Anda di halaman 1dari 39

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

A (41 TAHUN) DENGAN


HIPERTENSI DI RT 10 RW V GEDAWANG KELURAHAN GEDAWANG
SEMARANG
Disusun untuk memenuhi Tugas Profesi Ners Stase Keperawatan Keluarga

Dosen Pembimbing : Ns.Muhammad Mu’in, S.Kep., M.Kep


Pembimbing Klinik : Ns. Indah Ayu S, S.Kep

Disusun Oleh :
Nur Khasanah
22020116210044

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS ANGKATAN XXX


DEPARTEMEN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A (41 TAHUN) DENGAN
HIPERTENSI DI RT 10 RW V KELURAHAN GEDAWANG BANYUMANIK
SEMARANG

PENGKAJIAN KELUARGA
Pengkajian dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juni 2018 Pukul 16.00 WIB
A. DATA UMUM
1. Nama Kepala keluraga (KK) : Tn. S
2. Alamat : Perum Mutiara Grafika 004/005
Gedawang Banyumanik
3. No. Telp (HP) : 082326527053
4. Pekerjaan : Wiraswasta
5. Pendidikan : SMP
6. Komposisi Keluarga
Hubungan Jenis
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
dengan KK Kelamin
Kepala
1 Tn. S 46 tahun L SMP Wiraswasta
Keluarga
Anggota Ibu Rumah
2 Ny. A 41 tahun P SMP
Keluarga Tangga
Anggota
3 Sdr. W 20 tahun L SMA Karyawan
Keluarga
Anggota Belum tamat
4 An. N 9 tahun P Siswa
Keluarga SD
7. Genogram

Paru-paru HT, stroke

Ny.A
41 th
Tn.S
46 th
HT

Kolesterol

Sdr. W An.N
20 th 9 th

Sehat Sehat

Keterangan :
: Laki-Laki : Menikah : klien perempuan teridentifikasi

: Perempuan : Memiliki Keturunan

: Meninggal : Tinggal 1 rumah


8. Tipe Keluarga
Ny. A berkata “ yang tinggal dirumah ada 4 orang mbk, ada suami, 2
anak dan saya”
Berdasarkan hasil wawancara tipe keluarga Ny. A adalah keluarga
tradisional karena di dalam rumah terdapat satu keluarga inti yaitu
dengan Tn. S sebagai kepala keluarga, Ny. A sebagai istri, Sdr. W dan
An.N sebagai anak.
9. Budaya
a. Suku bangsa dan bahasa yang digunakan
Ny. A berkata, “Saya bukan asli Semarang mbk, saya aslinya
gresik. Disini Cuma merantau.Kalau bapak asli madura ”
Ny. A berkata, “bahasa yang digunakan sehari-hari bahasa jawa
dan bahasa indonesia.”
b. Pantangan dan kebiasaan budaya yang berhubungan dengan
kesehatan
Ny. A berkata, “nggak ada mbk, tidak ada pantangan kalau
makan. Keluarga saya ada pantangan makan lele mbk tapi anak
saya tetap makan lele. Saya enggak percaya kayak gituan”
10. Agama
a. Agama yang dianut
Ny. A berkata, “ Islam semua mbak.”
b. Kegiatan keagamaan di rumah dan di masyrakat
Ny. A berkata, “Kegiatan keagamaan yang ada disini itu mbk,
pengajian yang dilaksanakan bergantian dirumah warga.
Pengajiannya bisa 3 kali dalam seminggu”
Ny. A berkata “ yang ngisi warga sini juga mbk, istrinya pak
ustadz yang rumahnya 2 rumah dari sana”
Ny. A berkata, “shalat lima waktu mbk, setelah itu kadang-
kadang ngaji bentar sama dzikir kalau habis shalat.”
c. Persepsi anggota keluarga tentang agama
Ny. A berkata, “kalau agama ya penting mbk,seperti shalat 5
waktu, ngaji, berdzikir biar tenang mbk”
d. Kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan
Ny. A berkata, “nggak ada sih mbk, saya kurang percaya kayak
gituan”
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga
a. Kelas sosial
Ny. A berkata, “kalau kebutuhan sehari-hari cukup dengan
penghasilan bapak mbk, bapak sehari bisa dapet Rp.100.000.
Anak pertama saya juga kerja mbk jagaain warnet, disuruh
kuliah ndak mau. Saya dirumah sama yang kecil, masih sekolah
baru kelas 4 SD”.
b. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Ny. A berkata, “Alhamdulillah, cukup mbak untuk kebutuhan
sehari-hari mbk.”
c. Tabungan/asuransi yang dimiliki kelaurga
Ny. A berkata, “belum punya mbk, kemarin lagi buat bpjs tapi
belum jadi”
Ny. A berkata, “kalau nabung setiap hari jarang mbk, paling
nabung di kumpulan PKK tapi jarang juga.”
d. Dukungan ekonomi
Ny. A berkata, “Rumah ini kan milik sendiri mbak, anak saya
yang pertama udah kerja, katanya enggak mau kuliah. Untuk
kebutuhan sehari-hari berdua cukup mbak “.
12. Aktivitas rekreasi atau waktu luang keluarga
Ny. A berkata, “Kalau di rumah ya kadang-kadang nonton tivi. Kalau
rekreasi keluar jarang mbak, ndak pernah. Kadang-kadang ngobrol
dengan tetangga. Kalau ada kumpul warga kayak pengajian dan PKK
sering ikut mbk.”
B. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Ny. A termasuk dalam kategori keluarga dengan anak
remaja, dimana Ny. A berusia 41 tahun memiliki seorang suami
bernama Tn. S berusia 46 tahun. Mereka memiliki 2 orang anak. Anak
pertama Sdr. W berusia 20 tahun yang sudah bekerja, anak kedua An.
N berusia 9 tahun yang masih sekolah kelas 4 SD.

2. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Ny. A berkata, “Anak saya yang pertama sudah bekerja, anak saya
yang kedua masih kecil mbk, baru usia 9 tahun.”
Ny. A berkata, “Hubungan sama suami saling memperhatikan dan ikut
mendukung kegiatan serta perawatan kesehatan. Kalau ada apa apa
saling berkabar mbak, apalagi masalah kesehatan, saling mengurus
dan merawat.”

