Anda di halaman 1dari 24

JUR]'IAL

AKUNIAI{SI l,ot.l l{0.2.JUtl2009


K0NIEI4P0R[R. HAt rl3-166

PENGARTIHUKURAN PERUSAHAAN,PROFITABILITAS,
DAN LEVERAGEKEUANGAIYTERIIADAP
PRAKTIK PERATAANLABA

Irene Natalia
UniversitasKatolik Widya MandalaSurabaya
irenenatal
ia@ro cketnail.com

Abstract

This research l's designed to examine the income smoothing practices in


manufacturedcampanieslisted on IndonesiaStockExchangeduring 2003-2005.
Theobjectivesof this researchare etcaminedwhethercompanysize,profitability,
andfinancial leveragehave significant impact on incomesmoothingpractices.
Seventeenlisted companiesselected using (purposive)judgement sampling
method,were used as researchsample.Data are analyzedusing multiple linear
regressionswith result that companysize andlinancial larcrage had significant
impacton incomesmoothingpractices,but hypothesisonly supportedbyfinancial
Ieverage.

Keywords:incomesmoothing,companysize,profitability,financial leverage

Pendahuluan

Pihak manajemen,pemegangsaham, kreditor, pemerintah,karyawan


perusahaan,pemasok, konsumendan masyankat umum lainnya merupakan
pemakailaporankeuangan.Pihak-pihaktersebutdapat dibedakanmenjadi dua
kelompokbesar,yaitu pihak internaldan eksternal.Pihak manajementermasuk
pihak intemal yang berkewajibanmen)rusunlaporankeuangankarenamereka
merupakanpengelolaasetperusahaan secaralangsung.Di lain pihak, pemegang
sahamsebagaipihak yang menanamkanmodalnyapada perusahaan,kreditor
sebagaipihak yang memberikanpinjaman pada perusahaan,dan pemerintah
sebagaipihak yang memiliki kepentingandalam kaitannyauntuk memperoleh
dana pembangunandalam bentuk pajak, merupakanpihak-pihak yang sangat
berkepentingandengan informasi laporan keuangan yang disiapkan oleh
manajemen.
Laporankeuanganyang disusunoleh manajemensebagaipihak internal
irarusmampumenggambarkan posisikeuangandan hasil usahaperusahaan pada
saattertentuagarinformasitersebutmampumemberikaninformasiyang relevan
bagi para pemakai informasi keuangandalam rangka pengambilankeputusan
ekonomis.Laporankeuanganyang disajikanoleh manajementerdiri dari neraca,
laporanlaba rugi, laporanperubahanekuitas,laporanarus kas dan catatanatas
laporankeuangan.Dalam Narsa et al. (2003:129),Jin dan Machfoedz(1998)

t43
PIRUSAHAAN,
UKURAN
PENGARUH PR()FIIABITITAS,
DAN/f/ffI6f |(EUAl{GAI{
ITRHADAP
PRAKTIK
PERATAA]{
0LEH:
IABA lREl'lE
NATALIA
menyatakan bahwa ada kecenderungan pihak eksterqal untuk lebih
memperhatikanlaba yang terdapatdalam laporanlaba rugi. Hal tersebutdisadari
oleh manajemen,terutamaoleh manajeryang kinerjanya diukur berdasarkan
informasilaba tersebut,sehinggamendorongmanajermelakukanperilaku yang
tidak semestinya padalabadengancaramanajemen laba(earningsmanagement).
Manajemenlaba(earningsmanagemmt)tefifui atasberbagaimacampola
yangcenderungdilakukanmanajemen, sepertitakinga bath, incomemaximation,
incomeminimization,danincomesmoothing(Scott,2003:383-384). Semuanyaini
dapatdilakukanoleh pihak manajemendenganmemanfaatkan peluangyang ada
dalam standarakuntansisepertipenerapankebijakanakuntansidan pemilihan
metodeakuntansiyang digunakan.Namun,dari keempatpola manajemenlaba
tersebut,pola income srnoothingsaja yang merupakanmanajemenlaba yang
mengurangifluktuasilabadanmenampilkanlabayangrelatif lebih stabildari satu
periodeke periodeberikufirya.
Praktik perataanlaba dilakukanoleh manajerdenganmenampilkanlaba
yangrelatif stabil dari satuperiodeke periodeberikutrya.Hal ini mengakibatkan
informasidalamlaporankeuangantidak mencerminkan keadaanperusahaan yang
sebenamyadari satuperiodeke periodeberikutnya.Menurut Wild et al. (2001)
dalamJuniartidan Corolina(2005:149),tindakanmanajemenmelakukanpraktik
perataanlaba adalahuntuk memuaskankepentingannyasendiri (oportunistik),
sepertimendapatkan kompensasi.Dari penerapan praktik perataanlaba,manajer
mengharapkan pengaruhyang menguntungkan bagi nilai sahamdan penilaian
kinerjanya.Meskipunmanajemen mempunyaitujuandanalasan,praktik perataan
labamengakibatkan pengungkapan dalamlaporankeuangantidak memadai.Hal
ini dikarenakanmanajemenmerubah kandunganinformasi atas laba yffig
dihasilkan perusahaandalam laporan keuangan,sehingga pemakai laporan
keuangantidak memperolehinformasi yang akurat. oleh karenaitu, pemakai
laporan keuanganperlu mewaspadaiinformasi yang tersaji dalam laporan
keuangan, karenainformasitersebutbisamenyesatkan pemakailaporankeuangan.
Penelitianmengenaifaktor-faktoryang mempengaruhipraktik perataaan
laba telah dilakukanoleh Narsa et al. (2003) dan menunjukkanbahwapraktik
perataanlaba dilakukan oleh perusahaandi Bursa Efek Surabaya,dan ada
perbedaan signifikanindeksperataanlabasebelumkondisikrisis moneterdengan
indeks perataanlaba saat kondisi krisis moneter.Penelitianjuga menunjukkan
bahwa ukuran perusahaanberpengaruhpositif, dan profitabilitas berpengaruh
negatifterhadappraktik perataanlaba.
Dalam Narsa et al. (2003:128),tiga faktor yang meriputi ukuran
perusahaan, profitabilitas,dan leveragekeuangan(financial leverage)digunakan
dalampenelitianini untuk mengidentifikasikan faktor-faktoryangmempengaruhi
indeksperataanlaba.Oleh karenaitu penelitianini bertujuanuntuk membuttikan
bahwa ukuran perusahaan,profitabilitas, dan leverage keuanganmerupakan
faktor-faktoryangmendorongterjadinyadanmempengaruhi praktik perataailaba
pada perusahaansektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode2003sampai2005.
fltmrararrultlAilsl
t(oilTtilP0ttt.
vOt.l110.2.luu
2009 HAIu3-t66

RerangkaTeori dan Hipotesis

Teori Keagenan
Praktik perataan laba merupakan salah satu pola dalam earnings
managemenf.Sementaraitu, teori keagenanmerrjadi dasar timbulnya earnings
managetnendsehingga dapat disimpulkan bahwa praktik perataan laba juga
didasarioleh teori keagenan.
Menurut Anthony dan Govindarajan(2003:153-154),konsep keagenan
adalalr hubungan atau konhak antara principal dm agent Teori keagenan
mengasumsikan bahwasemuaindividu bertindakataskepentinganmerekasendiri
sehinggamenimbulkankonflik kepentinganantaraprincipal dan agent. Pihak
principal termotivasimengadakan kontrakuntuk menyejahterakan dirinya dalam
profitabilitasyang selalu meningkat.Agent termotivasiuntuk memaksimalkan
pemenuhankebutuhan ekonomi dan psikologisnya,antara lain dalam hal
memperoleh investasi, pinjaman, maupun kontrak kompensasi. Konflik
kepentingansemakinmeningkatterutamakarenaprincipal tidak dapatmemonitor
aktivitasCEO sehari-hariuntuk memastikanbahwaCEO bekerjasesuaidengan
keinginanpemegangsaham.Tanpapemonitoran,hanya agent yang mengetahui
apakahdia bekerjaataskepentinganterbaikprincipal.
Manajemen sebagai pihak pengelola perusahaanmemiliki informasi
internal perusahaanrelatif lebih banyak dan lebih cepat dibandingkanpihak
eksternal.Informasiyangdimiliki agentantaralain informasimengenaikapasitas
diri, lingkungan kerja, dan perusahaansecarakeseluruhan.Hal inilah yang
mengakibatkan adanyaketidakseimbangan informasiyang dimiliki principal dan
agent,yang disebutdenganasimehi informasi.Adanyaasumsibahwaindividu-
individu bertindakuntuk memaksimalkandirinya sendiri,mengakibatkanagent
memanfaatkanadanya asimetri informasi tersebut untuk menyembunyikan
beberapainformasi yang tidak diketahuiprincipal. Informasi tambahanyang
dimiliki agentdisebutsebagaiinformasipribadi.Asimetri informasidan konflik
kepentinganyang terjadi antaraprincipal dan agent mendorong agent untuk
menyajikaninformasi yang tidak sebenarnyakepadaprincipal, terutamajika
informasitersebutberkaitandenganpengukurankinerja agent.
Watts dan Zimmerman (1986) dalam Widyaningdyah (2001:92)
membuktikanbahwahubunganantaraprincipal danagentseringditentukanoleh
angka akuntansi.Hal ini memacuagent untuk memikirkan bagaimanaangka
akuntansi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk memaksimalkan
kepentingannya. Salahsatu bentuktindakanagenttersebutadalahyang disebut
sebagaiearnings management.Salah safu pola earnings managementadalah
praktik income smoothing(praktik perataanlaba), yang di dalamnyamanajer
dapat memilih aturan-aturanpengukurandan pelaporanyang menghasilkan
pelaporanpenghasilan bersihperiodikyangrata.
Earnings Management
Menurut Scott (2003:369),earningsmanagementadalahpilihan manajer
ataskebijakan-kebijakanakuntansidenganmaksuduntuk meraih tujuan tertentu.
Kebijakan-kebijakanakuntansitersebutdapatdibagimenjadiduakategori,yaitu:

