Anda di halaman 1dari 9

KEBUDAYAAN PULAU BALI

Disusun oleh :
1. Natasya
2. Alya
3. Adi

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMP NEGERI 5 BANJAR
Jl. K.H. Mustofa No.557 Telp. ( 0265 ) 741191
2019
KEBUDAYAAN PULAU BALI

Kebudayaan dan kesenian yang ada pada Pulau Bali ini menjadikan Pulau Bali ini memiliki
daya tarik yang sangat kuat bagi para wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Para wisata-wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali ini bukan hanya sekedar menikmati
suasana wisata alamnya saja, tetapi kebanyakan dari wisata-wisatawan yang berkunjung ke
daerah tersebut untuk menikmati kebudayaan bali.
Apabila pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang kebudayaan dari suku lain,
maka pada kali ini kita akan membahas tentang kebudayaan bali, dan berkenalan dengan
rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, dan adat istiadat. Berikut lah ulasannya.

Rumah Adat Bali

Salah satu dari contoh rumah adat bali disebut dengan Gapura Candi Bentar. Gapura Candi
Bentar ini adalah puntu masuk menuju istana raja yang merupakan rumah adat bali juga,
Gapura Candi Bentar dibuat dari batu yang berwarna merah dan diukir oleh batu cadas.
Balai Benggong posisinya terletak di sisi kanan dan Balai Wantikan ini posisinya terletak
pada sisi sebelah kiri. Apa sih Balai Benggo itu? Balai Benggo ialah tempat peristirahatan
raja dan keluarganya, lalu dengan Balai Wantikan? Balai Wantikan ini ialah tempat pagelaran
kesenian.
Secara umumnya, rumah adat bali ini dipenuhi dengan hiasan pernak-pernik, ukiran-ukiran
dengan warna yang alami kemudian patung-patung simbol ritual. Bangunan rumah adat bali
ini terpisah-pisah sehingga bangunan rumah adat bali ini menjadi banyak bangunan-
bangunan kecil dalam satu wilayah.
Semakin sini semakin sini seiring dengan perkembangan zaman mulailah ada perubahan-
perubahan pada bangunan rumah adat bali tersebut, yang dulunya bangunan tersebut
terpisah-pisah, dan bangunan yang saat ini tidak terdapat bangunan yang terpisah-pisah.

Pakaian Tradisional Bali

Pakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan
dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang.
Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket,
setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain
sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas
dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala.
Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti
kalung, subang, dan gelang.

Tarian Tradisional Bali


Selain dari pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, kebudayaan-kebudayaan bali, dan
lain sebagainya, Pulau bali ini memiliki beberapa macam tarian-tarian tradisional yang sangat
unik, biasanya tarian tradisional ini akan diselenggarakan ketika adanya suatu acara-acara
besar.
Berikut dibawah ini akan ada penjelasan tentang berbagai macam tarian tradisional bali:
1. Tari Panji Semirang

Tarian tradisional ini namanya Tari Panji Semirang. Tari Panji Semirang ini dimainkan oleh
wanita, Tari Panji Semirang ini ialah tarian yang melambangkan seorang putri raja yang
bernama Galuh Cadrakirana, yang mana putri raja itu menyamar menjadi seorang laki-laki
sesudah kehilangan suaminya
Didalam lambangnya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji, maka dari itulah tarian
tersebut disebut dengan Tari Panji Semirang
2. Tari Pendet

Tari tradisional bali ini diberi nama dengan sebutan Tari Pendet, yang mana Tari Pendet ini
dimainkan untuk penyambutan kedatangan para tamu-tamu undangan dengan menaburkan
bunga-bunga, Tari Pendet dimainkan oleh seorang wanita, dan penari-penari Tari Pendet ini
memiliki senyuman yang sangat manis.
Awal mulanya tarian ini hanya digunakan ketika adanya acara-acara ibadah di pura sebagai
bentuk penyambutan-penyambutan kepada dewa yang turun kedalam bumi.
3. Tari Kecak

Tari kecak, tari kecak ini adalah tarian yang sangat terpopuler di daerah Pulau Bali. Tarian
ini dimainkan oleh puluhan anggota dari kalangan laki-laki, yang mana tarian ini dimainkan
sambil duduk dan melingkar.
Tari Kecak ini menceritakan tentang kisah cerita Ramayana ketika barisan seekor kera
membantu Rama untuk melawan Rahwana.
Lagu yang mengiringi tari kecak ini diambil dari ritual-ritual tarian sanghyang, yang mana
sanghyang ini tradisi tarian dan penari-nya itu akan berada dibawah alam sadar (Tidak
Sadar), melakukan hubungan komunikasi dengan tuhan atau dengan roh (Arwah) para
leluhurnya, lalu menyampaikan harapan-harapan yang di inginkan-nya kepada masyarakat.