3. Riwayat Keluarga Inti


a. Proses pembentukan keluarga
Ny. A berkata, “Menikah tahun 1995, pindah ke semarang tahun
1996 sampai sekarang. Saya sudah pindah 4 kali selama disini.
Dulu awalnya tinngal bareng kakak terus ngontrak di perum setia
budi, pindah lagi ngontrak di tembalang yang jadi tempat kerja
bapak. Terakhir pindah disini, alhamdulillah sekarang sudah
punya rumah sendiri mbk.”
b. Riwayat kesehatan keluarga inti
Ny A berkata, “saya punya darah tinggi mbk, kalau bapak punya
kolestrol. Dulu taunya kena darah tinggi pas periksa di
puskesmas mbk. saya ngerasa pusing sama tengkuk berat terus
dibawa ke puskesmas. Pas diperiksa dipuskesmas tensinya
hampir 200 an, saya lupa pastinya mbk”
Ny. A berkata, “Kalau anak-anak sehat-sehat mbak, nggak ada
sakit berat atau sampai di rawat. Ya kalau sakit biasa mbak, flu,
batuk, masuk angin. Dua tiga hari sembuh.”
c. Perhatian terhadap pencegahan penyakit
Ny. A berkata, “saya jarang minum obat penurun tensi mbk,
biasanya saya minum kalau lagi sakit kepala atau tengkuk terasa
berat. Pas periksa di puskesmas dapet obat penurun tensi
amplodipine. Saya biasa konsumsi belimbing, kadang ya melon
sehari-hari untuk menurunkan tensi.”
Ny A berkata “ saya jarang periksa tekanan darah mbk, paling
kalau lagi sakit aja. Terakhir ke puskesmas pas puasa bulan
ramadhan”
Ny A berkata “ saya suka deg-deg an kalau pas mau ditensi mbk.
gak tau kenapa mbk, tiba-tiba deg-deg an takut tensinya tinggi.
Makanya saya jarang periksa”
Ny A berkata “ kadang pusing karna kecapean, saya buat
istirahat tidur sama makan buah”
d. Sumber pelayanan kesehatan
Ny A berkata, “saya periksa ke puskesmas padangsari solanya
dulu tinggalnya di meranti mbk. Kalau bapak biasaya ke dokter”
Ny. A berkata, “saya jarang cek tensi mbk, saya malah belum
pernah ke puskesma pudak payung.”
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
a. Riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri
Ny A berkata, “ndak ada yang punya penyakit darah tinggi kayak
saya mbk. Orang tua saya tidak ada yang punya penyakit darah
tinggi. Orang tua suami saya yang punya hipertensi”
b. Konflik antar keluarga pasangan
Ny. A berkata, “alhamdulillah baik-baik saja mbk, nggak ada
masalah.”
c. Riwayat hubungan keluarga
Ny. A berkata, “jarang kumpul mbk tapi komunikasi tetap lancar
lewat hp.”
C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
5. Karateristik rumah
a. Status rumah : milik sendiri
b. Tipe rumah :-
c. Luas rumah : 60 m2 (10 m x 6 m)
d. Jumlah ruangan : garasi, teras, ruang tamu, 2
kamar tidur, dapur, 2 kamar mandi
e. Jumlah jendela : 4 jendela
f. Peletakan perabotan rumah tangga : kurang rapi
g. Jenis sepic tank :-
h. Jarak septic tank dengan sumber air : 10 m
i. Sumber air minum yang digunakan : air PAM
j. Kondisi air : bersih
k. Keadaan umum sanitasi rumah : baik
l. Sistem pembungan sampah
Ny A berkata, “nanti ada yang ambil mbk, biasanya ditaruh
didepan deket tempat sampah.”
m. Keamanan
Ny. A berkata, “Alhamdulillah disini lingkungannya aman mbak.
setiap malam ada bapak-bapak yang ronda, ndak ada
pencurian.”
n. Kepuasan penataan rumah
Ny. A berkata, “nyaman aja sih mbk, kalau bosen ya mau gimana
lagi rumahnya kecil.”
o. Pengetahuan tentang lingkungan
Ny. A berkata, “sering bersihin rumah mbk, nyapu, ngepel.
Bersihin kamar kamar mandi biar lantai nya ndak licin terus
nguras bak mandi kalau kotor biar ndak ada jentik nyamuknya.”
6. Denah Rumah
10 m
U

5
6 4 4 2 B T

S
6m 1

7 7

Keterangan :
1 : garasi dan teras rumah
2 : ruang tamu
3 : Ruang TV
4 : Kamar tidur
5 : Tempat shalat
6 : Dapur
7 : Kamar mandi
7. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
a. Kebiasaan
Ny A berkata, “warga disini baik-baik semua mbk, sering ada
kumpul warga sama pengajian”
b. Lingkungan fisik
Ny. A berkata, “Alhamdulillah disini lingkungannya aman mbak.
Setiap malam ada bapak-bapak yang ronda, jadi ndak ada
pencurian.”
Ny A berkata, “Lingkungan rumah di sini rapi dan bersih. Ya
saling menjaga kebersihan rumah dan lingkungan mbak.”
c. Aturan/kesepakatan penduduk setempat
Ny. A berkata, “Disini ndak ada aturan yang harus begini harus
begitu sih mbk, biasa aja paling disuruh ikut kalau ada kegiatan
seperti pengajian, perkumpulan ibu-ibu PKK sama kegiatan-
kegiatan lain.”
d. Budaya setempat (kesehatan, usia, pendidikan, pekerjaan dan
persepsi keluarga terhadap komunitas)
Ny. A berkata, “kebanyakan disini pasangan yang masih muda
mbk, kalau rata-rata banyak yang dari angkatan, ada juga yang
kerja kantoran, yang kerja biasa-biasa juga ada.”
Ny. A berkata, “Warga di sini juga aktif-aktif mengikuti kegiatan.
Kegiatan ada PKK sebulan sekali, pengajian yang biasanya bisa
3 kali dalam seminggu.
8. Mobilitas Geografis Keluarga
a. Tempat tinggal keluarga
Ny. A berkata, “pindah disini baru 5 tahun mbk. Dulu sering
pindah, sebelum disini saya sudah pindah 3 kali mungkin 4 kali
ini mbk.”
b. Keluarga mencapai fasilitas kesehatan
Ny. A berkata, “Kalau mau pergi atau mau periksa ke puskesmas
biasanya naik motor, dianter bapak. Kalau bapak ndak ada, ya
nunggu sampai bapak ada.”
c. Sarana transportasi
Ny. A berkata, “kalau mau pergi-pergi paling pakai motor mbk.”
9. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
a. Perkumpulan keluarga
Ny. A berkata, “Kalau kumpul keluarga sering mbak,hampir tiap
hari. Kalau bapak berangkat pagi nanti pulangnya jam 22.00
WIB jadi jarang ketemu sama anak-anak”
b. Interaksi dengan masyarakat
Ny. A berkata, “Hubungan sama tetangga baik-baik aja mbak,
ndak ada maasalah.”
Ny. A berkata, “Warga di sini juga aktif-aktif mengikuti kegiatan.
Kegiatan ada PKK sebulan sekali, , pengajian biasanya bisa 3
kali dalam seminggu
10. Sistem Pendukung Keluarga
a. Informal
Ny. A berkata, “Saya sering ngobrol sama tetangga. Tapi kalau
ada masalah ya saya ngobrol ke suami.”
b. Formal
Ny. A berkata, “saya biasanya periksa di puskesmas padangsari
soalya dulu tinggal disana.”

D. STRUKTUR KELUARGA
11. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga Ny. A menggunakan pola komunikasi terbuka secara jelas
dan selaras. Proses komunikasi pada keluarga ini dinamis dan saling
timbal balik. Setiap kali ada permasalahan yang muncul dibicarakan,
diklarifikasi menurut sudut pandang masing-masing dan ditarik
kesimpulan untuk mencari solusi (musyawarah). Keluarga Ny. A juga
menghargai pendapat masing-masing anggota keluarga sehingga tidak
pernah terjadi pertengkaran antara keluarga.
Ny. A berkata, “Kalau ada masalah dimusyawarahkan mbak. Kalau
ngambil keputusan terakhir di bapak. Tapi kalau masalah kesehatan
ya saya juga ngasih saran.”
12. Struktur Kekuatan Keluarga
a. Respon keluarga bila ada anggota keluarga yang mengalami
masalah
Ny. A berkata, “Ya kalau ada apa apa saling berkabar mbak,
apalagi masalah kesehatan, saling mengurus dan merawat.”
b. Pengambilan keputusan
Ny. A mengatakan bahwa Tn. S sebagai kepala keluarga yang
mengambil keputusan, namun sebelumnya Ny. A, suami dan
anak-anak melakukan diskusi untuk mencari jalan keluar yang
baik dan menguntungkan bagi keluarga.
Ny. A berkata, “Kalau ada masalah dimusyawarahkan mbak.
Kalau ngambil keputusan terakhir di bapak.”

