Anda di halaman 1dari 6

MENGANALISIS PROSES MASUK DAN PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA

EROPA ( PORTUGIS, SPANYOL, BELANDA, INGGRIS) KE INDONESIA


Proses Masuknya Penjajahan Bangsa Eropa ke Indonesia
Proses masuknya penjajahan bangsa Eropa dimulai saat Eropa ingin berusaha
mengembalikan masa kejayaannya saat perang salib dengan imperium Islam.
Pengembalian masa kejayaan tersebut terjadi pada masa pasca renaissance. Akibat
Perang Salib tersebut membuat bangsa Eropa harus melakukan penjelajahan antar
samudera karena pelabuhan Konstantinopel mereka gagal direbut. Pada akhirnya
bangsa Eropa sampai di Indonesia.

Proses Masuknya Penjajahan Bangsa Portugis


Bangsa Portugis merupakan awal mula penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia.
Proses masuknya penjajahan bangsa Eropa ini dimulai pada tahun 1498. Pada tahun
tesebut bangsa Portugis sampai di India khususnya dikota Calcuta, kemudian Portugis
mendirikan sebuah kantor dagang dikota Goa pada tahun 1551. Setelah pendirian
kantor tersebut kemudian Portugis menjajah malaka agar dapat dikuasai. Penjajahan
bangsa Eropa tersebut tidak berhenti begitu saja melainkan mereka melakukan
hubungan dagang dengan wilayah Maluku yang merupakan penghasil rempah
rempah di Indonesia. Pada tahun 1512 pihak Portugis mendarat dikota Maluku dengan
jalur laut. Diwilayah tersebut terdapat beberapa kapal yang berlabuh dengan
pimpinan Alfonso de Albuquerque.

Pihak Maluku menyambut Portugis dengan baik karena mereka tidak


mengetahui bahwa saat itulah proses masuknya penjajahan bangsa Eropa akan
dimulai. Akibat ketidaktahuan tersebut pihak Maluku berlomba lomba untuk
menawarkan hasil rempah rempah mereka agar kehidupan masyarakat dapat terbantu
untuk menghadapi para musuh. Saat itu Ternate masih dipimpin oleh Kaicil Darus.
Sultan Ternate bahkan meminta bantuan kepada Portugis agar dapat membantu
mereka membuat sebuah benteng agar musuh tidak dapat menyerang. Pada tahun
1552 permintaan mereka dikabulkan oleh Portugis dan dibuatkan sebuah beteng Saint
Jhon. Niat penjajahan bangsa Eropa tersebut masih belum dilaksanakan karena

menunggu waktu yang tepat.


Ternyata pembuatan benteng Saint Jhon oleh Portugis harus dibayar mahal
oleh Sultan Ternate. Beliau harus membayarnya dengan acara menandatangani
sebuah perjanjian monopoli perdagangan dengan Portugis. Proses penjajahan bangsa
Eropa ke Indonesia pun dimulai. Akibat penandatanganan tersebut membuat
kesengsaraan dalam hal perdagangan rempah rempah. Bahkan rempah rempah
tersebut harus diperjual belikan dengan pihak Portugis saja, karena pihak Maluku
dilarang memperdagangkan rempah rempah tersebut secara bebas. Hal tersebut
mengakibatkan rakyat menjadi rugi dan muncullah permusuhan antara Ternate
dengan pihak Portugis. Penjajahan bangsa Eropa (Portugis) tidak hanya menguasai
dalam hal rempah rempah saja melainkan Portugis juga menyebarkan agama Khatolik
secara aktif. Penyebaran tersebut dilakukan oleh Franciscus Xaverius.

Proses Masuknya Penjajahan Bangsa Spanyol


Proses masuknya penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia selanjutnya
dilakukan oleh bangsa Spanyol. Bangsa Spanyol mulai tida di Maluku khususnya di
kota Todore pada tahun 1521. Mereka kemudian bersinggah di wilayah Bacan maupun
Jailolo. Pihak Spanyol tergolong kedalam ekspedisi yang bernama megelhaens del
cano. Pihak Maluku tersebut juga menyambut baik kedatangan bangsa Spanyol
karena saat itu Maluku sedang bermusuhan dengan bangsa Portugis. Sama seperti
Portugis yang merencanakan untuk melakukan penjajahan di Indonesia. Penjajajahan
bangsa Spanyol ditutupi dengan sikapnya yang berpura pura baik dan mendukung

Maluku dalam permusuhannya dengan Portugis.

Proses masuknya penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia selalu dikemas


dengan tipu muslihat. Penjajahan bangsa Spanyol kepada Maluku tersebut merupakan
keberhasilan yang besar karena Maluku ialah wilayah yang paling diinginkan untuk
dikuasai. Para bangsa Eropa mengidam idamkannya karena Maluku adalah sebuah
kota penghasil rempah rempah yang paling besar. Kedatangan bangsa Spanyol
dianggap melanggar perjanjian monopoli antara Portugis dengan Maluku.
Pelanggaran tersebut membuat bangsa Portugis dan bangsa Spanyol bersaing untuk
mendapatkan rempah rempah dari Maluku. Kota Maluku dibagi atas Ternate dan

Tidore. Kedua kota tersebut melakukan persekutuan yang berbeda.

