Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PROPOSAL SKRIPSI

ANALISIS KERUSAKAN TEBAL LAPIS TANAH PERKERASAN JALAN


DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN
AMERICAN ASSOCIATION OF STATE HIGHWAY AND
TRANSPORTATION OFFICIALS 1993 (AASHTO 1993)
(STUDI : RUAS JALAN KUTOARJO KABUPATEN KEBUMEN)

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat akademis dalam menyelesaikan


Pendidikan strata 1 (S-1) sarjana Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Tidar

Disusun oleh :

SITI NUROBINGATUN (1510503019)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS TIDAR
FAKULTAS TEKNIK PRODI S1 TEKNIK SIPIL

2018
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Dalam lokasi penelitian ini yaitu sepanjang ruas jalan Kutoarjo,


Kebumen, ruas jalan ini di pilih karena jalan ini merupakan jalan yang
mengarah ke pusat kota . Lokasi penelitian ini mulai dari sepanjang truas Jl.
Kutoarjo sampai pusat Kota Kebumen dengan panjang jalan 2 km dengan
lebar aspal lama 6 m. Adapun hasil gambar lokasi yang didapatkan melalui
google map dapat dilihat pada gambar 1. berikut ini :

Gambar 1. Lokasi Penelitian

3.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada pagi hari, mulai pukul 07.00 s.d 09.00
WIB dengan interval waktu 15 menit. Dan pada sore hari, mulai dari pukul
16.00 s.d 18.00 WIB dengan interval waktu 15 menit.
3.3 Tahapan Penelitian

Tahapan dalam penelitian ini dapat di ketahui melalui diagram alir


dibawah ini :
Mulai

Identifikasi Masalah

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Kondisi Jalan
(existing)

Data-data Perhitungan Data-data Perhitungan

PCI AASHTO 1993

Perhitungan Tebal Perhitungan Tebal


Perkerasan dengan Perkerasan dengan
Metode PCI Metode AASHTO 1993

Tebal Perkerasan Tebal Perkerasan

Analisa Analisa

Kesimpulan dan Saran

Selesai
3.4 Pengumpulan Data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam data
pokok yaitu :

1. Data Primer
Data primer adalah data – data yang diperlukan langsung dari survey
lapangan. Data tersebut meliputi data kecepatan rata – rata, geometrik
jalan dan perlengkapan jalan. (Heru, 2011)
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data – data yang diperoleh dalam format yang sudah
tersusun atau struktur yang berasal dari instansi terkait yang berwenang.
Adapun data yang diperoleh yaitu :
- Data struktur perkerasan berupa kondisi perkerasan berupa tebal
lapis perkerasan dan jenis material dari masing – masing lapis
perkerasan yang akan didapat dari hasil penelitian PUSJATAN.
(Rizko dkk, 2010)
- Data lendutan perkerasan jalan yang diamati, berupa data sekunder
dan diukur dengan menggunakan alat Falling Weight
Deflectometer (FWD) pada ruas jalan yang diamati untuk lajur
cepat dan lajur lambat. (Rizko dkk, 2010)
- Data LHR selama 5 (lima) tahun terakhir yang diperoleh dari dinas
P2JN (Pusat Perencanaan Jalan Nasional) provinsi Jawa Tengah.
(Heru, 2011)

3.5 Analisis Data

Data – data yang didapatkan dari tahap pengumpulan data ssebelumnya


digunakan untuk Analisa menggunakan metode AASHTO 1993 dan metode
PCI (Pavement Condition Index), terlebih dahulu dianalisis dan disesuaikan
dengan kebutuhan data. Contohnya, data volume lalu lintas berupa data LHR
diasumsikan menjadi data volume kendaraan per tahun. Langkah-langkah
analisisnya antara lain sebagai berikut:
1. Menentukan Model Lapis Perkerasan
Model lapis perkerasan ditentukan agar member gambaran akan lapis-lapis
yang ada dan juga mempermudah dalam perhitungan dengan metode
AASHTO 1993 dan metode PCI.
2. Metode analisis yang digunakan
Pada penelitian ini digunakan dua metode analisis, yaitu metode
AASHTO 1993 dan metode PCI.

Langkah – langkah yang dilakukan dalam menganalisis data untuk


menentukan nilai PCI adalah:

a. Menghitung density yang merupakan presentase luasan kerusakan terhadap


luasan unit penelitian,
b. Menghitung nilai pengurangan (deduct value) untuk masing-masing unit
penelitian,
c. Menghitung nilai total pengurangan (total deduct value / TDV) untuk
masing-masing unit penelitian,
d. Menghitung nilai koreksi nilai pengurangan (corrected deduct value /
CDV) untuk masing-masing unit penelitian,
e. Menghitung nilai pavement condition index (PCI) untuk masing-masing
unit penelitian,
f. Menghitung nilai rata-rata PCI dari semua unit penelitian pada suatu jalan
yang diteliti untuk mendapatkan nilai PCI dari jalan tersebut,
g. Menentukan kondisi perkerasan jalan dengan nilai PCI.
(Agus dkk, 2008)

3.6 Tahap Akhir

Setelah proses analisa dengan menggunakan dua metode (AASHTO


1993 dan PCI), maka tahap selanjutnya adalah membandingkan tebal lapis
tambah dan umur sisa dari perkerasan tersebut.