Anda di halaman 1dari 11

Interaksi Sosial Individu dengan Individu

 Seseorang yang sedang berbicara pada temannya.


 Penjual sedang melayani seorang pembeli.
 Dua anak yang sedang bermain game bersama.
 Seorang lelaki yang berjabat tangan dengan rekannya.
 Konsultasi antara seorang dokter dan seorang pasien.
 Seorang polisi memberi hukuman pada seorang pelanggar.
 Pegawai bank melayani seorang nasabah bank.
 Seorang ibu menggendong bayinya.
 Komunikasi antar dua orang presiden secara pribadi.
 Sepasang kekasih yang sedang jalan-jalan di mall.
Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

• Guru yang sedang mengajar pada siswanya di kelas.

• Orasi dari pejabat daerah pada warga yang datang.

• Khutbah shalat Jum’at pemuka agama pada jamaah di masjid.

• Pidato dari camat pada warga desa di balai desa.

• Bos perusahaan memberi instruksi pada beberapa karyawannya.

• Penyuluhan yang dilakukan ahli pada masyarakat.

• Ibu menceritakan dongeng pada anak-anaknya.

• Pelatih tim memberi arahan strategi pada pemain sepak bola.

• Ketua kelompok memberi sambutan pada anggotanya.

• Hakim membacakan dakwaan di depan forum yang hadir.


Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

• Pertandingan sepak bola antara dua tim berbeda.

• TNI dan Polri terlibat dalam kerjasama pengamanan kegiatan.

• Guru dan murid sebuah sekolah mengadakan kerja bakti.

• Tawuran antar dua kelompok pelajar.

• Lomba antara dua kelompok desa dalam peringatan 17 Agustus.

• Anggota DPR menemui kelompok masyarakat yang melakukan demo.

• Tim gabungan PMR dan tim SAR bekerjasama dalam misi evakuasi.

• Rapat koordinasi perusahaan antara divisi pemasaran dan divisi produksi.

• Organisasi WHO dan PMI mengadakan kegiatan amal bersama.

• Delegasi dua negara yang berdiskusi pada forum internasional.


Konsolidasi Sosial

Dari kedua proses diatas, untuk memperkuat hubungan dan mempersatukan beberapa orang yang
memiliki kesamaan atau tujuan yang sama maka dibuatlah konsolidasi sosial yang bertujuan
menyatukan beragam individu sehingga menjadi lebih solid dan kuat.
konsolidasi sosial pelajar:

 Komunitas Historia Indonesia (KHI), didirikan oleh sekumpulan mahasiswa Universitas


Negeri Jakarta yang peduli pada sejarah Indonesia dengan tujuan menumbuhkan
kesadaran sejarah dan budaya Indonesia pada anak muda.
 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), didirikan oleh mahasiswa di Yogyakarta, berangkat
dari keprihatinan tidak adanya wadah bagi mahasiswa Islam untuk berorganisasi, karena
saat itu yang ada hanya organisasi yang berhaluan kiri.
 Front Mahasiswa Nasional (FMN), didirikan atas bentuk keprihatinan para mahasiswa
yang dibelenggu oleh rezim orde baru dengan berbagai teror di kampus.
 Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) adalah organisasi pelajar Indonesia di luar negeri,
bertujuan untuk membantu para pelajar yang akan atau sedang menuntut ilmu di negeri
orang.
konsolidasi sosial profesi:

 Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) adalah organisasi profesi advokat atau


pengacara di Indonesia.
 Persatuan Guru Republik Indonesia adalah wadah organisasi bagi para guru di seluruh
Indonesia.
 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah organisasi para dokter di seluruh Indonesia.
 Persatuan Insinyur Indonesia adalah organisasi para enginer yang bertujuan untuk
mempererat kerjasama diantara para insinyur.

 Komunitas Pensil Kertas adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai hobi


menggambar di Bandung.
 Forum Aktif Menulis (FAM) adalah komunitas bagi para penulis dengan tujuan
menumbuhan rasa cinta pada membaca dan menulis pada kaum pelajar.
Asimilasi

Asimilasi adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-
perbedaan yang terdapat di antara masyarakat sehingga menjadi terintegrasi. Hasilnya berupa
budaya baru yang berbeda dari dua kebudayaan yang berbeda. Berikut adalah contoh asimilasi:

