Anda di halaman 1dari 17

FORMULA

I. Formula Asli

Zakidon® Suspensi

II. Rancangan Formula

Tiap 5 mL mengandung :

Domperidon 5 mg

Na CMC 1%

Gliserin 20 %

Nat. Benzoat 0,02 %

Aquadest ad 100 %

III. Master Formula

Nama Produk : Zakidon® 60 mL

Jumlah Produk : 6 botol @suspensi

Tanggal Formula : 28 Desember 2018

Tanggal Produksi : 28 Januari 2019

No. Registrasi : DKL 1817101833 A1

No. Batch : A1 1018


Produksi Zakidon® Suspensi
PT. ZAKIA Tgl. Formula : 28 Dibuat : PT. ZAKIA
FARMA Desember 2018 FARMA
Makassar- Tgl. Produksi : 28 Januari
Disetujui : Pahad Abdullah
indonesia 2019
Nama
Kode bahan Kegunaan Perdos Perbatch
bahan
001 – DMP Domperidon Zat aktif 60 mg 0,36 g
002 – Na CMC Na CMC Pensuspensi 0,6 g 3,6 g
003 – GSN Gliserin Pemanis & 12 g 72 g
Pembasah
004 – MTPN Nat. Pengawet 0,012 g 0,072 g
Benzoat
005 – AQD Aquadest Pelarut 100 ml 100 ml

IV.Dasar Formula

Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari dua fase yaitu

fase kontinyu atau eksternal biasanya berupacairan atau semi padat dan fase

terdispersi atau internal. Terdiri dari bahan poshtikular yang tidak larut tetapi

terdispersi dalam fase kontinyu bahan ditujukan untuk absorpsi fisiologi

fungsi penyaluran internal dan eksternal (Lachman II : 986).

Suspensi adalah proses penyimpanan homogen yang terdiri dari dua

fase terdispersi atau fase internal yaitu padatan dan fase kontinyu yaitu

cairan (DOM Martin : 537).

Suspensi dibuat karena obat-obat tertentu tidak stabil secara kimia

bila ada dalam larutan tapi stabil bila disuspensi. Dalam hal seperti ini

suspense oral menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan terapi dengan


cairan. Untuk banyak pasien karena bentuk cair lebih disukai ketimbang

bentuk padat (tablet atau kapsul dari obat yang sama) karena mudahnya

menelan cairan dan keluwesan dalam pemberian dosis, pemberian lebih

mudah serta lebih mudah untuk memberikan dosis yang relative sangat

besar, aman, mudah diberikan untuk anak-anak, juga mudah diatur

penyusaian dosisnya untuk anak-anak (Ansel : 355).

Mual seringkali diartikan sebagai keinginan untuk muntah atau gejala

yang dirasakan di tenggorokan dan di daerah sekitar lambung, yang

menandakan kepada seseorang bahwa ia akan segera muntah, sedangkan

muntah diartikan sebagai pengeluaran isi lambung melalui mulut yang sering

kali membutuhkan dorongan yang sangat kuat (ISO Farmakoterapi : 378).

Muntah pada umumnya didahului oleh rasa mual (nausea) yang

bercirikan muka pucat, berkeringat, liur berlebihan, tachycardia dan

pernapasan tidak teratur (OOP : 280)

Mekanisme muntah pada saat ini lambung mengendur dan di usus

halus tumbuh aktifitas anti pristaltik yang menyalurka isi usus halus bagian

atas ke lambung. Gejala-gejala tersebut kemudian disusul oleh menetapnya

glottis (bagian pangkal tenggorokan), nafas ditahan, katup oesopagus dan

lambung merelaksasi akhirnya timbul kontraksi ritmis dari diafragma serta

otot-otot pernapasan disusun oleh lambung memuntahkan isinya

(OOP : 280).
Domperidone merupaka derivate Benzeimidazolinon ini berkhasiat

antiemetesi berdasarkan perintah reseptor dopamine di CTZ (Chemo Trigger

Zone) beserta stimulasi peristaltic dan pengosongan lambung, pada keadaan

normal pengosongan lambung dimulai rata-rata 35 menit sesudah makan.