t45
t

/f/ffl6f
PR()TITABITITAS,
PERUSAHAAN,
UKUNAN
PENGARUH DAN TERHADAP
IGUA}IGA}I PERATAA}I
PNAKTIK
IRENt
O[tH:
LADA NAIAtIA
l . Pemilihankebijakan akuntansi,misalnyapemilihan antarametodegaris lurus
denganmetodesaldomenurundalammencatatpenyusutanasettetap.
2. Discretionary accruals, merupakanakrual-akrual yang dapat dikendalikan
olehmanajerdalamearningsmanagement.
Terdapat beberapapola dalam earnings managernentyang cenderung
dilakukanolehmanajer,yaitu(Scott,2003:383-384):
l. Takinga bath
Pola ini biasanyaterjadi padasaatperusahaan akanmelakukanreorganisasi,
termasukmengangkatCEO baru. Apabila perusahaansedangmengalami
kerugian, maka manajer akan semakin memperbesarkerugian yang
dideritanya dengan harapanlaba di mira yang akan datang akan semakin
besar.Pola ini biasanyadilakukandenganalasanhipotesisrencanabonus(t/le
bonusplan hypothes is).
2. Incomeminimization
Polaini dilakukanuntuk memperkecillabayangdilaporkan.Polaini biasanya
dilakukandengantujuanpajakdanalasanhipotesisbiayapolitik (thepolitical
costhypothesis).
3 . Incomemaximization
Pola ini dilakukanuntuk memperbesar laba yang dilaporkandan biasanya
dilakukan apabila manajer menginginkanbonus. Pola ini sesuai dengan
hipotesisrencanabonus(the bonusplan lrypothesis)dan hipotesisperjanjian
hutang(thedebtequityhypothesis).
4. Incomesmoothing
Pola ini dilakukan untuk meratakanlaba (income) dwr periode yang satu ke
periodeyanglain agarterlihatstabil.

PerataanLaba
1. PengertianPerataanLaba
Perataanlaba atau incomesmoothingmerupakansalah satu pola dalam
manajemenlaba.MenurutBelkaoui(1993),perataanlabamerupakannormalisasi
laba yang dilakukan secarasengajauntuk mencapaitrend atau level laba tertentu
(Chariri dan Ghozali,2003:231).MenurutBeidleman(1973) dalam Chariri dan
Ghozali(2003:231),perataanlaba adalahusahayang disengajauntuk meratakan
atau mengurangifluktuasi tingkat laba sehinggapada saat sekarangdianggap
normal bagi suatuperusahaan. Dalam hal ini, perataanlaba menunjukkansuatu
usahamanajemenperusahaanuntuk mengurangivariasi abnormallaba dalam
batas-batasyang diijinkan dalampraktik akuntansidan prinsip manajemenyang
wajar.Manajemenmelakukanperataanlabauntuk menciptakansuatualiran laba
yangstabildanmengurangicovarianceatasmarketreturn.
2. Motivasi Melakukan PerataanLaba
Dalam Chariri dan Ghozali (2003:231),Heyworth (1953) menyatakan
bahwa motivasi yang mendorongdilakukannyaperataanlaba adalah untuk
memperbaikihubungandengankreditor,investor,dan karyawan,sertameratakan
siklus bisnis melalui prosespsikologis, misalnya mengurangipajak terutang,
meningkatkankepercayaandiri manajeryang bersangkutankarenapenghasilan

t46
ruilft flilnlffir r0nilrmn- r0ll tol..tuu 20llt [lL tf]r6a

yang stabil mendukungkebijakan dividen png stabil pula dan meningkatkan


nilai perusahaan.
Gordon(1964)dalamBelkaoui(2001:105) mengusulkanbahwa l<riteria
1nang digunakan oleh manajemensuatu perusahaandalam pemilihan di antara
prinsip akunta$i adalalt untuk memaksimalkanutilitas atau kemaknrurannya.
Manajemeningin memperolehutilitas seperti firngsi keamanankerjq tingkat
pertumbuhangaji yang besar, dan tingkat pertumbuhanukuran atau besaran
perusahaan.Selain ift5 kepuasanp€m€gangsahamteftadap peningkatankineda
perusahaan,yang di dalamnya meningkatkanstatus dan penghargaanterhadap
manajer. Kepuasan pemegang saham tersebut tergantung pada tingkat
pertumbuhandan stabilitasincomeperusahaan.
3. Dimensi-DimensiPerataanLaba
Dimensi-dimensi perataan laba pada dasamya merupakan cara untuk
mencapaiperataanangka income.Dasherdan Malcolm (1970) dalam Belkaoui
(2001:107)membedakan perataanlabake dalamduatipe, yaitu:
a. Perataan Riil (Real Smoothing), menunjuk pada transaksi aktual yang
dilakukanatasdasarpengaruhperataannyaterhadapincome.
b. PerataanArtifisial (Artificial Smoothing),menunjukpadaprosedurakuntansi
yang diimplementasikanuntuk memindatrkancost danlatat ratenue dari satu
periodeke periodeyanglain.
Barneset al. (1990)dalamBelkaoui(2001:107)membagiperataanlabake
dalam tiga dimensi,yaitu:
a. Perataanmelalui waktu terjadinyatransaksiataupengakuantransaksi.
Artinya, manajemendapatmenentukanwaktu terjadinyatransaksisedemikian
rupa sehinggapengaruhnyaterhadapincomeyang dilaporkanakan cenderung
memperkecil variasinya antar waktu atau mengendalikanwaktu transalsi
melalui kebijakanmanajemensendiri(accruals),misalnyapengeluaran biaya
riset dan pengembangan. Selainitu, banyakperusahaan yang mengharupkan
kebijaksanaandiskon dan kredit sehinggahal ini menyebabkan peningkatan
jumlah piutang dan penjualanpadabulan terakhir tiap hrartal, sehinggalaba
kelihatanstabil padaperiodetertentu.
b. Perataaanmelalui alokasiuntuk beberapaperiodetertentu.
Artinya, manajer memiliki kewenanganuntuk mengalokasikanpendapatan
dan/ataubeban untuk periode tertentu. Misalny4 jika penjualan meningkat
maka manajemendapat membebankanbiaya riset dan pengembanganserta
amortisasigoodwill padaperiodeitu untukmenstabilkanlaba.
c. Perataan melaluiklasifikasi.
Arttnya,ketika statistik laporankeuanganselain net income (selisih bersih
semuarevenue dan expenses)merupakanobyek perataan,manajemendapat
mengklasifftasi item-item laporan income untuk mengufilngi variasi antar-
waktu dalam statistik tersebut. Manajemen memiliki kewenangan dan
kebijakansendiriuntuk mengklasifikasikan pos-poslaba rugi dalamkategori
yangberbeda.Misalnya,jika pendapatan non-operasisulit untuk didefinisikan
makamanajerdapatmengklasifikasikan itu padapendapatanoperasiatau
pos