1. Musik dangdut yang merupakan hasil asimilasi dari musik tradisional daerah dengan
musik India.
2. Cara pernikahan di banyak agama juga merupakan hasil asimilasi dari praktik agama
yang dianut dan budaya tradisional setempat.
3. Bahasa Swiss-Jerman yang merupakan hasil asimilasi antara bahasa Swiss dan bahasa
Jerman, namun sangat berbeda dengan bahasa Swiss dan bahasa Jerman.
4. Budaya Hindu di Bali merupakan hasil asimilasi antara kepercayaan animisme tradisional
Bali dengan agama Hindu yang dibawa dari pulau Jawa yang berasal dari India. Hasilnya
menjadi agama Hindu Dharma yang sangat berbeda dengan praktik Hindu di India dan
kepercayaan masa lalu rakyat Bali.
Akulturasi

Akulturasi adalah suatu keadaan diterimanya unsur-unsur budaya asing ke dalam kebudayaan
sendiri, namun ciri khas budaya sendiri tidak hilang atau bercampur begitu saja. Berbeda dengan
asimilasi, akulturasi tidak menghasilkan budaya baru yang berbeda dengan dua budaya yang
telah bercampur. Akulturasi lebih mudah terjadi karena sebagian besar terjadi secara tidak sadar.
Berikut adalah contoh akulturasi:

1. Bangunan bergaya Belanda di beberapa gedung pemerintahan. Salah satu cirinya adalah
adanya pintu utama dan pilar utama yang berukuran sangat besar.
2. Masjid Demak merupakan hasil akulturasi antara budaya Islam dan budaya Hindu.
Terdapat beberapa arsitektur bercorak Hindu, namun tetap tidak meninggalkan fungsi
utama Masjid itu sendiri.
3. Musik pop saat ini sering dipadukan dengan alat musik tradisional setempat sehingga
menciptakan perpaduan yang unik namun tetap dapat dibedakan antara musik pop dan
musik tradisionalnya.
Difusi Intra masyarakat

Difusi intramasyarakat dipengaruhi oleh faktorfaktor sebagai berikut.

Suatu pengakuan bahwa unsur baru tersebut mempunyai kegunaan.

Ada tidaknya unsur-unsur yang memengaruhi diterima dan ditolaknya unsur-unsur baru.

Suatu unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama kemungkinan besar tidak akan
diterima.

Pemerintah dapat membatasi difusi yang akan diterima.

Difusi Antar masyarakat

Difusi antarmasyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

Adanya kontak dalam masyarakat tersebut.

Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat baru tersebut.

Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut.

Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru di dunia ini.

Paksaan dapat juga digunakan untuk menerima suatu penemuan baru.

b) Jenis difusi menurut cara berlangsungnya


Symbiotic adalah pertemuan antara individuindividu dari satu masyarakat dan individu-individu
dari masyarakat lain, tanpa mengubah kebudayaan masing-masing.

Penetration pasifigue adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara damai dan tidak disengaja
serta tanpa paksaan. Prosesnya dapat berjalan secara timbal balik maupun sepihak, misalnya
penyebaran agama Hindu dan Islam di Indonesia yang memperkaya kebudayaan Indonesia.

Penetration violente adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara paksaan. Cara paksaan
tersebut dapat berupa penjajahan/peperangan. Negara yang menang memaksakan kebudayaan
kepada negara yang kalah. Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II terjadi perubahan, yaitu
masyarakat yang tadinya agraris menjadi industri di bawah Amerika Serikat.

Difusi dan akulturasi memiliki persaman dan perbedaan.

Persamaan difusi dan akulturasi adalah masing-masing memiliki kontak. Tanpa kontak tidak
mungkin keduanya dapat berlangsung.

Adapun perbedaannya yaitu difusi berlangsung dalam keadaan di mana terjadinya suatu kontak
tidak perlu ada secara langsung dan berkelanjutan. Misalnya difusi menggunakan tembakau yang
tersebar di dunia. Adapun akulturasi memerlukan hubungan dekat, langsung, dan
berkesinambungan.

Proses difusi melancarkan perubahan karena difusi tersebut memperkaya unsur-unsur budaya.
Suatu difusi yang meliputi jarak yang panjang biasanya terjadi melalui suatu rangkaian
pertemuan suatu deret suku-suku bangsa.
Dominasi:

pihak yang lemah dikendalikan oleh pihak yang lebih kuat.

contoh: tenaga kerja yang mengerjakan kerajinan tradisional sekarang sudah tidak dilirik karena
telah didominasi oleh kerajinan yang lebih modern.