Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH


Jln. Jend. A. Yani Telp. (0967) 524932 – 531960 Fax. (0967) 534335

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN PERENCANAAN

PENGGUNA ANGGARAN : BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH


PROVINSI PAPUA

NAMA KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR

NAMA PEKERJAAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR UPPD/


SAMSAT PANIAI

HARGA PERKIRAAN SENDIRI : Rp. 199.990.000,- (SERATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN


JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH RIBU RUPIAH)

TAHUN ANGGARAN 2018


I. PENDAHULUAN
A. Umum
1. Dalam rangka proses pengadaan Bangunan Gedung, dilaksanakan melalui tahapan
persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi fisik serta Pengawasan/Pengendalian/
Monitoring pekerjaan.
2. Setiap bangunan gedung harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu
memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, amdal, dan dapat sebagai teladan bagi
lingkungannya, serat berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia.
3. Setiap bangunan gedung harus direncanakan, dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga
memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria
administrasi bagi bangunan gedung.
4. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung perlu diarahkan secara baik dan
menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang
memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional.
5. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu diarahkan secara baik dan
menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang
memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional.
6. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang
sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan
peruntukannya.

B. Maksud dan Tujuan


1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang
memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan
serta diinterprestasikan kedalam pelaksanaan tugas perencanaan.
2. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan perencana dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai dengan KAK ini.

C. Latar Belakang
1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah Provinsi Papua, Tahun Anggaran 2018.
2. Pemegang mata anggaran adalah Gubernur Papua yang dalam hal ini adalah Badan
Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Papua.

D. Lingkup Kegiatan
1. Lingkup Kegiatan adalah :
Pembangunan Gedung Kantor
2. Lingkup Pekerjaan adalah :
Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor UPPD/SAMSAT Paniai.

II. KEGIATAN PERENCANAAN


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan
yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara, Keputusan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor : 45/PRT/M/2007Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara,
yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan, site/tapak bangunan, dan perencanaan fisik
bangunan gedung negara yang terdiri dari :
a. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan, membuat
interprestasi secara garis besar terhadap KAK.
b. Penyusunan Prarencana seperti yang akan direncanakan, prarencana bangunan termasuk
program dan konsep ruang, perkiraan biaya, Penyusunan pengembangan rencana, antara lain
membuat :
1. Rencana arsitektur.
2. Rencana struktur.
3. Rencana utilitas.
4. Rencana mekanikal elektrikal.
5. Perkiraan biaya.
c. Penyusunan rencana antara lain :
1. Gambar-gambar detail arsitektur gedung, detail struktur gedung, detail utilitas gedung yang
sesuai dengan gambar prarencana rehabilitasi gedung yang disetujui.
2. Spesifikasi Teknis/Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
3. Rincian Volume pelaksanaan pekerjaan (BQ).
4. Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan (RAB).
5. Penyusunan dokumen perencanaan.

III. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN


a. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang
dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.
b. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut :
1. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya
perencanaan.
2. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasikan batasan-batasan
yang telah diberikan, termasuk melalui KAK ini, seperti dari segi pembiayaan, waktu
penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan.
3. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan, standar, dan
pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya
dan yang khusus untuk bangunan gedung negara.

IV. BIAYA
Biaya untuk melaksanakan pekerjaan ini dibebankan kepada DPPA Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah Provinsi Papua Tahun Anggaran 2018. Pagu untuk kegiatan “Perencanaan Pembangunan
Gedung Kantor UPPD/SAMSAT Paniai”, dengan nilai Pagu sebesar Rp. 201.000.000 (Dua Ratus Satu
Juta Rupiah).

V. PROSES PERENCANAAN
a. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta, konsultan
perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelolaan Kegiatan.
b. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal, antara dan pokok yang harus
dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini.
c. Jangka waktu pelaksanaan, khususnya sampai diserahkan dokumen-dokumen perencanaan
untuk siap dilelangkan adalah 1,5 (satu koma lima) bulan atau 45 (empat puluh lima) hari
kalender.

VI. PELAKSANA
Untuk melaksanakan tujuannya, konsultan perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi
ketentuan dan syarat, baik ditinjau dari segi lengkap (besar) kegiatan maupun tingkat kompleksitas
pekerjaan.
Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi
masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas kegiatan).
A. Tenaga Ahli :
- Team Leader/Koordinator Tim 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil atau Arsitektur, dengan pengalaman minimal 5
Tahun, memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Bangunan Gedung Madya
- Ahli Arsitektur 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana (S1) Teknik Arsitektur, dengan pengalaman minimal 3 Tahun,
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Arsitektur Madya
- Ahli Struktur 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil, dengan pengalaman minimal 3 Tahun,
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Bangunan Gedung Madya.

B. Tenaga Sub Profesional :


- Cad Operator/Juru Gambar 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur dengan pengalaman
minimal 1 Tahun, atau Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur, dengan
pengalaman minimal 3 Tahun.
- Surveyor/Juru Ukur 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur dengan pengalaman
minimal 1 Tahun, atau Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur, dengan
pengalaman minimal 3 Tahun.

C. Tenaga Pendukung :
- Administrasi/Op. Komputer 1 orang
Dengan latar pendidikan Sarjana Muda (D3) Informatika, dengan pengalaman minimal 1 Tahun,
atau lulusan SMU dengan pengalaman minimal 3 Tahun.

VII. PROGRAM KERJA


A. Konsultan perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi :
1. Jadwal kegiatan secara detail.
2. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh
konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Pengelola Kegiatan.
3. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan.

B. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pengelola Kegiatan,
setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis
dari pengelola kegiatan.

VIII. KELUARAN (OUTPUT)


Output yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana adalah :
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Akhir
- Laporan Hasil Penyelidikan Tanah
- Laporan Hasil Perhitungan Struktur
- Engineer Estimate/RAB
- Spesifikasi Teknis & Bill Of Quantity
- Gambar Design Ukuran A3
3. Album Dokumentasi
IX. PENUTUP
a. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka konsultan hendaknya memeriksa semua
bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
b. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk
dibahas dengan Pengelola Kegiatan.

Dibuat di : Jayapura
Tanggal : 23 April 2018

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Papua


Selaku Pengguna Anggaran Yang Bertindak Sebagai
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

GERZON JITMAU, SH, MM


Pembina Utama Muda
NIP. 19680227 199603 1 002

Anda mungkin juga menyukai