Pada akhirnya Sultan Ternate memihak kepada bangsa Portugis, sedangkan


Sultan Tidore memihak kepada bangsa Spanyol. Proses penjajahan bangsa Eropa ke
indonesia yaitu antar bangsa Spanyol dan Portugis diselesaikan dengan cara
perundingan Saragosa pada tahun 1529. Perundingan tersebut menghasilkan
Perjanjian Saragosa yang berisi kesepakatan Spanyol dan Portugis. Perjanjian tersebut
berisi bangsa Portugis harus tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku dan
bangsa Spanyol harus meninggalkan Kepulauan Maluku dan menjalin hubungan
dagang dengan pihak Filipina. Dengan perjanjian tersebut akhirnya Portugis berhasil
menguasai perdagangan monopoli di Maluku dan Spanyol kemudian meninggalkan
kota Maluku.

Proses Masuknya Penjajahan Bangsa Belanda


Proses masuknya penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia dimulai sejak Belanda
membeli hasil rempah rempah dari kota Lisabon Portugis. Bangsa Belanda pada masa
tersebut masih dijajah oleh Spanyol. Namun karena Portugis telah dikuasai Spanyol
kemudian pada tahun 1585 pihak Belanda tidak lagi mengambil rempah rempah ke
Portugis lagi. Bangsa Belanda kemudian melalukan pelayaran ke Indonesia pada April
1595 dengan empat buah kapal. Kapal tersebut dipimpin oleh Cornelis de Houtman
maupun De Keyzer. Pelayaran yang dipimpin oleh de houtman memasuki Indonesia
dengan melewati selat Sunda. Sedangkan bangsa Belanda lainnya menuju Indonesia
melalu jalur pelayaran Portugis. Penjajahan Bangsa Eropa tidak berhenti seiring

berkembangnya jaman.

Pejajahan bangsa eropa ini dilakukan karena mereka menginginkan hasil rempah
rempah yang melimpah dengan harga yang cukup murah. Pihak Indonesiapun tidak
tinggal diam, mereka merencanakan untuk menyebarkn agama Islam dengan berlayar
antar Samudera. Pelayaran tersebut bertujuan agar Indonesia dapat lebih kaya dan
jaya lagi. Penjajahan indonesia ini diawali dengan proses berdagang. Namun dengan
jalur perdagangan maka kejayaan dan kekayaan akan terwujud. Indonesia mengalami
proses penjajahan dari serangan luar sekitar 350 tahun.
Penjajahan bangsa Eropa Portugis dimulai ketika mereka bersaing untuk
mendapatkan Malaka. Pihak malaka dipimpin oleh Mahmud Syah (bertugas pada
tahun 1488 ampai 1528 SM). Namun pihak Belanda dipimpin Alfonco De Alberqueque.
Setelah menguasai malaka kemudian Belanda kembali berusaha untuk menakhlukkan
Maluku yang memiliki hasil rempah rempah yang banyak. Bangsa Eropa lainnya
mengetahui bahwa Indonesia terutama diwilayah Maluku memiliki aset yang cukup
besar sehingga mereka bersaing untuk mendapatkan Maluku. Akhirnya Belanda diusir
dari Maluku pada tahun 1575.
Penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia mengakibatkan sistem imperalisme dan
kolonialisme Barat menjadi berkembang di Indonesia. Proses masuknya penjajahan
bangsa Eropa tersebut disebabkan beberapa faktor yang mendukung adanya
penjajahan. Penjajahan Indonesia juga diakibatkan karena terjadinya perubahan politik
yang meliputi Perang Salib, runtuhnya Kerajaan Romawi Barat, serta hancurnya
kerajaan Byzantium. Tidak hanya bidang politik saja yang dipengaruhi melainkan
bidang ekonomi dan sosial juga berpengaruh sehingga bangsa eropa banyak
menyebar dibelahan dunia termasuk di Indonesia.
Indonesia memiliki beberapa kerajaan Islam yang berdiri. Kerajaan tersebut
sudah berdiri sebelum penjajahan bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Banyak sekali
wilayah Indonesia yang dijadikan sebagai pusat perdagangan seperti Banten, Demak,
Aceh, Ternate, Cirebon, Banjar, Tidore maupun Makasar. Namun akibat perdagangan
tersebut mengakibatkan masuknya penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia. Bangsa
Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia ialah bangsa Portugis. Setelah itu
dilanjutkan bangsa Spanyol datang ke Indonesia dengan berlabuh di kota Maluku,
Kalimantan, dan Tidore pada tahun 1521. Namun saat berada di Maluku terjadi sebuah
persaingan antara Portugis dengan Spanyol. Persaingan tersebut mengakibatkan
persekutuan Ternate yang memihak kepada Portugis dan wilayah Tidore bersekutu
dengan pihak Spanyol.
Penjajahan bangsa eropa tersebut diselesaikan dengan perjanjian Tordesilas
antara bangsa Spanyol dan Portugis pada tahun 1534. Dalam perjanjian tersebut
menjelaskan bahwa bangsa Spanyol merupakan bangsa jajahan Portugis dan Spanyol
harus meninggalkan maluku serta kembali ke Filipina. Penjajahan yang dilakukan oleh
bangsa eropa meninggalkan pengaruh Kolonialisme serta Imperalisme dalam bidang
budaya, sosial, politik maupun ekonomi.

