Anda di halaman 1dari 2

4.

5 Menejemen proyek stakeholder

Pengelolaan pemangku kepentingan menjadi alat bantu penting untuk


membantu mengidentifikasi, memetakan dan memformulasikan keterlibatan para
stakeholder secara optimal dalam tujuan proyek saat ini.

4.5.1 Melakukan Analisis Pemangku Kepentingan

Secara umum praktek pemetaan pemangku kepentingan di awali dengan


mengidentifikasi siapa saja orang atau pihak yang berkepentingan dan berpengaruh
terhadap organisasi atau proyek yang diusulakan.

Langkah berikutnya bekerja di luar kekuasaan para stakeholder, pengaruh dan


kepentingan, sehingga Anda tahu kepada siapa harus fokus.

Langkah terakhir mengembangkan pemahaman secara komprehensif tentang


stakeholder yang paling penting agar tahu bagaimana para stakeholder akan
merespon, dan sehingga Anda bisa mengetahui bagaimana untuk memenangkan
dukungan para stakeholder.

Berikut langkah-langkah dalam melakukan Analisis pemangku kepentingan:

1. Mengidentifikasi Stakeholder

Dalam membangun setiap peta pemangku kepentingan dengan mengembangkan


daftar katagori dari orang, organisasi, lembaga atau pihak lainnya yang memiliki
bekepentingan terhadap proyek.

Setelah daftar adalah cukup lengkap itu kemudian memungkinkan untuk menetapkan
prioritas dalam beberapa cara, kemudian menerjemahkan stakeholder ‘prioritas
tertinggi’ ke tabel. Daftar potensi pemangku kepentingan untuk setiap kegiatan
tentunya akan melebihi waktu yang tersedia untuk menganalisis termasuk
kemampuan alat yang digunakan untuk memetakan sesuai kebutuhan informasi yang
ada. Tantangannya adalah agar tetap fokus pada pemangku kepentingan yang benar-
benar sesuai dan memiliki tingkat kepentingan terhadap organisasi sebagai bagian
dari komunitas khusus atau berorientasi terhadap tujuan proyek sehingga
memudahkan dalam memvisualisasikan.
2. Prioritaskan Stakeholder

Lakukan pemetaan secara mendalam terhadap pemangku kepentingan tentang


kekuatan/kepentingan dalam sebuah geradi atau kisi-kisi seperti pada gambar, dan
mengklasifikasikan para pemangku kepentingan dengan peran dan kontribusi para
stakeholder atas tujuan organisasi serta ketertarikan pada pekerjaan yang Anda
lakukan. Lakukan pengujian dengan meletakkan masing-masing pemangku
kepentingan berdasakan pengaruh dan kekuatan. Misalnya, atasan Anda cenderung
memiliki kekuatan yang tinggi dan pengaruh dan harapan yang tinggi terhadap
pekerjaan Anda. Keluarga Anda juga mungkin memiliki harapan yang tinggi, tetapi
tidak mungkin memiliki kekuatan atas pekerjaan Anda.

Selanjutnya lakukan analisis dengan memposisikan pemangku kepentingan


(orang/organisasi/lembaga) dalam geradi tersebut untuk membantu mengambil
tindakan terhadap posisi para stakeholder:

3. Memahami Stakeholder Kunci

Masing-masing orang atau organisasi perlu dinilai sejauhmana respon atau reaksi
terhadap proyek, dan bagaimana para stakeholder terlibat dan memberikan kontribusi
terhadap keberhasilan proyek ini. Disamping itu, juga perlu memahami cara terbaik
untuk melibatkan para stakeholder dalam proyek serta membangun komunikasi efektif
dengan para stakeholder.

Lalu, membuat catatan penting berupa rangkuman atas pemahaman yang di


dapatkan pada saat melakukan pemetaan pemangku kepentingan, sehingga Anda
dapat dengan mudah melihat dimana para pemangku kepentingan yang akan
bertindak sebagai blocker atau kritikus, dan yang cenderung pendukung.