam
adalah Pantai, Gunung, Hutan, Danau, kawah, air terjun dll.

A. Wisata Maritim atau Bahari

Wisata Martim atau Bahari adalah kegiatan wisata yang selalu dikaitkan dengan air
seperti: olah raga di air, lebih–lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti
memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar,
balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah
permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah
atau negara–negara maritim, di Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya.

B. Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)

Wisata Cagar Alam atau Taman Konservasi ini adalah wisata hayati untuk melihat
pohon atau tanaman dan hewan dalam habitat tertentu, dan ini biasanya ada tour guide
dari pemerintah setempat. Contoh: cagar alam, taman lindung, hutan daerah
pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang.

2. Wisata Religi dan Sejarah (Religion Tourism )


Indonesia memiliki keanekaragaman agama. Semua agama ada di Indonesia, hal ini lah
yang menyebabkan tempat-tempat religius bisa dijadikan wisata bagi para wisatawan.
Wisata Religi ini adalah suatu perjalanan yg bertujuan untuk meningkatakan kecintaan
kepada agama dan melakukan aktivitas ritual seperti berzikir, berdoa dan lain lain, dan
bukan semata-mata hanya untuk bersenang-senang. Contoh: makam para wali (Ziarah)
dll.

3. Wisata Belanja

Seringkali setelah liburan tidak membawa buah tangan atau oleh-oleh tentunya belum
berasa lengkap bagi wisatawan Indonesia. Di Indonesia sendiri untuk wisata belanja
ada di semua provinsi. Kegemaran masyarakat Indonesia yang hobi belanja membuat
wisata belanja menjadi salah satu tujuan populer dikalangan wisatawan

4. Wisata Kuliner

Untuk yang satu ini, semua pasti membutuhkannya, wisata kuliner adalah salah satu wisata
yang paling di cari oleh para wisatawan. Apalagi di Indonesia menyuguhkan variasi
masakan yang sangat banyak dan tentunya enak-enak, seringkali kita pergi ke suatu tempat
yg ditanyakan dan yang dicari masakan khas-nya apa

5. Educational Tourism ( Wisata Pendidikan )

Wisata edukasi biasanya disebut dengan study tour atau KKL.Wisata ini biasanya untuk
para siswa atau mahasiswa, atau masyarakat kalangan tertentu . Wisata edukasi adalah
wisata yang bertujuan agar kita mendapatkan pengetahuan atau keahlian tertentu, seperti
bertani, industri atau Perusahaan, Kesekolahan- sekolahan, museum, atau kelembaga
lembaga tertentu. Contoh wisata ini adalah kunjungan SMA ke Perguruan Tinggi,
kunjungan mahasiswa ke pabrik atau perusahaan dll.

5.a. Wisata Pertanian (Agrowisata)


Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian
perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan
dan sebagainya dimana para wisatawan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan
untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman
beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di
sekitar perkebunan yang dikunjungi.

6. Wisata Budaya (Culture Tourism)

Wisata Budaya adalah perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas
pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan
ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat
mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Wisata budaya ini biasanya adalah
ke suatu daerah yang penduduknya menjungjung tinggi adat atau ciri khas tertentu, contoh
kampung naga, suku baduy di Banten, bali, pesta kematian Rambu Solo di Toraja, dsb

7. Wisata Berburu

Wisata Berburu ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau
hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen
atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan
yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negeri
di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya. Di India, ada daerah–daerah
yang memang disediakan untuk berburu macan, badak dan sebagainya, sedangkan di
Indonesia, pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana
wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan.

8. Wisata Politik / Konvensi

Wisata jenis politik ini bisa dinamakan wisata konvensi. Berbagai negara pada dewasa ini
membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–
ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau
pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. Jerman Barat
misalnya memiliki Pusat Kongres Internasiona (International Convention Center) di
Berlin, Philipina mempunyai PICC (Philippine International Convention Center) di Manila
dan Indonesia mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan
sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern.

C. Jenis – jenis Wisata berdasarkan Tipe Wisatawannya


Selain jenis jenis wisata, kegiatan wisata juga tergantung dari tipe – tipe wisatawan, sbb:
1. Wisata Petualang (Adventure Tourism)

Wisata Petualang ini adalah perjalan suatu wisata oleh wisatawan yang menyukai
tantangan, seperti melewati medan yang berat dan keras sebelum mencapai tujuaan.
Wisatawan ini bisa juga melakukan perjalanan atau kegiatan di alam terbuka untuk
melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani dengan adanya resiko yang
tinggi karena menuntut kemampuan wisatawan dengan dipandu oleh orang yang lebih
berpengalaman dibidangnya. Misalnya : Climbing, Mendaki gunung di Papandayan
Garut, Watching Bird di savana TN. Baluran.

2. Wisata Khusus

Wisata khusus ini adalah suatu perjalanan wisata untuk menciptakan suatu kegiatan
atau aktivitas tertentu, yang berkaitan dengan alam. Seperti Hiking, Pendakian Gunung,
Trekking, Rafting disungai, Diving, Caving atau menelusuri Gua, Berburu, Berperahu,
dan Memancing, Camping, Out Bond, Traveling, Touring dsb. Ada juga wisata khusus
ini lebih spesifik karena memerlukan kemampuan dan keahlian dalam suatu tempat
khusus dan atau kegiatan tertentu. sehingga perlu sertifikat khusus dalam melakukan
perjalanannya. seperti Night dive di pulau Halmahera, Paragliding di danau Toba.

3. Wisata Backpacker

Wisata Backpacker ini adalah wisatawan yang suka berwisata atau melakukan
perlajanan ke suatu tempat tertentu hanya dengan membawa sebuah Tas dengan
pakaian dan Barang secukupnya yang diangap perlu. Selain itu Wisata Backpacking
lebih Bebas mengatur waktunya sendiri dan biasanya dilakukan oleh anak muda.
meraka lebih memilih Tidur ditempat yang sederhana tanpa mengeluarkan biaya besar
ketimbang di Hotel. Atau menggunakan Alat Transportasi Umum dari pada harus
menggunakan Bus Traveling.

4. Wisata Bisnis (Business Tourism)

Wisata Bisnis ini adalah perjalanan wisata dengan tujuan studi kelayakan usaha di
daerah atau di negara yang dikunjungi. Misalnya: Wisata belanja di Pasar Baru Bandun,
Wisata belanja di pasar tekstil Tanah Abang Jakarta, Kebun kopi Gayo Aceh Tengah,
seminar, kongres, studi banding, simposium.

5. Wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)

Wisata MICE adalah perjalanan wisata dalam rangka mengikuti kegiatan atau
menghadiri suatu acara pertemuan, perjalanan perusahaan, konvensi, maupun pameran
atau sejenisnya yang diselingi dengan wisata saat waktu senggangnya.
Contohnya: Mengunjungi Coating Show, Mengunjungi event Inacraft JCC Jakarta,
Perjalanan outing perusahaan, Pameran, dsb.

6. Wisata Volunteer (Voluntourism)

Adalah jenis wisata yang terbilang mulai eksis di Indonesia, yaitu wisata yang datang
ke daerah tertentu dengan melakukan kegiatan seperti bakti sosial atau memberikan
keahlian, kemampuan, pengalaman, hingga materi kepada tempat wisata yang
dikunjungi, lalu diselingi dengan kegiatan wisata di daerah tersebut. Menjadi pengasuh
Orang Utan di Kalimantan, konsep one traveller one book, hingga mengajar anak-anak
di pedalaman Kalimantan.