MENGANALISIS PERISTIWA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN MAKNANYA BAGI


KEHIDUPAN SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI POLITIK DAN PENDIDIKAN BANGSA

INDONESIA

Bidang Ekonomi
Pada masa pasca proklamasi kemerdekaan, keadaan perekonomian Indonesia
mengalami kondisi yang cukup terpuruk dengan terjadinya inflasi dan pemerintah
tidak sanggup mengontrol mata uang asing yang beredar di Indonesia, terutama
mata uang Jepang dan mata uang Belanda, keadaan kas Negara dan bea cukai dalam
keadaan nihil, begitu juga dengan pajak.
Oleh karena itu dengan sangat terpaksa pemerintah Indonesia menetapkan tiga mata
uang sekaligus yaitu mata uang de javasche Bank , mata uang Hindia Belanda dan
mata uang pemerintahan Jepang. Pemerintah Indonesia juga mengambil tindakan lain
yaitu menasionalisasikan de javasche bank, KLM, KPM, dan perkebunan – perkebunan
asing milik swasta asing, serta mencari pinjaman dana dari luar negeri seperti Amerika,
tetapi semua itu tidak memberikan hasil yang berarti dikarenakan adanya blokade
ekonomi oleh Belanda dengan menutup akses ekspor impor yang mengakibatkan
negara merugi sebesar 200.000.000,00.
Banyak peristiwa yang mengakibatkan defisitnya keuangan negara salah satunya
adalah perang yang dilancarkan sekutu dan NICA. Usaha- usaha lain yang dilakukan
oleh pemerintah RI untuk mengatasi masalah ekonomi adalah menyelenggarakan
konferensi ekonomi pada bulan februari tahun 1946. Agenda utamanya adalah usaha
peningkatan produksi pangan dan cara pendistribusiannya, masalah sandang, serta
status dan administrasi perkebunan milik swasta asing.
2. Bidang Politik
Kondisi dunia politik bangsa Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan, banyak sekali
mengalami perubahan dan pembaharuan di segala aspek. Sebagian besar melakukan
pembenahan di dalam tubuh pemerintahan yang mana sebelumnya dipimpin oleh
bangsa jepang yang menduduki bangsa Indonesia setelah Belanda. Pertama-tama
melakukan rapat PPKI yang dilaksanakan pada tanggal 18 agustus 1945. Agenda
pertama adalah menunjuk presiden dan wakil presiden serta mengesahkan dasar
negara yaitu UUD Negara. Kemudian rapat terus berlanjut dengan agenda –agenda
yang lebih luas yaitu pembentukan alat-alat perlengkapan negara seperti Komite
Nasional, Kabinet Pertama RI, pembagian wilayah RI atas 8 Propinsi beserta pada
gubernurnya, penetapan PNI sebagai satu-satunya partai politik di Indonesia,
pembentukan BKR/TKR, dan lain-lain. Tetapi banyaknya hambatan dan kurangnya
pengalaman dalam perjalanan pembangunan yang akan dihadapi, maka jalannya
pemerintahan menjadi tersendat dan tidak seluruhnya sesuai rencana dan cita-cita
yang telah di canangkan.
3. Bidang sosial dan budaya
Pasca proklamasi kemerdekaan banyak terjadi perubahan sosial yang ada di dalam
kehidupan masyarakat Indonesia pada khususnya. Dikarenakan sebelum kemerdekaan
di proklamirkan, didalam kehidupan bangsa Indonesia ini telah terjadi diskriminasi
rasial dengan membagi kelas-kelas masyarakat. Yang mana masyarakat di Indonesia
sebelum kemerdekaan di dominasi oleh warga eropa dan jepang, sehingga warga
pribumi hanyalah masyarakat rendahan yang kebanyakan hanya menjadi budak dari
bangsawan atau penguasa.
Tetapi setelah 17 agustus 1945 segala bentuk diskriminasi rasial dihapuskan dari bumi
bangsa Indonesia dan semua warga negara Indonesia dinyatakan memiliki hak dan
kewajiban yang sama dalam segala bidang.
Salah satu tujuan bangsa Indonesia yang telah dicanangkan sejak awal adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan adanya landasan itulah yang menjadikan
misi utama yaitu menitik beratkan pembangunan awal dibidang pendidikan yang
mana telah di pelopori oleh Ki Hajar Dewantara yang mana di cetuskan menjadi Bapak
pendidikan yang juga menjabat sebagai menteri pendidikan pada masa pasca
kemerdekaan 1945.

Anda mungkin juga menyukai