Senyawa benzinimida zolinion ini adalah propalsiun yang berkhasiat

menstimulasi pristaltik dan pengosongan lambung. Disamping itu juga

berdaya antiemetic. Digunakan pada reflex esopfagus dan pada mual dan

muntah akibat kemoterapi dan pada migran tidak mutasi sawar darah, otak

dan jantung menimbulkan sedasi atau efek ekstramida (OOP : 285).

Domperidone merupakan antagonis reseptor dopamine D 2. Di Asia

dan Eropa, domperidone telah lama dugunakan sebagai prokinetik dan

antiemetic (Michael, Vincencius, 2016).

Domperidone di absorpsi secara oral dengan biovailabilitas tinggi.

Obat ini juga mengalami eliminasi lintas pertama (first pass metabolism) saat

melewati hati dan saluran cerna. Waktu paruh (T 1/2) domperidone sekitar 7-

12 jam dan sebagian besar diekskresikan melalui ginjal

(Michael, Vincencius, 2016).

Domperidone dianjurkan pada terapi tukak lambung dengan jalan

menghindarkan refluks empedu dari duodenum ke lambung. Obat ini juga

digunakan pada reflux-Oesophagitis untuk mencegah pengaliran kembali

dari asam lambung ke tenggorokan (OOP : 255).


V. Alasan Penggunaan Bahan

1. Domperidon (Zat aktif)

Menurut Ditjen POM (2006), Zat aktif adalah tiap bahan atau

campuran bahan yang akan digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi

dan apabila digunakan dalam pembuatan obat menjadi zat aktif obat

tersebut.

Senyawa benzinimida zolinion ini adalah propalsiun yang berkhasiat

menstimulasi pristaltik dan pengosongan lambung. Disamping itu juga

berdaya antiemetic. Digunakan pada reflex esopfagus dan pada mual dan

muntah akibat kemoterapi dan pada migran tidak mutasi sawar darah, otak

dan jantung menimbulkan sedasi atau efek ekstramida (OOP : 285).

Efek samping yang sering terjadi antara lain nyeri kepala, rasa haus,

mulut kering, diare, kram perut, dan kemerahan kulit. Pada pasien dengan

kondisi tertentu seperti riwayat aritmia jantung (Takiaritmia dan pemajangan

interval QT) dan pengguna onbat antiaritmia, efek samping yang perlu

diwaspadai yaitu pemajangan interval QT pada elektrokadiografi, sehingga

dapat memicu Torsades de Pointes atau aritmia lain. Mengingat efek ini

mengancam nyawa, Food and Drug Administration (FDA) menarik

domperidone dari pasar obat tahun 2014. Sebenarnya efek samping

membahayakan tersebut muncul pada penggunaan domperidone dosis tinggi

inravena pada penderita kanker. Health Canada’s Vigilance Program telah

mengonfirmasi bahwa sepanjang tahun 1965 hingga tahun 2011 tidak


ditemukan lapiran kematian berkaitan dengan kasus jantung pada wanita

yang mengkomsumsi domperidone. Saat ini Health Canada menyarankan

dosis harian domperidone tidak melebihi 30 mg/hari. Efek samping lain yang

jarang yaitu efek ekstrapiramidal (dystonia, akathisia, sindrom Parkinson) dan

neuropsikiatri, karena domperidone tidak dapat menembus sawar darah otak

(Michael, Vincencius, 2016).

Dosis 3–4 dd, 10-20 mg O.C= anak anak 3-4 dd 0,3 mg/kg. rektal anak

anak sampai 2 tahun 2-4 dd 10 mg (OOP : 285).

2. Na CMC (pensuspensi)

Pada sediaan suspensi bahan pensuspensi harus digunakan untuk

mempertahankan proses pengendapan sehingga keseragaman dosis dapat

diukur untuk mencegah terjadinya endapan dari suatu massa zat yang sukar

terdispersi kembali dan untuk mencegah penggumpalan dari bahan bahan

resin atau lemah. Bahan pensuspensi ini bekerja dengan cara meningkatkan

viskositas cairan, hingga kecepatan sedimentasi dan fase padatan

berbanding terbalik terhadap medium suspense atau sifat hidrovilik pada

partikel (Scoville’s : 300).

