Anda di halaman 1dari 5

STANDAR PRODUKSI

Pengertian Dan Arti Penting Standar Produksi


Standar produksi merupakan pedoman yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan proses
produksi. Standar produksi memberikan data sebagai dasar untuk pengambilan keputusan-
keputusan dalam berproduksi. Selain itu, standar produksi memberikan manfaat terhadap berbagai
macam penghematan dalam proses produksi.
Salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan perusahaan adalah penggunaan
standar produksi dalam suatu perusahaan, dengan adanya standar produksi maka pelaksanaan
proses produksi pada sebuah perusahaan akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah
direncanakan oleh perusahaan, walaupun pada kenyataannya tidak semua produk yang dihasilkan
itu seluruhnya baik seperti yang diharapkan, tetapi setidaknya produk yang tidak sesuai dengan
standar tidak terlalu banyak.

Jenis Standard
Secara umum standar dalam perusahaan akan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni :
1) Standar Teknis (Technical Standard).
Merupakan standar yang secara teknis harus dipenuhi di dalam pelaksanaan produksi
perusahaan yang bersangkutan. Apabila standar ini tidak diikuti atau tidak dipatuhi maka
pelaksanaan proses produksi dapat terganggu atau bahkan terhenti sama sekali. Ada pun
beberapa contoh dari standar teknis antara lain:
1. Standar bahan baku
2. Standar waktu proses
3. Standar penggunaan peralatan produksi
4. Standar bentuk dan ukuran
5. Standar kualitas.
2) Standar manajerial (Managerial Standard).
Merupakan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen perusahaan yang bersangkutan dalam
rangka operasi perusahaan, termasuk operasi produksi. kebanyakan standar manajerial akan
meliputi bidang-bidang administrasi. Sebagai contoh:
 Standar harga
 Standar gaji dan upah
 Standar penilaian
 Standar jenjang kepangkatan dan jabatan.

Standar tenaga kerja modern diawali dengan penelitian yang dilakukan oleh Fredrick Taylor, Frank
Gilberth, dan Lillian Gilberth di awal abad ke-20. Saat itu, sebagaian besar pekerjaan dikerjakan
secara manual yang mengakibatkan besarnya peran pekerja dalam satu produk. Informasi yang
diketahui tentang hal- hal yang termasuk dalam satu hari kerja normal hanya sedikit sehingga
manajer memulai suatu penelitian untuk meningkatkan metode kerja dan memahami usaha
manusia.
Usaha ini berlanjut hingga sekarang. Walaupun sekarang kita, telah berada di awal abad ke-21 dan
upah pekerja sering kurang dari 10% nilai penjualan, standar tenaga kerja masih merupakan hal
penting dalam organisasi jasa dan manufaktur. Standar tenaga kerja ini biasanya merupakan titik
awal dalam menentukan kebutuhan pekerja. Standar tenaga kerja yang baik merupakan satu
persyaratan pada pabrik manufaktur di Amerika yang lebih dari separuhnya menggunakan sistem
insentif pekerja.

Berikut ini diberikan beberapa keuntungan atau manfaat penggunaan standar operasi/ produksi
dalam perusahaan:
1. Dapat dikuranginya macam bahan baku maupun barang jadi yang harus ada dalam persediaan.
2. dengan adanya standardisasi barang-barang jadi maka pembuatannya pun menjadi lebih
mudah dalam arti tidak perlu dilakukan penghitungan atau perubahan ukuran, sifat barang
setiap mulai produksi sehingga akan menghemat waktu, tenaga dan modal.
3. Dengan dihematnya waktu pembuatan maka penyerahan barang jadi ke konsumen akan dapat
tepat waktu.
4. Pengiriman barang tidak akan salah karena barang-barang telah dikelompokkan terlebih dulu
berdasarkan standarnya masing-masing.

Manajemen operasi yang efektif membutuhkan standar yang dapat membantu perusahaan untuk
menentukan hal- hal berikut.
1. Muatan pekerja dari setiap barang yang diproduksi (biaya pekerja).
2. Kebutuhan staf (berapa orang yang dibutuhkan untuk memproduksi barang yang dibutuhkan).
3. Perkiraan biaya dan waktu sebelum produksi dilaksanakan (untuk membantu mengambil
beragam keputusan dari perkiraan biaya hingga ke keputusan untuk membuat sendiri atau
membeli).
4. Jumlah kru dan keseimbangan pekerjaan (siapa yang mengerjakan apa dalam satu aktivitas
kelompok atau pada satu lini produksi).
5. Tingkat produksi yang diharapkan (jadi, baik manajer maupun pekerja tahu apa saja yang
termasuk dalam satu hari kerja normal).
6. Dasar perencanaan insentif pekerja (apa yang menjadi acuan untuk memberikan insentif yang
tepat).
7. Efisiensi karyawan dan pengawasan (sebuah standar diperlukan untuk mengetahui apa yang
digunakan dalam penentuan efisiensi).

Standar tenaga kerja yang ditetapkan secara benar ini mewakili waktu yang dihabiskan oleh
seorang pekerja rata- rata untuk melaksanakan aktivitas tertentu di bawah kondisi kerja normal.

Sumber Standard Produksi


Untuk dapat menyusun standar produksi dalam perusahaan dengan baik, maka manajemen
perusahaan selayaknya perlu untuk mengetahui dan menentukan sumber standar produksi yang
akan dipergunakan. berikut ini beberapa sumber standar yang dikelompokkan menjadi empat
sumber. pemisahan sumber standar menjadi empat tersebut di atas didasarkan pada luas pemakaian
standar produksi yang dipergunakan, atau banyak dan sedikitnya pemakai standar. Keempat
sumber standar tersebut adalah:
1. Aktivitas perusahaan
2. Asosiasi Perusahaan dan Masyarakat
3. Standar Nasional
4. Standar Internasional

Penyusunan Standard Kerja


Standar tenaga kerja dapat ditetapkan dengan beberapa cara:
1. Pengalaman Masa Lalu.
Standar tenaga kerja dapat diperkirakan berdasarkan pengalaman historis yakni berapa jam yang
dibutuhkan pekerja untuk melakukan suatu pekerjaan. Standar historis mempunyai kelebihan
karena untuk memperolehnya relative mudah dan murah. Standar historis ini biasanya diperoleh
dari kartu waktu pekerja atau data produksi. Walaupun demikian, standar ini tidak obyektif dan
kita tidak mengetahui akurasinya, apakan mereka mencerminkan kecepatan kerja yang layak atau
buruk, dan apakah kejadian yang tidak biasa terjadi telah disertakan dalam perhitungan. Karena
variable ini tidak diketahui, penggunaan teknik ini tidak dianjurkan. Sebagai penggantinya, studi
waktu yang telah ditentukan, dan pengambilan sampel kerja lebih dianjurkan.
2. Studi Waktu.

Pengambilan waktu dengan menggunakan stopwatch atau studi waktu yang pada awalnya
diperkenalkan oleh Frederick W. Taylor di tahun 1881, masih menjadi metode yang paling banyak
digunakan hingga sekarang. Prosedur studi waktu mencakup menghitung waktu contoh kinerja
seorang pekerja dan menggunakannya sebagai standar.
Hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan standar antara lain:
1. Persiapan Penyusunan Standar
Dalam persiapan penyusunan standar, manajemen perlu menentukan sumber standar yang
akan digunakan. Manajemen dapat menggunakan satu sumber, namun dapat juga
mengkombinasikan beberapa sumber.
2. Penyusun Standar
Kualitas standar produksi yang akan disusun dan dipergunakan akan bergantung kepada
manajemen yang akan menyusun standar tersebut. Lebih khusus lagi, kualitas standar
produksi akan sangat bergantung pada individu atau team yang melaksanakan penyusunan
standar produksi tersebut. berdasarkan hal tersebut, maka penyusun standar produksi paling
tidak harus memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai berikut:
 Pengetahuan teknis yakni pengetahuan tentang pelaksanaan operasi/produksi dalam
perusahaan. Misalnya, mengetahui masalah-masalah teknis mesin dan peralatan yang
digunakan oleh perusahaan, mempunyai latar belakang pengetahuan yang kuat tentang
mesin dan peralatan yang digunakan, mengetahui dengan baik tentang urutan pelaksanaan
proses produksi, dan mengikuti perkembangan teknologi dari mesin dan peralatan yang
digunakan.
 Keahlian dalam hubungan karyawan. Misalnya, dpat mengerti dan memahami karyawan
yang bekerja di perusahaan tersebut, mempunyai kemampuan dalam pengendalian
karyawan, dapat memberikan pengarahan dan penjelasan, dapat menempatkan
karyawannya sesuai dengan kemampuan mereka.
 Pengalaman dalam mengelola perusahaan. Misalnya mempunyai dasar pengetahuan yang
cukup dalam hubungannya dengan tahap atau fase pelaksanaan proses produksi, serta
hubungan antar fase, mengetahui dengan pasti tentang pelaksanaan operasi dari masing-
masing bagian produksi, mengetahui pelaksanaan tugas sehari-hari dari bagian-bagian
lain, mempunyai kemampuan dan kemauan untuk bertanggung jawab, dapat
menggunakan wewenang dengan baik, serta mempunyai inisiatif kerja.
3. Pendekatan Dalam Penyusunan Standar
Ada beberapa pendekatan antara lain:
 Pendekatan individual yaitu pendekatan penyusunan standar produksi yang dilaksanakan
oleh seorang ahli.
 Pendekatan Bersama, merupakan pendekatan penyusunan standar produksi yang
dilaksanakan secara bersama-sama dari beberapa bagian dalam perusahaan.
 Pendekatan Gabungan, merupakan pendekatan penyusunan standar produksi yang
merupakan gabungan dari pendekatan individual dan pendekatan bersama. Artinya secra
bersama-sama bagian-bagian yang ada dalam perusahaan menyusun standar produksi di
bawah bimbingan dan pengarahan seorang ahli.

Teknik Penyusunan Standard


Beberapa metode untuk menerapkan standardisasi dalam perusahan antara lain:
1. Spesifikasi. yang dimaksud spesifikasi dalam standar produksi adalah batasan-batasan atau
keterangan-keterangan yang berhubungan dengan karakteristik suatu produk, proses, bahan
dan lain-lain.
2. Simplifikasi. yang dimaksud dengan simplifikasi dalam standar produksi adalah pengurangan
variasi pelaksanaan proses produksi yang terdapat dalam perusahaan.
3. Keputusan manajemen. manajemen dapat mengeluarkan keputusan-keputusan yang dapat
digunakan sebagai standar produksi dalam perusahaan yang bersangkutan.
4. Standar Tercetak merupakan standar yang dinyatakan secara tertulis.

Menghitung Waktu Standard


Jenis pengukuran waktu: Secara langsung, pengukuran jam henti (Stopwatch Time Study),
sampling kerja (Work Sampling). Secara tidak langsung: data waktu baku (Standard data), data
waktu gerakan (Predetermined Time System).
Pengukuran kerja ialah penerapan teknik yang direncanakan untuk menerapkan waktu bagi pekerja
yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu pada tingkat prestasi yang
ditetapkan.
Penelitian kerja ialah teknik utama untuk mengurangi kerja terutama dengan meniadakan gerak
tak perlu pada bahan maupun tenaga dan dengan menggantikan metode yang tidak memenuhi
syarat. Pengukuran kerja berusaha menyelidiki, mengurangi dan selanjutnya meniadakan sewaktu
tak efektif, yakni waktu yang tidak efektif dalam melakukan sesuatu, apapun sebabnya.
Pengukuran kerja memberi cara kepada manajemen untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk
menjalankan suatu operasi atau rangkaian operasi, sehingga waktu tak efektif diketemukan dan
dapat dipisahkan dari waktu efektif. Dengan cara ini akan diketahui bahwa ada waktu tak efektif,
sifatnya serta seberapa banyak sebelumnya terdapat waktu tak efektif tersembunyi dalam
keseluruhan waktu pembuatan atau proses.
Disini pengukuran kerja mempunyai peranan lain lagi. Bukan saja dapat mengungkapkan waktu
tak efektif tetapi pengukuran kerja juga dapat digunakan untuk menetapkan standar waktu
pelaksanaan kerja. Akibat pelanggaran terhadap standar waktu bersangkutan segera terlihat
karenanya menjadi perhatian langsung pihak manajemen.
Faktor yang menyebabkan waktu tak efektif diakibatkan lebih banyak pada manajemen daripada
yang terdapat di kalangan pekerja. Lagi pula sebab lain waktu tak efektif seperti penghentian
karena tak ada bahan baku atau kemacetan pada pabrik yang sering terjadi tanpa adanya usaha
sungguh- sungguh untuk memperbaiki keadaan. Faktor yang menyebabkan menurunnya
produktivitas perusahaan ialah:
a. Sifat dan keadaan barang.
b. Proses yang berjalan tidak semestinya.
c. Waktu tak efektif yang bertumpuk selama produksi berlangsung.
d. Kekurangan pihak manajemen atau kelalaian para buruh.
Kegunaan Pengukuran Kerja Dalam proses penetapan standar itu, mungkin akan diperlukan
pengukuran kerja:
1. Membandingkan efisiensi beberpa metode yang harus dipilih. Apabila dalam keadaan yang
lain sama maka metode yang terbaik ialah yang paling sedikit memerlukan waktu.
2. Mengimbangi pekerjaan masing- masing anggota kelompok, dengan disertai menggunakan
bagan aktivitas berganda, sehingga sedapat mungkin masing-masing anggota menjalankan
pekerjaan yang memerlukan waktu yang sama untuk menyelesaikannya.
3. Menentukan mesin dan manusia yang turut menggunakan bagan aktivitas berganda, untuk
sejumlah mesin yang dapat dilayani oleh seorang petugas.
4. Memberi keterangan mengenai dasar perencanaan dan pembagian waktu produksi, termasuk
yang diperlukan oleh pabrik dan tenaga kerja dalam rangka pelaksanaan rencana kerja serta
pemanfaatan kapasitas yang tersedia.
5. Memberi keterangan sebagai dasar taksiran untuk penawaran harga penjualan serta janji
penyampaian barang.
6. Menetapkan standar penggunaan mesin serta prestasi tenaga kerja yang selanjutnya dapat
dipakai untuk maksud tersebut di atas dan sebagai penentuan perangasang.
7. Memberi keterangan untuk pengawasan baiaya tenaga kerja dn untuk dapat menetapkan dan
mempertahankan biaya standar.
Teknik utama untuk melaksanakan pengukuran kerja antara lain sebagai berikut:
1) Penelitian waktu.
 Mengambil sampling kegiatan dan kelanjutannya yanki sampling kegiatan bertingkat.
 Sintesa dari keterangan standar.
 Sistem waktu gerak yang ditetapkan sebelumnya.
 Mengadakan taksiran.
 Mengadakan taksiran analitis.
 Mengadakan taksiran perbandingan.
2) Luas Kegiatan.
Biasanya bagian penelitian kerja diharapkan melaksanakan hal- hal berikut:
 Penelitian metode mengenai pekerjaan dan operasi yang ada, menuju penetapan metode yang
diperbaiki.
 Pengukuran kerja dan penetapan standar waktu.
 Mempelajari perubahan yang diusulkan mengenai pekerjaan petugas khususnya menyiapkan
rancangan tata ruang mesin dan pabrik dalam hubungan perluasan atau reorganisasi.
 Menyususn secara rutin keterangan pemeriksaan untuk pengawas dan manajemen sepanjang
mereka ada sangkut pautnya dengan penggunaan waktu pekerja dan hasil yang diperoleh.

Anda mungkin juga menyukai