Anda di halaman 1dari 5

LEMBAR PENGESAHAN

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KESAMBEN


NOMOR .../SK-DIR/PT-SBM/.../2018
TENTANG
SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA) YANG BERKOMPETEN
DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KESAMBEN

Tindakan Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal

Kepala Unit
Disiapkan Dr. Zuniarsih
Medis

Autorized
Diperiksa Niken larasati, SE
Person
Manajer
Dr. H dwi prasetyo
Diperiksa Pelayanan
Okta Agung
Medik
Direktur
Rumah Sakit
Disahkan Dr. Dwi Bambang
Wava Husada
Kesamben

SK PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA)– Hal. xx


KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KESAMBEN
NOMOR : .../SK-DIR/PT-SBM/.../2018
TENTANG
SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA) YANG BERKOMPETEN
DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KESAMBEN
1. Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pasien di Rumah
Menimbang : Sakit, diperlukan pelayanan keperawatan yang berkualitas, aman dan
efektif.

2. Bahwa untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas,


aman dan efektif untuk masing-masing pasien, diperlukan suatu kajian
pasien yang seragam dan berkesinambungan
3. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan
b, maka perlu diterbitkan Surat Keputusan Direksi tentang Kebijakan
Asesmen Pasien di Rumah Sakit
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang
Mengingat : Rumah Sakit
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang
Pokok-Pokok Kesehatan
3. Surat Keputusan Direktur PT.Sarana Budi Mulyo Nomor 003/SK-DIR/PT-
SBM/VII/2018 tanggal 02 juli 2018 tentang Pengangkatan Direktur
Rumah Wava Husada Kesamben.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

Pertama Surat Keputusan Penetapan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) Yang


Berkompeten Rumah Sakit sebagaimana tercantum dalam Lampiran
keputusan ini
Kedua Keputusan ini berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal diterbitkan dan
akan dilakukan evaluasi minimal 1 (satu) tahun sekali.
Ketiga Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan dan perbaikan maka
akan dilakukan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Kesamben
Pada Tanggal : April- 2018
Direktur,

Dr. Dwi Bambang


NIK. 01.0518.015

SK PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA)– Hal. xx


Lampiran Surat Keputusan Penetapan Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
Nomor : .../SK-DIR/PT-SBM/.../2018
Tentang : Surat Keputusan Penetapan Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
Di Rumah Sakit Wava Husada Kesamben
Tanggal : -April – 2018

A. Pengertian:
Proses yang terus menerus dan dinamis yang digunaan disebagian besar unit kerja yaitu rawat
jalan dan rawat inap untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien dan terdiri dari 3 (tiga)
proses yaitu:
1. Pengumpulan informasi dan data mengenai status fisik,psikologis,sosial ekonomi, nutrisi dan
spiritual serta riwayat kesehatan pasien
2. Analisa data dan informasi termasuk hasil tes laborat dan pemeriksaan diagnostik untuk
mengidentifikasi kebutuhan keperawatan kesehatan pasien
3. Pengembangan rencana Keperawatan/ Medis untuk memenuhi kebutuhan pasien yang telah
diidentifikasi.
B. Tujuan:
1. Mengumpulkan informasi dari pemeriksaan fisik (dari kepala sampai ke kaki), psikologis, sosial
ekonomi, nutrisi dan spiritual dan riwayat penyakit sebelumnya dan pengkajian tambahan
2. Mengumpulkan hasil pemeriksaan penunjang (laborat dan radiologi)
3. Semua Menganalisa hasil pemeriksaan untuk menentukan diagnose
4. Menentukan perencanaa tindakan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien
C. Kebijakan:
1. Format Pengkajian Keperawatan yang ada di Rumah Sakit:
a. Anak
b. Umum
c. Bayi
d. Rawat Jalan
e. Kebidanan
f. IGD
g. ICU/ PICU
2. Format Pengkajian Medis yang ada di Rumah Sakit
a. Bayi
b. IGD
c. Rawat Jalan
3. Semua pasien yang dilayani rumah sakit harus diidentifikasi kebutuhan pelayanannya melalui
suatu proses asesmen yang baku.
4. Setiap pasien rawat jalan dilakukan asesmen informasi yang meliputi data umum pasien dan
data medis.
5. Pengkajian rawat jalan untuk identitas pasien diisi oleh pasien /keluarga dan pengkajian rawat
jalan harus direview 3 tahun sekali ( Apabila ada perubahan alamat dapat segera direview,
tidak perlu menunggu 3 tahun)
6. Setiap pasien rawat inap dilakukan asesmen informasi yang meliputi tata tertib Rumah sakit,
Hak dan kewajiban pasien dan keluarga, tarif perawatan, Informasi petugas yang merawat
pasien, Informasi tentang catatan perkembangan pasien, Informasi waktu konsultasi,
Discharge Planning dan fasilitas ruangan.
7. Hanya mereka yang kompeten sesuai perizinan, undang-undang dan peraturan yang berlaku
dan sertifikasi dapat melakukan asesmen
8. pasien baru dilakukan asesmen awal
a. medis dilakukan oleh dokter jaga ruangan yang sudah punya STR dan apabila dilakukan
oleh Coas harus disupervisi oleh DPJP (dokter penanggung jawab pasien)
b. Asesmen awal keperawatan dilakukan oleh perawat yang berkompeten dalam hal ini yaitu
D3 dan S1 yang memiliki STR dan tidak dilakukan oleh mahasiswa keperawatan.

SK PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA)– Hal. xx


9. Asesmen awal setiap pasien meliputi evaluasi faktor fisik, psikologis, sosial ekonomi, nutrisi
dan spiritual termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan
10.Evaluasi keluhan pasien (S: subyek, O: obyekif, A: asesmen, P: planning) dilakukan 3x sehari
oleh perawat D3 dan S1 setiap shif dan ditulis pada Formulir Catatan Perkembangan Pasien
Terintegrasi
11.Asesmen awal medis IGD dilakukan oleh dokter jaga IGD yang mempunyai STR dan sertifikasi
ACLS, GEL, ATLS.Apabila operasi cito dilakukan harus ada catatan ringkas dan diagnosis
praoperasi dalam Formulir Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
12.Asesmen awal IGD keperawatan dilakukan oleh perawat IGD D- III dan SI yang mempunyai STR
dan bersertifikat BTCLS. Perawat hanya melakukan asesmen dasar yaitu respiratori (A: airway,
B: breathing, C: circulasi, D: drug), kardiovaskuler, riwayat penyakit sebelumnya, alergi dan
sistem neurosenorik serta asesmen yang lain meliputi asesmen nutrisi, nyeri dan fungsional.
13.Hasil temuan semua asesmen diluar rumah sakit harus dinilai ulang dan diverifikasi saat
pasien masuk rawat inap, untuk memperbaharui atau mengulang bagian- bagian dari asesmen
medis yang sudah lebih dari 30 (tiga puluh) hari.
14.Asesmen awal Medis diisi dan dilengkapi dalam waktu di isi 1x24 jam atau lebih cepat sesuai
kondisi pasien dari awal masuk rawat inap.
15.Asesmen awal medis yang dilakukan sebelum pasien di rawat inap, atau sebelum tindakan
pada rawat jalan di rumah sakit, tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) hari, atau riwayat medis
telah diperbaharui dan pemeriksaan fisik telah diulangi.
16.Asesmen kurang dari 30 (tiga puluh) hari, setiap perubahan kondisi pasien yang signifikan,
sejak asesmen dicatat dalam rekam medis pasien pada saat masuk rawat inap.
17.Pasien yang direncanakan operasi harus dilakukan asesmen awal anestesi- bedah dan inform
concent dilakukan oleh dokter anastesi – bedah.
18. Asesmen awal gizi dilakukan oleh perawat D3 dan S1 Keperawatan dan asesmen lanjutan
dilakukan oleh ahli gizi.
19.Kajian resiko jatuh dan restrain (pengikatan). Bila ditemukan faktor beresiko, harus dilanjutkan
dengan intervensi menggunakan form – form terkait, dan di evaluasi setiap 3 (tiga) hari sekali.
20. Setiap pasien rawat inap dan rawat jalan harus dilakukan scrining untuk rasa sakit dan akan
dilakukan asesmen lebih mendalam sesuai dengan umur, pengukuran intensitas dan kualitas
nyeri ( karakter, kekerapan/ frekuensi, lokasi dan lamanya ) dan harus dicatat dalam form yang
telah ditentukan. Perlu dilakukan assesmen ulang yang teratur dan tindak lanjut sesui kriteria
yang telah di tetapkan rumah sakit dan sesuai kebutuhan pasien
21.Pasien dalam kondisi khusus (manula, kemoterapi, jiwa, imun rendah) pengkajian dimasukkan
dalam pengkajian umum dan dapat diintegrasikan dalam Formulir Catatan Perkembangan
Pasien Terintegrasi
22.Pasien terminal harus dilakukan asesmen awal dan asesmen ulang dan temuan dalam
asesmen dilakukan dalam dokumentasi dalam Formulir Catatan Perkembangan Pasien
Terintegrasi
23. Pasien yang akan meninggal dan keluarganya dilakukan asesmen dan asesmen ulang sesuai
kebutuhan individu pasien,temuan dalam asesmen harus di dokumentasikan dalam Formulir
Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
24.Pengkajian Perencanaan Kepulangan Pasien (Discharge planning) dilakuan awal pada saat
pasien masuk rumah sakit, selama perawatan dan menentukan kebutuhann perencanaan
pasien.
25.Semua pasien dilakukan asesmen ulang pada interval tertentu atas dasar kondisi dan
pengobatan untuk menetapkan respons terhadap pengobatan, merencanakan pengobatan
atau untuk pemulangan pasien
26.Pada pasien akut asesmen ulang dilakukan pada saat dokter DPJP (Dokter Penanggung Jawab
Pasien) visit dan dilakukan 1x/hari termasuk akhir minggu dalam Formulir Catatan
Perkembangan Pasien Terintegrasi
27. Pada pasien non akut asesmen ulang dilakukan oleh dokter DPJP (Dokter Penanggung Jawab
Pasien) bisa kurang dari sekali sehari dalam Formulir Catatan Perkembangan Pasien
Terintegrasi
28. Asesmen ulang keperawatan pasien rawat inap keseluruhan, diulang setiap 30 (tiga puluh)
hari dengan menggunakan form Pengkajian Keperawatan yang sesuai.

SK PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA)– Hal. xx


29.Data dan informasi asesmen pasien dianalisis dan diintegrasikan oleh staf medis, keperawatan
dan staf lain yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien
30.Pasien di informasikan hasil pemeriksaan penunjang (laborat dan radiologi) dan keluarga
dilibatkan dalam proses perawatan pasien. Setiap pasien di informasikan hasil asesmen,
perkembangan penyakitnya dan setiap diagnosa medis.

Ditetapkan di : Kesamben
Pada Tanggal : April- 2018
Direktur,

Dr. Dwi Bambang


NIK. 01.0518.015

SK PENETAPAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA)– Hal. xx