Sodium carboximethycelulosa, CMC, CUM selulosa adalah

karboksimetil eter selulosa tersedia dalam 4 jenis viskositas = rendah,

menengah, tinggi dan sangat tinggi, Na CMC larut dalam air panas maupun

dingin untuk menambah kekentalan pada larutan dengan sifat yang sama
seperti metilselulosa. Na CMC jernih, tidak berwarna dan tidak digunakan

dalam konsentrasi 0,5-2,0 % (Scovilles : 305).

Zat pensuspensi yang menambah viskositas biasanya diperlukan

sebagai suatu penambah, zat zat ini menahan pengendapan dan

penggumpalan partikrl partikrl dengan berfungsi sebagai pembatas energi

yang mengurangi tarik menarik antar partikel dan agregasi akhir. Beberapa

zat pensuspensi yang pearch digunakan secara luas dalam formulasiadalah

natrium karbixilcelulosa (Na CMC) (Lachman II : 1006).

3. Natrium Benzoat (Pengawet)

Pengawet antijamur digunakan dalam preparat cairan, dan preparat

setengah padat untuk mencegah pertumbuhan jamur, seperti asam

benzoate, natrium benzoate (Ansel : 145).

Natrium benzoate digunakan terutama sebagai pengawet antimikroba

dalam kosmetik, makanan, dan farmasi. Ini digunakan dalam konsentrasi

0,02-0,5% dalam obat-obatan oral, 0,5% dalam produk parenteral dan 0,1-

0,5% pada kosmetik. Kegunaan natrium benzoate sebagai pengawet dibatasi

oleh pH yang sempit (Excipient : 627).

Aktivitas antimikroba benzoate memiliki sifat bakteriostatik dan

antijamur yang dikaitkan dengan adonan benzoate yang tidak terdisosiasi,

maka kemanjuran pengawet paling baik dilihat dalam larutan asam pH 2-5

(Excepient : 627).

4. Aquadest (Pelarut)
Air adalah sumber untuk banyak kehidupan dan air aman digunakan

untuk formulasi dan farmasi (Excipient : 769).

Air sangat luas digunakan sebagai bahan baku, bahan dan pelarut

dalam proses formulasi dan pembuatan produk farmasi, zat aktif dan

intermediet dan reagen analisis (Excipient : 766).

Kesulitan yang banyak ditemui yang merupakan factor yang amat

penting dalam formulasi suspense adalah pembasah fase padat oleh medium

suspense secara difusi, suspense pada pokoknya adalah suatu system yang

tidak dapat bercampur tetapi untuk keberadaannya suspense memerlukan

beberapa derajat kompabilitas dan pembasah bahan bahan tersuspensi

dengan baik sangat penting dalam pencampuran akhir (Lachman II : 986).

5. Gliserin (Pemanis dan pembasah)

Pemanis atau zat pemanis digunakan untuk memaniskan suatu

preparat (Ansel : 147).

Pembasah adalah suatu surfaktan yang biasa dilarutkan dalam air.

Menurunkan sudut kontak baru dan membantu memindahkan fase udara

pada permukaan dan menggantikannya suatu fase cair (Farfis II : 966).

Keuntungan gliserin dari zat pemanis lain karena gliserin mempunyai

kegunaan yang banyak selain pemanis seperti pembasah, pengawet dan

juga sebagai kosolven dan gliserin kira kira 0,6 kali semanis sukrosa

(Excipient : 283).
Gliserin juga digunakan sebagai pemanis dan wetting agent. Sediaan

ini dianggap perlu juga diberi wetting agent untuk memodifikasi sudut kontak

sehingga bahan aktif dapat terbasahi sempurna oleh pelarut. Gliserin dipilih

karena sifatnya yang tidak rentan mengalami oksidasi pada suasana basa

dan stabil dengan kadar lebih kecil 30% sebagai wetting agent, pemanis dan

pengawet. Selain itu, gliserin diharapkan juga berfungsi untuk menambah

viskositas sediaan sehingga mudah dituang dan menambah aksestabilitas

sediaan (Excepient : 283).