Senjata Tradisional Bali – Keris Bali

Pada setiap masing-masing daerah pasti memiliki yang namanya dengan senjata tradisional,
yang mana senjata tradisional itu ketika zaman dahulu dipergunakan dengan baik untuk
berperang melawan musuh-musuh yang menyerang diri kita, berburu atau sebagai alat
pelengkap ketika adanya kegiatan resmi.
Menurut kisah cerita, keris bali ini merupakan salah satu peninggalan dai kekuasan Kerajaan
Majapahit. Konon katanya, keris ini kebudayaan Majapahit yang sangat kuat, sehingga alat
pertempuran seperti keris ini diangkat oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Bali atau bisa disebut
dengan Pulau Dewata.
Menurut filosofi, keris bali ini dilihat sebagai simbol dari nilai ajaran-ajaran tentang
kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka mempunyai hari-hari tertentu untuk beribadah
ketika akan merawat kesucian keris pusaka yang dimiliki olehnya.
Keris ini dijadikan sebagai peralatan perang penduduk Bali, kegunaannya selain untuk
melindungi diri, keris ini bisa mewakili seseorang didalam suatu undangan
pernikahan/perkawinan.
Menurut dari kepercayaan-kepercayaan penduduk Bali, apabila keris pusaka ini direndam
didalam air putih maka akan bisa menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan-gigitan
binatang yang memiliki bisa.

Adat Istiadat Bali

Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku, budaya, agama, ras, dan berbagai adat
istiadat dengan seperti itu penduduk setempat pasti memiliki perbedaan. Nah, hal seperti
inilah yang menjadi keunikan budaya bangsa di tanah air ini, sehingga perbedaan-perbedaan
ini menciptakan warna yang begitu indah dalam satu kesatuan bangsa.
Didaerah Bali terdapat beberapa kebiasaan yang unik pada masyarakat yang ada kaitannya
dengan Agama Hindu dan adat istiadat yang terlahir pada dirinya masing-masing. Pulau Bali
ini mempunyai banyak sekali warisan-warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka, yang
mana warisan-warisan budaya tersebut sampai saat ini maih tertanam dan melekat.
Selain dari warisan-warisan peninggalan dari nenek moyang mereka, masyarakat atau
penduduk yang asli terlahir di Pulau Bali ini mempunyai suatu kebiasaan yang sangat unik
sekali, yang mana kebiasan-kebiasaan unik tersebut hingga saat ini masih dipegang dengan
teguh oleh penduduk-penduduk setempat.
Adanya budaya dan tradisi mempunyai ciri khas sendiri pada setiap masing-masig daerahnya,
desa ataupun lingkungan kampung yang ada didaerah Bali. Mempunyai berbagai macam
kebudayaan dan budaya tentunya sudah menjadi tugas para penduduk setempat untuk
melestarikan dari budaya tersebut, dan tidak pernah tergeser dengan adanya budaya-budaya
modern seperti saat ini.
Tentu saja semua ini sangat dipengaruhi oleh adat dan istiadarm keyakinan atau beragama
yang sangat kental, dan kepercayaan pada mistis.
Kebiasaan Masyarakat Bali

Masyarakat atau penduduk Bali pada umumnya memiliki sifat yang sangat ramah sekali,
dengan memiliki pola hidup seperti Bhineka dan sangat sedikit sekali dengan aturan-aturan
ataupun terlalu fanatik dengan suatu hal, mempunyai adat dan istiadat yang selalu dipegang
teguh didalam kehidupan sehari-sehari mereka.
Kegunaan dalam berpegang teguh adat dan istiadat didalam kehidupan sehari-hari ialah untuk
menghindari dari segala masalah, atau untuk merasakan yang namanya hidup dengan
kedamaian.
Sebenernya masyarakat Bali ini memiliki berbagai macam kebiasaan yang sering digunakan
pada kehidupannya masing-masing, mungkin para teman-teman semua yang pernah
berkunjung ke Pulau Bali entah itu untuk liburan, atau ada study tour dari kampus atau
sekolah, atau sedang ada pertemuan dengan keluarga pasti mengetahui tentang kebiasaan
masyarakat bali dalam menjalani kehidupan.
Bahasa Daerah Bali

Negara Indonesia ini terdiri dari berbagai macam daerah, dan pada setiap daerah tersebut
memiliki budaya dan bahasa daerah masing-masing. Contoh misal daerah Bali, Bali adalah
pulau yang memiliki kekayaan budaya dan nuansa alam yang sangat indah, selain itu Bali
juga terdiri dari 3 bahasa, yakni bahasa kasar, halus, dan madya.
Misal kita ambil kata “makan” untuk dijadikan salah satu contoh dari bahasa bali, kata makan
apabila diartikan oleh basa bali adalah Ngajeng, Medar, dan Ngiunan. Ketiga bahasa tersebut
dimulai dari bahasa yang kasar, halus, dan madya.
Dari ketiga bahasa Bali tersebut adalah aspek atay faktor penting yang membedakan antar
satu kasta dengan kasta-kasta yang lainnya. Karena, bahasa bali yang alus biasanya
digunakan oleh para kaum Brahmana, kemudian bahasa madya digunakan oleh para Ksatria
dan Waisya, dan bahasa bali kasar pada umumnya digunakan oleh kaum-kaum sudra.
Agama di Bali

Penduduk yang memang asli kelahiran dari Bali dulunya merupakan penganut kepercayaan-
kepercayaan yang mana dulunya mereka percaya kepada alam, tetapi sesudah melewati
proses-proses adaptasi dari penduduk keterunan kerajaan Majapahit, umumnya masyarakat
yang tinggal di Bali menganut kepada agama Hindu.
Tetapi pada zaman sekarang ini sudah banyak penduduk Bali yang menganut agama lain
selain dari agama hindu. Kepercayaan agama Hindu di Bali ini ada sedikit perbedaan
dibandingkan dengan kepercayaan agama Hindu yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang
mana asal mulanya berasal dari Negara India, karena kebudayaan di Bali telah melewati
proses-proses adaptasi atau penyesuaian dari dua macam penduduk tersebut.

Upacara Adat Bali

Di daerah Bali ini bukan hanya objek wisatanya menarik saja yang dapat kalian nikmari
ketika sedang berliburan ke Pulau Bali bersama keluarga, teman, dan lain sebagainya.
Namun, dibali juga memiliki budaya hidangan budaya masyarakat bisa kalian jadikan hal
menarik untuk kalian nikmati, dan memiliki kesan yang indah, damai dan unik.
Misalkan seperti sedang menyaksikan sejumlah upacara adat di daerah Bali, masyarakat-
masyarakat semuanya ikut berbaur dalam upacara adat tersebut semuanya mengenakan
pakaian adat Bali, dan pakaian-pakaian adat bali lainnya yang digunakan tergantung pada
upacara adat Bali tersebut.
Jadi apabila kalian sedang berwisata atau berlibur kedaerah Bali ini bukan hanya menikmati
tempat-tempat yang menarik dan indah saja, tetapi banyak hal yang unik dan indah yang
tidak akan membuat jenuh pada suasana.
Upacara adat di Bali ini memang ada kaitannya dengan kehidupan-kehidupan beragama pada
masyarakat setempat. Berikut ini adalah salah satu upacara adat bali yang perlu kalian
ketahui, yuk langsung saja kita simak pembahasan tentang upacara adat bali:
Upacara Ngaben

Upacara Ngaben ialah suatu upacara pembakaran mayat atau jenazah yang dilakukan oleh
umat Hindu di daerah bali, upacara adat ini dilakukan untuk mensucikan roh-roh leluhur
orang yang telah meninggal dunia dan menuju kepada tempat peristirahatannya dengan
melaksanakan pembakaran zenazah.
Ngaben ini memiliki pengertian atau penjelasan lain dengan semua tujuannya mengarahkan
mengenai adanya pelepasan terakhir kehidupan seseorang atau kehidupan manusia. Didalam
ajaran agama Hindu Dewa Brahma memiliki beberapa macam ujud selain sebagai Dewa
pencipta, Dewa Brahma dipercaya juga memiliki ujud sebagai Dewa Api.
Jadi upacara adat Ngaben ini ialah proses pensucian roh-roh dengan melakukan cara dibakan
menggunakan api supaya dapat kembali kepada sang pencipta, api menurut dari orang-orang
yang beragama hindu bali adalah penjelemaan dari Dewa Brahma yang dapat membakar
semua kotoran-kotoran yang terdapat pada mayat dan roh orang yang telah meninggal dunia.

Lagu Daerah Bali


Macepet-Cepetan
Jani m'lati macepet - cepetan
Nanging limane tusing dadi matiang
Sejaba ento mekajang dadi
Nyenje kalah lakar gedhing