Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Ny.

S
DENGAN FRAKTUR RADIUS DEXTRA DI RUANG ROI IGD
RSUD Dr. MOEWARDI

DISUSUN OLEH :
WIWIK AGOENG SRI REJEKI

NIM : SN162209

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2016/ 2017
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Ny. S
DENGAN FRAKTUR RADIUS DEXTRA DI RUANG ROI IGD
RSUD Dr. MOEWARDI

A. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Klien
Nama : Ny. S
Umur : 38 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
DX. medis : Fraktur Radius Ulna
No Register : 0140xxxx
Prioritas Triase : Prioritas 2: label merah

2. Pengkajian Primer
a. Airway
Benda asing : tidak ada benda asing
Darah : tidak ada darah yang keluar
Muntah : tidak ada muntahan makanan dan minuman
Cairan : tidak ada cairan yang keluar
Lidah : tidak ada lidah yang tergigit
Pembengkakan : tidak ada pembengkakan di jalan nafas
Tidak ada sumbatan/ obstruksi jalan nafas
b. Breathing
1) Inspeksi
RR : 20x/menit, irama pernafasan teratur, pengembangan dada
simetris, tampak pengembangan dada maksimal saat inspirasi.
2) Palpasi
Vocal fremitus kanan dan kiri sama, tidak ada krepitasi, tidak
ada retraksi dada, tidak ada nyeri dan fraktur.
3) Perkusi
Tidak ada sonor pada area sebelah kanan dan kiri.
4) Auskultasi
Vesikuler, tidak ada wheezing, tidak ada ronchi, tidak ada suara
nafas tambahan.
c. Circulation (C)
Tidak ada perdarahan eksternal, nadi 86x/ menit, irama teratur,
teraba kuat, warna kulit kecoklatan, mukosa bibir lembab dan tidak
terlihat sianosis pada bibir dan ujung jari, akral teraba hangat,
Capillary Refil Time < 2 detik.
d. Disability (D)
Kesadaran compos mentis, GCS 15. Ada oedema dan hematoma
pada palpebra, pupil isokor, pupil reflek terhadap rangsangan
cahaya positif kanan dan kiri, diameter pupil kanan dan kiri: 3mm/
3mm.
e. Exposure (E)
Suhu 37,50C, tangan kanan terdapat luka robek panjang 10 cm
dengan 6 jahitan yang dibalut perban. Ada memar/ hematoma di
regiofrontal berukuran 5 cm dan 3 cm. ada vulnus/ luka di regio
frontal terdapat 15 jahitan, tidak terdapat jejas.
3. Pengkajian Sekunder
a. Full Set of Vital sign( F)
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Nadi
Frekuensi : 86x/ menit
Irama : teratur/ regular
Kekuatan : kuat
Pernafasan
Frekuensi : 20x/ menit
Irama : teratur/ regular
Suhu : 37,50C
b. Give Comfort Measure (G)
Pengkajian nyeri
P: saat beraktivitas
Q: seperti ditusuk-tusuk
R: tangan kanan dan kepala bagian kanan
S: skala nyeri 6
T: terus menerus (5 menit)