t47
PENUSAHAAI{.
UI(URAil
PtilGANUH /f/ffl6f TTUAIIGAI{
DAI{
PNOTITABITITAS. PTAIIIK
TETIIAIIAP PTTAIAAII
LABA0LEH: NATAIIA
IRENE
pendapatannon-operasi. Hal ini dapat digunakan sewaktu-waktu untuk
meratakanlaba denganmelihat kondisi pendapatanperiodeitu.
4. Tujuan PerataanLaba
Dwiatmini dan Nurk*rolis (2001:29) dalam Sherlin (2005:16)
mengungkapkan bahwatujuan perataanlabaadalahsebagaiberikut
a. memperbaikicitra perusahaandi mata pihak luar bahwa perusatraantersebut
memiliki resikorendah,
b. memberikaninformasiyang relevandalammelakukanprediksiterhadaplaba
di masayang akandatang,
c. meningkatkan kepuasanrelasibisnis,
d. meningkatkan pihakeksternalterhadapkemampuar-r
persepsi manajemen, dan
e. meningkatkan kompensasibagipihakmanajemen.
5. Alasan ManajemenPerusahaanMelakukan PerataanLaba
Dwiatmini dan Nurkholis (2001:29) dalam Sherlin (2005:17)
mengungkapkandua alasan yang membuat manajemendiuntungkan dengan
adanya praktik perataanlaba, yaitu:
a. Skemakompensasimanajemendihubungkandengankinerja perusatraan yang
disajikandalam laba akuntansiyang dilaporkan,karenaitu setiap fluktuasi
dalam laba akan berpengaruhlangsungterhadapkompensasinya.Hal tersebut
disebabkaninvestor menilai kinerja manajemendan kondisi perusahaan
terutamamelalui laporanlaba rugi. Denganmenampilkanlaba yang relatif
stabil diharapkan dapat meningkatkanpersepsi pihak eksternal mengenai
kinerjamanajemen perusahaan tersebut.
b. Fluktuasidalam kinerja manajemendapatmengakibatkanintervensipemilik
untuk menggantimanajemendengancarapengambilalihanataupenggantian
manajemensecara langsung.Ancaman penggantianini akan mendorong
manajemenuntuk membuatlaporankinerja yang sesuaidengankeinginan
pemilik.
6. Faktor PendorongPerataanLaba
MenurutScott(2003:369-383), beberapafaktor yangmendorongperutaan
labaolehmanajemen, yaitu:
a. Kompensasibonus
Healy (1985) menemukanbahwamairajermempunyaiinformasi akan laba
bersih perusahaansebelummelakukanperataanlaba. Manajer yang tidak
dapatmemenuhitarget laba yang ditentukanakan memanipulasilaba dengan
meningkatkan discretionaryaccruals.
b. Kontrak hutang
Dengan menggunakan model Jones, Defond dan Jimbalvo (1994)
memproksikannormal akrual yang menemukanbukti bahwaperusahaanyang
melanggarperjanjianhutangtelah merekayasa labanyasatuperiodesebelum
perjanjian hutangdibuat.
c. Faktorpolitik
Jones (1991) yang meneliti perusahaanyang sedang diinvestigasi oleh
International Trade Commision (ITC). Investigasi tersebut
mempertimbangkanfaktor ekonomi, seperti penjualan dan laba dari

r48
perusanaan.lru menemukanbukti bahwa prosedur domestik cenderung
menurunkanlaba denganmenggunakanteknik discretionary accrzals untuk
mempenganrhikeputusanregulasiimpor.
d. PenguranganPajak
Penelitian yang ditakukan Dopuch dan Pincus (1998) menyatakanbahwa
perusahaanyang menggunakanmetode Last In First Out (LFO) dalam
persediaannyaakan menerimajumlatr penghematanpajak yang lebih besar
dan sebaliknya pemsahaanyang menggunakanmetode First In First Out
(FIFO) dalampersediaannyaakaninenerimajumlah penghematanpajak yang
kecil.
e. Perubahan CEO
Pourciau (1993) menemukanbukti batrwa perekayasaanlaba dilakukan
denganmeningkatkanunexpectedaccruals pada periode satu tahun sebelum
penggantiantidak rutin eksekutif.
f. PenawaranSahamPerdana
Penelitian yang dilakukan Clarkson et al. (1992) menyatakanbahwa ada
reaksi positif dan pengumumanearningsforecast yang ada di prospektus
dengantingkat penjualansahampada waktu penawaransahamperdanaatau
initial public offerings (IPO) karenapublik hanyamelihat laporan keuangan
yang dilaporkan pada regulator. Banyak perusahaanyang akan melakukan
IPO melahrkanperataanlabauntuk meningkatkansinyal positif dari publik.
7. Dampak Praktik PerataanLaba
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa praktik perataan laba
merupakanfenomenayang umum dan terjadi di banyak negara.Namun, jika
dilakukan dengan sengajaatau dibuat-buatdapat menyebabkanpengungkapan
laba yang tidak memadai dan menyesatkanpengggnanya.Salah satu contoh,
investortidak memperolehinformasi akurat yang memadaimengenailaba untuk
mengevaluasi hasildanrisiko portofoliomereka.
Simpson (1969) menguji hipotesisyang menghasilkanbahwa banyak
pilihan praktik akuntansi memungkinkanperusahaanuntuk memanipulasilaba
dan selanjutnyamenyebabkanketidakmampuan investoruntuk membandingkan
alternatif kesempataninvestasi yang baik (Assih dan Gudono, 2000:38).
Penelitianlain yang tidak menyetujuiadanyapraktik perata4nlaba antaralain
dilakukan oleh Hector (1939) yang menyatakanbahwa perataanlaba sebagai
penyalahgunaan yang umum dalampelaporankeuanganseharusnyadiwaspadai
oleh pemakainya,dan Mc Hugh (1992) yang menyatakanbahwa perataanlaba
merupakan manipulasidari laporankeuangan(Jin danMacMoedz,1998:176).
8. Indeks PerataanLaba
Dalam Jin dan Machfoedz(1998:180-181), indeksperataanlaba diukur
dengan menggunakanIndeks Eckel. Hal ini dikarenakanIndeks Eckel dapat
menunjukkan dilakukan atau tidaknya praktik perataanlaba oleh perusahaan
sehinggadapatmembedakanantaraperusahaanyang melakukanpraktik perataan
laba denganperusahaanyang tidak melakukanpraktik perataanlaba. Menurut
Ashari et al. (1994), Indeks Eckel mengukur perataan laba dengan cara

149
pEl{GARUHUKUnAN pRoF|TABil.tTAS.
pEnUSAHAAN. oAN/f/ffl6f KtUA}rGA}t PRAKIIK
IilHApAP P[tAIAAil
IAEA(lTE}|:
IRTNENATATIA
menjumlahkandan mencermatiefek dari variabel potensial perataanlaba dari
waktti ke waktu (Michelson, 1999:6). Artiny4 pengukuran perataan laba
dilakukan dengan menjumlahkanpengaruhdari beberapavariabel perata laba
yang potensial dan menyelidiki pola dari perilaku perataanlaba selamaperiode
waktu tertentu.
Ashari et al. (1994) dalamJin dan Machfoedz(1998:181)menyatakan
bahwa Indeks Eckel dapat digunakanuntuk menunjukkanpraktik perataanlaba
karena:
a. Obyektif dan berdasarkanpada statistik denganpemisahanyang jelas antara
perusahaan yang melakukanperataanlabadantidak.
b. Pengukuranterjadinya praktik perataan laba tanpa memaksakanprediksi
pendapatan,pembuatanmodel dari laba yang diharapkan,pengujian biaya
ataupertimbanganyang subjektif,
c. Pengukuranperataanlaba dilakukan denganmenjumlahkanpengaruh dari
beberapavariabel perata laba yang potensial dan menyelidiki pola dari
perilaku perataanlaba selamaperiodewaktu tertentu.
9. Faktor-faktor yang Berpengaruhterhadap Praktik Peiataan Laba
Faktor-faktor yang berpengaruhterhadap praktik perataan laba dalam
penelitianini adalahantaralain:
a. Ukuranperusahaan
Gordon(1964) dalamChariri dan Ghozali(2003:231)mengajukanproposisi
yang berkaitan dengan perataan labq yaitu kriteria yang digunakan
manajemendalam memilih metodeakuntansiadalahuntuk mema}simumkan
kepuasannyayang inerupakan fungsi dari salah satu tingkat pertumbuhan
besaranatau ukuran (size) perusahaan.Moses (1987)'dalam Jin dan
Machfoedz( I 998: I 88) berhasilmembuktikanukuranperusahaan berpengaruh
terhadap praktik perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan.Jin dan
Machfoedz (1998:189) dalam analisis deskriptifrrya,dan Narsa et al.
(2003: I 43) yang menyebutkanbahwaperusahaan-perusahaan yangmelakukan
praktik perataanlaba memiliki rata-ratatotal asetbesar.Dalam Suwardjono
(2005:252), Financial Accounting Standards Board (FASB) menyatakan
bahwa"Assetsare probable future economicbenefitsobtainedor controlled
by a particular entity as a result of past transactionsor events."Artinya, aset
merepresentasi kemampuanbadanusahauntuk menyediakanbarangdanjasa,
serta menghasilkan laba. Oleh karena itu, penggunaan aset mampu
merefleksikanukuranperusahaan.
b. Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakanrasio yang melihat kemampuanperusahaan
menghasilkanlaba.Hanafi dan Halim (2003:85)menuliskanreturn on equity
(ROE) adalah rasio yang mengukur kemampuanperusahaanmenghasilkan
lababerdasarkan modal sahamtertentu.ROE digunakandalampenelitianini
karena rasio tersebut merupakanukuran profitabilitas dari sudut pandang
pemegangsaham.
c. Leveragekeuangan
Leverage keuangan mengukur seberapajauh perusahaanmenggunakan
hutang. Leverage keuangan per 3l Desember dapat diukur dengan

