Anda di halaman 1dari 12

DEFINISI KOTA DAN DESA

1. Definisi Kota
1.1 Pengertian Kota
Secara umum kota adalah tempat bermukimnya warga kota, tempat bekerja, tempat
kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintah dan lain-lain. Dengan kata lain, Kota adalah
suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir
dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan, karena masyarakat kota merupakan
suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup
sepenuhnya, dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak
di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi.
Dari segi perancangan, Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan
oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai
fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.

1.2 Pengertian Kota Berdasarkan istilah


Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan perkotaan.
Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian fisikal, sosial,
ekonomi, budaya. Perkotaan mengacu pada areal yang memiliki suasana penghidupan dan
kehidupan modern dan menjadi wewenang pemerintah kota.

1.3 Pengertian Kota Menurut UU No 22/ 1999 Tentang Otonomi Daerah


Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian
dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan
sosial dan kegiatan ekonomi.

1.4 Pengertian Kota Menurut Peraturan Mendagri RI No. 4/ 1980


Kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti
kotamadya dan kota administratif. Kota juga berarati suatu lingkungan kehidupan perkotaan
yang mempunyai ciri non agraris , misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan yang
berfungsi sebagai pusat pertumbuhan.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 1


1.5 Pengertian Kota Menurut Para Ahli
1.5.1 Pengertian Kota Menurut Amos Rappoport
Pengertian kota menurut Amos Rappoport dibagi menjadi dua definisi, yaitu definisi
klasik dan definisi moderen.
a. Definisi klasik
Kota adalah Suatu permukiman yang relatif besar, padat dan permanen , terdiri dari
kelompok individu-indivudu yang heterogen dari segi sosial.
b. Definisi Moderen
Kota adalah Suatu Permukiman dirumuskan bukan dari ciri morfolgi kota tetapi dari suatu
fungsi yang menciptakan ruang-ruang efektif melalui pengorganisasian ruang dan hirarki
tertentu.

1.5.2 Pengertian Kota Menurut Bintarto


Menurut Bintarto dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan
kehidupan yangditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata
ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang
budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala
pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan
materialistis dibandingkan dengan daerahdibelakangnya.

1.5.3 Pengertian Kota Menurut Arnold Tonybee


Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu
kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-
masing.

1.5.4 Pengertian Kota Menurut Max Weber


Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar
kebutuhan ekonominya di pasar lokal.

1.5.5 Pengertian Kota Menurut Louis Wirth


Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-
orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 2


Dari beberapa pengertian kota menurut para ahli tersebut, terdapat adanya kesamaan
pernyataan tentang bagaimana suatu daerah tersebut dikatakan sebuah kota. Kesamaan
tersebut dapat dilihat bahwa dari pembahasan pengertian kota mencakup adanya suatu bentuk
kehidupan manusia yang beragam dan berada pada suatu wilayah tertentu. Penjelasan-
penjelasan yang telah diuraikan oleh beberapa ahli tersebut secara garis besarnya semuanya
hampir sama, tetapi ada yang lebih dibahas secara umum atau khusus.
Dapat disimpulkan menurut pengertian para ahli dan ditambah dengan kenyataan
yang tampak pada saat ini dalam sudut pandang geografi, kota merupakan suatu daerah yang
memiliki wilayah batas administrasi dan bentang lahan luas, penduduk relatif banyak, adanya
heterogenitas penduduk, sektor agraris sedikit atau bahkan tidak ada, dan adanya suatu sistem
pemerintahan.

1.6 Peranan Kota


Kota yang telah berkemang maju mempunyai peranan yang lebih luas antara lain
sebagai berikut :
1. Sebagai pusat pemukiman penduduk
2. Sebagai pusat kegiatan ekonomi
3. Sebagai pusat kegiatan social budaya
4. Pusat kegiatan politk dan administrasi pemerintah serta tempat kedudukan pemimpin
pemerintahan.

1.7 Ciri-Ciri Kota


1.7.1 Ciri-Ciri Fisik Kota
1. Tersedianya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
2. Tersedianya tempat-tempat untuk parkir
3. Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga
4. Penataan perumahan dan ruang luar melalui hasil perencanaan
5. Penentuan wilayah teratur
6. Pembangunan secara vertikal keatas
7. Bangunan padat
8. Penduduk padat
9. Penentuan wilayah teratur

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 3


1.7.2 Ciri Kehidupan Kota
1. Adanya pelapisanosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat
pendidikan dan jenis pekerjaan.
2. Adanya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial diantara warganya.
3. Adanya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan
perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
4. Warga kota umumnya sangat menghargai waktu.
5. Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi.
6. Masyarakat kota lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial
disebabkan adanya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
7. Pada umumnya masyarakat kota lebih bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan
gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi.

2. Definisi Urban
2.1 Pengertian Urban
Urban adalah suatu perkembangan kota yang melibatkan seluruh elemen-elemen di
dalamnya yang menyangkut kota itu sendiri. Sedangkan planning adalah bagaimana cara kita
untuk merencanakan kota tersebut agar dapat menjadi kota yang baik dan kota yang ideal
dengan membuat peraturan-peraturan dan cara-cara bagaimana agar mewujudkan seluruh
rencana yang telah dibuat.
Kawasan perkotaan (urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan
pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan
dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Kawasan perkotaan yang besar dengan jumlah penduduk diatas satu juta orang dan
berdekatan dengan kota satelit disebut sebagai metropolitan.

2.2 Pengelompokan Urban


Kawasan Perkotaan dibedakan atas:
1. Kawasan Perkotaan yang berstatus administratif Daerah Kota;
2. Kawasan Perkotaan yang merupakan bagian dari Daerah Kabupaten;
3. Kawasan Perkotaan Baru yang merupakan hasil pembangunan yang mengubah
Kawasan Perdesaan menjadi Kawasan Perkotaan;
4. Kawasan Perkotaan yang mempunyai bagian dari dua atau lebih daerah yang
berbatasan sebagai satu kesatuan sosial, ekonomi dan fisik perkotaan.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 4


2.3 Pengertian Urban Planning
Beberapa pengertian urban planning sebagai berikut:
a. Urban Planning adalah mempelajari Proses perencanaan dalam pembentukan,
penataan dan pembangunan suatu kota
b. Urban Planning Merupakan kegiatan meng-alokasi-kan penggunaan tanah dan
pendirian bangunan serta jaringan jalan dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan
antara kenyamanan, keindahan dan biaya. (Hobbs and Doling, 1991)
c. Urban Planning Merupakan rumusan kebijaksanaan pemanfaatan muka bumi wilayah
kota termasuk ruang di atas dan di bawahnya serta pedoman pengarahan dan
pengendalian bagi pelaksanaan pembangunan kota untuk mencapai tujuan tertentu.
d. Perkotaan, kota, dan perencanaan kota mengintegrasikan land use planning dan
transportation planning untuk memperbaiki lingkungan yang dibangun, ekonomi dan
sosial masyarakat. Regional planning berhubungan dengan lingkungan yang lebih
besar, pada tingkat kurang rinci. Perencanaan kota dapat mencakup pembaruan
perkotaan, dengan mengadaptasi metode perencanaan kota ke kota yang ada
menderita kerusakan dan kurangnya investasi
e. Adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari perkembangan dan fungsi suatu kota,
termasuk lingkungan, zoning, dan infrastruktur

3. Definisi Desa
3.1 Pengertian Desa
Berdasarkan istilah di Indonesia desa memiliki definisi yang berbeda-beda menurut
daerahnya masing-masing yaitu Aceh (Gampong), Minangkabau (nagari), Batak (Huta)
Minahasa (Wanua), Bali (Banjar), Lampung (Dusun/Wanua), Jawa (Desa) Sunda
(Kampung). Sedangkan pengertian secara administrative, desa adalah kesatuan administrative
yang disebut kelurahan.

3.2 Pengertian Menurut Beberapa Ahli


a. Bintarto
Desa adalah perwujudan atau kesatuan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur
fisiografis, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam
hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 5


