Anda di halaman 1dari 2

metabolisme yang paling sering diderita kesempatan mengikuti berbagai

manusia. Masyarakat sendiri tidak kegiatan social. Pembiayaan sehari-


menganggap obesitas sebagai suatu hari untuk baju dan makanan lebih
penyakit, tetapi justru sebagai sesuatu besar daripada oang normal. Dapat
yang wajar. pula muncul persoalan dalam
 Bahkan karena ketidaktahuan hubungan sex dan pada anak kecil
menganggap obesitas sebagai pertanda sering ditemukan persoalan
kemakmuran. Indikator obesitas yang identifikasi diri.
sering dipakai adalah Body Mass Indeks  Bagi si gemuk sendiri dapat timbul
(BMI, atau IMT Indeks Massa Tubuh) rasa rendah diri, rasa tertekan serta
dengan BMI >27 kg/m2 untuk laki-laki keputusasaan dan hal ini
dan >25kg/m2 untuk wanita. menimbulkan keinginan yang besar
untuk menjadi tidak gemuk yang
Rumus BMI : BB (dalam Kg) tampak dari kesediaannya untuk
TB2 (dalam meter)
menjalani segala macam diet.

Resiko Obesitas  Resiko medis


 Resiko psikososial Orang gemuk cenderung sering sakit,
Klinik Kedokteran Keluarga  Obesitas memberikan hambatan- semakin gemuk semakin sering sakit. Resiko
IKM-KP FK UNDIP hambatan fisik, social dan budaya. yang meningkat dengan adanya kegemukan
Koas IKM
Semarang 2006 Orang gemuk mempunyai banyak antara lain adalah :
 Obesitas atau lebih dikenal sebagai kesulitan dalam melakukan aktivitas  Angka kematian
kegemukan merupakan kelainan fisik sehingga mengurangi
Penelitian di luar negeri menyebutkan bahwa Dengan gejala berat berupa obesitas berat, pada central serotoninergic pathway. Tetapi
angka kematian orang gemuk beberapa kali somnolensia (kesadaran berkurang), edema obat untuk menurunkan berat badan tersebut
lebih tinggi dari orang normal. Angka (bengkak), kelainan nafas berat. masih menjadi perdebatan dikalangan para
kematian yang lebih tinggi tersebut  Batu empedu ahli.
dikarenakan peninggian insidensi diabetes Batu empedu lebih banyakterjadi pada
mellitus, hipertensi, penyakit jantung, dan populasi orang gemuk daripada normal.
stroke.  Resiko pada kehamilan
 Diabetes Mellitus
Orang gemuk mempunyai resiko menderita Pengelolaan obesitas
diabetes mellitus 4 kali lebih besar dari orang
Dibagi menjadi:
normal
 Pengelolaan non farmakologis:
 Hipertensi
 Perencanaan makan: disarankan
Orang gemuk mempunyai resiko menderita
untuk mengurangi jumlah makanan
hipertensi 10 kali lebih besar dari orang
dan tidak dengan diet yang sangat
normal.
ketat bahkan puasa total
 Penyakit jantung
 Latihan jasmani: dianjurkan untuk
Kegemukan dapat menyebabkan kematian
melakukan olahraga secara teratur,
mendadak, angina pectoris (rasa sakit sekali
khususnya untuk jenis aerobic, seperti
di dada kiri), payah jantung, dan penyakit
jogging, lari, berenang.
jantung koroner.
 Pengelolaan farmakologis:
Biasanya dengan menggunakan obat yang
Wayan 00, Ulfa 01
mengurangi nafsu makan, seperti golongan
 Hipoventisai alveolar
cathecolamine anorectic dan yang bekerja