150
tur[arIKUNTA]rst
K0ilrttP0ttt.v0l..l110.2.
Juil2009 HAr..
il3-t66

menggunakanrasio hutangjangka panjangperusahaan padaekuitaspemegang


saham(long term debt to equity)per 3l Desember.Rasio ini dimaksudkan
untuk mengukur seberapa efisien perusahaan memanfaatkan ekuitas
pemegang saham dalam rangka mengantisipasi hutang jangka panjang
perusahaansehingga tidak akan menggangguoperasi perusahaansecara
keseluruhan dalam jangka panjang. Risiko perusahaandengan leverage
keuanganyangtinggi akansemakintinggi pula (Hanafidan Halim,2003:82).
Narsaet al. (2003:137)mengukurleveragekeuangandenganmenggunakan
rasio antaratotal hutangdengantotal ekuitasperusahaan

Hipotesis
Ashari et al.(1994)dalamJuniartidan Corolina(2005:l5l) menyebutkan
bahwa perusahaan yang memiliki aset besar dapat dikategorikan sebagai
perusahaan besaryang umumnyamendapatlebih banyakperhatiandari berbagai
pihak sepertipara analis, investor,maupunpemerintah.Untuk itu, perusahaan
besardiperkirakanakan menghindarifluktuasi laba yang terlalu drastis.Oleh
karenaitu, perusahaanbesar memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk
melakukanpraktik perataanlaba. Moses (1987) dalam Jin dan Machfoedz
(1998:177)menemukanbahwa perutaanlaba dapat dihubungkandenganukurart
perusahaan.Narsa et al. (2003) menggunakantotal aset dalam merefleksikan
ukuranperusahaan.
Hr : Ukuranperusahaan positif terhadappraktik perataanlaba
berpengaruh
Fluktuasi profitabilitas yang rendah atau mEnurun memiliki
kecenderungan bagi perusahaantersebutuntuk melakukanpraktik perataanlaba,
terlebihlagi jika perusahaan menetapkanskemakompensasibonusberdasarkan
padabesamyalabayang dihasilkan.Narsaet al. (2003:143)menyatakanbahwa
profitabilitasmempunyaipengaruhnegatifterhadapindeksperataanlaba.
Hz : Profitabilitasberpengaruh negatifterhadappraktik perataanlaba
Leverage keuanganmengukur seberapajauh perusahaanmenggunakan
hutang. Rasio ini dimaksudkanuntuk mengukurseberapaefisien perusahaan
memanfaatkanekuitas perusahaandalam rangka mengantisipasihutang jangka
panjangtidak akan menggangguoperasiperusahaan secarakes'eluruhandalam
jangkapanjang.Apabila leveragekeuanganperusahaan besar,maka risiko yang
ditanggungoleh pemilik perusahaan semakinbesar.Hal ini mengurangiminat
investor untuk menanamkan modalnya di perusahaandengan asumsi bahwa
investoradalahpihak yangmenolakrisiko (risk averse).Selainitu, minat kreditor
untuk meminjamkandananyake perusahaan juga akanberkurangdenganasumsi
bahwakreditor juga merupakanpihak yang menolakrisiko. Hal tersebutdapat
memicu praktik perataanlaba oleh manajemen.Narsa et al. (2003:130)
mengajukan leveragekeuangansebagaisalahsatufaktor yangberpengaruh positif
terhadap praktik perataaplaba.
Hr : Leveragekeuanganberpengaruh positif terhadappraktikperataanlaba

t5l
PHGAIUIIU(UTAil PETUSAIIAAII.
NOTIAilTIIAS.I'AT
/f'Mff TRIAilGAT
ITIIIADA?
?Urffi ?NIIAIX
utA otth lltilt ilATAUt

Gambar1. ModelAnalisis

Metode Penelitian

Definisi dan PengukuranVariabel


variabel dependenadalah praktik perataan laba (Y). Dalam Jin dan
Machfoedz(1998:180-181),praktik perataanlaba diukur denganmenggunakan
indeksperataanlaba, yaitu IndeksEckel. Hal ini dikarenakanIndeksEcket dapat
menunjukkan adanya praktik perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan
manufaktur sehingga dapat membedakanantara perusahaanmanufaktur yang
melakukan praktik perataan laba dengan perusahaanmanufaktur yang tidak
melakukanpraktik perataanlaba.
Praktik perataanlaba ditunjukkanoleh Indels Eckel apabilaangkaindeks
yang kurang dari satu. Indeks Eckel sebagaiindeks perataanlaba mempunyai
rumussebagaiberikut(Jin danMachfoedz,1998:180):
CVAI
IndeksPerataanLaba=
CVAS
Keterangan:
CVAI = koefisienvariasi untuk perubahanlabadalamsatuperiode
CVAS : koefisienvariasi untuk perubahanpenjualan(sales)dalamsatuperiode
cvAI dan cvAS dihitung denganmenggunakan nrmussebagaiberikut:
CVNdan CV S --
Jrt l"r*
ExpectedValue
atau

CI/Ndan CVAS =

Keterangan:
Iu( : perubahanlaba (I) ataupenjualan(S) antaratatrunn dengann-l
n = banyaknyatahunyang diamati

r52
JUtt{At (ot{Ittp0ntt.
At(ul{TAt{st vot.ttt0.2.
JUt_t
?00t iltL il]t66

Variabelindependen yangdigunakanadatig4yaitu:
1.UkuranPerusahaan (X1)
Dalampenelitianini, ukuranperusahaan diproksikansebagailogaritmanatural
dari total asetperusahaan, denganrumus:
UkuranPerusahaan = Ln Total Aset
2. Profitabilitas(Xz)
Rasioprofitabilitasyangdigunakandalampenelitianini adalahrehtrn on equity
(ROE). ROE adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan lababersihpadaekuitaspemegangsaham.Dalampenelitianini,
profitabilitasdiproksikansebagaiROE,denganrumus:
LabaBersih
Profitabilitas =
EkuitasPemegangSaham
3. LeverageKeuangan(X3)
Leveragekeuanganmengukurseberapa jauh perusahaan menggunakan hutang.
Leveragekeuanganper 3l Desember2003-31Desember2005 dapat diukur
denganmenggunakanrasio hutangjangka panjangper 3l Desember 2003,
2004,dan2005padamodalsendiri(long termdebtto equity),denganrumus:
Hutang Jangka Panjang
Leverage Keuangan=
Ekuitas Pemegang Saham

Jenisdan SumberData
Jenisdatayangdigunakanpenelitianadalahdatakuantitatifberupa neraca
per 31 Desember2003- 31 Desember2005,laporanlabarugi untuk periodeyang
berakhir 31 Desember2001 - 3l Desember2005 dan catatanatas laporan
keuangantahunanuntuk periodeyangberakhir31 Desember2003- 31 Desember
2005perusahaan manufakturyangterdaftardi BEI. Sumberdatayangdigunakan
dalam penelitianini adalahda1'IndonesianCapitalMarketDirectory QCMD) dan
laporan keuangan tahunan perusahaanyang diperoleh dari Indonesia Stock
Exchange (IDX), yang merupakandata sekunder ekstemal. Penjabarandata
sekundereksternalyangdigunakanadalahsebagaiberikut:
1. Laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember2001 dan 3l
Desember2}02yangdiperolehdari ICMD 2003,
2: Neracaper 31 Desember2003- 31 Desember 2005,laporanlabarugi untuk
tahunyang berakhir31 Desember2003 '31 Desember2005 dan catatanatas
laporan keuanganuntuk tahun yang berakhir 3l Desember2003 - 3l
Desember2005 yangdiperolehdari ICMD tahun2006 danlaporankeuangan
tahunanperusahaan manufakturyangterdaftardi BEI.

Populasidan Sampel
rnanufakturyang
Populasidari penelitianini adalahseluruhperusahaan
terdaftardi BEI padatahun2001denganjumlah 155perusahaan. Sampeldiambil
secarapurposivesamplingdengankriteriasebagaiberikut:
1. Perusahaan manufakturyang melakukanpenawaranumum perdanasebelum
2001danmasihterdaftarhingga2005.

153
UKURAN
PENGARUH PR()FITABITITAS,
PERUSA1|AAN. DAII
/f/ffldf KEUANGAl{
TTRHADAP
PRAKIIK
PERATAAI{
()LE]|:
LABA IRTNE
NAIALIA
2. Perusahaanmanufakfuryang melakukanpraktik perataanlaba selama2003
2005.
Tabel I
Pemilihan
ilihan Sa
Sr
Keterangan Jumlah
Jumlahpopulasi 155
Tidak memenuhikriteria l:
manufakturyangmelakukanpenawaran
Perusahaan umum 7
perdanasebelum2001danmasihterdaftarhingga2005
Tidak memenuhil<riteria2:
manufakturyangmelakukanpraktik perataanlaba
Perusahaan llr
selama2003-2005
Jumlahsampel l7
Sumber:ICMD 2003dan2006(diolah)

Teknik AnalisisData
Setelahdata terkumpul,proseduranalisisdata dalampenelitianini dapat
diuraikandalamlangkah-langkahsebagaiberikut:
l. Gujarati(2003) dalam Ghozali (2006:82)menyebutkanadanyaasumsiyang
harusdipenuhisebelummengujihipotesisyangmenggunakan analisisregresi,
meliputi:
Uji normalitasdata
Nilai residualdari regresivariabel-variabel bebasdiuji normalitasnya. Hal
ini bertujuan untuk mengetahuiapakah distribusi data normal dan
independen. Hal ini pentingkarenadiperlukanuntuk mendukunghasil uji
statistik.Uji normalitasyang digunakandalampenelitianini adalahOne
Sample Kolmogorof Smirnov Test. Pedomanpengambilankeputusan
dalampenelitianini berdasarkan nilai signifikansiatau nilai probabilitas.
Jika nilai probabilitaslebih besardari 0,05,makadistribusidatadikatakan
normal.
b. Multikolinieritas
Asumsi kedua yang harus dipenuhi adalah bahwa tidak terdapat
multikolinieritasyangmengakibatkan hasil estimasimenjadikurangtepat
karena adanya korelasi antar variabel bebas (independen).Gejala
multikolinearitas dapat diketahui dengan matriks korelasi Pearson
(PearsonCotelation Matrix). Dalam Ghozali (2006:91),nilai koefisien
korelasiyang lebih dari 0,90 menunjukkangejalamultikolinearitasyang
tinggi dalam model penelitian.Apabila koefisienkorelasi dari variabel-
variabelnyalebih kecil dari 0,90, maka menunjukkantidak ada korelasi
yang tinggi antarvariabelyangakan diregresikanatauindikasitidak ada
gejalamultikolinieritas.
c. Otokorelasi
Pengujianatas asumsiini digunakanuntuk mengetahuiadanyakorelasi
antaradata runtut waktu (time series)maupundata silang waktu (cross
section). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari

154
JllllratAlu[IAxsr Yor..
| il0.2,JUr.t
[ortTHlPolEn. 2009 HAl lf3-t66

otokorelasi. Ghozali Q006:95) menyatakanbahwa pengujian gejala


otokorelasi dilakukan untuk menguji adanya korelasi antara kesalahan
pengganggupadaperiodet dengankesalahanpengganggupadaperiodet-l
(sebelumnya).Pengujiangejalaotokorelasipentingkarenaadanyagejala
ini dalam model regresi mengakibatkanhasil pegujian tidak valid dan
kesimpulanyang ditarik menjadi bias. Untuk mendeteksigejalatersebut,
pengujian dapat menggunakan statistik d dari Durbin-Watson.
Pengambilankeputusanadatidaknyaotokorelasijika terletak di daerahdu
< d < 4 - du (Ghozali,2006:96).Tabel statistik d dari Durbin-Watson
dengantingkat signifikansiyangdigunakan0,05.
d. Heteroskedastisitas
Asumsi dalamregresilinier klasik ini adalahbahwavariabelpengganggu
(disturbance)u; lang muncul dalamregresipopulasimempunyaivarian
yang sama atau disebut homoskedastik. Jika variabel pengganggutadi
memiliki varian yang berbeda maka dikatakan terjadi gejala
heteroskedastisitas.Dalam Ghozali (2006:109),untgk mendeteksigejala
tersebut,pengujiandapatmenggunakan uji White.Penganrbilan keputusan
perlu memperhatikan probabititas dari nilai statistik F yang dihitung
d.ngun meregresikanresidual kuadrat denganvariabel bebas.Apabila
probabilitasdari nilai statistikF lebih besardari 0,05 (tingftatsignifikansi
iebesar 5o/o),makatidak ada heteroskedastisitas (Nachrowi dan Usman,
2006:248).
2. Model analisisregresibergandadigUnakanuntuk mengUjipengaruhantara
ukuran perusahaan,profitabilitas,leverageoperasi, dan leveragekeuangan'
sebagaivariabelbebasterhadappraktik perataanlaba sebagaivariabelterikat
yan; diukur dengan skala rasio. Model analisis regresi bergandayang
digunakanadalahsebagaiberikut:
Y : b o + b r X r + b z X z * b 3 X 3* e 1
Keterangan:
Y = indeksperataanlaba
bo: bilangankonstanta
bi = koefisienregresi
Xr = ukuranperusahaan
X2 = profitabilitas
X3 = leveragekeuangan
er = veriabelresidual
3 . PengujianstatistikF
f"nluiiatt ini dilakukanuntuk menilaiketepatanfungsi rgSresisampel.dalam
*e,iaksi, nilai aktual.Ketepatanfungsi regresisampeldalammenaksirnilai
aktual dapat diukur dari goodnessof firnya. Tingka! signifikansi yanq
digunakansebesar5 %. Apabilatingkatsignifikansi{1n* diperolehlebih kecil
daii 0,05, maka hal ini birarti model regresiyang dibuat mempunyaipaling
tiJuf. r.Uuuhvariabelbebasyang berpengaruhnyataterhadapvariabelterikat
(NachrowidanUsman,2A06:144).

1s5
UKURAN
PENGARUH /f/ffl6f KEUANGAN
PR()FIIABII.ITAS.
PERUSAHAAN. DAN PRAKTIK
TTRHADAP PTRATAAN
LABA IRENE
OLTH: NAIALIA
4. Pengujianstatistikt
Pengujianini menunjukkanseberapa jauh pengaruhsatuvariabelbebassecara
individualdalammenerangkan variasivariabelterikat.Pengujiandenganuji+
(rtest\ dengantingkat signifikansisebesar5%. Pengajianini dilakukanuntuk
mengetahuitingkat signifikansi pengaruh masing-masingvariabel bebas
terhadapvariabelterikat.Tingkatsignifikansiyangdigunakansebesar5 o/0.

