Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sistem Pendukung Keputusan merupakan salah satu sistem yang dapat

membantu manajemen dalam menentukan keputusan yang bersifat terstruktur atau

semi terstruktur. Menurut kadir (2014) sistem pendukung keputusan adalah sistem

informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian

data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang

semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu

secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

Adanya Sistem Pendukung Keputusan di suatu organisasi dapat dipandang

sebagai aset penting untuk mendukung kelancaran aktifitas dan tercapainya tujuan

strategis organisasi. Salah satu proses pengelolaan yang berpeluang untuk dibantu

oleh Sistem Pendukung Keputusan adalah proses seleksi. Biasanya pada proses

seleksi yang sudah distandarisasi dengan baik akan terdiri atas serangkaian

prosedur dimana para calon peserta harus melewati tahapan dan memennuhi

kriteria tertentu. Pada akhir seleksi, pihak penentu keputusan berhak memutuskan

untuk menentukan layak atau tidak layak calon peserta berdasarkan pertimbangan

hasil seleksi.

Setiap tahunnya, Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Lubuklinggau

menyeleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) untuk

memperingati HUT Republik Indonesia. Dalam Peraturan Menteri Pemuda Dan

1 STMIK Bina Nusantara Jaya


2

Olahraga Republik Indonesia No 65 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan

Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Pasal 1 Menjelaskan “Peraturan

Menteri ini merupakan Pedoman dan Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan

Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, yang selanjutnya disingkat

PASKIBRAKA bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta pemangku

kepentingan untuk menyeleksi putra putri terbaik dari seluruh wilayah di

Indonesia sebagai Pengibar dan Penurun Bendera Pusaka, guna menumbuhkan

dan memantapkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air,

serta rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara”.

Siswa/I sekolah menengah atas (SMA) menjadi prioritas penyeleksian yang

dilakukan Dispora Kota Lubuklinggau, siswa/I yang lolos dari sekolah masing-

masing akan dipanggil seleksi kembali di Dispora Kota Lubuklinggau untuk

menjadi calon anggota PASKIBRAKA. Pada proses penilaiannya panitia seleksi

menggunakan 4 kriteria sebagai acuan penilaian terhadap peserta-peserta seleksi

yaitu tinggi badan, berat badan, PBB dan kesehatan. Selanjutnya dari penilaian

tersebut akan dilakukan penentuan peserta mana saja yang layak menjadi anggota

paskibraka dimana hasil tersebut akan menjadi keputusan ketua panitia seleksi.

Dari hasil seleksi yang telah ditentukan, nantinya beberapa peserta terbaik yang

lulus akan direkomendasikan untuk mengikuti seleksi ke Provinsi, sehingga

peserta yang lulus yang dibutuhkan adalah peserta yang memiliki kualitas

memenuhi standar, baik dari fisik, intelektual dan kesehatan. Untuk mendapatkan

peserta yang memiliki kualitas memenuhi standar maka dengan menggunakan

kriteria yang ada masih belum sepenuhnya tepat karena jika ada peserta seleksi

STMIK Bina Nusantara Jaya


3

yang bukan berasal dari paskibraka sekolah maka pengetahuan mengenai

kepaskibrakaan dan kebangsaannya belum diketahui karena seorang paskibraka

harus memiliki pengetahuan mengenai kepaskibrakaan dan kebangsaan yang baik,

selanjutnya untuk seorang paskibraka selain harus memiliki tinggi badan dan berat

badan yang memenuhi standar, peserta harus memiliki keadaan fisik yang baik

atau tidak ada kecacatan fisik, postur tubuh yang baik dapat menunjang

penampilan dari individu-individu paskibraka nantinya. Dalam Permenpora RI

No. 65 Tahun 2015 bahwa seorang paskibraka diharapkan memiliki tingkat

intelektualitas dan wawasan yang baik serta dengan memiliki postur tubuh yang

baik maka akan dihasilkan sikap tubuh yang baik.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa penilaian kriteria yang ada

sebelumnya masih belum optimal untuk menentukan peserta-peserta terbaik

sehingga untuk mendapatkan peserta yang tepat maka diperlukan beberapa acuan

kriteria penilaian agar hasil yang didapat menjadi lebih optimal dengan sistem

pendukung keputusan sebagai tools yang mendukung dalam seleksi calon anggota

Paskibraka merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan dalam bidang

komputasi (dalam hal ini menggunakan metode SMART), sehingga nantinya

dapat mengoptimalkan dalam proses pengambilan keputusan.

Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas, maka penulis menyusun

proposal penelitian tentang “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon

Anggota Paskibraka Menggunakan Metode Simple Multi Attribute Rating

Technique (SMART) Di Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota

Lubuklinggau”.

STMIK Bina Nusantara Jaya


4

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, penulis merumuskan masalah

yaitu :

1) Kriteria apa yang tepat dalam seleksi calon anggota paskibraka ?

2) Bagaimana merancang dan membangun sistem pendukung keputusan seleksi

calon anggota paskibraka dengan menggunakan metode Simple Multi

Attribute Rating Technique ?

1.3. Batasan Masalah

Agar permasalahan menjadi lebih terarah dan sistematis sesuai dengan tujuan

yang ingin dicapai, maka penelitian ini dibatasi pada masalah sebagai berikut:

1) Metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan seleksi calon

anggota PASKIBRAKA adalah Metode Simple Multi Attribute Rating

Technique (SMART).

2) Sistem ini hanya untuk seleksi calon anggota PASKIBRAKA wilayah kota

Lubuklinggau.

3) Sistem ini akan dibuat dengan menggunakan bahasa Pemrograman PHP dan

MySQL sebagai databasenya.

4) Kriteria yang digunakan yaitu tinggi badan, berat badan, PBB, kesehatan,

bentuk kaki dan pengetahuan umum.

STMIK Bina Nusantara Jaya


5

1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu :

1) Menentukan kriteria yang tepat untuk digunakan sebagai acuan dalam

penilaian seleksi calon anggota paskibraka.

2) Membangun sistem pendukung keputusan untuk seleksi calon anggota

paskibraka di Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Lubuklinggaudengan

menggunakan metode Simple Multi Attribute Rating Technique agar

membantu proses seleksi serta pengambilan keputusan menjadi lebih optimal.

1.4.2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1) Dapat membantu pihak Dispora dalam pengambilan keputusan terhadap

peserta seleksi terbaik yang akan direkomendasikan ke Paskibraka

Provinsi.

2) Membantu meningkatkan kinerja Dispora dalam proses seleksi terhadap

peserta yang akan menjadi anggota paskibraka.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini dibagi menjadi 5 bagian, yang

meliputi :

STMIK Bina Nusantara Jaya


6

Bab I Pendahuluan

Bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan

masalah, tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan.

Bab II Landasan Teori

Bab ini akan membahas tentang profil, struktur organisasi pada tempat

penelitian dan studi literature yang berisi teori-teori yang berkaitan dengan

penelitian sebagai penunjang yang berhubungan dengan penulisan tugas

akhir.

Bab III Analisis dan Perancangan

Bab ini akan diuraikan mengenai analisis sistem yang meliputi analisis

prosedur kerja, analisis pemecahan masalah, kebutuhan data, kebutuhan

fungsional sistem dan kebutuhhan non fungsional sedangkan perancangan

meliputi rancangan arsitektur sistem, rancangan data dan rancangan user

interface (rancangan tabel, input, process dan output).

Bab IV Implementasi dan Pengujian

Bab ini, menguraikan tentang implementasi sistem secara detail, arsitektur

sistem dan uraian hasil yang didapat sesuai dengan rancangan dan

berdasarkan komponen/tools/bahasa pemrograman yang dipakai, serta

implementasi (screenshoot sistem atau aplikasi yang dihasilkan).

Bab V Kesimpulan Dan Saran

Bab ini merupakan bab yang akan menyajikan secara singkat kesimpulan

yang diperoleh dari pembahasan dan juga memuat saran-saran bagi pihak

yang berkepentingan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

STMIK Bina Nusantara Jaya