Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENDIDIKAN KESEHATAN PEMBERIAN NUTRISI MELALUI NGT


DI RUANG LUKAS RUMAH SAKIT ST. ELISABETH SEMARANG

OLEH :

Angela Rani Elwani

201411007

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES ST. ELISABETH SEMARANG


PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN NUTRISI
MELALUI NGT DI RUANG LUKAS RUMAH SAKIT ST. ELISABETH
SEMARANG

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan atau pengetahuan merupakan hal yang mendasar bagi pasien
terutama pada pasien yang akan pulang dari rumah sakit. Pendidikan
didapatkan dari bebrbagai macam cara seperti seminar ataupun pendidikan
kesehatan. Pendidikan merupakan hal penting karena dengan memiliki
pendidikan atau wawasan yang luas dapat memajukan kehidupan pasien
dan keluarga pasien itu sendiri
Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses
memberikan melalui saluran cerna dengan menggunakan selang NGT ke
arah lambung. Pemberian nutrisi melalui pipa lambung merupakan
tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan,
dengan cara memberi makan melalui pipa lambung.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hanugrah Abadi dkk
yang berjudul “Pengaruh Pemberian Health Education Terhadap
Pengetahuan Keluarga Tentang Penatalaksanaan Pascastroke di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta” didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh
pemberian Health Education terhadap tingkat pengetahuan keluarga
tentang penatalaksanaan pasca stroke di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta dengan nilai signifikan sebesar 0.000 (p<0,05).
Hasil observasi diketahui terdapat pasien diruang Lukas kamar 34 Rumah
Sakit St. Elisabeth Semarang yang bernama Ny. T menggunakan selang
NGT dan Ny. T diharuskan menggunakan selang NGT sampai pulang.
Dari harsil wawancara dengan keluarga, didapatkan data bahwa keluarga
tidak mengetahui mengenai cara pemberian nutrisi melalui NGT. Salah
satu cara yang dapat diambil untuk menangani masalah tersebut dengan
memberikan pendidikan kesehatan tentang “Pemberian Nutrisi Melalui
NGT di Ruang Lukas Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang”.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Sesudah di berikan pendidikan kesehatan selama kurang lebih 30
menit kepada keluarga tentang pemberian nutrisi melalui NGT,
diharapkan keluarga dapat mengerti dan memahami tentang pemberian
nutrisi melalui NGT.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai pemberian
nutrisi melalui NGT, keluarga diharapkan mampu :
a. Memahami dan mengetahui tentang pengertian nutrisi
b. Memahami dan mengetahui tentang tujuan pemberian
makanan lewat NGT
c. Memahami dan mengetahui tentang prosedur pemberian
makanan lewat NGT
d. Memahami dan mengetahui tentang hal-hal yang harus
diperhatikan saat memberikan makanan lewat NGT
C. MANFAAT
Pasien dan keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang pemberian
makanan lewat NGT

D. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

E. SASARAN DAN TARGET


1. Sasaran : Keluarga dari pasien yang menggunakan NGT Di Ruang
Lukas Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
2. Target : Keluarga pasien yang menggunakan NGT yang belum
mengetahui pemberian makanan lewat NGT diruang Lukas kamar no 3
Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
F. MEDIA DAN ALAT
Media : Brosur
Alat : perlak, sarung tangan, spuit 20cc, makanan cair, corong, bengkok

G. SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Penyaji

: Keluarga
NG
T
N diru : Pasien
GT mah
dir
um
ah
H. WAKTU DAN TEMPAT
a. Tempat : Ruang Lukas Rumah Sakit ST. Elisabeth
Semarang
b. Waktu : WIB
c. Tanggal : 24 Maret 2018

I. STRATEGI PELAKSANAAN

NO TAHAP/ KEGIATAN KEGIATAN KET


WAKTU MAHASISWA AUDIENCE
1 Pembuka 1. Salam 1. Menjawab salam
. 3 menit pembukaan 2. Menyampaikan
2. Apersepsi persepsi materi
3. Menjelaskan pedidikan kesehatan Moderator
maksud dan 3. Mendengarkan
tujuan pendidikan penjelasan
kesehatan
2 Inti 1. Menjelaskan 1. Mendengar Penyaji
. 20 menit tentang penjelasan
pengertian nutrisi 2. Memperhatikan
2. Menjelaskan penjelasan
tentang indikasi 3. Bertanya
pemberian
makanan lewat
NGT
3. Menjelaskan
tentang tujuan
pemberian makan
lewat NGT
4. Menjelaskan dan
mendemonstrasik
an tentang
prosedur
pemberian
makanan melalui
NGT
5. Memberi
kesempatan
keluarga untuk
mendemonstrasik
an ulang prosedur
pemberian makan
melalui NGT
6. Menjelaskan
tentang hal-hal
yang harus
diperhatikan saat
memberikan
makanan lewat
NGT
7. Memberikan
kesempatan
keluarga bertanya
3 Penutup 1. Evaluasi dengan 1. Menjawab pertanyaan
. 7 menit memberikan 2. Memperhatikan
pertanyaan secara 3. Menjawab salam
lisan
2. Menyimpulkan
materi Penyaji
3. Membagikan
brosur
4. Mengucapkan
terima kasih
5. Salam penutup

J. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Kontrak waktu dangan keluarga pasien 1 hari sebelumnya.
b. Mempersiapkan sarana dan pra sarana sesuai dengan rencana
tindakan kegiatan pendidikan kesehatan tentang Pemberian Nutrisi
Melalui NGT di Ruang Lukas Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
2. Evaluasi proses
a. Keluarga ikut serta saat pendidikan kesehatan
b. Alat dan media dapat digunakan dengan baik
c. Pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu
yang ditentukan.
d. Keluarga berpartisipasi aktif dalam diskusi.
3. Evaluasi hasil
a. Memahami dan menjelaskan kembali tentang pengertian nutrisi
b. Memahami dan menjelakan kembali tentang indikasi pemberian
makanan lewat NGT
c. Memahami dan menjelakan kembali tentang tujuan pemberian
makanan lewat NGT
d. Memahami dan menjelakan kembali tentang teknik pemberian
makanan lewat NGT
e. Memahami dan menyebutkan kembali hal- hal yang harus
diperhatiakan
DAFTAR PUSTAKA

1. Eny kusyati, dkk. 2003. Ketrampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar.


Semarang
2. Potter,Patricia. 1995. Keterampilan dan Prosedur Kerja. Jakarta. Buku
Kedokteran EGC
3. Buku Panduan SOP.Medina Sianturi, dkk.Gradasi.2014/2015
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Nasogastric_intubation
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian:
Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses
memberikan makanan melalui saluran cerna dengan menggunakan selang
NGT ke arah lambung.

B. Tujuan:
Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses
memberikan melalui saluran cerna dengan menggunakan selang NGT ke arah
lambung.
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
2. Mempertahankan fungsi usus
3. Mempertahankan integritas mucosa saluran cerna
4. Memberikan obat-obatan dan makanan langsung ke dalam saluran
pencernaan
5. Mempertahankan fungsi-fungsi imunologik mukosa saluran cerna

C. Dilakukan pada :
1. Klien yang tidak dapat makan/menelan atau klien tidak sadar
2. Klien yang terus-menerus tidak mau makan sehingga membahayakan
jiwanya, misalnya klien dengan gangguan jiwa.
3. Klien yang muntah terus-menerus
4. Klien yang tidak dapat mempertahankan nutrisi oral adekuat
5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Premature, dismature

D. Indikasi:
1. Perdarahan GI (Gastrointestinal)
2. Trauma multiple, pada dada dan abdomen
3. Pemberian Obat-obatan, cairan makanan
4. Pencegahan aspirasi penderita dengan intubasi jangka panjang. Operasi
abdomen
5. Obstruksi saluran cerna
6. Bilas lambung
7. Pemeriksaan analisis getah lambung
8. Dekompresi

E. Persiapan
a. Persiapan Alat :
1. Air matang
2. Makanan cair / obat
3. Corong
4. Spuit 5/10 cc
5. Tissue
6. Perlak/pengalas
7. Bengkok
8. Sarung tangan

F. Prosedur
a. Tahap PraInteraksi
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
b. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga / pasien
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
c. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy
2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler (jika tidak
ada kontra indikasi)
3. Memakai sarung tangan
4. Memasang pengalas di atas dada
5. Memastikan letak NGT dengan cara aspirasi isi lambung
6. Memasang corong
7. Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum
habis klem kembali
8. Memasukkan makanan cair, membuka klem, meninggikan 30 cm,
klem kembali sebelum habis
9. Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum
air habis klem kembali
10. Menutup ujung NGT dengan spuit/klem
11. Membersihkan sisa makanan pada pasien
12. Merapikan pasien

d. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

G. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Saat melakukan Prosedur


Tindakan
1. Tinggikan kepala pada saat pemberian makanan untuk menghindari
aspirasi dan muntah
2. Bila terjadi muntah yang berat, diare berat dan diduga aspirasi, nutrisi
enteral harus langsung dihentikan dan dikonsultasikan ke dokter
3. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering (tiap pemberian tidak
boleh > 600cc)