c. History Of Head To Toe


1. Histori
a) Subyektif
Keluhan utama: nyeri tangan kanan dan kepala bagian kanan.
b) Alergi
Tidak ada alergi makanan dan obat.
c) Medikasi
Tidak ada obat-obatan lain yang dikonsumsi saat ini. Pasien
mendapat infus Nacl 0,9% 20cc/jam.
d) Past medical history
Sebelumnya pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit
e) Last oral intake
Sebelumnya pasien makan nasi 6 jam yang lalu
f) Event
Riwayat masuk rumah sakit: kurang lebih tiga jam yang lalu
sebelum masuk rumah sakit pasien mengendarai motor tanpa
helm standar, kehilangan kendali saat di jalan menurun dan
terjatuh dari motor dengan posisi yang tidak diketahui. Pasien
langsung pingsan. Oleh penolong pasien dilarikan ke Rumah
Sakit Medika Mulya Wonogiri kemudian dirujuk ke rumah
sakit Dr. Moewardi. Pasien tersadar dari pingsan, pasien
mengeluh nyeri kepala bagian kanan dan tangan kanan. Pasien
tidak mengalami muntah.
2. Pengkajian Head to Toe
a. Kepala :
 Bentuk kepala
Mesochepal, ada memar (hematom) di regiofrontal
berukuran 5 cm dan 3 cm, ada luka / vulnus di regiofrontal
terdapat 15 jahitan, ada nyeri tekan kepala.
 Kulit kepala
Tidak ada lesi
 Rambut
Rambut hitam, tidak mudah rontok, penyebaran rambut
merata.
b. Leher
 Kelenjar tiroid : tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid
 Kelenjar limfe : tidak tampak pembesaran kelenjar limfe
 JVP : tidak tampak adanya distensi vena jugularis
c. Dada :
Paru-paru
 Inspeksi : pengembangan dada simetris, tidak ada
gangguan otot aksesoris, tampak pengembangan dada
maksimal saat inspirasi
 Palpasi : vocal fremitus paru kiri dan kanan sama
 Perkusi : sonor
 Auskultasi: vesikuler, tidak ada suara tambahan
Jantung
 Inspeksi: ictus cordis tidak tampak
 Palpasi: ictus cordis tidak kuat angkat
 Auskultasi : pekak, batas jantung melebar
 Perkusi : terdengar bunyi jantung I dan II, regular, tidak ada
bunyi jantung tambahan.
d. Abdomen ;
 Inspeksi ; tidak ada lesi, tidak ada asites
 Auskultasi : bising usus 9x/ menit
 Perkusi : tympani
 Palpasi : tidak ada nyeri tekan
e. Ekstremitas
Atas
kanan Kiri
Kekuatan otot 2 5, terpasang infus
Nacl 0,9%
Rentang gerak Terbatas Bebas
Akral Hangat Hangat
Oedema oedema Tidak oedema
CRT <2 detik <2 detik
Keluhan nyeri Tidak nyeri

Bawah
kanan Kiri
Kekuatan otot 5 5
Rentang gerak bebas Bebas
Akral Hangat Hangat
Oedema Tidak oedema Tidak oedema
CRT <2 detik <2 detik
Keluhan Tidak nyeri Tidak nyeri

4. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium hari Rabu, 27 Desember 2017
Pemeriksaan Hasil satuan Rujukan Ket
Hematologi
Hemoglobin 12,3 g/dl 13.5 – 17.5 Normal
Hematokrit 38 % 33 – 45 Normal
Leukosit 14 Ribu/ul 4,5 - 11,0 Tinggi
Trombosit 297 Ribu/ul 150 – 450 Normal
Eritrosit 3,95 Juta/ul 4,50 - 5,90 Rendah
Golongan darah AB
PT 15,9 Detik 10,0-15,0 Naik
APTT 21,5 detik 20,0-40,0 Normal
INR 1,370
Kimia Klinik
Gula darah 82 mg/dl 60-140 Normal
sewaktu
Creatinine 0,7 mg/dl 0.6 – 1.1 Normal
Albumin 3,5 Mg/dl 3,5-5,2 Normal
Ureum 15 mg/dl <50 Normal
Elektrolit
Natrium darah 140 mmol/L 136 – 145 Normal
Kalium darah 3,6 mmol/L 3.7 – 5.4 Normal
Chloride darah 1,27 mmol/L 1,17-1,29 Normal
Immunoserologi
HbsAg Nonreactive

5. Terapi
Hari/Tgl/ Jenis Terapi Dosis Gol dan Fungsi &
Jam Kandungan Farmakologi
Rabu, 27 Cairan IV: 1000cc/ Setiap liter Untuk
Desember Infus Nacl 0,9% 24 jam larutan mengembalikan
2017 jam mengandung keseimbangan
13.00 natrium klorida elektrolit pada
(Nacl) dehidrasi.
Obat peroral: 2gr/ 24 Antibiotik Untuk mengobati
Injeksi jam sefalosporin danmencegah
ceftriaxon infeksi bakteri
Injeksi 1 gr/ 8 Antiinflamasi - Meredakan rasa
metamizol jam non steroid sakit
- Menurunkan
demam
Injeksi ranitidine 5mg/ antasida Menurunkan
12 jam sekresi asam
lambung berlebih
Infus totilac 100cc/ Larutan sodium Untuk small
8 jam lactate volume
hypertonic 0,5M resuscitation,
Per liter: Na mencegah oedema,
lactate 28,25g, menurunkan TIK,
Kcl 75mg, dan mengkoreksi
CaCl2, 2H2O keadaan
50mg hiponatremi

