Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pemeliharaan kamtibmas pada hakekatnya merupakan rangkaian


upaya pemeliharaan ketertiban umum (maintainina lawand order),
penanggulangan kejahatan (fighting crime) dan perlindungan warga
(protecting people) terhadap kejahatan (fighting crime) dan perlindungan
warga (protecting people) terhadap kejahatan (crime) dan bencana (disaster).
Upaya-upaya ini tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya keikutsertaan
warga masyarakat, di dalam program-program yang kompleks, dan
menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Akar-akar dan sumber potensial
kejahatan dan ketidak tertiban mengendap disetiap sisi kehidupan
bermasyarakat dan berbangsa, yang sewaktu-waktu akan menjelma menjadi
peristiwa gangguan kamtibmas bilamana berinteraksi dengan faktor-faktor
pencetus lainnya.

Perkembangan kemajuan masyarakat yang cukup pesat, seiring


dengan merebaknya fenomena supremasi hukum, hak asasi manusia,
globalisasi, demokratisasi, desentralisasi, transparansi, dan akuntabilitas,
telah melahirkan berbagai paradigma baru dalam melihat tujuan, tugas,
fungsi, wewenang dan tanggung jawab Kepolisian Negara Republik
Indonesia yang selanjutnya menyebabkan pula tumbuhnya berbagai tuntutan
dan harapan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia yang makin meningkat dan lebih berorientasi kepada
masyarakat yang dilayaninya. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, angka 1
menyatakan bahwa “Kepolisian adalah segala hal-ihwal yang berkaitan
dengan fungsi dan lembaga polisi sesuai dengan peraturan perundang-
undangan”. Negara Indonesia adalah negara hukum maka keberadaan
lembaga Kepolisian sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dalam rangka mewujudkan situasi keamanan yang kondusif
sebagaimana yang tersebutkan di dalam Undang-undang Kepolisian Negara
Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 bahwa tugas dan wewenang
institusi Polri adalah berkewajiban dan berkewenangan untuk menegakkan
keamanan dan ketertiban masyarakat, kemudian kepolisian selaku penegak
hukum terhadap segala tindak pidana yang muncul di wilayah yuridiksi
penugasannya, sebagaimana tertuang didalam ketentuan Pasal 2 Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang selengkapnya menyatakan bahwa
“Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan Negara dibidang
pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum,
perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat”. Hukum
sebagai sarana pengatur perikelakuan. Sebagai saran social engineering,
hukum merupakan suatu sarana yang ditujukan untuk mengubah perilakuan
warga masyarakat, sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.1 Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Pada Tingkat Kepolisian Daerah, di dalam angka 6 yang dimaksud
dengan “Biro Operasi yang selanjutnya disingkat Roops adalah unsur
pengawas dan pembantu pimpinan pada tingkat Polda yang berada di bawah
Kapolda”. Pasal 25 ayat (2) menyatakan bahwa “Roops bertugas membina
dan menyelenggarakan fungsi manajemen bidang operasi antara lain
pelatihan pra operasional, koordinasi dan kerja sama dalam rangka operasi
kepolisian”. Pasal 31 menyatakan bahwa: (1) Bagdalops sebagaimana
dimaksud daiam Pasal 27 huruf d bertugas membina. menyelenggarakan
koordinasi dan administrasi, mengendalikan operasi, serta mengumpulkan,
mengolah, dan menyajikan data operasi. (2) Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagdalops menyelenggarakan fungsi:
a. pembinaan, pengkoordinasian, pengadministrasian, dan pengendalian
operasi; b. pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi dan
dokumentasi kegiatan operasi; dan c. penerimaan data laporan kejadian,
laporan kegiatan operasi, dan penyusunan laporannya. (3) Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagdalops
dibantu oleh: a. Subbagian Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian Data
(Subbagpullahjianta). yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data
serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan operasi; dan b. Kepala
Siaga (Kasiaga), yang bertugas menerima data laporan kejadian dan laporan
kegiatan operasi. Berdasarkan ketentuan Pasal diatas Bagian Pengendalian
Operasi (Bagdalops) dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan fungsi
yang akan di teliti dalam tulisan ini lebih khusus adalah pengumpulan dan
pengolahan data, serta penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan
operasi di wilayah hukum Polda Sumsel. Namun masih ada masalah yang
timbul dalam hal pelaksanaannya, data kriminalitas yang dihimpun setiap
bulannya dari Polres jajaran kewilayahan dan Direktorat Opsnal sering
terlambat, tidak mengirim laporan (lalai dalam tugas penyajian data
kriminalitas jajaran), data yang disajikan tidak valid serta personil yang
mengawaki bagian pengumpulan data di Polres jajaran kewilayahan dan
Direktorat Opsnal sering berganti-ganti dan tidak ada kaderisasi sehingga
yang mengolah data tidak profesional dan tidak menguasai permasalahan
pengumpulan data. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik
untuk melakukan penulisan untuk dijadikan karya ilmiah dalam bentuk karya
tulis yang berjudul: “Optimalisasi Kemampuan Bagdalops Dalam
Pengumpulan dan Pengolahan Data Serta Penyajian Informasi dan
Dokumentasi Kegiatan Operasi Dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas”.
2. Permasalahan