Hasil Penelitiandan Pembahasan

DeskripsiVariabel
Tabel2
Variabel Penelitian
Statistik Praktik Perataan Ukuran Leverage
Profitabilitas
Deskriptif Laba Perusahaan Keuangan
Rata-rata -2.1046r 13,77790 -0,16684 r.38729
Minimum -1 1 .8 0 5 0 9 11.49083 -8,22058 -r5.7t481
Maksimum 0.91406 r6.s6747 4,43572 19,77082
Sumber:ICMD 2003dan 2006,dancatatanataslaporankeuangan(diolah)

Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata praktik perataan laba yang


diproksikan dengan indeks perataanlaba selama tahun 2003 sampai 2005
sejumlah-2,1046l.Indeksperataan labaterendah dimiliki olehPT GT Petrochem
IndustriesTbk sebesar -11,80509padatahun2003.Indeksperataanlabatertinggi
dimiliki olehPT Teijin IndonesianFiberCorporationTbk sebesar 0,91406pada
tahun2005.
Tabel 2 menunjukkanbahwa rata-ralaukuran perusahaanselamatahun
2003sampai2005sejumlah13,77790. Ukuranperusahaan terkecildimiliki oleh
PT Sekar Laut Tbk sebesar11,49083pada tahun 2005. Ukuran perusahaan
terbesardimiliki oleh PT IndofoodSuksesMakmur Tbk sebesar16,56747pada
tahun2004.
Tabel 2 menunjukkanbahwa rata-rataprofitabilitas selamatahun 2003
sampai2005sejumlah-0,16684.Profitabilitas terendah dimiliki olehpT prasidha
Aneka Niaga Tbk sebesar -8,22A58pada tahun 2ACB.Rata-rataprofitabilitas
tertinggidimiliki olehPT SekarLautTbk sebesar 4,43s7zpadatahun-2005.
Tabel 2 menunjukkanbahwa rata+ataleveragekeuanganselamatahun
2003sampai2005sejumlah1,38729.Leveragekeuanganterendahdimiliki oleh
PT GT PetrochemlndustriesTbk sebesar -15,71481padatahun2003.Leverage
keuanganterbesardimiliki oleh PT SieradProduceTbk sebesar19,77082pada
tahun2004.

Uji AsumsiKlasik
1. Uii Normalitas
Uji asumsi klasik mengasumsikanbahwa nilai residual dari regresi
variabel-variabelbebas harus memiliki distribusi normal dalam Ghozali

156
JURNAT
AKUilIAI{SI Yot.lil0.2.JUH
|(0}tltilP0ntR, 2009 HAt.tf3-t66

(2006:l3a). Oleh karena pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov


dilakukan.
Tabel3
One-SampleKolmogorov-SmirnovTest

Unstandardized
ReslJual
N 51
NormalParameters(a,b)Mean .0000000
Std.Deviation 2.69942720
MostExtreme Absolute
Differences .135
Positive .073
Negative -.135
Kolmogorov-Smirnov Z .962
Asymp.Sig.(2-tailed) .313
a Testdistribution
b Calculatedfromdata.
Sumber:Datayangdiolah
Hasil pengujianOne SampleKolmogorov-Smirnov terhadapnilai residual
dari regresivariabel-variabelbebasadalahnilai Kolmogorov-Smirnov Z sebesar
0,962dengansignifikansisebesar0,313.Hal ini berartinilai residualterdistribusi
secaranormalkarenasignifikansinyalebihbesardari 0,05.
2. Multikolinieritas
Tabel4
Correlations

PraktikPerataan Ukuran Leverage


Laba PerusahaanProfitabilitas Keuangan
PraKik PearsonCorrelation 1 -.3rS1*1 .043 .35S1**;
PerataanLaba Sig.(t-tailed) .011 .005
..381
N 51 51 51 51
Ukuran PearsonCorrelation -.319(x) I .001 .089
Perusahaan Sig.(l-tailed) ,011 .498 .267
N 51 51 5t 51
Profitabilitas PearsonCorrelation .043 .001 1 .034
Sig.(l-tailed) .381 .498 .406
N 51 51 51 51
Leverage PearsonCorrelation .35S1x*1 .089 .034 1
Keuangan Sig.(l-tailed) .005 .267 .406
51 51 51 51
* Correlation at the 0,05level(l-tailed).
is significant
a* Correlation at the 0.01level(l-tailed).
is significant
Sumber:Datayangdiolah

157
PENGAnuHUKuRANPERUSAHAAN. DAN/f/f,?@ KEUANGAN
PR0t|TABltlTAS. ITRHADAP PEIAIAAII
PRAKIIK
IABA0LtH: NAIAilA
IflENE
Pengujian gejala multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknyakorelasiyangseriusdiantaravariabelindependen yang digunakandalam
model persamaanregresi. Gejala multikolinearitasdapat diketahui dengan
PearsonCorrelation Matrix. Dalam Ghozali (2006:91),nilai koefisien korelasi
yang lebih dari 0,90 menunjukkangejala multikolinieritasyang tinggi dalam
modelpenelitian.Variabel-variabel yangadamempunyaigejalamultikolinearitas,
namunkoefisienkorelasinyalebih kecil dari 0,90. Jadi, tidak ada korelasiyang
tinggi antar variabel yang akan diregresikanmerupakanindikasi tidak adanya
gejalamultikolinieritas.
3. Otokorelasi
Tabel5
Model
Adjusted Std.Error of Durbin-
Model R R Square R Square the Estimate Watson
1 .501(a) .251 .203 2.78424656 2.387
a preOictors:
(Constant), Keuangan,
Leverage UkuranPerusahaan
Profihbilitas,
Variable:PraktikPerataanLaba
b Dependent
Sumber:Datayangdiolah
Nilai d yang dihasilkandari rJji Durbin-watson adalah2,387. Nilai d
tersebutakandibandingkandengannilai tabel.Denganmenggunakan signifikansi
5%, jumlah sampelsebanyakN=51 danjumlah variabelbebassebanyak4, nilai
tabelDurbin-Watsonyangdidapatadalahsebesar1,378.Model regresibebasdari
gejala otokorelasi apabila nilai d terletak di antara du4<4-du. Karena
!,378<2,387<2,622,maka modelregresiini bebasdarigejalaotokorelasi.
4. Ileteroskedastisitas
Model regresi yang mempunyaiprobabilitasdari nilai statistik F lebih
besardari 0,05, merupakanmodel yang homoskedastisitas. Model regresidalam
karenaprobabilitasdari nilai
penelitianini terbebasdari gejalaheteroskedastisitas
statistik F yang dihasilkan sebesar 0,243 (lampiran l), yang didalamnya
probabilitasnyalebih besardari 0,05. Jadi, model regresiini memenuhiasumsi
klasikmengenaiadanyahomoskedastisitas.

PengujianHipotesis
Pengujianvariabeldilakukanuntuk mengetahuiapakahvariabel-variabel
bebasyang digunakandalammodel regresimampumenjelaskanvariabelterikat.
Pengujianhipotesis dapat dilakukan setelahmodel regresi memenuhi semua
asumsiklasik.
1. PengujianStatistikF
Pengujianstatistik F dilakukanuntuk menilai ketepatanfungsi sampel
dalam menaksirnilai aktual. Apabila tingkat signifikansiyang diperolehlebih
kecil dari tingkat signifikansi 0,05, maka kesimpulan yang didapat adalah
bebasdalammodel regresimerupakanpenjelasyang signifikan
variabel-variabel
terhadapvariabelterikat.Ketepatanfungsiataumodelregresidalampenelitianini

158
JUtNAt
At(UilTANSt
t(0t{IElilp0tEn.
V0L.l
}t0.2.
JUU2009 flAt.t{3-t66

adalahsebesarF (lampiran2) sebesar4,000 dengantingkat signifikansisebesar


0,007.
2. Pengujianstatistikt '
Pengujianstatistik t menunjukkanseberapa jauh pengaruhsatu variabel
bebassecaraindividual menerangkanvariasi variabel terikat. Dengan tingkat
signifikansisebesar5%, pengujiant (lampiran2) dilakukanmenghasilkanmodel
persamaan regresisebagaiberikut:
Y =7,399 -0,693X1 +0,037X2 + 0,3l7Xt
T 2,091 -2,799 0,241 3,035
Sig. 0,042 0,008 0,811 0,004
Keterangan:
Y = Praktik PerataanLaba
Xr = UkuranPerusahaan
x2 : Profitabilitas
Xs : LeverageKeuangan
Persamaan regresitersebutdapatdianalisissebagaiberikut:
Ukuran perusahaan
Dari hasil perhitunganstatistik, variabel ukuran penrsahaanmempunyait
hitungsebesar-2,788dengantingkatsignifikansisebesar0,008karenatingkat
signifikansinyalebih kecil dari 0,05, maka variabel ukuran perirsahaan
berpengaruhsignifikan terhadappraktik perataanlaba. Ukuran perusahaan
berpengaruhnegatif terhadappraktik perataanlaba dalam penelitian ini,
berbeda dengan hipotesis yang menyatakanbahwa ukuran perusahaan
berpengaruhpositif secarasignifikan terhadappraktik perataanlaba. Jadi,
hipotesispertamaditolak.
Profitabilitas
Dari hasil perhitunganstatistik, variabelprofitabilitasmempunyait hitung
sebesar0,241 dengan tingkat signifikansi sebesar0,893 karena tingkat
signifikansinyalebih besar dari 0,811, maka variabel profitabilitastidak
berpengaruhnegatif yang signifikan terhadappraktik perataanlaba. Jadi,
hipotesiskeduaditolak.
LeverageKeuangan
Dari hasil perhitunganstatistik, variabel leveragekeuanganmempunyait
hitung sebesar3,035dengantingkat signifikansisebesar0,004karenatingkat
signifikansinyalebih kecil dari 0,05, maka variabel leverage keuangan
berpengaruhpositif yang signifikan terhadappraktik perataanlaba. Jadi,
hipotesisketigaditerima.