13. Struktur Peran (Formal dan Informal)


a. Peran Formal
Struktur peran keluarga Ny. A terdiri dari Tn. S sebagai kepala
keluarga berperan menjaga anggota keluarga dan memenuhi
kebutuhan keluarga. Ny. A berperan mengurus rumah tangga. Sdr.
W dan An.N sebagai anak membantu orang tua di rumah.
b. Peran Informal
Tn. S yang bertugas sebagai kepala keluarga dalam mengurus
keluarganya memiliki peran informal sebagai pendorong (memuji,
setuju dan menerima kontribusi sehingga dapat merangkul dan
membuat orang lain merasa penting), pencari nafkah dan pioner
keluarga (inisiatif kepindahan keluarga berada pada keputusan dan
kehadiran ayah), Ny. A sebagai istri memiliki peran informal
sebagai perawat keluarga dan koordinator keluarga. Sdr. W sebagai
anak pertama memiliki peran informal sebagai pendorong dan
sahabat bagi adiknya, An.N sebagai anak kedua memiliki peran
informal sebagai sahabat, pengharmonis, pengikut dari anggota
keluarga yang lain.

14. Nilai dan Norma Keluarga


Nilai dan norma keluarga Ny. A berdasarkan agama yang dianut
adalah agama Islam.
Ny. A berkata, “Menerapkan sopan santun, saling menghormati dan
menghargai kepada orang tua, saudara, tetangga di sini mbak.”
E. FUNGSI KELUARGA
15. Fungsi Afektif
a. Bagaimana keluarga mengapresiasikan perasaan kasih sayang
Ny. A berkata, “Satu sama lain saling kasih perhatian. Kalau
mau pergi atau mau periksa ke puskesmas biasanya naik motor,
dianter bapak, kalau ndak ada bapaknya nunggu bapak sampai
dirumah.”
b. Perasaan saling memiliki
Ny. A berkata, “Sama keluarga anak dan suami ya sayang
mbak.”
c. Dukungan terhadap anggota keluarga
Ny. A berkata, “saya dan bapak sering ngingetin satu sama lain
untuk menjaga kesehatan mbk, mengingetin kalau nggak boleh
makan makanan yang bisa kolesterol naik atau tensinya naik.”
d. Kedekatan antar keluarga
Ny. A berkata “Alhamdulillah semuanya deket mbak. Nggak ada
masalah.”
Ny. A berkata, “setiap hari kumpul mbk kalau malam tapi kalau
bapak pulangnya malam jadi anak-anak jarang ketemu sama
bapaknya. Tetap komunikasi sama bapaknya baik mbk, ndak ada
masalah.”
16. Fungsi Sosialisasi
Ny. A berkata, “Saya sering ngobrol sama tetangga.”
Ny. A berkata, “Hubungan sama tetangga baik-baik aja mbak, ndak
ada maasalah.”
Ny. A berkata, “Saya aktif-aktif mengikuti kegiatan. Kegiatan ada
PKK sebulan sekali, pengajian biasanya 3 kali seminggu.”
17. Fungsi Perawatan Kesehatan
a. Hipertensi
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Ny A berkata, “Saya punya darah tinggi mbak, keluarga
saya tidak adak yang punya darah tinggi. Tensinya ya nggak
mesti mbak. Terakhir periksa 200 an.”
Saat dilakukan pengecekan tekanan darah Ny. A pada tanggal
25 Juni 2018 didapatkan hasil 150/100 mmHg, pada tanggal
26 Juni 2018 didapatkan hasil 150/110 mmHg.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi
masalah kesehatan
Ny. A berkata, “saya jarang cek tensi mbk, terakhir periksa
di puskesmas bulan puasa kemarin.”
Ny. A berkata,“Saya takut kalau mau tensi mbk, rasanya
deg-deg an. Takut tensinya tinggi.”
Ny. A berkata, “saya enggak minum obat penurun tensi
setiap hari mbk, saya minum obat kalau sakit aja. Saya juga
nggak ada pantangan soal makan paling kadang-kadang
ngurangi garam pas masak tapi kadang yang lain enggak
suka jadi kadang enggak di kurangin. Saya kadang makan
belimbing mbk, sehari satu buah, kadang melon.”
3) Kemampuan untuk merawat
Ny. A berkata, “kalau tensi tinggi sama sakit biasanya
munum obat sama dibuat istirahat mbk.”
Ny. A berkata,”saya jarang olahraga mbk, paling jalan-jalan
keliling kompleks.”
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Ny. A berkata, “maaf ya mbk, rumahnya kecil. biasanya saya
bersihin rumah pagi sama sore hari”
5) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan
Ny. A berkata, “Kalau periksa saya dan keluarga ke
puskesmas padangsari, soalnya dulu rumahnya dimeranti.
Jadi malas pindah mbk”
b. Cemas
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Ny. A berkata,“Saya takut kalau mau tensi mbk, rasanya
deg-deg an. Takut tensinya tinggi.”
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi
masalah kesehatan
Ny. A berkata, “paling kalau sakit ya periksa ke puskesmas
mbk..”
3) Kemampuan untuk merawat
Ny. A berkata, “kalau tensi tinggi sama sakit biasanya
munum obat sama dibuat istirahat mbk.”
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Ny. A berkata, “maaf ya mbk, rumahnya kecil. biasanya saya
bersihin rumah pagi sama sore hari”
5) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan
Ny. A berkata, “Kalau periksa saya dan keluarga ke
puskesmas pudak payung, soalnya dulu tinggalnya dimeranti,
jadi malas pindah.”
18. Fungsi Reproduksi
Ny. A sudah menikah dan memiliki 2 orang yaitu anak laki-laki dan
anak perempuan
Ny. A berkata, “Nggak ada masalah reproduksi mbak. Alhamdulilah
sehat.”
19. Fungsi Ekonomi
Ny. A berkata, “Alhamdulillah, cukup mbak untuk kebutuhan sehari-
hari .”
F. STRES DAN KOPING KELUARGA
20. Stresor Jangka Pendek dan Panjang
a. Stresor jangka panjang
Ny. A berkata, “Alhamdulillah nggak ada mbk, sejauh ini baik-
baik saja.”
b. Stresor jangka pendek
Ny. A berkata, “Pengennya saya ya, saya berusaha agar tensi saya
normal mbak”.
21. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor dan strategi
koping yang digunakan
Ny. A berkata, “Kalau ada masalah ya saya ceritanya sama bapak.”
Ny. A berkata, “Ya kalau ada apa apa saling berkabar mbak, apalagi
masalah kesehatan, saling mengurus dan merawat.”
Ny. A berkata, “kalau pusing minum obat sama istirahat mbk.”
G. PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
No Kebutuhan Dasar Ny. A Tn. S Sdr. W An.N
23 Praktik diit keluarga Ny. A berkata, “Makan 3x. Lauknya Tn.S berkata, “Makan 3x. Lauknya Sdr.W berkata, “Makan 3x. Lauknya An. berkata, “Makan 3x. Lauknya
(nutrisi dan cairan) macem-macem mbk. Sayurnya juga macem-macem mbk. Sayurnya juga macem-macem mbk. Sayurnya juga macem-macem mbk. Sayurnya juga
ganti-ganti setiap hari.” ganti-ganti setiap hari.” ganti-ganti setiap hari.” ganti-ganti setiap hari.”
Ny. A berkata, “Kalau haus ya minum, Tn. S berkata, “Nggak pernah ngitung. Sdr. S berkata, “Minumnya lumayan Ny. A berkata, “Kalau haus ya minum,
nggak pernah ngitung. Minumnya Minumnya lumayan banyak saya. 1,5 banyak saya. 1,5 liter ya kira-kira ada. nggak pernah ngitung. Minumnya
banyak saya. 1,5 liter ya kira-kira ada.” liter ya kira-kira ada. Minum air putih, Minum air putih, teh, kopi.” banyak saya. 1,5 liter ya kira-kira
Ny. A berkata, “Seringnya minum air teh.” ada.”
putih. Kalau kepengen teh ya minum
teh.”