Gliserin aman digunakan secara oral dalam dosis 1,0-1,5 g/kg berat

badan untuk mengurangi tekanan intraocular (Excepient : 283).

VI. Uraian Bahan

1. Domperidon (Martindale : 1726)

Nama resmi : DOMPERIDON

Rumus Struktur :

RM/BM : C22H24CIN5O22 / 425,92

Pemerian : Serbuk warna putih atau hamper putih

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, sedikit larut dalam

etanol

Penyimpanan : Terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup baik

Kegunaan : Sebagai zat aktif


Stabilitas : Sensitif terhadap cahaya, stabil pada suhu < 25º C

Inkompabilitas : Reaksi gterhadap bahan yang bersifat

mengoksidasi.

Dosis : Dosis 3–4 dd, 10-20 mg O.C= anak anak 3-4 dd

0,3 mg/kg. rektal anak anak sampai 2 tahun 2-4 dd

10 mg

2. Na CMC (FI Edisi III : 40&Excipient : 122)

Nama resmi : NATRII CARBOXY METIL SELULOSA

Nama lain : Natrium karboksmetil selulosa

RM/BM : C12H12N2O3/232,24

Pemerian : Serbuk, buram, putih atau putih kuning gading,

tidak berbau higroskopik .

Kelarutan : Mudah terdispersi dalam air, membentuk suspense

koloida, tidak larut dalam etanol 95 % dalam eter p

dan dalam pelarut organik lain.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan : Pensuspensi

Stabilitas : Stabil meskipun bersifat higroskopis. Harus

disimpan dalam wadah tertutup baik ditempat

kering, dingin.

Inkompabilitas : Dengan bantuan asam kuat dan dengan larutan


garam dan beberapa logam.

Konsentrasi : 0,5-2,0 %

3. Aquadest (FI III: 96)


Nama resmi : AQUA DESTILLATA

Nama lain : Aquadest, air suling

RM /BM: H2O / 18,02

Rumus Struktur :

Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,

tidak mempunyai rasa

Kelarutan : Dapat campur dengan pelarut polar

Inkompabilitas : Air dapat bereaksi dengan obat-obatan atau

zat tambahan yang rentan terhadap hidrolisis

pada suhu ruang dan tinggi air dapat beraksi

cepat dengan logam alkali, kalium klorida,

magnesium oksida, anhidrat

Stabilitas : Air stabil secara kimia disemua keadaan titik

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan : Sebagai pelarut


4. Gliserin (FI III : 271,danExcipient 6th : 284-285)

Nama resmi : GLISEROLUM

Nama lain : Gliserol, gliserin

RM /BM : C3H8O3/ 92,10

Rumus Struktur :

Pemerian : Cairan seperti sirup jernih tidak berbau,

tidak berwarna, manis diikuti rasa hangat

Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol

(95%) P, praktis tidak larut dalam kloroform P,

dalam eter P, dalam minyak lemak

Inkompabilitas : Gliserin dapat meledak jika bercampur dengan

zat pengoksidasi kuat seperti kromium trioksida,

kalium librat, atau kalium permanganat.

Stabilitas : gliserin bersifat higroskopik, gliserin murni

tidak rentan terhadap oksidasi oleh atmosfer

selama penyimpanan biasa. Campuran gliserin

dengan air, etanol (95%), dan propilen glikol

stabil secara kimia.

Konsentrasi : Pemanis ≤20

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


Kegunaan : Sebagai pemanis

5. Natrium Benzoat (FI IV : 984 & Excipient : 627)

Nama resmi : NATRII BENZOAT

Nama lain : Sodium Benzoat, Bezoat fosoda, sodium benzoate

acid

RM/BM : C6H8O3/176,13

Pemerian : Granul putih atau cristalme, bersifat higroskopik

dalam bentuk serbuknya, tidak berbau memiliki

bau seperti benzoatnya, memiliki rasa yang tidak

manis.

Kelarutan : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam

etanol dan lebih mudah larut dalam etanol 90%

Stabilitas : Larutan yang mengandung air dapat disterilkan

dengan autoclaving atau penyaringan.

