Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir merupakan suatu hal yang
fisiologis dan alamiah, tetapi dalam prosesnya tidak selamanya berjalan normal,
terkadang diiringi oleh gangguan yang dapat menyebabkan kematian pada ibu
atau kematian pada bayi. Oleh sebab itu, kehamilan, persalinan, nifas dan bayi
baru lahir harus ditangani oleh petugas kesehatan yang terlatih dan berwenang
dalam asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir.
(Bobak,2005; Varney,2007; Cunggingham,2013; Praiwrohardjo,2014).
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia(SDKI) tahun 2017
menunjukkan peningkatan AKI yang signifikan yaitu sebanyak 1712 kasus dan
AKB sebanyak 10.294. Kemudian Angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi Jawa
Tengah mencapai 337 kasus/100.000 kelahiran hidup dan Angka kematian Bayi
(AKB) mencapai 3.503 kasus. (Depkes RI,2017 ; Dinkes Jateng,2017)
Dari data yang telah didapatkan, AKI yang terjadi di Indonesia masih jauh
dari target SDGs tahun 2030, meskipun jumlah persalinan yang ditolong oleh
tenaga kesehatan mengalami peningkatan. Bidan berkontribusi dalam percepatan
penurunan AKI dan AKB yaitu dengan memberikan asuhan berupa Continuity of
Care (COC) yang merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan pada daur
kehidupan wanita sejak hamil sampai dengan nifas yang dilakukan sesuai
standart asuhan kebidanan. Asuhan kebidanan berkesinambungan bertujuan
untuk melakukan deteksi dini adanya masalah atau penyulit yang terjadi pada ibu
hamil, bersalin, dan nifas (Kemenkes RI, 2010).
Pelaksanaan COC dilakukan dengan pengembangan model One Student
One Client (OSOC) yang merupakan model pelayanan kesehatan dengan
melibatkan satu mahasiswa mendampingi satu klien. Dengan penerapan metode
OSOC bagi mahasiswa kebidanan diharapkan mampu mendukung pemerintah
untuk menekan AKI (Dinkes Provinsi Jateng, 2015).
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penulisan
laporan kasus dengan judul Asuhan Kebidanan Berkesinambungan BPM Siti
Sujalmi. Dengan demikian diharapkan laporan ini dapat menurunan angka

1
kematian ibu dan kesakitan ibu dengan menggunakan asuhan kebidanan
berkesinambungan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk menerapkan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. SW di
BPM Situ Sujalmi berdasarkan manajemen kebidanan yang diuraikan dalam
KEPMENKES Nomor 938/Menkes/SK/VIII/2007.

2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian data secara subjektif dan obyektif pada ibu
hamil, bersalin,bayi baru lahir dan nifas di BPM Siti Sujalmi.
b. Menentukan perumusan diagnosa kebidanan dan masalah pada ibu
hamil, bersalin,bayi baru lahir dan nifas .
c. Membuat perencanaan yang sesuai dengan diagnosa dan masalah
pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas.
d. Melakukan rencana asuhan pada ibu hamil, bersalin,bayi baru lahir
dan nifas dalam bentuk upaya promotif,kuratif, dan rehabilitatif.
e. Melakukan evaluasi tindakan pada ibu hamil, bersalin,bayi baru lahir
dan nifas secara sistematis dan sesuai dengan perubahan
perkembangan kondisi klien.
f. Membuat dokumentasi pelaksanaan Asuhan kebidanan dengan
SOAP.

C. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Laporan ini dapat sebagai pertimbangan dan masukan untuk menambah
wawasan tentang Asuhan kebidanan berkesinambungan pada ibu hamil,
bersalin dan nifas

2
2. Manfaat aplikatif :
a. Institusi
Laporan kasus ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan dalam
pemberian asuhan berkesinambungan pada ibu hamil, bersalin, bayi baru
lahir dan nifas di BPM Siti Sujalmi.

b. Manfaat bagi Profesi Bidan


Sebagai sumbangan teoritis maupun aplikatif bagi profesi bidan dalam
asuhan berkesinambungan pada ibu hamil, bersalin dan nifas.

c. Klien dan masyarakat


Agar masyarakat dapat melakukan deteksi pada masa hamil, bersalin,
maupun nifas, sehingga memungkinkan segera mencari penanganan.