24 Istirahat dan tidur Ny. A berkata, “Kalau ngantuk tidur. Tn. S berkata, “Nggak mesti mbak kalau Sdr. W berkata, “Nggak mesti mbakA
Jam 9 malem tidur bangun subuh. Siang tidur, seringnya jam 10/11 malem, kalau tidur, kadang jam 10 kadang jam An. N berkata, “tidur malam jam
jarang tidur.” kadang ya tidur jam 1, tidur bangun 12 malem. Bangunnya subuh.” 21.00 mbk, bangun pagi. Kalau siang
subuh. Siang jarang tidur.” tiur 1-2 jam.”
25 Olahraga/ mobilisasi Ny. A berkata, “bangun, nyiapin Tn. S berkata, “bangun, langsung siap- Sdr. W berkata, “Pagi bangun
sarapan sama bantu anak yang paling siap berangkat kerja .” langsung siap-siap buat kerja mbak. An. N berkata, “bangun terus mandi,
kecil berangkat sekolah terus bersih- Nanti pulang ke rumah sore. Kalau ada berangkat sekolah”
bersih rumah mbk” acara senam di sini saya jarang ikut.”

26 Eliminasi Ny. A berkata, “BAB rutin satu hari satu Tn. S berkata, “Kalau BAB tiap pagi. Sdr. W berkata, “Kalau BAB nggak
kali, tiap pagi. Kalau pipis 3-4x per Pipis ± 6 kali perhari mbak.” mesti, kadang pagi kadang sore. An.N berkata, “BAB rutin satu hari
hari.” Seringnya sebelum kerja, pagi mbak.” satu kali, tiap pagi. Kalau pipis 3-4x
Sdr. W berkata, “Pipis ya ± 6 kali per per hari.”
hari mbak.”
27 Personal Hygine Ny. A berkata, “Mandi sama gosok gigi Tn. S berkata, “Mandi, kramas sama Sdr. W berkata, “Mandi, kramas sama
2x sehari. Keramas tiap pagi, kalau gosok gigi 2x sehari. Potong kuku kalau gosok gigi 2x sehari. Potong kuku An. N berkata, “Mandi, kramas sama
nggak tiap sore. Potong kuku kalau panjang dan kotor.” kalau panjang dan kotor.” gosok gigi 2x sehari. Potong kuku
panjang dan kotor.” kalau panjang dan kotor.”
H. PENGKAJIAN PSIKIATRIK
28. Konsep Diri
a. Gambaran diri
Ny A memiliki anggota tubuh lengkap, tidak cacat.
b. Harga diri
Ny. A berkata, “Saya nggak merasa malu dengan kondisi diri
saya.”
c. Ideal diri
Ny. A berkata, “Saya ingin selalu sehat.”
d. Identitas diri
Ny. A berkata, “Saya sebagai ibu rumah tangga, memiliki 2 orang
anak.”
29. Status Kesehatan Mental
a. Penampilan
Penampilan Ny. A tampak bersih, rambut tampak hitam, rapi, baju
tidak lusuh, wajah tampak berseri-seri nampak tidak ada beban.
b. Pembicaraan
Keluarga Ny. A berbicara dengan bahasa yang mudah dipaham,
intonasi jelas, dan mudah menjawab dengan baik pertanyaan yang
diajukan, tidak melenceng dari pertanyaan, dan terbuka pada
perawat.
c. Aktivitas motorik
Tidak ada aktivitas motorik berulang yang dilakukan oleh keluarga
Tn. S terutama Ny. A saat dilakukan pengkajian.
d. Alam perasaan
Ny. A berkata, “kalau tensi tinggi sama sakit biasanya munum obat
sama dibuat istirahat mbk.”
e. Afek
Afek sesuai, tidak ada afek abnormal yang ditunjukkan Ny. A dan
keluarga saat dilakukan pengkajian. Ekspresi yang ditunjukkan
selalu tepat, sesuai dengan apa yang dibicarakan dan cukup
ekspresif. Saat klien menceritakan penyakitnya klien tampak
cemas.
f. Interaksi selama wawancara
Keluarga Ny. A kooperatif, terbuka dengan perawat, dan tampak
antusias saat dikaji.

30. Pengkajian Resiko


Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A yaitu 17
(kecemasan ringan)

I. PEMERIKSAAN PENUNJANG
No Tanggal Pemeriksaan Hasil
1. 25 Juni 2018 Tekanan darah 150/100 mmHg
2. 26 Juni 2018 Tekanan darah 150/110 mmHg
3. 02 Juli 2018 Tekanan darah 150/100 mmHg
4. 03 Juli 2018 Tekanan darah 150/110 mmHg
5. 04 Juli 2018 Tekanan darah 150/90 mmHg
6. 05 Juli 2018 Tekanan darah 140/100 mmHg
7. 06 Juli 2018 Tekanan darah 150/90 mmHg
8. 07 Juli 2018 Tekanan darah 140/100 mmHg
9. 08 Juli 2018 Tekanan darah 140/90 mmHg

J. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PERAWAT


BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH YANG DIHADAPI
Ny. A berkata, “apa ya mbk, mungkin ngasih informasi mengenai cara-
cara mengatasi masalah hipertensi sama diabetes.”
K. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Tn. S Ny. A Sdr.W An.N

