Anda di halaman 1dari 10

1.

Diagnosa Keperawatan

Dari hasil analisa data pada kasus 1, Penulis menetapkan

diagnosa keperawatan yaitu Diagnosa pertama ketidakefektifan

bersihan jalan nafas berhubungan dengan adanya penumpukan

sekret dijalan nafas. Diagnosa kedua ketidakseimbangan nutrisi

kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.

Diagnosa ketiga peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan

proses infeksi.

Pada kasus 2 penulis menetapkan diagnosa keperawatan

yaitu diagnosa pertama pola nafas tidak efektif berhubungan

dengan sesak nafas. Diagnosa kedua ketidakefektifan bersihan

jalan nafas berhubungan dengan adanya penumpukan sekret

dijalan nafas. Diagnosa ketiga ketidakseimbangan nutrisi kurang

dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Diagnosa

keempat peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses

infeksi.

Sedangkan diagnosa keperawatan pada konsep atau teori

menurut Nurarif dan Kusuma (2015) terdapat 5 diagnosa

keperawatan, yaitu :

a. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan

inflamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan

produksi sputum.
b. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan

membran alveolus kapiler, gangguan kapasitas pembawa

oksigen darah, gangguan pengiriman oksigen.

c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan kebutuhan metabolik sekunder terhadap

demam dan proses infeksi, anoreksia yang berhubungan

dengan toksin bakteri bau dan rasa sputum, distensi abdomen

atau gas.

d. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan insufisiensi O2

untuk aktivitas sehari–hari.

e. Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan

perubahan kadar elektrolit dalam serum (diare).

Dari data diatas terdapat kesenjangan antara kedua

kasus yang didapatkan dilapangan dengan teori yang ada karena

diagnosa keperawatan pada teori ada lima diagnosa sedangkan

dilapangan ditemukan hanya ada 2 diagnosa keperawatan yang

muncul pada pasien 1 dan 3 diagnosa pada pasien 2 yang sama

seperti teori yang ada. Namun ada satu diagnosa lainnya

ditemukan dilapangan dan diangkat yaitu peningkatan suhu tubuh

berhubungan dengan proses infeksi karena disesuaikan dengan

kondisi pasien dilapangan.

Sehingga dari data diatas terdapat kesenjangan antara teori

dengan kedua kasus yaitu diagnosa keperawatan pada teori ada


lima keperawatan sedangkan dilapangan hanya ada dua diagnosa

pada pasien 1 dan pasien 2 ada 3 diagnosa yang didapatkan

sedangkan dua diagnosa dalam teori tidak diangkat karena tidak

ada data yang mendukung pada saat studi kasus.

2. Intervensi Keperawatan

Intervensi keperawatan pada kasus 1 yang disusun oleh

penulis adalah :

a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Observasi TTV,

kaji kemampuan mengeluarkan lendir, berikan tepuk ringan

pada punggung, berikan posisi yang di inginkan, anjurkan

minum air hangat, Kolaborasi tim medis pemberian antibiotik

Menurut teori atau konsep adalah 18 rencana keperawatan

tapi hanya ada 6 yang dilakukan dan 12 tidak dilakukan karena

menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan kemampuan

penulis.

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Kaji penyebab

anoreksia, anjurkan memberikan makanan porsi sedikit tapi

sering, berikan makanan yang bervariasi.


Menurut teori atau konsep ada 16 rencana keperawatan

tetapi hanya 3 diantaranya yang dilakukan dan 12 rencana

keperawatan lainnya tidak dilakukan karena disesuaikan

dengan kondisi pasien dan kemampuan penulis.

c. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Observasi

TTV, anjurkan kepada keluarga memakaikan pakaian tipis yang

menyerap keringat, berikan kompres air hangat, kolaborasi

pemberian obat antipiretik.

Dalam teori tidak ada rencana keperawatan, tapi diangkat

diagnosanya karena disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pada kasus 2 intervensi keperawatan yang disusun oleh

penulis adalah :

a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak nafas

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Kaji pola nafas

pasien (frekuensi, kedalaman pernapasan dan ekspansi dada),

berikan posisi yang diinginkan (semi fowler/fowler), ajarkan

kepada keluarga latihan nafas dalam dan batuk efektif.

Menurut teori atau konsep ada 12 rencana keperawatan

airway management dan respiratory monitoring ada 9 tetapi

hanya 3 diantaranya yang dilakukan dan sisanya rencana

keperawatan lainnya tidak dilakukan karena disesuaikan

dengan kondisi pasien dan kemampuan penulis.


b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Observasi TTV,

kaji kemampuan mengeluarkan lendir, berikan tepuk ringan

pada punggung, berikan posisi yang di inginkan, anjurkan

minum air hangat, Kolaborasi tim medis pemberian antibiotik

Menurut teori atau konsep adalah 18 rencana keperawatan

tapi hanya ada 6 yang dilakukan dan 12 tidak dilakukan karena

menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan kemampuan

penulis.

c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Kaji penyebab

anoreksia, anjurkan memberikan makanan porsi sedikit tapi

sering, berikan makanan yang bervariasi.