Pembahasan
PengaruhUkuran PerusahaanterhadapPraktik PerataanLaba
Dari hasilpengujian,praktik perataanlabadipengaruhiukuranperusahaan.
Hal ini berbedadenganpenelitian sebelumnyayang dilakukan oleh Jin dan
Machfoedz (1998:188) yang menyimpulkanbahwa ukuran perusahaantidak
mempengaruhipraktik perataan laba. Sedangkanpenelitian sebelumnyayang

159
PtN6ARU1|
UKURAN
PERUSAHAAT{. pAl'|/flffltf
PR()flTABI1TAS, KTUANGAil pnAKItK
TtRHApAp ptRATAAll
()TEH:
I.ABA IRTNT
NATAIIA
dilakukanoleh Narsaet al. (2003:l4l) menfmpulkan bahwaukuranperusahaan
berpengaruh secarapositif terhadappraktikperataanlaba.Jadi,penelitianini tidak
konsistendenganpenelitianyangtelahdilakukanoleh Jin danMachfoedz(1998),
namunkonsistendenganpenelitianyangtelahdilakukanolehNarsaet al. (2003).
Praktik pentaan laba yang dilakukan oleh perusahaanmanufaktur yang
terdaftardi BEI dipengaruhisecaranegatifoleh ukuranperusahaan. Artinya, ada
perbedaanyang signifikan antaraperusahaan yang memiliki ukuranperusahaan
terbesardan terkecil dalammelakukanpraktik perataanlaba, yang di dalamnya
perusahaanyang lebih besar mempunyai kecenderunganlebih kecil untuk
melakukanpraktik perataanlaba dibandingkandenganperusahaanyang lebih
kecil. Perusahaan yang lebih kecil cenderungmengalamifluktuasi laba sehingga
manajemenperusahaan mempunyaikecenderungan lebih besaruntuk melakukan
praktik perataanlaba dibandingkanmanajemen perusahaan yang lebih besaragar
labaperusahaan yang lebih kecil terlihatlebih stabil.Hal ini disebabkankondisi
perusahaanyang lebih kecil memiliki tingkat stabilitas yang lebih rendah
dibandingkan perusahaan yanglebihbesar.
PengaruhProfitabilitasterhadapPraktik PerataanLaba
Dari hasil pengujian,profitabilitastidak mempengaruhipraktik perataan
laba. Hal ini didukung penelitian sebelumnyayang dilakukan oleh Jin dan
Machfoedz(1998:154)menyimpulkanbahwaprofitabilitastidak mempengaruhi
praktik perataanlaba. Sedangkanpenelitian sebelumnyayang dilakukan oleh
Narsaet al. (2003:141)menyimpulkanbahwaprofitabilitasmempengaruhi indeks
perataanlaba. Penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa profitabilitas
mempunyaipengaruhnegatif secarasignifikanterhadapvariabelindeksperataan
laba.
Praktik perataanlaba yang dilakukanoleh manajemenperusahaan tidak
berdasarkan informasiprofitabilitas.Hal tersebut ada
disebabkan kecenderungan
pemakai laporan keuanganaware terhadapinformasi profitabilitas sehingga
praktik perataan laba tetap dilakukan oleh manajemenperusahaantanpa
mempedulikanbesar atau kecilnya profitabilitas. Faktor-faktor lain yang
mempengaruhicara manajemenuntuk melakukanpraktik perataanlaba seperti
ukuranperusahaandanleveragekeuangan.Oleh karenaitu, profitabilitasbelum
menjadi faktor pendorongbagi manajemenuntuk melakukanpraktik perataan
laba.
PengaruhLeverageKeuanganterhadap Praktik PerataanLaba
Dari hasil pengujian,Ieveragekeuanganmempengaru[ipraktik perataan
laba.Hal ini tidak didukungpenelitiansebelumnyayangdilakukanoleh Narsaet
at. (2003:141)menyimpulkanbahwaleveragekeuangantidak berpengaruh positif
secarasignifikan terhadappraktik perataanlaba. Penelitianini berbedadengan
penelitianyang dilakukan oleh Narsa et al. (2003), yaittt leveragekeuangan
berpengaruhpositif terhadapvariabel praktik perataanlaba. Artinya, semakin
tinggi leveragekeuangansuatu perusahaan,maka kecenderunganmanajemen
perusahaan untuk melakukanpraktikperataanlabasemakinbesar.
Manajemenberusahamelakukanpraktikperataanlabaapabilamempunyai
rasioleveragekeuanganyang yangtinggi. Hal ini disebabkanhutangyang besar

160
JUtl{At
Al(Ul{TAilSl yot.til0.2.
r0ilIE,itPonil. JUU2009 HAt.
tft-165
dibandingekuitaspemegangsaham,akan meningkatkanresiko yang ditanggung
oleh pemegangsaham(investor)dan kreditor. Hal ini dikarenakankeienderungan
perusahaan tidak dapatmelunasikewajibannyapadasaatjatuh tempojuga tinggi.
Denganasumsibahwainvestordan laeditor merupakanpihak yang menghindari
atau menolak resiko. Dampaknyaadalahpihak investor engganmenanamkan
dananyadi perusah:unyang mempunyaileveragebesar.Demikian puta, pihak
*reditor yang engganmeminjamkandananyakepadaperusahaankarenakreditor
membutuhkanjaminan atas dana yang dipinjam (Widyaningdyah,2001:99).
Namun, manajemenyang melakukanpraktik perataanlaba, memperolehposisi
yang lebih baik saat perusahaanmembutuhkantambahandana dari investor
dan/ataukreditor,dan saattidak dapatmelunasihutang melalui negoisasiulang.
Oleh karenaitu, manajemenberusahamengubahkandunganinformasilaba yang
diperolehperusahaandengancaramelakukanpraktik perataanlaba.

Simpulan, Implikasi, dan Keterbatasan

Berdasarkananalisisdan pembahasan yang telah diuraikansebelumnya,


maka dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaandan leverage keuangan
berpengaruhterhadap praktik perataan laba, sedangkanprofitabilitas tidak
berpengaruhterhadappraktik perataanlaba. Hal tersebutberarti profitabilitas
tidak menjadi faktor pendorongbagi manajemenuntuk melakukan praktik
perataan laba. Sedangkan, ukuran perusahaan,dan leverage keuangan
berpengaruhsignifikan terhadappraktik perataanlaba.Hal tersebutberarti ukuran
perusahaan, danleveragekeuanganmenjadifaktor pendorongterjadinyapraktik
perataanlaba.Ukuranperusahaan yanglebihkecil cenderungmengalamifluktuasi
laba dibandingkanperusahaan yang berukuranlebih besarsehinggamanajemen
perusahaanmempunyai kecenderunganlebih besar unhrk melakukanpraktik
perataanlaba dibandingkanmanajemenperusahaan yang lebih besaragar laba
perusahaanyang lebih kecil terlihat lebih stabil. Selain itu, semakin tinggi
leverage keuangan suafu perusahaan, maka kecenderungan manajemen
perusahaan untuk melakukanpraktik perataanlabasemakinbesar.
Investor, kreditor, dan para pengguna laporan keuanganhendaknya
menyadaripraktik perataanlaba yang dilakukanoleh perusahaan manufbkturyang
terdaftar di BEL HaI ini penting karena informasi laporan keuanganyang
disiapkanoleh manajemenmenjadidasarpengambilankeputusanoleh pemakai
laporankeuangan,terutamainvestordan kreditor, tidak memberikaninformasi
yang relevan. Berbagai kebijakan dan metode akuntansiyang diperbolehkan
dalam standarakuntansi,dapat digunakanoleh manajemenuntuk melakukan
praktik perataanlaba. Oleh karena itu, Ikatan Akuntan Indonesia(IAI) dan
Bapepam-LKsebaiknyamembatasipemakaiankebijakandan metodeakuntansi
pada jenis industri tertentu agar manajementidak dapat melakukanpraktik
perataan labadenganmudah.
Untuk penelitianselanjutnya,faktor-faktorlain yang belum diuji dalam
penelitianini, sepertipengaruhdikeluarkannyastandarakuntansibaru oleh IAI
dan peraturanperpajakanyang dapatmempengaruhi besarnyalaba bersih,harga

161
PilGANUNUIUNAil /ffffiGf ITUAIIGAII
PNOTIABILIIAS,
PilUSAIIAAil, DA}I ITRIIADAP PTTAIAA}I
PTAIfiII
IABAO[tH:lRtilt]IAIAUA
saham,reputasiauditor,rencanabonus,kontrakhutang,faktor politik sertafaktor-
faktor lainnya yang dianggap mempunyaipengaruhterhadappraktik perataan
laba. Selain itu, metode pengklasifikasianperusahaanperata dan bukan perata
laba menggunakanindeks selain Indeks Eckel, kemudian membandingkannya
dengan penggunaanIndeks Eckel. Tidak hanya itu, pengaruh inflasi selama
rentang waktu penelitian juga perlu diperhitungkan agar menghasilkanhasil
penelitianyanglebih signifikan.

Daftar Rujukan

Anthony, R.N., dan V. Govindarajan.2003. SistemPengentdalian Manajemen,


diterjemahkanoleh Tjakrawala,Kurniawan. Buku 2.- Jakarta:Penerbit
SalembaEmpat.
Assih, P., dan M. Gudono.2000. "HubunganTindakanPerataanLaba dengan
ReaksiPasaratasPengumumanInformasiLabaPerusatraan yangTerdaftar
di BursaEfek Jakarta".Jurnal RisetAlatntansiIndonesia.YoL 3, No. I
(Januari).Jakarta.hal. 35-53.
Belkaoui, dan A. Riahi. 2001. Teori Alamtansi,,diterjemahkanoleh Marwata,
Harjanti Widiastuti, Ch. Heni Kurniawan dan Alia Aresanti. Buku 2.
Jakarta:PenerbitSalembaEmpat.
Chariri,A., danI. Ghozali.2003.TeoriAkuntansi.Edisi Revisi.Semarang:Badan
Penerbit-Undip.
Ghozali, I. 2006. Aplikosi Analisis Multivariate dengan Program ^SPS,S.
Semarang: BadanPenerbit-Undip.
Gumanti,T. A. 2000. "EarningsManagement:Suatu Telaah Pustaka".Jurnal
AlamtansidanKeuanganVol. 2. No. 2 (Nopember). Hal. 104-115.
Hanafi, M., dan A. Halim. 2003.AnalisisLaporanKeuangan.Yogyakarta:Unit
PenerbitdanPercetakan AMP-YKPN.
Institute for Economic and Financial Research.Indonesion Capital Market
Directory (2003).Jakarta:ECFIN.
Indonesian Capital Market
Directory (2006).Jakarta:ECFIN.
Jin, L. S., dan M. Machfoedz.1998."Faktor-faktoryang MempengaruhiPraktik
PerataanLaba pada Perusahaanyang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta".
Jurnal RisetAlatntansiIndonesio.Yol.l. No. 2 (Juli).Hal. 174-191.
Juniarti,dan Corolina. 2005."Analisa Faktor-faktoryang Berpengaruhterhadap
PerataanLaba (INCOME SMOOTHINQ padaPerusahaan-perusahaan Go
Publi|'. Jurnal Akuntansidan Keuangan.Vol. 7. No. 2 (Nopember).Hal.
179-191.
Michelson,S. E., J. J.-Wagner, danC. W. Wooton.1999."IncomeSmoothingand
Risk-AdjustedPerformance". (Online\.(http://ssrn.com/id: I 56448).
Nachrowi, N. D., dari H. Usman. 2006. PendekatanPopuler dan Praktis
EkonometrikaUntukAnalisisEkonomidan Keuangan Jakarta:Lembaga
PenerbitFakultasEkonomiUniversitasIndonesia.
Narsa, I M., B. D. Nugraheni, dan B. Maritza. 2003. "Faktor-faktor yang
MempengaruhiPraktik PerataanLabapadaPerusahaan yang Terdaftardi

t62
vot.l110.2.
xollTtrPomr.
A[uilt^ilsl
J|,mttt JUu 2009 ll^t.l{}166

Bursa Efek Surabayd'.Majalah Ekonomi.Tahun XIII. No. 2. Agustus.


Hal. 128-145.
Scott,W. R. 2003.Financial AccountingTheoryThird Edition. United Statesof
America:PearsonEducationCanadaInc.
Sherlin. 2005. "Analisis PengaruhPerataanLaba terhadapReaksi Pasardan
Risiko Investasipada Perusahaanyang terdaftar di Bursa Efek Jakarta".
Skripsi Sarjanatak dipublikasikan.UniversitasKatolik Widya Mandala
Surabaya.
Suwardjono.2005. Teori Alarntansi PerekayasaanPelaporan Keuangan. Edisi
ketiga.Jogiakarta:BPFE.
fiandra, A. Y. 2A04."Analisis Perbandingan PerataanLaba pada Perusahaan
Manufaktur yatg Go Public di Bursa Efek Jakartapada Periode Tahun
1992-1996 dan 1997-2001". Skripsi Sarjana tak dipublikasikan.
UniversitasKatolik Widya MandalaSurabaya.
Widyaningdyah,A. U. 200l. "Analisis Faktor-faktoryang Berpengaruhterhadap
EarningsManagementpadaPerusahaan Go Public di Indonesia".Jurnal
AlamtansidanKeuangan.Yol.3.No. 2 .Nopember. Hal. 89-101.
Wild, J. J., K.R. Subramanyam, dan R. F. Halsey. 2005. Analisis Laporan
Keuangan.Edisi 8. Buku 1. Jakarta:PenerbitSalembaEmpat.

r63
PNI6ANU||
UIUNAil PHUSAHAAII. DAN
NOTIABIIITAS. /f/ffldf TEUA}IGA}I PTAKIIK
ITTIIADAP PflAIAAII
0tEtl:ltEiltllAIAtlA
IABA
Lampiran 1. Uti Heteroskedastisitas

L€verage
Keuangan,
Profitabilita
s,XlxXl,
x3*x3,
)(2*X2,
x2*x3,
xl*x3,
Ukuran
Perusahaan
, X1*X2(a)
a Allrequested entered.
variables
b Dependent Ut^2
Variable:

X1*X2
Perusahaan,
Ukuran

1 Regressio
n
Residual
Total
(ConStant),
a Predictors: Keuangan,
Leverage x3*x3,x2*x2,x2xx3,
X1xX1,
Profitabilitas, x1*x3,
X1*X2
UkuranPerusahaan,
b DependentVariable:
Ut^2

Sbndardized
Coefficients

1 (Constant) -345.815 206.283 -1.676


X1*X1 -1.651 1.080 -5.475 -1.529
X1*X2 -4.237 2.797 -6.107 -1.514
X1*X3 1.485 .932 6.753 1,594
X2*X2 .105 .328 .081 .318
X2*X3 -.296 .538 -.234 -.549
X3XX3 -.043 .063 -.2t5 -.672
Ukuran Perusahaan 48.722 29.980 5.760 1.625
Profitabilitas 52.150 33,542 6.057 1.555
LeverageKeuangan -22.330 13.263 -6.914 -1.684
Variable:
a Dependent Ut^2

t64
lltrillt antflrlNr(olrrttP0tn.Y0t-lil0.2.ltilt2000 Hlr H3-t66

Lampiran 2. RegresiLinier Sederhana

Variables
Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 Leverage
Keuangan,
Profitabilitas Enter
, Ukuran
Perusahaan
(a)
a All requestedvariablesentered.
b DependentVariable:PraktikPerataanLaba

Model
AdjustedR Std.Enorof
Model R R Souare Souare the Estimate
1 .501(a) .251 .203 2.78/.246fi
a Leverage Perusahaan

ANOV

Model Sumof Souares Df MeanSquare F siq.


1 Regression 121.858 3 40.619 5.240 .003(a)
Residual 364.345 47 7;752
Total 486.204 50
a Predictors:(Constant),LeverageKeuangan,Profitrabilitas,
UkuranPerusahaan
b DependentVariable:PraktikPerataanLaba

1 (Constant)
UkuranPerusahaan
Profitabilitas
LeverageKeuangan

165
UI(URA}I
PE}IGARUR PTOFITABII.ITAS,
PETUSAHAATI. IETHADAP
OAil/ffffldf IGUAIIGA}I PRAKTIK
PERAIAAII
O[EhITE}IE
I.ABA ilAIAIIA