B. ANALISA DATA
Nama : Ny. S
Umur : 38 tahun
NOCM : 0140xxxx
Diagnose medis : fraktur radius dextra, vulnus regiofrontal, COR
No. Data Fokus Etiologi Problem
1 DS : Spasme otot, gerakan Nyeri
- Klien mengatakan nyeri fragmen tulang dan cedera akut
pada tangan kanan dan jaringan lunak
kepala bagian kanan
DO :
- Klien tampak meringis
kesakitan saat
menggerakkan tangan
kanannya.
- Tangan kanan terdapat
luka robek panjang 10cm
dengan 6 jahitan yang
dibalut perban.
- Pengkajian nyeri
P: saat beraktivitas
Q: seperti ditusuk-tusuk
R: tangan kanan dan
kepala bagian kanan
S: skala nyeri 6
T: terus menerus (5 menit)
- Ada memar/ hematoma di
regiofrontal berukuran 5cm
dan 3cm terdapat 15 jahitan,
ada nyeri tekan kepala
2 DS : Nyeri dan terapi
- Klien mengatakan susah pembatasan aktivitas/
untuk mengubah posisi immobilisasi
karena nyeri
- Klien mengatakan dalam
melakukan aktivitas selalu
dibantu orang lain
- Keluarga klien
mengatakan klien
melakukan semua
aktivitasnya di tempat
tidur
DO :
- Selama sakit klien
melakukan aktivitasnya
dengan dibantu
keluarganya
- Klien berbaring di tempat
tidur
- Klien bergerak dengan
pelan-pelan
- Pengkajian nyeri:
P: saat beraktivitas
Q: seperti ditusuk – tusuk
R: tangan kanan dan
kepala bagian kanan
S: skala nyeri 6
T: terus menerus
- Kekuatan otot:
2 5
5 5
3 DS : Ketidakadekuatan Resiko
- Klien mengatakan nyeri pertahanan primer infeksi
pada tangan kanan dan (kerusakan kulit, trauma
kepala bagian kanan jaringan lunak, prosedur
- Klien mengatakan ada luka invasive)
tangan kanan dan kepala
bagian kanan
DO :
- Ada memar/ hematoma di
regiofrontal berukuran 5cm
dan 3cm terdapat 15 jahitan,
ada nyeri tekan kepala
- Tangan kanan terdapat luka
robek panjang 10cm dengan
6 jahitan yang dibalut
perban
- Luka tangan kanan dan
kepala bagian kanan terlihat
basah dan kotor
- Hasil laboratorium
Hb: 12,3mg/dl
Hematocrit: 38%
Leukosit: 14 ribu/ul
- Tanda-tanda vital:
Tekanan darah 140/80
mmHg
Nadi 86x/ menit
Respirasi 20x/ menit
Suhu 37,5oC
- Hasil antebrachii AP dan
Lat:
Fraktur 1/3 distal os radius
kanan disertai dengan
dislokasi radius ulnar join
ke posterior terpasang
eksternal fiksasi aposisi
alignment cukup.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan spasme otot, gerakan fragmen tulang
dan cedera jaringan lunak.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri dan terapi
pembatasan aktifitas/ immobilisasi.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan
primer/ kerusakan kulit, trauma jaringan lunak, prosedur invasive.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama : Ny. S
Umur : 38 tahun
NOCM : 0140xxxx
Diagnose medis : fraktur radius dextra, vulnus regiofrontal, COR