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka beberapa permasalahan


dalam penulisan ini adalah belum terpenuhinya kualitas dan kuantitas
Sumber Daya Manusia pengawak Bagddalops Polda Sumsel, belum
terpenuhinya teknologi informasi dalam pengumpulan, pengolahan dan
penyajian data, belum terpenuhinya sarana dan prasarana, serta kurangnya
anggaran dalam mendukung kegiatan Bagdalops Biro Ops Polda Sumsel.
Maka dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa belum optimalnya
Kemampuan Bagdalops Dalam Pengumpulan dan Pengolahan Data Serta
Penyajian Informasi dan Dokumentasi Kegiatan Operasi Dalam Rangka
Terwujudnya Kamtibmas.

a. Pokok-pokok Persoalan

Berdasarkan permasalahan tersebut dapat ditarik beberapa persoalan


pokok yaitu :

1) Bagaimana optimalisasi Bagian Pengendalian Operasi


Dalam Pengumpulan dan Pengolahan Data Serta
Penyajian Informasi dan Dokumentasi Kegiatan Operasi
Dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas?
2) Apa kendala yang dihadapi Bagian Pengendalian
Operasi Dalam Pengumpulan dan Pengolahan Data
Serta Penyajian Informasi dan Dokumentasi Kegiatan
Operasi Dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas ?
3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembahasan dalam karya tulis ini meliputi upaya


peningkatan kinerja peran Bag Dalops dalam rangka penugasan personel
Polri di lingkungandalops Biro Ops Polda Sumsel,

4. Dasar Penulisan

5. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan karya tulis ini adalah untuk memenuhi


persyaratan dan melengkapi tugas belajar sesuai dengan kemampuan
Peserta Didik SIP Angkatan XLVII Tahun 2018 untuk mencapai kemampuan
manajerial maupun teknikal sebagai SIP di Lembaga Pendidikan Polri Kota
Sukabumi.

Tujuan dari penulisan kaya tulis ini ialah untuk mengoptimalkan


Kemampuan Bagdalops Dalam Pengumpulan dan Pengolahan Data Serta
Penyajian Informasi dan Dokumentasi Kegiatan Operasi Dalam Rangka
Terwujudnya Kamtibmas.

6. Metode dan Pendekatan

a. Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode
deskriptif yang menggambarkan, mencatat dan menganalisa serta
menginterprestasikan kondisi yang terjadi, untuk memperoleh informasi
mengenai keadaan saat ini dan melibatkan kaitan-kaitan antara variabel yang
ada. Bersifat mencari dan mendeskriptifkan kejadian atau peristiwa yang
bersifat faktual, bersifat mencari informasi faktual dan dilakukan secara
mendetail dan mengidentifikasikan masalah-masalah atau untuk
mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang
berlangsung.

b. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Terapan ini
adalah pendekatan pengalaman tugas lapangan dan pendekatan sistemik
sistem kompetensi, dimana dengan akurasi sistem pendataan dalam upaya
Optimalisasi Kemampuan Bagdalops Dalam Pengumpulan dan Pengolahan
Data Serta Penyajian Informasi dan Dokumentasi Kegiatan Operasi Dalam
Rangka Terwujudnya Kamtibmas.

7. Sistematika
BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

2. Permasalahan dan Persoalan

a. Permasalahan

b. Persoalan

3. Ruang Lingkup

4. Dasar Penulisan

5. Maksud dan Tujuan

a. Maksud

b. Tujuan

6. Metode dan Pendekatan


a. Metode

b. Pendekatan

7. Sistematika

8. Pengertian-pengertian

BAB II PEMBAHASAN

1. Kondisi Awal

2. Faktor yang mempengruhi

a. Internal

1) Kekuatan

2) Kelemahan

b. Eksternal

1) Peluang

2) Hambatan

3. Kondisi yang diharapkan

4. Upaya yang dilakukan

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan

2. Saran
8. Pengertian - Pengertian

a. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya


disingkat Polri adalah alat negara yang berperan dalam
memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
menegakkan hukum serta memberikan perlindungan,
pengayoman dan pelayanan masyarakat dalam langkah
terpeliharanya keamanan dalam negeri.

b. Optimalisasi adalah terbaik, perbaikan, paling menguntungkan


secara umum adalah pencarian nilai “terbaik dari yang tersedia”
dari beberapa fungsi yang diberikan pada suatu konteks (Anton
M, Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, Tobasa,
1988)

c. Bagian Pengendalian Operasi (Bagdalops)


Berdasarkan pasal 31 Peraturan Kepala Kepolisisan Negara
Republik Indonesia tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja
Pada Tingkat Kepolisian Negara ayat (1) Bagdalops
sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 huruf d bertugas
membina,menyelenggarakan koordinasi dan administrasi,
mengendalikan operasi, serta mengumpulkan, mengolah, dan
menyajikan data operasi.

d. Pengumpulan
Pengumpulan berasal dari kata kumpul yang berarti bersama-
sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-
pisah); berhimpun, berapat (bersidang); berkerumun.
Pengumpulan berarti proses, cara, perbuatan mengumpulkan;
pengerahan (masa).

e. Pengolahan
Pengolahan berasal dari kata olah yang berarti mengerjakan
sesuatu agar menimbulkan barang baru atau menjadi lain;
memasak sesuatu agar menjadi lebih sempurna. Pengolahan
berarti proses, perbuatan dan cara mengolah.

f. Data data berarti keterangan yang benar dan nyata.

g. Penyajian 1. Proses, cara, perbuatan menyajikan; ia


menyerahkan urusan –itu kepada orang lain; 2. Pengaturan
penampilan; 3. Cara menyampaikan pemberitaan karangan,
makalah, dsb.

h. Informasi
Informasi berarti keterangan yang disampaikan oleh seseorang
atau badan; keseluruhan makna yang menunjang pesan yang
terlihat dibagian-bagian pesan itu; penerangan.

i. Dokumentasi Dokumentasi berarti pengumpulan, pengolahan


dan penyimpanan informasi dibidang pengetahuan.

j. Kegiatan kegiatan berarti aktifitas, tindakan yang dilakukan


dengan sungguh-sungguh, acara.
k. Operasi Operasi berarti bedah (dalam dunia keddokteran);
tindakan memeriksa (dilakukan oleh polisi atau tentara);
pelaksanaan rencana yang telah dikembangkan.

l. Terwujudnya terwujudnya berasal dari kata ujud yang berarti


maksud, tujuan; sesuatu yang dikehendaki.

m. Kamtibmas Berdasarkan Pasal 1 Undang – undang nomor 2


Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara republik Indonesia,
angka 5 menyatakan bahwa: keamanan dan ketertiban
masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai
salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan
nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang
ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya
hukum, serta terbinanya ketentraman, yang mengandung
kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan
kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan
menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk–
bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Kondisi Awal
Struktur kedudukan, tugas pokok dan fungsi Bag Dal Ops Biro Ops Polda
Sumsel telah dijabarkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 22 tahun 2010
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Daerah.
dalam menjalankan peran dan fungsinya Bag Dal Ops Polda Sumsel
mempunyai keterbatasan yang menimbulkan kendala-kendala dalam
pelaksanaan tugasanya

1.Kuantitas Personel

Data personel Bag Dal Ops Polda Sumsel

NO PERSONEL JUMLAH DSP KET

1 Pamen

2 Pama

3 Brigadir

4 Pns

Jumlah personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel apabila
mendasari dari Kapolri Nomor 22 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi
dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Daerah, bahwa personel Bag Dal
Ops Poda Sumsel sampai tahun 2018 ini memiliki personel sebanyak 11
orang. dari data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan personel
Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel masih terbatas, disamping itu masih ada
jabatan yang belu terisi seperti Kepala Siaga (Ka Siaga), Perwira Siaga,
Personel Piket Siaga serta anggota yang mengawaki di bagian sub Bag Dal
Ops Biro Ops Polda Sumsel.

mengawaki di bagian sub Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel.

2. Kualitas Personel

Data Kualitas Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel

NO PENDIDIKAN JUMLAH NO PENDIDIKAN JUMLAH KET


KEJURUAN UMUM
PA BA PA BA TA

Dilihat dari data diatas kualitas personel Bag Dal Ops Biro Ops polda Sumsel
adalah sebagai berikut :

a. Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel tidak ada yang
memiliki kualifikasi pendidikan kejuruan yang sesuai dengan tugas
dan fungsinya

b. dilihat dari kualitas pendidikan umum personel Bag Dal Ops Biro
Ops Polda Sumsel sebagian besar hanya berpendidikan tamatan
SMU. Anggota yang berpendidikan SMU tentu akan berprilaku
berbeda serta tingkat pengetahuanya juga berbeda dibanding yang
berpendidikan Sarjana. kenyataan ini akan mempengaruhi kinerja
Bag Dal Ops Biro Ops dalam pelaksanaan tugas.

Ops dalam pelaksanaan tugas.


3. Kemampuan dan Kompetensi personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda
Sumsel

a. pengetahuan

1) kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan


Komputerisasi dan Teknologi Imformasi.

2) Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel jarang diikutkan dalam
program pelatihan baik yang diselenggarakan oleh Intern Polri maupun
lembaga dan Instansi terkait lainnya yang ada hubunganya dengan
komputerisasi dan tekhnologi Informasi.

3) Belum adanya regenerasi dan penyegaran terhadap personel Bag Dal


Ops Biro Ops Polda Sumsel yang mana eksistensinya tidak maksimal
dalam menjalankan tugas dan fungsinya

b. keterampilan

1) Masih kurangnya keterampilan personel dalam melaksanakan


Komputerisasi dan Teknologi Imformasi yang selama ini hanya
dilakukan secara otodidak dan warisan dari senior.

2) Terbatasnya kemampuan Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel dalam
pengolahan data dan pengarsipan

c. Prilaku

1) Mentalitaspersonel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel cukup baik
meskipun dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya memiliki
keterbatasan keterampilan .

