Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kopi termasuk minuman yang digemari oleh pria maupun wanita.Banyak kalangan yang
suka minum kopi, baik orang tua, remaja, dewasa bahkan anak anak. Minuman ini konon yang
bisa mengurangi rasa kantuk inisangat umum dimasyarakat. Bahkan , gerai gerai kopi sudah
menjamur di berbagai sudut kota, hingga mall.
Minum kopi seringmenjadi teman bergadang maupun kerja di kantor. Minuman ini
mempunyai wangi yang khas ini juga dapat menimbulkan efek kecanduan, terbukti dengan
banyaknya mereka sangat ketergantungan pada kopi bahkan mereka yang sangat
ketergantungan pada kopi lebih mengutamakan minum kopi daripada makan.
Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian, apalagi
dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus menerus. Salah satunya adalah efek
ketergantungan. Kopi juuga ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah
penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgy and psychiatry tahun 2002
menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas perhari akan meningkatkan kerusakan pada
dinding pembuluh darah. Bahaya minum kopi secara berlebihan sangat beresiko terutama bagi
yang memiliki masalah kronis terutama darah tinggi.
Hal ini sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat, sehingga perlu adanya
pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan,
jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.Pendidikan kesehatan berupaya untuk merubah perilaku individu atau masyarakat
dari perilaku yang kurang atau tidak tepat di bidang kesehatan ke perilaku yang lebih baik.
Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada
hubungannya dengan tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan masyarakat.
Dalam promosi kesehatan perubahan perilaku merupakan hal yang penting karena
untuk mengetahui sejauh mana promosi kesehatan yang di berikan berjalan efektif.
Keberhasilan suatu promosi kesehatan dapat di nilai dari perubahan perilaku dari penerima
promosi kesehatan.

1
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukannya promosi kesehatan dan pemberian pengetahuan tentang
kesehatan diharapkan akan merubah perilaku orang atau masyarakat dari perilaku tidak
sehat atau belum sehat menjadi perilaku sehat.
2. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan promosi kesehatan dan pemberian pengetahuan tentang


kesehatan diharapkan mampu :

a. Merubah perilaku seseorang/individu yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi


b. Meningkatkan pengetahuan kesehatan seseorang/individu khususnya tentang bahaya
kebiasaan mengkonsumsi kopi
c. Membantu seseorang/individu untuk menjaga kesehatan dengan cara mengurangi
mengkonsumsi kopi

2
BAB II

HASIL

1. Analisis Situasi
A. Karakteristik objek pengamatan
a. Nama : Rizani Shofi
b. Jenis kelamin : Perempuan
c. Umur : 17 Tahun
d. Pendidikan : SMA
e. Status pernikahan : Belum menikah
f. Alamat : Ds.Soditan RT 02 RW 01 Kec.Lasem Kab.Rembang

B. Kondisi Perilaku Awal


Klien memiliki kebiasaan minum kopi pada malam hari. Pada saat akan
mengerjakan tugas klien selalu minum kopi agar tidak ngantuk. Dalam seminggu
klien bisa mengkonsumsi kopi 4-5 kali. Klien kalau minum kopi mengakibatkan tidak
bisa tidur, sehingga waktu tidurnya tidak optimal.

C. Perubahan Perilaku yang Diharapkan


Diharapkan klien dapat meningkatan pengetahuan tentang perilaku hidup
sehat dan bahaya minum kopi terlalu sering. Menjadikan hidup sehat sebagai acuan
untuk terhindar dari penyakit.Klien dapat merubah dan mengurangi perilaku
kebiasaan minum kopi.

D. Intervensi untuk Perubahan Perilaku (Penkes)


a. Menganalisis situasi (karakteristik objek, kondisi perilaku awal, perubahan
perilaku yang diharapkan, memberikan penkes)
b. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya kebiasaan minum
kopi menggunakan media leaflet
c. Memberikan informasi tentang zat-zat yang terkandung dalam kopi serta
akibat/dampak untuk meningkatkan pengetahuan klien

3
2. Pengamatan (catatan hasil pengamatan perubahan perilaku)

Waktu Fokus pengamatan Hasil pengamatan


Tanggal : 20 Januari 2018 Mengurangi kebiasaan minum 1. Klien mendengarkan
Jam : 19.00 WIB kopi informasi tentang bahaya
kebiasaan minum kopi
yang saya berikan
2. Klien memahami
informasi yang saya
berikandibuktikan dengan
pemberian pertanyaan,
dan klien dapat
menjawab
Tanggal : 27 Januari 2018 Mengurangi kebiasaan minum 1.Klien dapat mengurangi
Jam : 16.00 WIB kopi kebiasaan minum kopi
seminggu menjadi 3 kali
dibuktikan dengan ceklist
yang telah saya berikan
Tanggal : 03 Februari 2018 Mengurangi kebiasaan minum 1.Klien dapat mengurangi
Jam : 15.00 WIB kopi kebiasaan minum kopi
seminggu menjadi 2 kali
dibuktikan dengan ceklist
yang telah saya berikan
Tanggal : 10 Februari 2018 Mengurangi kebiasaan minum 1.Klien dapat mengurangi
Jam : 16.00 WIB kopi kebiasaan minum kopi
seminggu menjadi 1 kali
dibuktikan dengan ceklist
yang telah saya berikan

3. Perubahan perilaku

Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya kebiasaan


mengkonsumsi kopi , zat-zat yang terkandung dalam kopi dan dampak negatif yang
akan timbul serta dilakukan pengamatan selama 2 minggu maka didapatkan hasil
terjadinya perubahan perilaku pada objek pengamatan. Semula klien mempunyai
kebiasaan minum kopi seminggu 4-5 kali, sekarang berukurang menjadi seminggu 1
kali.

4
BAB III

SIMPULAN

Kopi adalah minuman yang sangat digemari oleh masyarakat, baik pria maupun
wanita. Sebagian orang mempunyai kebiasaan minum kopi. Hal ini yang membuat
sebagian orang menjadi ketergantungan minum kopi. Dengan adanya pendidikan
kesehatan mengenai bahaya minum kopi secara berlebihan akan meningkatkan
pengetahuan klien dalam menerapkan hidup sehat.

Melalui pengamatan perubahan perilaku yang dilakukan klien dapat mengetahui


bahaya bahaya yang ditimbulkan kopi. Sehingga diharapkan klien dapat menguranginya.
Apabila kita melakukan pendekatan perubahan perilaku kepada klien dengan baik dan
tekun menuju kearah yang baik dalam kesehatan maka akan menndapatan hasil yang
optimal. Pengamatan selama 1 bulan dapat disimpulkan perilaku kebiasaan minum kopi
klien setiap minggu dapat berkurang. Dari yang awalnya klien minum kopi seminggu 4-5
kali sekarang menjadi 1 kali seminggu.

Perilaku kebiasaan klien dapat diubah dengan niat serta dilandasi dengan
pengetahuan tentang bahaya kopi sehingga klien dapat mengurangi minum kopi, agar
kesehatannya tetap terjaga. Hal ini akan menciptakan masyarakat yang sehat dan
perilaku hidup bersih dan sehat.

5
Lampiran

A. Bahan / Media Pendidikan Kesehatan

1. Ceklist perubahan perilaku

Nama : Rizani Shofie


Umur : 17 tahun
Alamat : Ds.Soditan RT 02 RW 01 Kec.Lasem Kab.Rembang

Minggu Minum Kopi


Ke

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

6
B. Foto-foto perubahan perilaku

1. Minggu ke 1

2. Minggu ke 2

7
3. Minggu ke 3

4. Minggu ke 4

8
9