Anda di halaman 1dari 2

NOTA KEBERATAN

Atas Nama Terdakwa


Gitari Ananda binti memed mamat

Majelis Hakim yang Mulia


Penuntut Umum yang kami hormati
sidang yang kami muliakan

Adapun keberatan kami terhadap surat dakwaan yang diajukan oleh penuntut umum adalah
sebagai berikut :

1. KOMPETENSI RELATIF

Bahwa surat dakwaan penuntut umum yang menyatakan pengadilan jakarta pusat yang berhak
mengadili tidak dapat dibenarkan karena berdasarkan pasal 84 KUHAP sesuai berkas perkara
penyidik , dapat digambarkan bahwa locus delicti tindak pidana berada di Rumah Sakit Pondok
Indah Jakarta Selatan.Yang dalam hal ini daerah tersebut masih dalam daerah hukum Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan, karena akibat yang ditimbulkan dari kasus Penganiayaan yang diajukan
oleh Penuntut Umum tempat akibat yang menimbulkan korban meninggal dunia di RS.Pondok
Indah, Jakarta Selatan. maka pengadilan yang bewenang memeriksa dan mengadili perkara
terdakwa, ialah Negri Jakarta Selatan.

2. ERROR IN PERSONA

Tidak dapat diterimanya Surat Dakwaan Penuntut Umum karena salah dan keliru dalam
menentukan Terdakwa (Error In Persona) Berdasarkan poin-poin dari surat dakwaan, dapat
terlihat bahwa terdakwa bukanlah orang yang membunuh Mega Safitri tetapi Valeriana
Yustisia, yang menendang bagian perut Mega Safitri setelah itu Mega Safitri Terdorong hingga
jatuh terguling guling ditangga , dari tangga lantai 4, hingga tangga lantai 3.

3. TIDAK CERMAT, TIDAK JELAS, TIDAK LENGKAP (OBSCUUR LIBEEL)


.
Bahwa Surat Dakwaan yang dibuat oleh pihak Jaksa Penuntut Umum tidak dibuat dengan tidak
penuh ketelitian dan kurang cermat, tidak kehati-hatian dan juga tidak disertai ketajaman dan
ketangguhan. Dalam Surat Dakwaan, seharusnya Jaksa Penunt Umum tidak menggunakan Pasal
170 ayat (1) KUHP Dikarenakan didalam surat dakwaan tersebut tidak secara lengkap memenuhi
unsur-unsur pasal di dalam dakwaan penuntut umum dan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
bagian ke-II, pasal 170 ayat (1) KUHP tidaklah memenuhi unsur Dengan Terang-terangan
dalam kronologi tersebut tidaklah terdapat delik Dengan terang terangan.
Maka dengan segala kerendahan hati, kami memohan kepada Majelis Hakim yang terhormat,
kiranya dapat menjatuhkan putusan sela dengan amar, sebagai berikut:

1. Menerima dan mengabulkan nota keberatan penasehat Hukum. TERDAKWA seluruhnya.


2. Menyatakan TERDAKWA tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak
penganiayaan berakibat kematian .
3. Membebaskan TERDAKWA dari dakwaan
4. Memulihkan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya dalam
keadaan semula.
5. Membebankan seluruh biaya perkara kepada negara :

Majelis Hakim Yang Kami Hormati :

“EX AEQUO ET BONO MERITO JUTITIA”


Apabila yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain, maka demi keadilan kam memohon agar
diberikan putusan yang seadil-adilnya

Hormat kami, Kuasa Hukum Terdakwa cukup Yang Mulia