Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penyimpanan ASI dan Meningkatkan Produksi ASI


Sasaran : Ibu pasien bayi
Tempat : Ruang Rawat Anak RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Hari/Tanggal : Sabtu, 26 Januari 2019
Alokasi Waktu : 30 menit
Metode : Ceramah, Tanya jawab dan diskusi

1. Tujuan Instruksional
1.1.Tujuan Umum
Mengetahui tata cara penyimpanan ASI yang baik dan benar
1.2.Tujuan Khusus
1. Ibu mampu menjelaskan pentingnya ASI
2. Ibu mampu menyebutkan alat yang dibutuhkan untuk menyimpan ASI
3. Ibu mampu mengetahui waktu kadaluarsa ASI berdasarkan suhu
4. Ibu mampu mengetahui cara penyimpanan ASI yang baik dan benar
5. Ibu mampu mengetahui cara meningkatkan produksi ASI

2. Materi
2.1.Pentingnya ASI
2.2.Alat yang dibutuhkan untuk menyimpan ASI
2.3.Kadaluarsa ASI
2.4.Cara penyimpanan ASI
2.5.Cara meningkakan produksi ASI

3. Metode
Metode yang digunakan adalah :
3.1.Ceramah
3.2.Tanya Jawab
3.3.Diskusi

4. Media
Lembar balik dan leaflet
5. Setting
Setting waktu
Tahap Kegiatan Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Peserta Metode Media dan Alat
Pembukaan 5 menit 1.Salam pembukaan 1.Menjawab salam Ceramah, Lembar balik,
2.Memperkenalkan diri 2.Mendengarkan Tanya jawab leaflet
3.Menjelaskan maksud dan tujuan keterangan penyaji
4.Kontrak waktu
5.Memasang lembar balik di tempat
yang bisa dilihat peserta dan
membagikan lealet
Penyajian 30 1.Menjelaskan pentingnya ASI 1.Memperhatikan dan Ceramah, Lembar balik,
menit 2.Menjelaskan alat yang diperlukan mendengarkan keterangan Tanya jawab, Leaflet
untuk menyimpan ASI penyaji diskusi,
3.Menjelaskan waktu kadalaursa 2.Mengajukan pertanyaan Demonstrasi
penyimpanan ASI apabila ada materi yang
4.Menjelaskan cara menyimpan ASI tidak dimengerti
yang baik dan benar
5.Menjelaskan cara meingkatkan
produksi ASI
Penutup 10 1.Melakukan evaluasi terhadap Mendengarkan dan Ceramah, Leaflet
menit materi yang telah dijelaskan dengan menjawab pertanyaan Tanya jawab
Tanya jawab
2.Menerangkan kembali hal-hal
yang kurang dimengerti dan
menyampaikan kesimpulan
3.Mengucapkan terimakasih dan
menutup penyuluhan
6. Organisasi Kegiatan
6.1.Pembimbing Klinik : Ns.Tatiek S, S.Kep
6.2.Penyaji : Ns.Anindita Ratna P, S.Kep

7. Job Deskripsi
Penyuluh
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan bahasa yang mudah dipahami oleh
keluarga pasien
b. Menjawab pertanyaan peserta

8. Evaluasi
8.1.Evaluasi proses :
a. Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik dan antusias
b. Peserta terlibat aktif dalam penyuluhan
c. Peserta aktif bertanya
8.2.Evaluasi hasil :
Peserta mampu menjelaskan kembali pentingnya ASI, alat yang dibutuhkan untuk
menyimpan ASI, menyebutkan waktu kadaluarsa ASI, cara penyimpanan ASI yang baik
dan benar, dan cara meningkatkan produksi ASI

9. Materi (terlampir)
Lampiran
Materi Penyuluhan.
PENYIMPANAN ASI

Bagi sebagian besar ibu, cara paling mudah untuk memberikan ASI pada bayi adalah
dengan menetekkan langsung pada payudara. Namun, pada beberapa keadaan tertentu, hal ini
sulit dilakukan sehingga ASI akhirnya diberikan dalam bentuk perahan. Contohnya adalah ketika
bayi lahir dalam kondisi prematur sehingga kemampuan untuk menetek masih belum sempurna,
atau bayi maupun ibu perlu dirawat di rumah sakit sehingga tidak memungkinkan untuk sering
bertemu. Kondisi dimana ibu diharuskan untuk kembali bekerja, sekolah atau menjalankan
kesibukan lainnya juga mempersulit pemberian ASI secara langsung. Banyak ibu juga seringkali
merasa payudaranya penuh dan tidak nyaman, sehingga ASI perlu segera diperah.

Tujuan Menyimpan ASI :


1. Menjaga agar kandungan ASI tidak rusak saat disimpan
2. Memudahkan / memperlancar pemberian ASI eksklusif jika ibu memiliki kesibukan

Alat yang dibutuhkan :


1. Pumping ASI yang telah disterilkan
2. Wadah :
Jenis tempat penyimpanan stok ASI pun ada macam-macam. Orangtua bisa memilih
botol berpenutup karet atau plastik ASI. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan
kekurangan, jika botol ASI lebih kokoh dan dapat digunakan berulang kali, penyimpanan
berupa plastik justru bersifat sekali pakai.
Namun di samping itu, penyimpanan plastik lebih ringkas karena dapat memuat banyak
saat dibawa di cooler. Sementara tempat penyimpanan berupa botol lebih boros tempat.
Namun secara kualitas penyimpanan, sebenarnya sama saja.
Syarat untuk wadah semi kaca/plastik harus tembus pandang dan memiliki tutup,
sedangkan untuk kantong plastik khusus ASI (bening, tidak mudah bocor, dapat disterilkan,
bebas BPA. Untuk penyimpanan menggunakan botol kaca ASI diisi ¾ saja karena
menghindari terjadinya penguapan.
3. Lemari penyimpanan ASI
Tempat penyimpanan ASI yang paling baik adalah di freezer pada kulkas dua pintu.
Pasalnya, area freezer yang terpisah membuatnya jarang dibuka dan tutup. Sementara jika
kulkas sering dibuka dan ditutup, maka akan terjadi perubahan suhu drastis yang cukup
sering. Hal ini dapat memengaruhi kandungan ASI. Sama halnya jika ASI disimpan di bagian
pintu kulkas yang lebih sering mengalami perubahan suhu. Jika ASI disimpan di kulkas
bagian bawah, taruh di bagian dalam yang temperaturnya lebih stabil.
4. Label ASI
Label ditulis dibagian plastik ataupun menggunakan label yang ditempelkan ke botol.
Label ini nantinya ditulis dengan nama bayi, tanggal lahir, tanggal dan jam ASI diperah.

Kadaluarsa ASI berdasarkan suhu dan jenis lemari es yang digunakan.


Tempat penyimpanan Suhu Lama penyimpanan
Dalam ruangan (ASI segar) 19°-25° 4 – 6-8 jam di ruangan ber-AC atau 4 jam di
ruangan tanpa AC
Dalam ruangan (ASI beku yang 19°-25° 4 jam
telah dicairkan)
Dalam cooler dengan icepack 15-22° 10 - 24 jam
Kulkas (ASI segar) < 4° 2 – 4 hari
Kulkas (ASI beku yang telah < 4° 24 jam
dicairkan))
Freezer (lemari es 1 pintu) -15° 1 minggu – 2 minggu
Freezer (lemari es 2 pintu) -18° 3-6 bulan
Freezeer dengan pintu di atas -20° 6-12 bulan

Langkah-langkah :
1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
2. Cuci tangan
3. Bersihkan payudara
4. Melakukan pemerahan ASI
5. Meletakan ASI ke wadah penyimpanan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi sekali minum,
misalnya 60-125ml
6. Menuliskan identitas bayi (Nama, tgl lahir, tgl dan jam pemerahan ASI)
7. Menyimpan ASI di kulkas sesuai dengan kebutuhan
 ASI perah yang akan diberikan kurang dari 6 jam maka tidak perlu disimpan dilemari
pendingin. Sedangkan untuk ASI yang disimpan di suhu kamar tidak dianjurkan lebih
dari 3-4 jam
 ASI untuk waktu 24jam atau lebih sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin pada
suhu 4 derajat celcius akan tetapi jangan sampai beku. Ini dapat menjaga kandungan gizi
didalam ASI yang bermanfaat untuk bayi.
 ASI perah yang akan digunakan dalam waktu 1 minggu maka ASI harus didinginkan
dalam lemari pendingin selama 30 menit kemudian dibekukan dalam suhu -18 derajat
celcius atau lebih rendah. Kondisi ASI yang dibekukan dapat bertahan hingga 3-6 bulan.
8. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah atau pada bagian dalam freezer karena
lebih dingin dan memiliki temperatur konstan.
9. Jangan lupa untuk menutup rapat botol setelah diisi dengan ASI
10. Penggunaan botol ASI dari dalam kulkas adalah yang pertama masuk adalah yang
pertama keluar (first in first out – FIFO)
11. Hal-hal yang perlu diperhatikan : jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan
dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan, jangan menyimpan sisa ASI yang
sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya, putarlah kontainer ASI agar bagian yang
mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat
merusak komponen penting dalam susu.