b. Sutardjo Kartohadikusumo
Desa adalah kesatuan hukum yang didalamnya bertempat tinggal suatu masyarakat
yang berhak menyelenggarakan pemerintahan sendiri.
c. Paul Landis
Desa merupakan wilayah yang berpenduduk kurang dari 2500 jiwa dengan cirri-ciri
pergaulan hidup yang saling mengenal, mempunyai pertalian perasaan, cara penghidupannya
agraris terpengaruh alam dan iklim dan memiliki pekerjaan sambilan non agraris.
d. UU No 22 Pasal 1 Tahun 1948
Desa adalah daerah yang terdiri atas satu atau lebih dusun yang digabungkan sehingga
merupakan suatu daerah otonomi yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri.
e. UU No 5 Pasal 1 Tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai saatu
kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung
dibawah camat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
f. UU No 22 Tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur
dan menguruskepentingan msyarakat setempat berdasarkan asal usuk dan adapt istiadat
setempat yang diakui dalam sistim pemerintahan naiional dan berada didalan daerah
kabupaten.
3.3 Ciri-Ciri Desa
Ciri-ciri desa adalah sebagai berikut :
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam
seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah
bersifat sambilan.
Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat
sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat kuat yang
hakikatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
masyarakat di mana is hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban
setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan
sama¬sama sebagai anggota masyarakat yang saling mencintai saling menghormati,
mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagian bersama di
dalam masyarakat.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 6


3.4 Ciri-Ciri Masyarakat Desa
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut :
1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih
mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar
batas-batas wilayahnya;
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (Gemeinschaft
atau paguyuban).
3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian. Pekerjaan-pekerjaan
yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang biasanya
sebagai pengisi waktu luang.
4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat
dan sebagainya.
Oleh karena anggota masyarakat mempunyai kepentingan pokok yang hampir sama,
maka mereka selalu bekerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Seperti
pada waktu mendirikan rumah, upacara pesta perkawinan, memperbaiki jalan desa, membuat
saluran air dan sebagainya, dalam hal-hal tersebut mereka akan selalu bekerjasama.
Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan
tolong-menolong. Pekerjaan gotong-royong pada waktu sekarang lebih populer dengan istilah
kerja bakti misalnya memperbaiki jalan, saluran air, menjaga keamanan desa (ronda malam)
dan sebagainya.
Sedang mengenai macamnya pekerjaan gotong-royong (kerja bakti) itu ada dua
macam, yaitu :
a. Kerja bersama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbulnya dari inisiatif warga
masyarakat itu sendiri (biasanya diistilahkan dari bawah).
b. Kerjasama untuk pekerjaan-pekerjaan yang inisiatifnya tidak timbul dari masyarakat
itu sendiri berasal dari luar (biasanya berasal dari atas).
Kerjasama jenis pertama biasanya, sungguh-sungguh dirasakan kegunaannya bagi mereka,
sedang jenis kedua biasanya sering kurang dipahami kegunaannya.

4. Perbedaan Desa Dan Kota


Kota dan desa merupakan tempat suatu kesatuan penduduk. Kota dan desa
memiliki perbedaan yang sangat significant.
Ada beberapa ciri untuk membedakan antara desa dan kota, yaitu sebagai berikut :

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 7


1) Jumlah dan kepadatan penduduk;
2) Lingkungan hidup;
3) Mata pencaharian;
4) Corak kehidupan sosial;
5) Stratifikasi sosial;
6) Mobilitas sosial;
7) pola interaksi sosial;
8) solidaritas sosial; dan
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

Ada beberapa perbedaan antara kota dan desa diantaranya:


1) Nilai sosial pada penduduk
nilai sosial antar penduduk kota dan desa merupakan salah satu hal yang
paling terlihat perbedaanya. Bisa kita lihat jika didesa para penduduk berlomba-
lomba untuk bergotong royong dalam membantu tetangga sekitar dan juga biasanya
penduduk desa menghabiskan waktu senggang mereka untuk melakukan kegiatan
bersama tetangga lainnya sedangkan di kota, mereka berlomba-lomba memasang
pagar yang tinggi agar terlihat hebat.

2) Tingkat pendapatan
jelas saja terlihat jika penduduk kota dan desa memiliki perbedaan dalam hal
tingkat pendapatan. Biasanya penduduk didesa mendapatkan penghasilan dari bertani
ataupun berternak sedangkan di kota biasanya penduduk menjadi karyawan ataupun
berdagang. Hasi dari bertani biasanya digunakan penduduk desa untuk konsumsi
sehari-hari dan sebagiannya lagi untuk dijual. Berbeda halnya dengan di kota yang
kebutuhan sehari- harinya biasanya di dapat di warung ataupun pasar swalayan.

3) Kemajuan teknologi
Kota biasanya lebih cepat dalam hal kemajuan teknologi. Jika dulu hanya
orang-orang kota saja yang biasanya menggunakan telephone genggam sekarang
seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan telephone genggam. Tetapi,
penduduk di kota lebih maju dalam bidang teknologi dikarenakan penduduk kota
lebih berpikiran terbuka dalam bidang teknologi. Biasanya penduduk desa akan
berfikir dua kali untuk menggunakan barang teknologi karena jika barang tersebut

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 8


tidak memiliki manfaat biasanya penduduk desa lebih memilih tidak menggunakan
teknologi tersebut.

4) Nilai budaya
Nilai budaya penduduk desa lebih kental dibandingkan nilai budaya pada
penduduk kota. Hal ini dikarenakan penduduk desa yang belum tergeser budayanya
dengan budaya asing berbeda dengan nilai budaya penduduk kota yang sudah
bercampur dengan budaya asing karena budaya asing dengan mudahnya dapat
masuk ke dalam kehidupan penduduk kota yang memiliki pemikiran terbuka dan
modern. Jika di desa masih ada tradisi untuk berkumpul bersama sanak saudara
lainnya ketika panen dan mengadakan kegiatan dalam bentuk seni berbeda dengan
penduduk kota yang lebih memilih untuk berkumpul di warung kopi dan
menghabiskan waktu disana.

5) Jumlah penduduk
Angka urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) biasanya setiap
tahun meningkat. Hal ini dikarenakan setiap tahun biasanya orang yang mudik pasti
membawa saudaranya yang lain ikut kerja di kota untuk merubah nasib dengan
harapan dapat membiayai saudara-saudara di desa. Sedangkan didesa yang tinggal
hanya petani-petani yang memiliki ladang untuk di olah. Hal ini pulalah yang
menyebabkan perbedaan jumlah penduduk yang sangat significant.

6) Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam


Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya di
daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan
hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas”
dari realitas alam.

7) Homogenitas dan Heterogenitas


Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan,
adat-istiadat dan perilaku nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan
masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang
degan macam-macam perilaku dan juga bahasa.

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 9


Meskipun tidak ada ukuran pasti, kota memiliki penduduk yanag jumlahnya lebih
banyak dibandingkan desa. Hal ini mempunyai kaitan erat dengan kepadatan penduduk, yaitu
jumlah penduduk yang tinggal pada suatu luas wilayah tertentu, misalnya saja jumlah per KM
" (kilometer persegi) atau jumlah per hektar. Kepadatan penduduk ini mempunyai pengaruh
yang besar terhadap pola pembangunan perumahan. Di desa jumlah penduduk sedikit, tanah
untuk keperluan perumahan cenderung ke arah horisontal, jarang ada bangunan rumah
bertingkat. Jadi karena pelebaran samping tidak memungkinkan maka untuk memenuhi
bertambahnya kebutuhan perumahan, pengembangannya mengarah ke atas.
Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan di perkotaan. Lingkungan
pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup,
tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuh¬tumbuhan dan berbagai satwa yang terdapat
di sela-sela pepohonan, di permukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun
berterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari
sumber¬sumbernya dan kemudian mengalir melalui anak-anak sungai mengairi petak¬petak
persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan yang sebagian besar
dilapisi beton dan aspal. Bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak-desakan dan
kadang-kadang berdampingan dan berhimpitan dengan gubug-gubug liar dan pemukiman
yang padat.
Udara yang seringkali terasa pengap, karena tercemar asap buangan cerobong pabrik
dan kendaraan bermotor. Hiruk-pikuk, lalu lalang kendaraan ataupun manusia di sela-sela
kebisingan yang berasal dariberbagai sumber bunyi yang seolah-olah saling berebut keras
satu sama lain. Kota sudah terlalu banyak mengalami sentuhan teknologi, sehingga penduduk
kota yang merindukan alam kadang-kadang memasukkan sebagian alam ke dalam rumahnya,
baik yang berupa tumbuh-tumbuhan, bahkan mungkin hanya gambarnya saja.
Perbedaan paling menonjol adalah pada mata pencaharian. Kegiatan utama penduduk desa
berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama
tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan dan
termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi
sekunder yang meliputi bidang industri, di samping sektor ekonomi tertier yaitu bidang
pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolahalam untuk memperoleh bahan-bahan
mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk
memenuhi kebutuhan pokok manusia.
Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi
bahan-bahan asetengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 10


segera dikonsumsikan. Dalam hal distribusi hasil produksi ini pun terdapat perbedaan antara
desa dan kota. Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas.
Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya pun melimpah. Bahkan tempat
penjualannya pun beraneka ragam. Ada barang-barang yang dijajakan di kaki-lima, dijual di
pasar biasa di mana pembeli dapat tawar-menawar dengan penjual atau dijual di supermarket
dalam suasana yang nyaman dan harga yang pasti. Bidang produksi dan jalur distribusi di
perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang terdapat di pedesaan, hal ini
memerlukan tingkat teknologi yang lebih canggih. Dengan demikian memerlukan tenaga-
tenaga yang memilki keahlian khusus untuk melayani kegiatana produksi ataupun
memperlancar arus distribusinya.
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen. Sebaliknya di kota
sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa, agama, kelompok dan
masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
Beranekaragamnya corak kegiatan di bidang ekonomi berakibat bahwa sistem pelapisan
sosial (stratifikasi sosial) kota jauh lebih kompleks daripada di desa. Misalnya saja mereka
yang memiliki keahlian khusus dan bidang kerjanya lebih banyak memerlukan pemikiran
memiliki kedudukan lebih tinggi dan upah lebih besar daripada mereka yang dalam sistem
kerja hanya mampu menggunakan tenaga kasarnya saja. Hal ini akan membawa akibat bahwa
perbedaan antara pihak kaya dan miskin semakin menyolok.
Mobilitas sosial di kota jauh lebih besar daripada di desa. Di kota, seseorang memiliki
kesempatan lebih besar untuk mengalami mobilitas sosial, baik vertikal yaitu perpindahan
kedudukan yang lebih tinggi atau lebih rendah, maupun horisontal yaitu perpindahan ke
pekerjaan lain yang setingkat.
Pola-pola interaksi sosial pada suatu masyarakat ditentukan oleh struktur sosial
masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan struktur sosial sangat dipengaruhi oleh lembaga-
lembaga sosial (social institutions) yang ada pada masyarakat tersebut. Karena struktur sosial
dan lembaga-lembaga sosial yang ada di pedesaan sangat berbeda dengan di perkotaan, maka
pola interaksi sosial pada kedua masyarakat tersebut juga tidak sama. Pada masyarakat
pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan sosial adalah motif-motif
sosial.
Dalam interaksi sosial selalu diusahakan agar supaya kesatuan sosial (social unity)
tidak terganggu, konflik atau pertentangan sosial sedapat mungkin dihindarkan jangan sampai
terjadi. Bahkan kalau terjadi konflik, diusahakan supaya konflik tersebut tidak terbuka di
hadapan umum. Bila terjadi pertentangan, diusahakan untuk dirukunkan, karena memang

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 11


prinsip kerukunan inilah yang menjiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan, karena
masyarakat ini sangat mendambakan tercapainya keserasian (harmoni) dalam kehidupan
berinteraksi lebih dipengaruhi oleh motif ekonomi daripada motif-motif sosial. Di samping
motif ekonomi, maka motif-motif nasional lainnya misalnya saja politik, pendidikan, kadang-
kadang juga dalam hierarki sistem administrasi nasional, maka kota memiliki kedudukan
yang lebih tinggi daripada desa.
Di negara kita misalnya, urut-urutan kedudukan tersebut adalah : ibukota negara, kota
propinsi, kota kabupaten, kota kecamatan, dan seterusnya. Semakin tinggi kedudukan suatu
kota dalam hierarki tersebut, kompleksitasnya semakin meningkat, dalam arti semakin
banyak kegiatan yang berpusat di sana. Kompleksitas di bidang administrasi nasional atau
kenegaraan ini biasanya sejajar dengan kompleksitas di bidang kemasyarakatan lainnya,
misalnya saja bidang ekonomi atau politik. Jadi ibukota Negara di samping menjadi pusat
kegatan pemerintahan, biasanya sekaligus menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik dan
bidang-bidang kemasyarakatan lainnya. Belum ada angka yang pasti mengenai jumlah
pengangguran penuh di Indonesia, tetapi jumlah setengah pengangguran semakin tahun
semakin merisaukan.

Perbandingan Kota Dengan Desa

KOTAKOTA DESA
• Pekerjaan Spesialisa • Pekerjaan tidak Spesialis
• Tidak dapat memenuhi kebutuhan • Dapat memenuhi kebutuhan hidup
hidup sendiri sendiri
• Masalah Limbah • Tidak ada masalah Limbah
• Pekerjaan sekitar Urban • Pekerjaan dari Sektor pertanian
• Harus Ada Prasarana • Mengandalkan Lingkungan

rusLan Rahim_E1B1 10 052 Page 12