Inkompabilitas : Incomp dengan komponen guarter, gelatin,

garam,feri, garam kalsium dan garam dari heavy

metalis termasuk silver, leab, dan menty. Activitas

preservative mungkin jarang jika berinteraksi

dengan kaolin ataupun surfaktan nonionik.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat


Kegunaan : Sebagai Pengawet

Konsentrasi : 0,02-0,5%

VII. Perhitungan

a. Perhitungan perdosis
5 𝑚𝑔
Domperidon 5 mg = 𝑥 60 𝑚𝑙 = 60 𝑚𝑔 = 0,06 𝑔
5 𝑚𝑙

1𝑔
Na CMC 1% = 100 𝑚𝑙 𝑥 60 𝑚𝑙 = 0,6 𝑔

20𝑔
Gliserin 20% = 100 𝑚𝑙 𝑥 60 𝑚𝑙 = 12 𝑔

0,02𝑔
Nat. Benzoat 0,02% = 100 𝑚𝑙 𝑥 60 𝑚𝑙 = 0,012 𝑔

Aquades ad 100% = 60 ml − (0,06 g + 0,6 g + 12 g + 0,012 g

= 60 ml − 12,672

= 47,328

Natrium Benzoat

1 :5

12 : 60

Natrium Benzoat yang ditimbang 60 mg


12 mg (Nat. Benzoat)
12 𝑚𝑔
Hasil Pengenceran 𝑥 5 𝑚𝐿 = 1 𝑚𝐿
60 𝑚𝑔
Sisa Aquadest

Jadi, dalam 1 mL mengandung 12 mg Natrium Benzoat


b. Perhitungan batch

Domperidon = 0.06 g x 6 botol = 0,36 g

Na CMC = 0.6 g x 6 botol = 3,6 g

Gliserin = 12 g x 6 botol = 72 g

Nat. Benzoat = 0.012 g x 6 botol = 0,072 g

Aquadest 𝑎𝑑 100 %

VIII. Cara Kerja

A. Cara Kerja NaCMC

Dimasukkan NaCMC 0,6% kedalam mortir kemudian dipanaskan air

sebanyak 25 ml dan ditambahkan sedikit demi sedikit kedalam martir berisi

NaCMC, digerus sampai larut.

B. Cara Kerja Formula

1. Dikalibrasi botol 60 ml

2. Disiapkan alat dan bahan

3. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan

4. Dimasukkan domperidon 0,06 % kedalam martir dan dibasahi dengan

gliserin 12 g sedikit demi sedikit


5. Ditambahkan pensuspensi NaCMC yang telah dibuat kedalam martir yang

berisi domperidon yang telah dibasahi dengan gliserin

6. Dimasukkan natrium benzoat sebagai pengawet

7. Dimasukkan kedalam botol

8. Dicukupkan aquadest 60 ml

9. Dikemas dan diberi etiket


DAFTAR PUSTAKA

Ansel, Howard, C. 1989. “Pengantar bentuk sediaan farmasi“ UI Press :

Jakarta

Ditjen POM. 1979. “Farmakope Indonesia Edisi Ketiga”. Depkes RI : Jakarta

European Pharmacopoeis 5th. Volume 5,0., The Councilof Europe, 1473

Kibbe, Arthur 2. 1983. “Handbook Pharmaceutical Excipient”. Pharmaceutical

Press : London

Lachman, Leon dkk. 1994. “Teori dan Praktik Farmasi Industri Edisi 2”.

Penerbit UI Press : Jakarta

Martin. 1979. “Dispensing Of Medication” Mac Publishing Company : USA

Mateial Safety Date Sheet. Domperidon MSDS. Chemical and Laboratory

Equipment. Science Lab.com

Rowe, dkk. 2009. “Handbook Of Pharmaceutical Excipent” Sixth Edition.

Pharmaceutical Press and American Pharmacists Association.

Schoville’s. 1975. “The Ast Of Compaunding Ninth Edition”. Megrow thebook

company : New York.

Tjay. Tan Hoan. 2002. “Obat-Obat Penting”. PT Alex Media Computsindo :

Jakarta