2) Disiplin yang dilakukan oleh personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda
Sumsel cukup baik dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya
B. Dukungan anggaran

alokasi anggaran Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel tertuang di dalam
rendis (rencana pendistribusian) pada masing-masing bagian yang pada
awalnya tergabung dalam RKA-KL (rencana kerja anggaran
kementerian/kelembagaan) Biro Operasi

no kegiatan Volume Jumlah Ket


(Rp x Org x giat) (Rp)

Data tersebut dapat dijelaskan bahwa :

1. Kegiatan pengamanan unjuk rasa telah teralokasikan anggaran selama


satu tahun yang mana personel yang terlibat berasal dari Biro, Direktorat
dan personel staf Mapolda Sumsel

2. Kegiatan Supervisi yang dilaksanakan oleh personel Bag Dal Ops Biro
Ops Polda Sumsel kejajaran Polres-polres kewilayahan teralokasikan
dirasakan sangat kecil dalam memenuhi kebutuhan akomodasi

c. Sarana Prasarana

Data Sarana Prasarana Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel

No Jenis Barang Jumlah Ket


1 Komputer 1 Baik

2 Printer 1 Baik

3 Faxsmile 1 Baik

4 Speedy 1 Baik

Jumlah 4

dari data tersebut di atas antara kebutuhan dan volume pekerjaan otomatis
akan menghambat dalam penyelesaian pekerjaan. situasi dan kondisi ruang
kerja yang kurang representatif didalam menampung personel dan
pengarsipan dokumen

2. Faktor yang mempengaruhi


A. Faktor Internal

1. Kekuatan

a. Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel dilihat dari segi
kuantitas berjumlah 11 personel
b. Adanya Undang-undang RI dan Peraturan Kapolri Nomor 22
tahun 2010 serta peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2011 tentang
Manajemen Operasi Kepolisian Dalam Rangka Mewujudkan
Kamtibmas yang Kondusif di wilayah Provinsi Sumsel
c. Tersedianya sarana dan prasarana, material, fasilitas dan jasa
yang dimiliki Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel saat ini dapat
dimanfaatkan di dalam mendukung tugas dan fungsi Bag Dal Ops Biro
Ops Polda Sumsel
2. Kelemahan

a. Kuantitas personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel jika
dibandingkan dengan DSP masih kurang sekitar 293289384983

b. Kualitas kemampuan dan keterampilan personel Bag Dal Ops Biro


Ops Polda Sumsel hanya mengandalkan kemampuan otodidak
dan warisan dari senior sebelumnya dalam menjalankan tugas dan
fungsinya

c. Dukungan anggaran khususnya dalam kegiatan Supervisi relatif


kecil sehingga biaya dan layanan akomodasi kurang bisa
dirasakan

B. Faktor Eksternal

1. Peluang

a. Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel masih dipercayai oleh instansi
pemerintah seperti badan pusat statistik, badan kesatuan bangsa dan
politik perlindungan masyarakat serta pemerintah Provinsi Sumsel
terkait data dan jumlah kriminalitas sebagai acuan dalam menyusun
kegiatan dan pusat data terkait situasi keamanan masyarakat yang
ada di dalam provinsi Sumsel.

b. Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel mengawaki dan memperkuat
kegiatan posko bencana di Pusdalops BPBD (Badan Penanggulang
Bencana Daerah) Pemerintah provinsi Sumsel terkait produk data
korban bencana (bencana alam dan bencana sosial)

c. Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel mewujudkan sinergitas dengan
SKPD (Satuan Kerja Perangkat Desa) pemerintah Provinsi Sumsel
dalam hal penanganan konflik sosial yang terjadi di Provinsi Sumsel
2. Kendala atau Ancaman

a. Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel menginput data jajaran terkait
jumlah kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polda Sumsel
cenderung menggunakan fasilitas internet dalam hal ini melalui email
ro_ops_sumsel@yahoo.co.id terkadang kurang lancar dikarenakan
faktor keberadaan sinyal, cuaca dan fasilitas internet di kesatuan
kewilayahan (Polres/Ta) sehingga akan mempengaruhi dalam
kelancaran pengiriman data

b. Input data yang berasal dari Jajaran Polres/Ta terkadang kurang


lancar sehubungan faktor instansi tertentu dikarenakan tidak memiliki
akses Internet

3. Kondisi yang Diharapkan


A. Sumber Daya Manusia

1.Kualitas Personil

Jumlah personil Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel apabila
mendasari dari peraturan Kapolri yang sesuai dengan kebutuhan personel
masih sangatlah kurang. pada tahun 2018 saat ini personel Bag Dal Ops
sebanyak 14 orang. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah
keseluruhan personel Bag Dal Ops Polda Sumsel masih sangat terbatas.
disamping itu juga masih ada jabatan yang belum terisi seperti Kepala Siaga
(Ka Siaga), Perwira Siaga, Personel Piket Siaga serta anggota yang
mengawaki di bagian sub Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel.Adanya
penambahan personel pada jabatan Ka Siaga ( Ka Siaga) yang memiliki
dedikasi dalam menghimpun data jajaran.menghimpun data kriminalitas dan
situasi keamanan masyarakat. Adanya penambahan personel Bintara
Pullahjianta (Pengumpulan Pengolahan Penyajian Data) dan personel Bintara
di Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel masih kurang yang tidak sesuai
dengan DSP.

2. Kualitas Personel
kualitas personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel adalah sebagai
berikut
a. pengetahuan
1) Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel harus memiliki
kualifikasi pendidikan kejuruan yang sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2) Dilihat dari kualitas pendidikan umum personel Bag Dal Ops
Biro Ops Polda Sumsel sebagian besar hanya tanatan SMU sederajat
tentunya akan berpengaruh kepada bppopla pikir/mind sheet dan
prilaku yang berbeda serta tingkat pengetahuan juga berbeda
dibanding yang berpendidikan sarjana. Kenyataan ini akan
mempengaruhi kinerja Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel dalam
pelaksanaan tugas.
b. Keterampilan
1) Bag Dal Ops Polda Sumsel seharusnya memiliki peronel dalam
kemampuan komputerisasi dan tekhnologi informasi untuk mendukung
tugas dan fungsi Bag Dal Ops.
2) Personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel harus diberikan
pendidikan dan keterampilan dalam pengolahan data dan pengarsipan
c. Prilaku
1) Mentalitas personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel baik
dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sekalipun memiliki
keterbatasan keterampilan
2) Disiplin yang dilakuakan oleh personel Bag Dal Ops Biro Ops
Polda Sumsel cukup baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
B. dukungan dan anggaran
Alokasi anggaran Bag Dal Ops Polda Sumsel tertuang didalam
Rendis (Rencana Pendistribusian) pada masing-masing bagian yang
pada awalnya tergabung di dalam RKA-KL (Rencana Kerja Anggaran
Kementerian/Lembaga) Biro Ops Polda Sumsel. Kegiatan Supervisi
yang dilakukan oleh personel Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel ke
jajaran Polre/Ta kewilayahan yang di alokasikan di rasakan sangat
kecil dalam memenuhi kebutuhan akomodasi.

c. Sarana dan Prasarana


Sarana dan Prasarana yang ada untutk mendukung
penyelesaian pekerjaan dirasakan sangat terbatas dengan volume
pekerjaan yang ada. situsai dan kondisi ruang kerja yang kurang
representatif didalam menampung personel dann pengarsipan
dokumen harus segera di perbaiki untuk mendukung tugas dan fungsi
Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel.

d. Metode yang digunakan

Metode yang digunakan untuk terlaksananya tugas dan fungsi


Bag Dal Ops Biro Ops Polda Sumsel menggunakan konsep Analisa
SWOT, Teori Manajemen, Teori Manajemen Strategi dan Teori Kinerja
dan Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia

4. Upaya yang Dilakukan


Dalam rangka meningkatkan peranan Bag Dalops Polda Sumsel guna
pelaksanaan pembinaan personel dalam rangka mewujudkan pelayanan
prima kamtibmas membutuhkan suatu proses atau tahapan-tahapan
manajemen yang dapat mengatur jalannya pelaksanaan tugas dengan baik.
Proses atau tahapan-tahapan manajemen tersebut berpedoman pada teori
manajemen. Adapun upaya-upaya pemecahan masalah guna
mengoptimalisasikan kemampuan Bagdalops Polda Sumsel Dalam
Pengumpulan Dan Pengolahan Data Serta Penyajian Informasi Dan
Dokumentasi Kegiatan Operasi Dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas
antara lain :

a. Meningkatkan Kualitas SDM Bagdalops Polda Sumsel


Guna meningkatkan kualitas SDM Bagdalops Polda Sumsel
guna pembinaan personel, maka diperlukan upaya peningkatan
kuantitas dan kualitas SDM pada Bagdalops Polda Sumsel,
sehingga dalam mewujudkan pelayanan prima kamtibmas di
Bagdalops Polda Sumsel dapat terwujud.

Jika dikaitkan dengan Teori Manajemen oleh George R.


Terry, dikatakan bahwa manajemen memiliki unsur man, money,
materiil, method pada point (1) yaitu : Man (manusia) merujuk
pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam
manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan.
Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang
melakukan proses untuk mencapai tujuan. Adapun upaya-upaya
atau langkah-langkah yang dilakukan guna peningkatan kualitas
SDM.
b. Meningkatkan Dukungan Sarana dan Prasarana Bagdalops
Polda Sumsel
Pembenahan sarana dan prasarana pada Bagdalops Polda
Sumsel dalam upaya untuk mendukung pelaksanaan pembinaan
personel dalam rangka mewujudkan Polri yang professional

c. Meningkatkan Metode Yang Diterapkan SDM dalam rangka


memenuhi tuntutan masyarakat.
1) Proporsional, yaitu mutasi yang berbasis kompetensi,
kepangkatan, pendidikan, merit system, dan prestasi
(achievement).
2) Memetakan kondisi personel dilingkungan Bag Binkar Ro
SDM Polda Metro Jaya berdasarkan atas jenjang
kepangkatan, latar belakang pendidikan, bidang keahlian,
jabatan, pengalaman kerja, serta rencana karier yang
diinginkan.
3) Mengidentifikasi ruang jabatan yang tersedia di lingkungan
Bag Binkar Ro SDM Polda Metro Jaya serta persyaratan
dan kriteria yang telah ditetapkan.

a. Pengorganisasian
1) Meningkatkan Transparansi penilaian kinerja.
2) Transparansi sistem penilaian kinerja akan berguna bagi
personel untuk melihat sejauhmana hasil kerjanya.
3) Memberikan arahan dan evaluasi secara rutin dengan
mengharuskan untuk membuat laporan pelaksanaan tugas
untuk dianalisa dan dievaluasi tentang kekurangan dari
kegiatan yang sudah dilaksanakan, dengan maksud dapat
dijadikan sebagai bahan masukan atau pedoman yang
berguna untuk perbaikan pelaksanaan tugas

b. Pelaksanaan
1) Melakukan pengawasan pada saat proses pelaksanaan
pembinaan personel baik di Mapolresta maupun Polsek
jajaran Bag Binkar Ro SDM Polda Metro Jaya
2) Setiap anggota yang dilibatkan dalam terwujudnya tugas
yang kondusif harus memahami cara bertindak yang harus
dilakukan

c. Pengawasan dan pengendalian


1) Setiap anggota perlu memahami tujuan pengawasan dan
pengendalian yang dilakukan oleh pimpinan.

2) Setiap anggota memahami metoda pengawasan dan


pengendalian yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas