Anda di halaman 1dari 4

Yazid bin Muawiyah

Yazid bin Muawiyah bin Abu


Nama lengkap
Sufyan bin Harb

Terkenal dengan Khalifah kedua Bani Umayyah

Garis keturunan Bani umayyah

Kerabat Muawiyah (ayah)• Abu Sufyan


termasyhur (kakek)• Hindun (nenek).

Lahir 25 H/645

Tempat tinggal Damaskus, Suriah.

Meninggal 14 Rabiul Awal tahun 64 H.

Penyebab Tersungkur dari keledai liar yang


Wafat/Syahadah ia tunggangi dan lehernya patah.

Dalang pembantaian keluarga


Nabi saw di Karbala, Irak•
Peran penting
Membakar Ka'bah• Menjarah
kota Madinah.

Ayah Muawiyah bin Abu Sufyan

Ibu Maysun

BIOGRAFI
Menurut referensi, ibu Yazid, Maisun binti Bahdal berasal dari Arab Badui, dan
dikarenakan menikah dengan Muawiyah dan pergi ke Syam (Damaskus), dia adalah orang yang
tidak bisa jauh dari tanah kelahirannya, maka Muawiyah pun akhirnya menceraikannya dan dia
kembali ke tempat kelahirannya. Ada kemungkinan saat itu dia mengandung Yazid atau masih
menyusuinya.
Yazid melewatkan masa kecilnya di kabilah Maisun, dimana masyarakatnya berasal dari
kabilah Huwwarin/Hawwarin (di kawasan Homs Syam). Latar belakangnya adalah Kristen dan
penyembah berhala pada masa sebelum masuknya Islam dan termasuk ahli sastra dan syair Arab.
Sebagian orang meyakini perkembangan dan pertumbuhan Yazid sangatlah terpengaruh oleh
ideologi orang-orang Kristen yang baru memeluk Islam tersebut sangatlah efektif dan dukungan-
dukungannya kepada orang-orang Kristen setelah memegang tampuk khilafah, khususnya
kepada para penyairnya dan juga adanya para penasehat Kristen dalam kerajaannya dan juga
kompromi dengan orang-orang Eropa termasuk penunjang yang sangat berpengaruh dalam
kepribadian Yazid.
Yazid meninggal pada tanggal 14 Rabiul Awal tahun 64 H, di umur 38 tahun[8] , setelah
memegang kekhilafahan selama 3 tahun dan 8 bulan dan dikuburkan di Huwwarin. [9] Terkait
sebab kematian Yazid, dituturkan suatu hari Maimun menaikannya di atas keledai liar, keledai
liar tersebut lari sedangkan Yazid dalam keadaan mabuk, sampai akhirnya dia tersungkur dari
tunggangan dan lehernya patah

KARYA-KARYA
 Memperkuat stuktur administrasi khalifah dan memprtkuat sistem kemiliteran suriah,
 memperbaiki sistem keuangan,
 mengurangi beberapa pajak kristen dan
 memeperbaiki sistem irigasi di oasis damsyik
Muawiyah bin Abu Sufyan

Masa kekuasaan 661 – 680


Dinobatkan 661
Dilantik 661
Nama lengkap Muawiyah bin Abu Sufyan
Pendahulu Ali
Pewaris Yazid I
Lahir 606 M
Wafat 680 M
Pengganti Yazid I
Anak Yazid I
Wangsa Bani Abdus Syams
Dinasti Bani Umayyah
Ayah Abu Sufyan
Ibu Hindun binti Utbah

BIOGRAFI
Nama lengkapnya Mu’awiyah bin Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd Syams bin
Abd Manaf, biasa dipanggil Abu Abdurrahman. Ia masyhur dengan nama Mu’awiyah bin Abi
Sufyan. Ia lahir di Makkah tahun 20 sebelum hijrah. Ayahnya adalah Abu Sufyan, dan ibunya
adalah Hindun binti Utbah. Ia adalah sosok yang terkenal fasih, penyabar, berwibawa, cerdas,
cerdik, badannya tinggi besar, dan kulitnya putih. Ia masuk Islam bersama ayah, ibu, dan
saudaranya, Yazid, pada saat pembebasan kota Makkah tahun 8 H. Tentang keislamannya, ia
pernah mengatakan “Aku telah masuk Islam pada saat penandatanganan perjanjian Hudaibiyah
tahun 6 H, tapi aku menyembunyikan keislamanku.”
Ia ikut dalam perang Hunain bersama Rasulullah. Beliau memberinya 100 ekor onta dan
40 uqiyah (1 uqiyah= 29,75 gram emas) dari hasil rampasan perang. Tentang keislamannya, ia
pernah mengatakan “Aku telah masuk Islam pada saat penandatanganan perjanjian Hudaibiyah
tahun 6 H, tapi aku menyembunyikan keislamanku.” Ia ikut dalam perang Hunain bersama
Rasulullah. Beliau memberinya 100 ekor onta dan 40 uqiyah (1 uqiyah= 29,75 gram emas) dari
hasil rampasan perang. Rasulullah pernah mendo’akannya dan berkata, “Ya Allah, jadikanlah ia
orang yang tampil ke depan memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.” Ia adalah salah seorang
juru tulis Al-Qur’an.
Ia selalu berada di garis depan pada saat pertempuran. Ia pernah berhasil membebaskan
kota ‘Arqah, Jubail, dan Beirut. Umar bin Al-Khattab pernah menugaskannya sebagai gubernur
Jordania, kemudian menjadi gubernur damaskus setelah saudaranya, Yazid, meninggal. Ia juga
pernah ditugaskan Ustman bin Affan sebagai gubernur seluruh wilayah Syam. Pasca
terbunuhnya Ustman bin Affan, ia menuntut balas atas pembunuhan tersebut. Ia menunduh Ali
bin Abi Thalib berda di pembunuhan Ustman. Setelah itu, Ali mencopot jabatanya sebagai
gubernur. Tapi Mu’awiyah menolak. Ia tetap mempertahankan kekuasaannya dan menolak
membai’at Ali sebagai khalifah. Ia memerangi Ali di Shiffin. Pada akhirnya, Mu’awiyah
menjalankan perintahnya di Syam dan Ali di Irak. Setelah Ali tebunuh, Hasan bin Ali di bai’at
menjadi khalifah. Namun Hasan menyerahkan khilafah kepada Mu’awiyah. Karena, tahun 41 H
disebut dengan tahun al-jama’ah (tahun rekonsiliasi umat Islam). Mu’awiyah tinggal di Syam
sebagai gubernur selama 20 tahun.
Tentang Mu’awiyah, Ibnu Abbas berkata, “Ia adalah orang yang benar-benar dalam
pemahamannya terhadapap ajaran agama (faqih).” Wilayah-wilayah yang berhasil
dibebaskannya terbentang sampai samudra Atlantik, benua Afriika, pulau-pulau Yunani, dan
Dardanil. Ia juga pernah mengepung Konstantinopel, baik dari arah darat maupun laut. Ia adalah
muslim pertama yang mengarungi laut Romawi untuk tujuan perang. Ia juga khalifah pertama
yang menjadikan kota Damaskus sebagai pusat pemerintahan, mendirikan istana-istana khalifah,
mengangkat pengawal khalifah dan istana, dan menbuat mihrab (tempat imam) di dalam masjid.
Ia adalah khaifah pertama yang berkhutbah di Makkah dari tiga tingkat. Mimbar tersebut tetap
difungsikan sampai masa pemerintahan khalifah Harun Ar-Rasyid. Pada waktu itu, Mu’awiyah
berkhutbah sambil duduk.
Mu’awiyah adalah seorang khalifah yang sangat menghormati para ulama, penyair, dan
sahabat nabi. Pada masa pemerintahannya, mata uang dinar dicetak dengan cap orang Badui
yang sedang menghunus pedangnya. Sebelum meninggal, ia mewasiatkan khilafah kepada
putranya, Yazid. Karenanya, ia adalah orang pertama yang menjadikan khalifah berdasarkan
keturunan (secara turun temurun) Suatu hari, ia pernah menggenggam sebuah gulungan rambut
ynag saat ini dikenal dengan nama wig. Ia berpidato di Madinah dan mengatakan kepada para
penduduk Madinah, “Dimana ulama kalian, wahai penduduk Madinah? Aku pernah mendengar
Rasulullah melarang hal semacam ini dan bersabda, “Bani israil binasa tidak lain karena kaum
wanita mereka menggunakan benda semacam ini.” (HR. Al-Bukhari) Ia meriwayatkan 130
hadist dari Nabi, 13 di antaranya tercantum dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.
Ia pernah mengatakan, ‘Aku telah berambisi menjadi khalifah sejak Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam mengatakan kepadaku, “Jika kamu memerintahkan, maka jalankanlah dengan
baik.” Sebelum ia meninggal, ia berwasiat agar jenazahnya dikafani dengan gamis yang pernah
diberikan Rasulullah kepadanya. Ia meninggal di Damaskus tahun 60 H.

Karya-Karya
 perluasan wilayah islam
 menetapkan aturan kiriman pos
 memperbaiki administrasi Negara
 memperbaiki sistem militer