Menurut teori atau konsep ada 16 rencana keperawatan

tetapi hanya 3 diantaranya yang dilakukan dan 12 rencana

keperawatan lainnya tidak dilakukan karena disesuaikan

dengan kondisi pasien dan kemampuan penulis.

d. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi

Intervensi yang disusun oleh penulis adalah Observasi

TTV, anjurkan kepada keluarga memakaikan pakaian tipis yang


menyerap keringat, berikan kompres air hangat, kolaborasi

pemberian obat antipiretik.

Dalam teori tidak ada rencana keperawatan, tapi diangkat

diagnosanya karena disesuaikan dengan kondisi pasien.

3. Implementasi

Pelaksanaan keperawatan dilaksanakan sesuai intervensi

yang dibuat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pelaksanaan

ini dilaksanakan selama 3 hari di Rumah Sakit Labuang Baji

Makassar dengan kerjasama dengan pasien, keluarga dan seluruh

perawat di ruangan Baji Minasa Rumah Sakit Labuang Baji

Makassar.

Pada kasus 1 implementasi keperawatan yang dilakukan pada

pasien adalah :

a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah

disusun berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

c. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi.


Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

Pada kasus 2 implementasi keperawatan yang dilakukan

pada pasien adalah :

a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak nafas.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

d. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi.

Peneliti melaksanakan semua intervensi yang telah disusun

berkat kerja sama yang baik dari semua pihak.

4. Evaluasi

Pada tahap ini penulis melakukan evaluasi terhadap asuhan

keperawatan dengan menggunakan dua metode yaitu metode

proses dan metode hasil. Untuk evaluasi hasil disesuaikan dengan


tujuan yang telah di capai pada masing-masing diagnosa

keperawatan yang muncul.

Berdasarkan implementasi keperawatan penulis melakukan

evaluasi keperawatan pada kasus 1 yaitu Pasien 1 An.N :

a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Diagnosa ini belum teratasi karena pasien masih batuk

berlendir sedangkan pada kriteria hasil yang harus dicapai

adalah pasien menunjukan jalan nafas yang efektif dengan

kriteria hasil : pasien mampu mengeluarkan sputum, mampu

bernapas dengan mudah, tidak ada suara nafas abnormal.

Disarankan kepada pasien agar minum obat secara rutin

dan mengikuti anjuran dari dokter dan perawat. Anjuran dari

dokter minum obat secara rutin dan melakukan fisioterapi dada

dan anjuran dari perawat melakukan batuk efektif.

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Kriteria hasil yang telah dicapai adalah nafsu makan pasien

sudah membaik.

Diagnosa ini sudah teratasi karena nafsu makan pasien

sudah membaik. Anjuran dari perawat agar mempertahankan

porsi makannya agar berat badanya kembali normal seperti

biasanya.
c. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi.

Diagnosa ini sudah teratasi karena suhu tubuh pasien

kembali normal dengan 37,2°C.

Sedangkan dalam kasus 2 pasien An.U berdasarkan

implementasi keperawatan, penulis melakukan evaluasi yaitu :

a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak nafas.

Diagnosa ini belum teratasi karena nafas pasien masih

sesak sedangkan pada kriteria hasil pasien mampu bernapas

dengan mudah. Anjuran dari dokter agar memberikan posisi

yang nyaman dan anjuran dari perawat melakukan teknik nafas

dalam.

b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

adanya penumpukan sekret dijalan nafas.

Diagnosa ini belum teratasi karena pasien masih batuk

berlendir sedangkan pada kriteria hasil yang harus dicapai

adalah pasien menunjukan jalan nafas yang efektif dengan

kriteria hasil :pasien mampu mengeluarkan sputum, mampu

bernapas dengan mudah, tidak ada suara nafas abnormal.

Disarankan kepada pasien agar minum obat secara rutin

dan mengikuti anjuran dari dokter dan perawat. Anjuran dari

dokter minum obat secara rutin dan melakukan fisioterapi dada

dan anjuran dari perawat melakukan batuk efektif.


c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan anoreksia.

Kriteria hasil yang telah dicapai adalah pasien menunjukan

nafsu makan yang baik, Tidak menunjukan adanya penurunan

berat badan.

Diagnosa ini belum teratasi karena nafsu makan pasien

belum membaik. Anjuran dari perawat agar menambah porsi

makannya agar berat badanya kembali normal seperti biasanya.

d. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi.

Diagnosa ini belum teratasi karena suhu tubuh pasien

belum kembali normal sedangkan pada kriteria hasil suhu tubuh

harus dalam batas normal. Anjuran dari perawat agar

melakukan melakukan kompres pada pasien.