No Dx. Kepr Tujuan dan kriteria Hasil Intervensi


1 Nyeri akut NOC : NIC :
berhubungan - Pain level Pain manajemen
dengan spasme - Pain control - Lakukan pengkajian nyeri secara
otot, gerakan - Comfort level komprehensif termasuk lokasi,
fragmen tulang Setelah dilakukan tindakan karakteristik, durasi, frekuensi,
dan cedera keperawatan selama 3x24 jam nyeri kualitas dan factor presipitasi
jaringan lunak klien terkontrol dengan kriteria - Observasi reaksi nonverbal dari
hasil: ketidaknyamanan
- Mampu mengontrol nyeri (tahu - Gunakan tehnik komunikasi
penyebab nyeri, mampu terapeutik untuk mengetahui
menggunakan teknik pengalaman nyeri pasien
nonfarmakologi untuk - Evaluasi pengalaman nyeri masa
mengurangi nyeri, mencari lampau
bantuan) - Evaluasi bersama pasien dan tim
- Melaporkan bahwa nyeri kesehatan lain tentang
berkurang dengan menggunakan ketidakefektifan control nyeri
manjemen nyeri masa lampau
- Mampu mengenali nyeri (skala, - Bantu pasien dan keluarga untuk
intensitas, frekuensi dan tanda mencari dan menemukan
nyeri) dukungan
- Menyatakan rasa nyaman setelah - Kurangi factor presipitasi nyeri
nyeri berkurang - Ajarkan tehnik nonfarmakologi
- Tanda-tanda vital dalam rentang - Evaluasi keefektifan control nyeri
normal - Tingkatkan istirahat
- Kolaborasikan dengan dokter jika
ada keluhan dan tindakan nyeri
tidak berhasil
- Monitor penerimaan pasien
tentang manajemen nyeri
2 Gangguan NOC : NIC :
mobilitas fisik - Joint movement: active Latihan kekuatan
berhubungan - Mobility level - Ajarkan dan berikan dorongan
dengan nyeri - Self care: ADLs pada klien untuk melakukan
dan terapi - Transfer performance program latihan secara rutin
pembatasan Setelah dilakukan tindakan Latihan ambulasi
aktifitas/ keperawatan selama 3x24 jam - Ajarkan tehnik ambulasi dan
immobilisasi. mobilitas fisik pasien terpenuhi perpindahan yang aman kepada
dengan kriteria hasil: klien dan keluarga
- Klien meningkat dalam aktivitas - Sediakan alat bantu seperti kruk,
fisik kursi roda dan walker
- Mengerti tujuan dari peningkatan - Beri penguatan positif untuk
mobilitas berlatih mandiri dalam batasan
- Memverbalisasikan perasaan yang aman
dalam meningkatkan kekuatan Latihan mobilisasi dengan kursi
dan kemampuan berpindah roda
- Memperagakan penggunaan alat - Ajarkan pada klien dan keluarga
bantu mobilisasi/ walker tentang pemakaian kursi roda dan
cara berpindah dari kursi roda ke
tempat tidur atau sebaliknya
- Dorong klien melakukan latihan
untuk memperkuat anggota tubuh
Latihan keseimbangan
- Ajarkan pada klien dan keluarga
untuk dapat mengatur posisi secara
mandiri dan menjaga
keseimbangan selam latihan
ataupun dalam aktivitas
sehari-hari
Perbaikan posisi tubuh yang benar
- Ajarkan pada klien dan keluarga
untuk memperhatikan postur
tubuh yang benar untuk
menghindari kelelahan, kram dan
cedera
- Kolaborasi ke ahli terapi fisik
untuk program latihan
3 Risiko infeksi NOC : NIC :
berhubungan - Immune status Infection control (kontrol infeksi)
dengan - Risk control - Bersihkan lingkungan setelah
ketidakadekuat Setelah dilakukan tindakan dipakai pasien lain
an pertahanan keperawatan selama 3x24 jam klien - Pertahankan tehnik isolasi
primer/ tidak infeksi lagi dengan kriteria - Batasi pengunjung bila perlu
kerusakan hasil: - Instruksikan pada pengunjung
kulit, trauma - Klien bebas dari tanda gejala untuk mencuci tangan saat
jaringan lunak, infeksi berkunjung dan setelah
prosedur - Menunjukkan kemampuan untuk meninggalkan pasien
invasive mencegah timbulnya infeksi - Gunakan sabun antimikroba untuk
- Jumlah leukosit dalam batas cuci tangan
normal - Cuci tangan setiap sebelum dan
- Menunjukkan perilaku hidup sesudah tindakan keperawatan
sehat - Tingkatkan intake nutrisi
- Berikan terapi antibiotic bila perlu
Infection protection (proteksi
terhadap infeksi):
- Monitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan local
- Monitor hitung granulosit, WBC
- Monitor kerentana terhadap
infeksi
- Batasi pengunjung
- Inspeksi kondisi luka/ insisi bedah
- Dorong masukan nutrisi yang
cukup
- Dorong masukan cairan
- Dorong istirahat
- Instruksikan pasien untuk minum
antibiotic sesuai resep
- Ajarkan pasien dan keluarga tanda
dan gejala infeksi
- Ajarkan cara menghindari infeksi
E. IMPLEMENTASI
Nama : Ny. S
Umur : 38 tahun
NOCM : 0140xxxx
DX. medis : fraktur radius dextra, vulnus regiofrontal, COR
Hari/
No.
Tanggal/ Implementasi Respon TTD
Dx
jam
1 Rabu, 27 - Melakukan pengkajian nyeri S:Klien mengatakan nyeri pada
Desember secara komprehensif tangan kanan dan kepala bagian
2017 jam kanan
15.30 O:
- Klien tampak meringis kesakitan
saat menggerakkan tangan kanan
- Pengkajian nyeri:
P: saat beraktivitas
Q: seperti ditusuk – tusuk
R: tangan kanan dan kepala
bagian kanan
S: skala nyeri 6
T: terus menerus
- Ada memar/ hematoma di
regiofrontal berukuran 5cm dan
3cm terdapat 15 jahitan, ada nyeri
tekan kepala
- Tangan kanan terdapat luka
robek panjang 10cm dengan 6
jahitan yang dibalut perban
Jam 15.45 Mengobservasi reaksi nonverbal S:Klien mengatakan nyeri pada
dari ketidaknyamanan tangan kanan dan kepala bagian
kanan
O:
Klien tampak meringis
kesakitan saat menggerakkan
tangan kanan
Jam 16.00 Mengevaluasi pengalaman nyeri S:Klien mengatakan masih
masa lampau merasa nyeri
O:Klien tampak meringis
kesakitan
Jam 16.15 Mengajarkan tehnik S:Klien mengatakan mau
nonfarmakologi melakukan tehnik relaksasi
nafas dalam
O:Klien tampak nyaman
2 Jam 16.30 Mengajarkan dan memberikan S: klien mengatakan mau
dorongan pada klien untuk melakukan program latihan
melakukan program latihan O: klien tampak bersemangat
secara rutin melakukan program latihan
Jam 16.45 Mengajarkan tehnik ambulasi dan S:
perpindahan yang aman kepada O: keluarga klien membantu klien
klien dan keluarga melakukan aktivitas bertahap
Jam 17.00 Menyediakan alat bantu untuk S:
klien O: klien tampak mencoba
aktivitas bertahap
Jam 17.15 Mendorong klien melakukan S:
latihan untuk memperkuat O: klien tampak mencoba
anggota tubuh menggerakkan anggota tubuh
3 Jam 17.30 Monitor tanda dan gejala infeksi S: klien masih nyeri pada tangan
sistemik dan lokal kanan dan kepala bagian kanan
O:
- Tanda-tanda vital:
Tekanan darah 140/80 mmHg
Nadi 86x/ menit
Respirasi 20x/ menit
Suhu 37,5oC
- Hasil laboratorium
Hb: 12,3mg/dl
Hematocrit: 38%
Leukosit: 14 ribu/ul
Jam 17.45 Menginstruksikan kepada S:Keluarga mengatakan bersedia
pengunjung dan keluarga untuk melakukan cuci tangan
mencuci tangan saat berkunjung O: pengunjung dan keluarga
dan setelah meninggalkan tampak mencuci tangan
ruangan pasien
Jam 18.00 Melakukan inspeksi kondisi luka/ S:
insisi bedah O:
- Ada memar/ hematoma di
regiofrontal berukuran 5cm dan
3cm terdapat 15 jahitan, ada nyeri
tekan kepala
- Tangan kanan terdapat luka
robek panjang 10cm dengan 6
jahitan yang dibalut perban
Jam 18.15 Mengajarkan pasien dan keluarga S: klien dan keluarga mengatakan
tentang tanda dan gejala infeksi mengerti tentang tanda dan
gejala infeksi
O: klien dan keluarga
bersemangat mengikuti
F. CATATAN KEPERAWATAN/ EVALUASI
Nama : Ny. S
Umur : 38 tahun
NOCM : 0140xxxx
Diagnose medis : fraktur radius dextra, vulnus regiofrontal, COR
No. Hari/ Tanggal/
Evaluasi TTD
DX jam
1 Rabu, 27 S :
Desember 2017 klien masih nyeri pada tangan kanan dan kepala
jam 19.00 bagian kanan
O:
- Klien tampak meringis kesakitan saat
menggerakkan tangan kanannya.
- Tangan kanan terdapat luka robek panjang 10cm
dengan 6 jahitan yang dibalut perban.
- Ada memar/ hematoma di regiofrontal berukuran
5cm dan 3cm terdapat 15 jahitan, ada nyeri tekan
kepala
- Pengkajian nyeri
P: saat beraktivitas wiwik
Q: seperti ditusuk - tusuk
R: tangan kanan dan kepala bagian kanan
S: skala nyeri 6
T: terus menerus (5 menit)
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
- Ajarkan tehnik nonfarmakologi : relaksasi nafas
dalam
- Evaluasi keefektifan control nyeri
- Program dari dokter bedah: operasi ORIF di ruang
OKIBS jam 20.00
2 Rabu, 27 S:
Desember 2017 - Klien mengatakan susah untuk mengubah posisi
jam 19.00 karena nyeri
- Klien mengatakan dalam melakukan aktivitas selalu
dibantu orang lain
- Keluarga klien mengatakan klien melakukan semua
aktivitasnya di tempat tidur
O:
- Selama sakit klien melakukan aktivitasnya dengan
dibantu keluarganya
- Klien berbaring di tempat tidur
- Klien bergerak dengan pelan-pelan
- Pengkajian nyeri:
P: saat beraktivitas
Q: seperti ditusuk – tusuk
R: tangan kanan dan kepala bagian kanan wiwik
S: skala nyeri 6
T: terus menerus
- Kekuatan otot:
2 5
5 5

A : masalah teratasi sebagian


P : intervensi dilanjutkan
- Ajarkan dan berikan dorongan pada klienuntuk
melakukan program latihan secara rutin
- Ajarkan pada klien dan keluarga untuk dapat
mengatur posisi secara mandiri dan menjaga
keseimbangan selama latihan ataupun dalam
aktivitas sehari-hari
- Beri penguatan positif untuk berlatih mandiri dalam
batasan yang aman
- Ajarkan pada klien dan keluarga untuk
memperhatikan postur tubuh yang benar untuk
menghindari kelelahan, kram dan cedera
3 Rabu, 27 S :
Desember 2017 - Klien mengatakan nyeri pada tangan kanan dan
jam 19.00 kepala bagian kanan
- Klien mengatakan ada luka tangan kanan dan kepala
bagian kanan
O:
- Ada memar/ hematoma di regiofrontal berukuran
5cm dan 3cm terdapat 15 jahitan, ada nyeri tekan
kepala
- Tangan kanan terdapat luka robek panjang 10cm
dengan 6 jahitan yang dibalut perban
- Luka tangan kanan dan kepala bagian kanan terlihat
basah dan kotor
- Hasil laboratorium wiwik
Hb: 12,3mg/dl
Hematocrit: 38%
Leukosit: 14 ribu/ul
- Tanda-tanda vital:
Tekanan darah 140/80 mmHg
Nadi 86x/ menit
Respirasi 20x/ menit
Suhu 37,5oC
- Hasil antebrachii AP dan Lat:
Fraktur 1/3 distal os radius kanan disertai dengan
dislokasi radius ulnar join ke posterior terpasang
eksternal fiksasi aposisi alignment cukup
A : masalah teratasi sebagian
P:
- Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan
saat berkunjung dan setelah berkunjung
meninggalkan pasien
- Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan local
- Inspeksi kondisi luka / insisi bedah
- Instruksikan pasien untuk minum antibiotik sesuai
resep
- Program dari dokter bedah : operasi ORIF di ruang
OK IBS jam 20.00

I. PEMBAHASAN
a. Pengkajian
Kasus penyakit fraktur pada Ny. S sama seperti teori fraktur radius ulna sinistra
b. Diagnosa keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan spasme otot, gerakan fragmen tulang dan
cedera jaringan lunak.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri dan terapi pembatasan
aktifitas/ immobilisasi.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan primer/
kerusakan kulit, trauma jaringan lunak, prosedur invasive.
c. Intervensi, impementasi dan evaluasi
Intervensi, impementasi dan evaluasi sesuai dengan teori dan kasus.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner, Suddarth. 2009. Buku Ajar keperawatan medikal bedah, edisi 8 vol.3. EGC. Jakarta

Mansjoer, A dkk. 2010. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 edisi 3. Jakarta: Media
Aesculapius

Smeltzer, S.C., 2010, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, EGC, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai