Anda di halaman 1dari 10

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

CARA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI


DENGAN CARA PIJAT OKSITOSIN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN
Yang dibina oleh Ns. Cahya Tri Bagus, M. Kes.

Disusun Oleh :
Fiki Hadiyamsah 1611011037

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Januari, 2019
LEMBAR PENGESAHAN PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN

Kegiatan penyuluhan pada tanggal 04 Januari 2019 di Patrang telah diperiksa


pada:
Hari : Sabtu
Tanggal : 29 Desember 2018

Jember, 29 Desember 2018

Mahasiswa Dosen Mata Kuliah

(Fiki Hadiyamsah) (Ns. Cahya Tri Bagus., M. Kes.)

Ketua Posyandu

( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Cara meningkatkan asi pada ibu menyusui dengan pijat oksitosin
Sasaran : Ibu-ibu posyandu
Hari/Tanggal : Jumat, 04 Januari 2019
Waktu : 08.00-09.00
Tempat : Posyandu Jalan Semangka No. 24 Patrang Jember

I. LATAR BELAKANG
Permasalahan ASI yang tidak keluar pada hari-hari pertama kehidupan
bayi merupakan masalah yang banyak dialami oleh ibu-ibu yang baru saja
melahirkan. Hanya sekitar 60% masyarakat tahu informasi tentang ASI dan
baru ada sekitar 40% tenaga kesehatan terlatih yang bisa memberikan
konseling menyusui (Ulfah, 2013). Di Indonesia bayi yang mendapat ASI
eksklusif pada tahun 2014 sebesar 45,55%. Kementerian Kesehatan sendiri
telah menetapkan target cakupan pemberian ASI eksklusif per 2014 sebesar
80%. Kenyataannya, baru 27,5% ibu di Indonesia yang berhasil memberi ASI
eksklusif. Di provinsi Riau pada tahun 2013 bayi yang mendapat ASI
eksklusif sebesar 51,2% (Profil Kesehatan Riau, 2013). Berdasarkan survei
pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di BPM pada bulan Desember
didapatkan 35 orang ibu nifas yang terdiri dari primipara 16 orang dan
multipara 19 orang dengan keluhan ASI tidak keluar.
Pemberian ASI secara eksklusif kepada bayi dapat memberikan sumber
gizi yang baik sehingga dapat meningkatkan status kesehatan bayi.
Mengingat begitu pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi yang baru
lahir, maka perlu adanya solusi untuk ibu yang terlanjur khawatir dan
mencegah pemberian susu formula karena masalah pemberian ASI dini yang
disebabkan ASI tidak keluar di hari pertama (Ulfah, 2013). Salah satu solusi
yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan tindakan pijat oksitosin. Pijat
Oksitosin adalah tindakan yang dilakukan oleh keluarga, terutama oleh suami
pada ibu menyusui yang berupa back message pada punggung ibu untuk
meningkatkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin juga disebut “hormon
kasih sayang” karena hampir 80% hormon ini dipengaruhi oleh pemikiran ibu
(positive atau negative) pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks
oksitosin atau refleks let down. Selain untuk merangsang refleks let down,
manfaat pijat oksitosin yaitu memberikan kenyamanan pada ibu mengurangi
bengkak pada payudara (engorgement), mengurangi sumbatan ASI,
merangsang pelepasan hormon oksitosin dan mempertahankan produksi ASI
ketika ibu dan bayi sakit.

II. TUJUAN
A. Tujuan Umum
a. Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan ibu-ibu menyusui dapat
mempraktekan pijat oksitosin di rumah
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 60 menit, Ibu-ibu dapat
mengetahui tentang :
a. Pengertian pijat oksitosin
b. Manfaat pijat oksitosin
c. Langkah-langkah pijat oksitosin

III. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

IV. MEDIA
1. LCD
2. Laptop

V. MATERI
(terlampir)

VI. SASARAN
Ibu-ibu menyusui

VII. WAKTU
Hari/Tanggal :04 Januari 2019
Jam : 08.00-09.00

VIII. PELAKSANAAN KEGIATAN


No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Pembukaan: Menjawab salam
a) Memberi salam
b) Perkenalan Mendengarkan dan
c) Menjelaskan tujuan memperhatikan materi
1 5 menit
penyuluhan yang disampaikan
d) Menyebutkan materi /
pokok bahasan yang
akan disampaikan
Pelaksanaan / penyampaian Menyimak dan
materi: memperhatikan
a) Pengertian pijat oksitosin
2 40 menit
b) Manfaat pijat oksitosin
c) Langkah-langkah pijat
oksitosin
Evaluasi: Peserta bertanya
a) Memberi kesempatan mengenai masalah yang
untuk bertanya belum dipahami
b) Melakukan Tanya jawab Mendengarkan dan
4 10 menit untuk mengetahui memperhatikan
pemahaman
c) Membacakan
kesimpulan hasil
penyuluhan
Penutup: Peserta menjawab salam
Mengakhiri pertemuan
4 5 menit
dengan mengucapkan terima
kasih dan salam

IX. EVALUASI
Diharapkan setelah dilakukan edukasi, peserta mampu mengetahui
pengertian pijat oksitosin, manfaat pijat oksitosin dan langkah-langkah pijat
oksitosin.
Lampiran
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Pijat Oksitosin


Oksitosin adalah salah satu dari dua hormon yang dibentuk oleh sel-sel
neuronal nuklei hipotalamik dan disimpan dalam lobus posterior pituitary,
horon lainnya adalah vasopressin. Ia memiliki kerja mengontraksi uterus dan
menginjeksi ASI (Suherni et al., 2009). ASI di produksi atas hasil kerja
gabungan antara hormon dan refleks. Selama kehamilan, perubahan pada
hormon berfungsi mempersiapkan jaringan kelenjar susu untuk memproduksi
ASI. Segera setelah melahirkan, bahkan mulai pada usia kehamilan 6 bulan
akan terjadi perubahan pada hormon yang menyebabkan payudara mulai
memproduksi ASI. Pada waktu bayi mulai menghisap ASI, akan terjadi dua
refleks pada ibu yang akan menyebabkan ASI keluar pada saat yang tepat dan
jumlah yang tepat pula (Bobak, 2005). Dua refleks tersebut adalah:
1) Refleks Prolaktin
Refleks pembentukan atau produksi ASI. Rangsangan isapan bayi
melalui serabut syaraf dan memacu hipofise anterior untuk mengeluarkan
hormon prolaktin ke dalam aliran darah. Prolaktin memacu sel kelenjar
untuk sekresi ASI. Makin sering bayi menghisap makin banyak prolaktin
dilepas oleh sel kelenjar, sehingga makin sering isapan bayi, makin
banyak produksi ASI, sebaiknya berkurang isapan bayi menyebabkan
produksi ASI kurang. Mekanisme ini disebut mekanisme “supply and
demand”. Efek lain dari prolaktin yang juga penting adalah menekan
fungsi indung telur (ovarium). Efek penekanan ini pada ibu yang
menyusui secara eksklusif pada bayi dapat menunda kehamilan.
2) Refleks oksitosin
Refleks pengaliran atau pelepasan ASI setelah diproduksi oleh
sumber pembuat susu, ASI akan dikeluarkan dari sumber pembuat susu
dan dialirkan ke saluran susu. Pengeluaran ASI ini terjadi karena sel oto
halus di sekitar kelenjar payudara mengerut sehingga memeras ASI untuk
keluar. Penyebab otot-otot itu mengerut adalah suatu hormon yang
dinamakan oksitosin.

2. Manfaat Pijat Oksitosin


Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang
(vertebrae) dan merupakan usaha untuk merangsang hormon oksitosin setelah
melahirkan Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan ke puting susu
melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu bayi,
dengan dilakukan pijatan pada tulang belakang ibu akan merasa tenang, rileks,
meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga dengan
begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar (Bobak, 2005)
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau
reflexlet down. Dengan dilakukan pemijatan ini ibu akan merasa rileks,
kelelahan setelah melahirkan akan hilang, sehingga dengan begitu hormon
oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar (Mardiyaningsih, 2010). Selain
untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan
kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi
sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan
produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes RI, 2007).

3. Langkah-langkah Melakukan Pijat Oksitosin


Persiapan ibu sebelum dilakukan pijat oksitosin:
1) Bangkitkan rasa percaya diri ibu ( menjaga privasi)
2) Bantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya
Alat-alat yang digunakan:
1) 2 buah handuk besar bersih
2) Air hangat dan air dingin dalam baskom
3) 2 buah waslap atau sapu tangan dari handuk
4) Minyak kelapa atau baby oil pada tempatnya
Langkah-langkah melalukan pijat oksitosin sebagai berikut
1) Melepaskan baju ibu bagian atas
2) Ibu miring ke kanan maupun ke kiri, lalu memeluk bantal atau bisa juga
dengan posisi duduk
3) Memasang handuk
4) Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
5) Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan
dua tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
6) Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan
melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jari
7) Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang arah bawah, dari
leher ke arah tulang belikat, selama 2-3 menit
8) Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
9) Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara
bergantian
DAFTAR PUSTAKA

Ulfah, A. D. 2013. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu


Mengenai Air Susu Ibu (ASI) dengan Riwayat Pemberian ASI
Ekslusif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Asy-Syifa Kota
Bandar Lampung. Jurnal kedokteran universitas lampung. 3(1): 1-
10.

Suherni., H. Widyasih, A. Rahmawati. 2009. Perawatan Masa Nifas.


Yogyakarta: Fitramajaya.

Bobak, L. 2005. Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta: EGC.

Mardiyaningsih, E. 2010. Efektifitas Kombinasi Teknik Marmet dan Pijat


Oksitosin terhadap Produksi ASI Ibu Post Section Caesare di
Rumah Sakit Wilayah Jawa Tengah: FIK UI.

Departemen Kesehatan RI. 2008. Profil Kesehatan Indonesia 2007.


Jakarta: Departemen Kesehatan RI.