TD 130/80 mmHg 170/120 mmHg 110/80 mmHg -


Nadi 80x/menit 86x/menit 80x/menit 80x/menit
Pernapasan 18x/menit 18x/menit 16x/menit 16x/menit
BB 65 kg 55 kg 65 kg 34 kg
TB 165 cm 150 cm 170 cm 120 cm
Kepala Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- Bentuk kepala mesochepal - Bentuk kepala - Bentuk kepala mesochepal - Bentuk kepala mesochepal
- Tidak tampak pendarahan mesochepal - Tidak tampak pendarahan - Tidak tampak pendarahan
dan lesi - Tidak tampak dan lesi dan lesi
- Rambut pendek, beruban, pendarahan dan lesi - Rambut berwarna hitam, - Rambut berwarna hitam,
persebaran merata, bersih - Rambut berwarna hitam, pendek, hitam, persebaran pendek, hitam, persebaran
Palpasi : lurus, pendek, merata, bersih merata, bersih
- Tidak teraba benjolan persebaran merata, Palpasi : Palpasi :
- Tidak terdapat nyeri tekan bersih - Tidak teraba benjolan - Tidak teraba benjolan
Palpasi : - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat nyeri tekan
- Tidak teraba benjolan
- Tidak terdapat nyeri
tekan
Mata Inspeksi : Inpeksi : Inpeksi : Inpeksi :
- Mata simetris kanan dan kiri - Mata simetris kanan dan - Mata simetris kanan dan kiri - Mata simetris kanan dan kiri
- Tidak terdapat kotoran pada kiri - Tidak terdapat kotoran pada - Tidak terdapat kotoran pada
mata - Tidak terdapat kotoran mata mata
- Tidak terdapat lesi dan pada mata - Tidak terdapat lesi dan - Tidak terdapat lesi dan
memar pada kelopak mata - Tidak terdapat lesi dan memar pada kelopak mata memar pada kelopak mata
- Sklera tidak ikterik memar pada kelopak - Sklera tidak ikterik - Sklera tidak ikterik
- Konjungtiva merah muda mata - Konjungtiva merah muda - Konjungtiva merah muda
- Pembesaran pupil mata - Sklera tidak ikterik - Pembesaran pupil mata - Pembesaran pupil mata
kanan dan kiri sama - Konjungtiva merah kanan dan kiri sama kanan dan kiri sama
- Penglihatan baik muda - Penglihatan baik - Penglihatan baik
Palpasi : - Pembesaran pupil mata Palpasi : Palpasi :
- Tidak terdapat nyeri tekan kanan dan kiri sama - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat nyeri tekan
saat dilakukan palpasi pada - Penglihatan baik saat dilakukan palpasi pada saat dilakukan palpasi pada
kelopak mata Palpasi : kelopak mata kelopak mata
- Tidak terdapat benjolan pada - Tidak terdapat nyeri - Tidak terdapat benjolan - Tidak terdapat benjolan
kelopak mata tekan saat dilakukan pada kelopak mata pada kelopak mata
palpasi pada kelopak
mata
- Tidak terdapat benjolan
pada kelopak mata
Hidung Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- Lubang hidung kanan kiri - Tidak terdapat lesi pada - Tidak terdapat lesi pada - Tidak terdapat lesi pada
simetris hidung hidung hidung
- Tidak terdapat pendarahan, - Lubang hidung kanan dan - Lubang hidung kanan dan kiri - Lubang hidung kanan dan kiri
Tidak terdapat lesi kiri simetris simetris simetris
- Tidak tampak sekret - Tidak terdapat keluaran - Tidak terdapat keluaran - Tidak terdapat keluaran
- Tidak ada pernafasan cuping secret, sputum atau darah secret, sputum atau darah dari secret, sputum atau darah dari
hidung dari hidung hidung hidung
- Fungsi pembauan baik - Tidak ada pernafasan - Tidak ada pernafasan cuping - Tidak ada pernafasan cuping
Palpasi : cuping hidung, hidung, hidung,
- Tidak terdapat nyeri tekan saat - Fungsi pembauan baik - Fungsi pembauan baik - Fungsi pembauan baik
hidung dipalpasi Palpasi : Palpasi : Palpasi :
- Tidak terdapat benjolan pada - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat nyeri tekan
hidung saat hidung dipalpasi saat hidung dipalpasi saat hidung dipalpasi
- Tidak terdapat benjolan - Tidak terdapat benjolan pada - Tidak terdapat benjolan pada
pada hidung hidung hidung
Telinga Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- Ukuran telinga tidak terlalu - Ukuran telinga tidak - Ukuran telinga tidak terlalu - Ukuran telinga tidak terlalu
besar dan tidak terlalu kecil terlalu besar dan tidak besar dan tidak terlalu kecil besar dan tidak terlalu kecil
- Posisi simetris antara kanan terlalu kecil - Telinga kanan dan kiri - Telinga kanan dan kiri
dan kiri - Telinga kanan dan kiri simetris simetris
- Tidak terdapat lesi simetris - Tidak terdapat keluaran cairan - Tidak terdapat keluaran cairan
- Tidak tampak kotoran - Tidak terdapat keluaran atau darah dari telinga atau darah dari telinga
- Warna kulit sama seperti cairan atau darah dari - Warna kulit sama seperti - Warna kulit sama seperti
daerah sekitar telinga daerah sekitar daerah sekitar
- Fungsi pendengaran baik - Warna kulit sama seperti - Fungsi pendengaran klien - Fungsi pendengaran klien
Palpasi : daerah sekitar baik baik
- Tidak terdapat nyeri tekan saat - Fungsi pendengaran klien Palpasi : Palpasi :
telinga dipalpasi baik - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat nyeri tekan
- Tidak terdapat benjolan pada Palpasi : saat telinga dipalpasi saat telinga dipalpasi
telinga - Tidak terdapat nyeri tekan - Tidak terdapat benjolan pada - Tidak terdapat benjolan pada
saat telinga dipalpasi telinga telinga
- Tidak terdapat benjolan
pada telinga
Mulut dan Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Gigi - Gigi rapi berwarna putih - Bibir dan mukosa mulut - Bibir dan mukosa mulut - Bibir dan mukosa mulut
kekuningan lembab lembab lembab
- Keadaan mulut dan lidah - Mulut dan lidah bersih - Mulut dan lidah bersih - Mulut dan lidah bersih
bersih - Tidak terdapat karies gigi - Tidak terdapat pembengkakan - Tidak terdapat pembengkakan
- Tidak terdapat pembengkakan dan gigi berlubang gusi gusi
gusi - Tidak terdapat - Tidak terdapat karies gigi dan - Tidak terdapat karies gigi dan
- Tidak terdapat karies gigi dan pembengkakan gusi gigi berlubang gigi berlubang
gigi berlubang - Gigi putih dan rapi - Gigi putih dan rapi - Gigi putih dan rapi
- Mukosa bibir lembab - Fungsi pengecapan baik - Fungsi pengecapan baik - Fungsi pengecapan baik
- Fungsi pengecapan baik
Dada - - - -
Abdomen - Inspeksi: - -
- Tidak terdapat lesi dan
kemerahan
- Warna kulit sama seperti
daerah sekitar
- Bentuk perut sedikit
cembung
Palpasi :
- Tidak terdapat benjolan
- Tidak terdapat nyeri tekan
- Tidak ada massa
Perkusi :
- Terdengar bunyi timpani
Auskultasi :
- Terdengar bising usus 9
x/menit (normal)
Ekstremitas Atas Atas Atas Atas
Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan
- Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi
- Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema
- Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
- Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan
nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
Bawah Bawah Bawah Bawah
Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan - Tidak terdapat kelainan
- Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi - Tidak tampak lesi
- Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema
- Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5 - Kekuatan otot 5
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
- Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan - Tidak teraba benjolan dan
nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
Kulit Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
- CRT < 2 detik - CRT < 2 detik - CRT < 2 detik - CRT < 2 detik
- Warna kulit sawo matang - Warna kulit sawo matang - Warna kulit sawo matang - Warna kulit sawo matang
- Tidak terdapat lesi - Tidak terdapat lesi - Tidak terdapat lesi - Tidak terdapat lesi
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
- Turgor kulit elastis - Turgor kulit elastis - Turgor kulit elastis - Turgor kulit elastis
- Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema - Tidak terdapat edema
L. ANALISA DATA

No Hari, Tanggal Data Fokus Masalah Etiologi


1 Senin, 25 Juni DS : Ansietas pada Ny. A (00146) perubahan status kesehatan
2018 - Ny. A berkata,“Saya takut kalau mau tensi mbk, rasanya deg- (Tekanan darah tinggi)
deg an. Takut tensinya tinggi.”
- Ny. A berkata, “Saya ingin selalu sehat.”
- Ny A berkata, “Saya punya darah tinggi mbak, keluarga saya
tidak adak yang punya darah tinggi. Tensinya ya nggak mesti
mbak. Terakhir periksa 200 an.”

DO :
- Ny. A tampak cemas
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A yaitu 17
(kecemasan ringan)
- TD : 150/100 mmHg
2 Selasa, 25 Juni DS : Ketidakefektifan menejemen kesehatan : Kurang dukungan sosial dan
2018 Diit hipertensi (00078) keluarga ( kurang
- Ny. A berkata, “saya enggak minum obat penurun tensi setiap memeriksakan tekanan darah
hari mbk, saya minum obat kalau sakit aja. Saya juga nggak dan pola makan tidak dijaga
ada pantangan soal makan paling kadang-kadang ngurangi
garam pas masak tapi kadang yang lain enggak suka jadi
kadang enggak di kurangin. Saya kadang makan belimbing
mbk, sehari satu buah, kadang melon.”

Olahraga
- Ny. A berkata,”saya jarang olahraga mbk, paling jalan-jalan
keliling kompleks.”