Ciri-ciri ASI Rusak


ASI mengandung kandungan penguat antibodi dan nutrisi penting bagi perkembangan tubuh
bayi. Tanda ASI di botol telah basi memanglah tidak mudah, karena secara pasti belum
ditunjukkan adanya tanda-tanda, bahkan dilihat dari segi bau ataupun warnanya. Ketika ASI
disimpan dalam lemari es, ASI perah akan mengalami perubahan aroma dan warna. Namun,
komposisinya tidak akan berubah. Seringkali, ASI juga akan berubah aroma menyerupai bau
sabun. Hal ini terjadi dikarenakan proses pembekuan dan pemanasan yang dilakukan secara
drastis.
1. ASI terlihat kental
Saat anda mengeluarkan ASI perah dari kulkas, kocoklah terlebih dulu. ASI perah yang
didinginkan terkadang terbagi menjadi 2 lapisan. Ini bukanlah ciri ASI perah yang rusak.
Setelah anda mengocoknya, lapisannya akan menghilang. Namun, bila setelah anda
mengocoknya, lapisannya masih terlihat sangat jelas maka kemungkinan besar ASI perah
tersebut sudah rusak. ASI perah yang terlihat kental dan menggumpal ialah salah satu indikasi
ASI yang rusak juga.
2. Bau Asam
ASI yang sudah rusak atau basi biasanya akan berbau pahit, asam dan anyir. Jika ibu
menyusui mencium bau ASI dalam kondisi demikian sama seperti bau susu sapi yang asam,
maka sebaiknya dibuang saja. Takutnya, akan berbahaya dan mengganggu pencernaan bayi
anda. Apalagi, jika telah tumbuh mikroba atau jamur-jamur, tentunya dapat membahayakan
kesehatan bayi.
3. Rasa Asam
Bila ibu menyusui masih ragu-ragu apakah ASI perahnya sudah rusak ataupun belum, cara
terakhir ialah mencicipinya terlebih dulu sebelum diberikan kepada bayi. Ciri terakhir ialah
rasanya yang asam sama seperti rasa susu sapi yang asam.

Cara meningkatkan produksi ASI


Keluarnya air susu sebenarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan sang ibu. Ketika
sang ibu merasa stress, khawatir, terlalu banyak pikiran, takut, cemas dan hal semacamnya, hal
tersebut bisa berdampak pada sulitnya keluarnya ASI. Ada beberapa titik tubuh yang bisa
memperlancar ASI. Seperti tiga titik di payudara (titik di atas putting, titik di bawah putting, dan
titik tepat pada putting). Selain itu juga titik punggung yang letaknya segaris dengan payudara.
Langkah-langkah :
1.Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan di hadapannya juga meletakkan kepala di
tangan
2.Ayah melakukan pemijatan di sepanjang kedua sisi tulang belakang. Pijat dilakukan
menggunakan ibu jari
3.Carilah tulang leher yang paling menonjol, lalu turun sedikit ke bawah (sekitar 1-2 jari) lalu
geser kembali ke kanan dan kiri (masing-masing 1-2 jari)
4.Lakukan dengan gerakan memutar secara perlahan kea rah bawah sampai batas garis bra
5.Lakukan secara 3-5 menit.

CARA LAIN AGAR ASI KELUAR DENGAN LANCAR :


1. AKUPUNTUR
Akupuntur dapat merangsang produksi prolaktin dari otak yang bermanfaat membuat ASI
keluar dengan lancar.
Akupuntur bisa dilakukan dengan jarum, jika tidak mau dapat dilakukan pemijatan pada
titik tertentu. Akupuntur ini dilakukan oleh ahlinya tidak boleh sebarangan orang.
2. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI
Kurang asupan gizi dapat mebuat penurunan produksi dan kualitas ASI. Konsumsilah
ikan salmon karena mengandung DHA yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas ASI dan
menurunkan stress.
1. Cukupi kebutuhan minum air putih setiap hari
2. Konsumsi daging rendah lemak
3. Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang hitam dan kacang merah
4. Utamakan konsumsi nasi merah dibanding nasi putih
5. Konsumsi telur yang kaya akan vitamin D
6. Konsumsi sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, daun katuk
7. Jangan berlebihan konsumsi kafein seperti kopi dan teh dan juga minuman bersoda dan
beralkohol.
3. JANGAN STRES
Hindari stress dan memikirkan yang tidak-tidak. Dan yang penting niat ibu untuk tetap
memberikan ASI kepada bayi.
4. POSISI TIDUR YANG BAIK
Jangan tidur tertelungkup.
5. JANGAN BERI DOT PADA BAYI YANG MASIH ASI
Jika bayi sudah terbiasa dengan empeng dan dot maka biasanya bayi akan malas untuk
menolak putting karena menghisap putting lebih susah daripada dot.
6. HINDARI PIL KB
Pil KB dapat mempengaruhi hormonal ibu sehingga menganggu kelancaran produksi ASI
7. BERIKAN KASIH SAYANG YANG BESAR PADA BAYI
Sering-seringlah kontak kulit dengan bayi, seperti membelai dan berkomunikasi karena akan
memicu hormone oksitosin (sering disebut hormone kasih sayang).

Jakarta, 21 Januari 2019

Mengetahui,
Kepala Instalasi Pediatrik dan Penyakit
Jantung Bawaan

Rina Iriany Zakaria, S.Kep.Ners Anindita Ratna Pratiwi, S,Kep,Ners


NIP.1962010219841120202 NIP.199111032018012001