Manajemen stress
- Ny. A berkata, “Kalau ada masalah ya saya ceritanya sama
bapak.”
- Ny. A berkata, “Ya kalau ada apa apa saling berkabar mbak,
apalagi masalah kesehatan, saling mengurus dan merawat.”
- Ny. A berkata, “kalau pusing minum obat sama istirahat mbk.”
Kontrol TD, konsumsi obat dan konsumsi obat herbal
- Ny. A berkata, “saya enggak minum obat penurun tensi setiap
hari mbk, saya minum obat kalau sakit aja. Saya juga nggak
ada pantangan soal makan paling kadang-kadang ngurangi
garam pas masak tapi kadang yang lain enggak suka jadi
kadang enggak di kurangin. Saya kadang makan belimbing
mbk, sehari satu buah, kadang melon.”

DO :
- TD 170/120 mmHg
- HR 86x/menit
- RR 18x/menit

M. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ansietas pada Ny. A b.d perubahan status kesehatan (tekanan darah tinggi)
2. Ketidakefektifan menejemen kesehatan : hipertensi pada Ny. A b.d Kurang dukungan sosial dan keluarga (Kurang
memeriksakan tekanan darah dan pola makan tidak dijaga
N. POHON MASALAH
Effect:
Terjadinya peningkatan tekanan
darah akibat kurang menjaga
pola makan dan tidak minum
obat tertatur menyebabkan
Effect : pusing dan kaku leher .
Kecemasan ringan

Core Problem:
Core Problem:
Ketidakefektifan menejemen
Ansietas
kesehatan : hipertensi

Causa: Causa:
Perubahan status kesehatan (takut Kurang memeriksakan tekanan
tekanan darah tinggi) darah dan menjaga pola makan
O. PRIORITAS MASALAH
Prioritas
No Tanggal Dx. Keperawatan Pembenaran TTD
Masalah
1 Senin, 25 Ansietas pada Ny. A b.d High Urgensi : Nur
Juni perubahan status kesehatan Masalah keperawatan ansietas pada Ny.A disebabkan oleh ketakutan jika terjadi
2018 (tekanan darah tinggi) perubahan status kesehatan. Ny.A mengatakan merasa takut jika mau ditensi karena takut
tensinya tinggi
Dampak:
Klien kadang berfokus kepada pikirannya tentang penyakit hipertensi dan ketakutannya.
Masalah ansietas ditempatkan pada prioritas tertinggi agar tidak menjadi masalah
keperawatan yang lain terkait manajemen kesehatan hipetensi. Kecemasan yang
berkepanjangan dan meningkat ke kecemasan berat pada klien akan mempengaruhi proses
perawatan hipertensi yang sedang dijalani Ny.A.
Kefektifan Intervensi:
Etiologi kecemasakn klien adalah ketakutan terhadap perubahan status kesehatan,
intervensi pendidikan kesehatan tentang hipertensi, relaksasi otot progresif dan teknik
relaksasi napas dalam akan mampu mengurangi kecemasan.
2 Senin, 25 Ketidakefektifan menejemen Medium Urgensi: Nur
Juni kesehatan : hipertensi pada Ny.A telah melakukan intervensi mandiri untuk menurunkan tekanan darah seperti minum
2018 Ny. A b.d Kurang dukungan jus belimbing, jus melon. Namun Ny.A jarang memeriksakan tekanan darah, tidak
sosial dan keluarga ( kurang menjaga pola makan, jarang olahraga.
memeriksakan tekanan Dampak:
darah dan pola makan tidak Terjadinya peningkatan tekanan darah akibat kurang menjaga pola makan dan jarang
dijaga) memeriksakan tekanan darah sehingga muncul keluhan tengkuk terasa kaku serta pusing.
Efektifitas Intervensi:
Intervesni yang akan dilakukan tidak berpengaruh secara signifikan terkait hipertensi yang
diderita klien, hipertensi membutuhkan perawatan yang secara terus menerus dan sangat
dipengaruhi oleh motivasi klien untuk mengontrol aktivitas.
P. RENCANA KEPERAWATAN
Tujuan Kode
No Dx. Keperawatan Intervensi TTD
Umum Khusus NIC
1 Ansietas pada Ny. A b.d Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan 5820 Anxiety Reduction Nur
perubahan status kesehatan keperawatan selama 2 minggu keperawatan selama 10x 1. Identifikasi tingkat kecemasan Ny.A
(tekanan darah tinggi) diharapkan Ny.A mengalami pertemuan dengan lama dengan menggunakan instrumen HARS
penurunan tingkat kecemasan pertemuan 60 menit diharapkan 2. Dorong Ny.A untuk mengungkapkan
(dari ringan menjadi tidak ada Ny.A : perasaan cemas dan takut yang dirasakan
kecemasan) dengan kriteria hasil a. Tekanan darah klien normal 3. Bantu Ny.A mengidentifikasi penyebab
sebagai berikut : antara rentang 120-140 kecemasan
a. Indeks HARS Ny.A kurang mmhg pada sistole dan 70-90 4. Berikan terapi massage kaki dengan
dari 14 (tidak ada kecemasan). pada diastole pemberian essential kenanga
b. Ny.A menyatakan kecemasan b. Klien melakukan kontrol 5. Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
yang dirasakan berkurang. tekanan darah dengan
melakukan pemeriksaan Teaching: Disease Process
tekanan darah minimal 1 kali 5607 1. Berikan pendidikan kesehatan tentang
dalam sebulan pengertian, penyebab, tanda dan
komplikasi hipertensi
2. Berikan pendidikan kesehatan tentang
cara perawatan hipertensi
3. Berikan pendidikan kesehatan tentang
makanan yang dapat menurunkan
tekanan darah
4. Menganjurkan klien mengkonsumsi
makanan yang dapat menurunkan
tekanan darah
5. Menganjurkan klien untuk melakukan
jalan-jalan sehat dan melakukan senam
minimal 1 kali dalam 1 bulan
2 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan Setelah 5618 Teaching: Procedural (Pola Makan) Nur
menejemen kesehatan : keperawatan selama 2 minggu dilakukan tindakan keperawatan 1. Kaji kemampuan Ny.A dalam memilih
hipertensi pada Ny. A b.d manajemen kesehatan Ny.A selama 10x pertemuan dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari
Kurang dukungan sosial terkait hipertensi efektif dengan lama pertemuan 60 menit 2. Kaji kemampuan klien dalam
dan keluarga (kurang kriteria hasil sebagai berikut: diharapkan : menyedikan bahan dan mengolah
memeriksakan tekanan 1. Tekanan darah sistol dan 1. Pengetahun Ny.A tentang makanan yang dikonsumsi
darah dan pola makan tidak diastol mengalami penurunan hipertensi baik dengan 3. Bantu Ny.A mengidentifikasi indikasi
dijaga) 10 mmHg kriteria hasil : dan kontraindikasi serta efektifitas
2. Ny. A mampu melakukan diit a. Ny. A mampu herbal yang dikonsumsi
hipertensi (konsumsi garam  menjelaskan 1 4. Motivasi klien untuk mengkonsumsi
1 sendok teh) pengertian hipertensi obat herbal
3. Ny.A mampu melakukan b. Ny. A mampu
menajemen aktivitas dan tidak menyebutkan 5 dari 6 5607 Teaching: Disease Process
mengalami kelelahan penyebab hipertensi 1. Berikan pendidikan kesehatan tentang
c. Ny. A mampu pengertian, penyebab, pencegahan dan
menyebutkan 6 dari 8 jenis pengobatan herbal pada hipertensi
cara pencegahan 2. Berikan pendidikan kesehatan tentang
hipertensi diit hipertensi (konsumsi garam  1
d. Ny. A mampu sendok teh)
menyebutkan 3 dari 5 3. Berikan pendidikan kesehatan tentang
jenis pengobatan herbal manejemen kesehatan untuk
hipertensi memeriksakan tensi secara rutin
4. Anjurkan klien untuk mengontrol
aktivitas dan meningkatakan istirahat
5. Pantau aktivitas klien setiap hari
6. Ajarkan klien untuk melakukan massage
kaki dengan pemberian essential oil
untuk menurunkan tekanan darah
1100
Nutrition Management
1. Anjurkan klien untuk mematuhi diit
hipertensi
2. Pantau jenis konsumsi makanan klien

Vital Sign Monitoring


6680 1. Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan
dan suhu
2. Monitor warna dan kelembaban kulit

1.
5230
Q. CATATAN PERKEMBANGAN
HARI/
NO. DX WAKTU TINDAKAN EVALUASI FORMATIF TTD
TANGGAL
Senin, 25 1,2 16.00 WIB Membina hubungan saling percaya dengan S : Ny. A berkata, “Iya mbak, saya bersedia.” Nur
Juni 2018 klien dan keluarga O : Ny. A terlihat senyum dan menyambut hangat
A : Masalah teratasi
P:
- Monitor tekanan darah secara berkala
- Kaji tingkat kecemasan klien, aktivitas klien dan
kebiasaan klien terkait diit hipertensi
1,2 16.10 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Iya mbak, silahkan ditensi.” Nur
O : TD 150/100 mmHg
A : Masalah belum teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1,2 16.15 WIB Mengkaji tingkat kecemasan klien, aktivitas S: Nur
klien dan kebiasaan klien terkait diit - Ny. A berkata, “ merada deg-deg an ketika kan mau
hipertensi ditensi”
- Ny. A berkata, “ saya takut kalau tensinya tinggi.
Makanya saya jarang periksa mbk “
- Ny. A berkata, ” kadang-kadang mbk kalau masak
garamnya saya kurangi tapi bapak sama anak-anak
bilang masakannya kurang enak”
- Ny. A Berkata, “ kalau gorengan susah setiap hari makan
mbk”
- Ny. A berkata, “ saya tidur mbk kalau pusing. Kadang-
kadang suka makan belimbing, melon, kadang seledri.”

O:
- Ny. A tampak cemas
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 14 (kecemasan ringan)
A : Masalah belum teratasi
P:
- Berikan pendidikan kesehatan terkait hipertensi
- Ajarkan relaksasi dengan terapi massage kaki dengan
pemberian essential oil kenanga
- Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
- Anjurkan klien untuk meningkatkan istirahat
29 Juni 1,2 16.00 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “ saya takut tensinya tinggi mbk.” Nur
2018 O : TD 150/100 mmHg
A : Masalah belum teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 16.05 WIB Mengkaji kecemasan klien S : Ny. A berkata, “udah lumayan ndak takut kalau di tensi Nur
mbk. sekarang saya kalau takut langsung tarik napas dalam
biar rileks.”
O:
- Ny. A tampak cemas
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 14 (kecemasan ringan)
A : Masalah belum teratasi
P:
- Ajarkan relaksasi dengan terapi massage kaki dengan
pemberian essential oil kenanga
- Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
1 16.40 WIB Menganjurkan klien untuk rileks dan tenang S : Ny. A berkata, “Iya mbak, saya juga kalo lagi pusing Nur
serta meningkatkan istirahat langsung tak buat istirahat. Tidur biar badannya enakan.”
O : Ny. A tampak kooperatif
A : Masalah belum teratasi
P : Monitor aktivitas klien
02 Juli 2018 1,2 16.00 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak silahkan ditensi. Saya abis mandi Nur
ini mbak.”
O : TD 150/100 mmHg
A : Masalah belum teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 16.03 WIB Mengajarkan terapi massage kaki dengan S : Ny. A berkata, “rasanya enak dan rileks habis di pijat mbk, Nur
pemberian essential oil kenanga wangi kenanganya juga enak.. saya akan coba setiap hari mbk
biar tensi saya turun ”
O:
- Kien tampak rileks dan nyaman
- Klien kooperatif dan antusias
TD : 140/90 mmHg
A : Masalah teratasi
P : Monitor pelaksanaan massage kaki dengan pemberian
essential oil kenanga
2 16.05 WIB Memberikan pendidikan kesehatan pengertian, S: Nur
penyebab, tanda gejala, pencegahan, - Ny. A berkata, “Iya mbak, monggo untuk
komplikasi dan penanganan herbal hipertensi disampaikan.”
kepada Ny. A - Ny. A berkata, “Saya masih sering makan gorengan
sama kadang-kadang mengurangi garam kalau masak.”
- Ny. A berkata, “Paham mbak. Nanti saya simpen ini
kertasnya biar inget.”
O:
- Klien tampak memperhatikan penjelasan
- Klien tampak kooperatif
- Klien tampak memahami materi terkait hipertensi
- Klien dapat menyebutkan pengertian, penyebab,
komplikasi, cara pencegahan dan jenis obat herbal
hipertensi
A : Masalah teratasi
P : Lakukan evaluasi pengetahuan tentang hipertensi
1 16.20 WIB Mengkaji kecemasan klien S: Nur
- Ny. A berkata, “kadang-kadang masih takut kalau di
tensi”
- Ny. A berkata, “ saya coba tarik napas dalam yang
diajarin mbk kemarin kalau takut”
O:
- Klien tampak lebih rileks
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 8 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah belum teratasi
P : Monitor kecemasan klien
03 Juli 2018 1,2 16.00 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak silahkan ditensi. Nur
O : TD 150/110 mmHg
A : Masalah belum teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala

2 16.05 WIB Menganjurkan klien untuk konsumsi makanan S: Nur


atau minuman yang dapat menurunkan - Ny. A berkata, “Tadi senam terus siang ini mau pergi
tekanan darah minimal 2 kali dalam seminggu ke bawah.”
- Ny. A berkata, “Iya mbak, sekarang siang pun kalau
ada waktu saya buat tiduran.”
O : Ny. A tampak kooperatif
A : Masalah belum teratasi
P : Monitor aktivitas klien
1 16.07 WIB Mengkaji kecemasan klien S : Ny. A berkata, “Alhamdulilah ndak ada keluhan mbak.” Nur
O:
- Klien tampak lebih rileks
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 5 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah belum teratasi
P : Monitor kecemasan klien
1 16.10 WIB Mengevaluasi massage kaki dengan S: Nur
pemberian essential oil kenanga - Ny. A berkata, “enak mbk kemarin habis di pijat, tidurnya
jadi enak dan pulas?”
- Ny. A berkata, “ saya ingetnya ada 5 gerakan mbk,
tujuannya untuk menurunkan tekanan darah”
O : Ny. A tampak kooperatif
TD : 150/100 mmHg
A : Masalah teratasi
P : Evaluasi pelaksanaan terapi massage kaki dengan pemberian
essential oil
04 Juli 1,2 16.15 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak, monggo-monggo ditensi.” Nur
2018 O : TD 150/90 mmHg
A : Masalah belum teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 16.20 WIB Mengkaji kecemasan klien S: Nur
- Ny. A berkata, “Sekarang dah santai mbak, dibuat
seneng. Alhamdulillah. Semua dijaga, makan olahraga
istirahat juga, biar tetep aman mbak.”
- Ny. A berkata, “Sekarang kan jadi rutin senam, terapi
yang relaksasi sama terapi yang lainnya. Jadi lebih rileks
sekarang.”
O:
- Ny. A tampak rileks dan senang
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 4 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
1 16.25 WIB Mengevaluasi terapi massage kaki dengan S : Ny. A berkata, “saya tadi malam coba sambil nonton tv Nur
pemberian essential oil kenanga mbk, badan jadi enak”
O : Ny. A dapat mempraktekkan terapi massage kaki dengan
pemberian essential oil kenanga secara mandiri
A : Masalah teratasi
TD : 140/80 mmHg
P : Evaluasi pelaksanaan terapi massage kaki dengan essential
oil kenanga
05 Juli 2018 1,2 15.30 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak, ditensi. Tadi saya abis minum jus Nur
seledri mbk. saya takut tensinya tinggi lagi”
O : TD 140/100 mmHg
A : Masalah teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 15.35 WIB Mengkaji kecemasan klien S : Ny. A berkata, “Alhamdulilah baik mbak.” Nur
O:
- Ny. A tampak rileks dan senang
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 4 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
2 15.38 WIB - Menganjurkan klien untuk rileks, S: Nur
tenang dan meningkatkan istirahat - Ny. A berkata, “Iya mbak.”
- Memantau klien untuk menjaga diit - Ny. A berkata, “Sekarang juga kalo pake garem dikit
hipertensi (konsumsi garam  1 sendok mbak, sepucuk sendok teh. Sudah tak kurangi.”
teh) O : Ny. A tampak kooperatif
A : Masalah teratasi
P : Monitor konsumsi garam klien
1,2 16.00 WIB Mengevaluasi terapi massage kaki dengan S : Ny. A berkata, “ iya mbk, pijat lagi ya.” Nur
pemberian essential oil kenanga O:
- Klien tampak kooperatif
- Klien mampu melakukan terapi pijat secara mandiri
A : Masalah belum teratasi
TD : 130/90 mmHg
P : Evaluasi pelaksanaan terapi pijat dengan pemberian
essential oil kenanga
1,2 15.30 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak, ditensi.” Nur
O : TD 150/90 mmHg
06 Juli 2018
A : Masalah teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 15.33 WIB Mengkaji kecemasan klien S : Ny. A berkata, “Alhamdulilah baik mbak.” Nur
O:
- Ny. A tampak rileks dan senang
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 4 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
1 15.35 WIB Mengevaluasi terapi massage kaki dengan S: Nur
pemberian essential oil kenanga - Ny. A berkata, “tadi malam coba pijat sambil nonton
tv, alhamdulillah tidurnya nyenyak mbk “
O : Ny. A dapat mempraktekkan terapi secara mandiri
A : Masalah teratasi
TD : 140/80 mmHg
P : Evaluasi pelaksanaan terapi massage kaki dengan pemberian
essential oil kenanga
2 15.55 WIB Menganjurkan klien untuk rileks, tenang dan S: Nur
meningkatkan istirahat - Ny. A berkata, “Iya mbak.”
Memantau klien untuk menjaga diit hipertensi - Ny. A berkata, “Sekarang sudah saya kurangi, kurang
(konsumsi garam  1 sendok teh) satu sendok teh garamnya mbk.”
O : Ny. A tampak kooperatif
A : Masalah teratasi
P : Monitor konsumsi garam klien
1,2 09.30 WIB Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak, ditensi.” Nur
07 Juli 2018
O : TD 140/100 mmHg
A : Masalah teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1 09.33 WIB Mengkaji kecemasan klien S : Ny. A berkata, “Alhamdulilah baik mbak.” Nur
O:
- Ny. A tampak rileks dan senang
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A
yaitu 4 (tidak ada kecemasan)
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
2 09.35 WIB Mengevaluasi pelaksanaan terapi massage S: Nur
kaki dengan pemberian essential oil kenanga - Ny. A berkata, “ pijat lagi ya”
O:
- klien tampak antusias
- klien tampak kooperatif
- klien dapat mempraktekan terapi secara mandiri
A : Masalah teratasi
TD : 130/90 mmHg
P : evalusi pelaksanaan terapi massage kaki dengan pemberian
essential oil kenanga
1,2 10.00 Melakukan pemeriksaan tekanan darah Ny. A S : Ny. A berkata, “Ya mbak, ditensi.”
O : TD 140/90 mmHg
08 Juli 2018
A : Masalah teratasi
P : Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala
1,2 10.05 Mengevaluasi pelaksanaan terapi massage S:
kaki dengan pemberian essential oil kenanga - Ny. A berkata, “ Hari ini terakhir di pijat ya mbk”
O:
- klien tampak antusias
- klien tampak kooperatif
- klien dapat mempraktekan terapi secara mandiri
A : Masalah teratasi
TD : 130/80 mmHg
P : evalusi pelaksanaan terapi massage kaki dengan pemberian
essential oil kenanga
R. EVALUASI SUMATIF

DIAGNOSA KEPERAWATAN EVALUASI SUMATIF TTD

Ansietas pada Ny. A b.d perubahan S: Nur


status kesehatan (tekanan darah tinggi) - Ny. A berkata, “Sekarang kan jadi rutin senam sama jalan-jalan pagi mbk, terapi yang
relaksasi sama terapi yang lainnya. Jadi lebih rileks sekarang.”
- Ny. A berkata, “Inget mbak insyaAllah. Tarik napas terus bilang Astagfirullah”
O:
- Ny. A dapat mempraktekkan terapi massage kaki dengan pemberian essential oil kenanga
- Ny. A tampak kooperatif
- Berdasarkan pengkajian skala HARS skore Ny. A yaitu 4 (tidak ada kecemasan)
- Ny. A tampak rileks dan tenang
A : Masalah teratasi
P:
- Anjurkan klien untuk melakukan terapi massage kaki dengan pemberian essential oil kenanga
- Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
Ketidakefektifan menejemen kesehatan : S: Nur
hipertensi pada Ny. A b.d Kurang - Ny. A berkata, “Sekarang juga kalo pake garem dikit mbak, sepucuk sendok teh. Sudah tak
dukungan sosial dan keluarga ( kurang kurangi.”
memeriksakan tekanan darah dan pola - Ny. A berkata, “Saya makan 2 belimbing setiap hari. Kadang saya ganti sama yang lain kayak
makan tidak dijaga) timun sama seledri”
- Ny. A berkata, “Paham mbak. Nanti saya simpen ini kertasnya biar inget.”
O:
- TD 140/90 mmHg
- Klien dapat menyebutkan pengertian, penyebab, komplikasi, cara pencegahan dan jenis obat
herbal hipertensi
- Ny. A tampak kooperatif
A : Masalah teratasi
P:
- Anjurkan klien untuk menjaga diit hipertensi (konsumsi garam  1 sendok teh)
- Anjurkan klien untuk rutin minimal 1 bulan sekali melakukan pemeriksaan tekanan darah di
posyandu, dokter, puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya
S. RENCANA TINDAK LANJUT
PENANGGUNG
DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAK LANJUT SASARAN
JAWAB
- Anjurkan klien untuk melakukan massage kaki dengan
Ansietas pada Ny. A b.d perubahan
pemberian essential oil kenanga setiap hari selama 10
status kesehatan (tekanan darah tinggi) Ny. A Ny. A
menit setiap hari
- Anjurkan klien untuk rileks dan tenang
- Anjurkan klien untuk mengontrol aktivitas dan
meningkatakan istirahat
Ketidakefektifan menejemen kesehatan - Anjurkan klien untuk menjaga diit hipertensi (konsumsi
: hipertensi pada Ny. A b.d Kurang
dukungan sosial dan keluarga ( kurang garam  1 sendok teh) Ny. A Ny. A
memeriksakan tekanan darah dan pola - Anjurkan klien untuk rutin minimal 1 bulan sekali
makan tidak dijaga) melakukan pemeriksaan tekanan darah di posyandu,
dokter, puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya