Anda di halaman 1dari 14

Jurnal TI

-
Atma STMIK Atma Luhur Pangkalpinang
JUDUL DITULIS DENGAN FONTS TIMES NEW ROMAN 16 POINT
DITEBALKAN
DITENGAH
-
TENGAH DENGAN PANJANG MAKSIMUM 10 KATA
Penulis Pertama
1)
, Penulis Kedua
2)
, ......, Penulis ke
-
n
n)
1)
Teknik Informatika
STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG
Jl. Jend. Sudirman Selindung Lama Pangkalpinang Kepulauan Babel
email :
abc@gmail.ac.i
d
1)
,
xyz@yahoo.co
m
2)
Abstrak
Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang maksimal 200
kata dan dicetak miring dengan Times New
Roman 10 point diketik dengan jarak 1 spasi. Abstrak disusun dengan kalimat
-
kalimat singkat, jelas, runtut, dan
sistematis dan dapat menggambarkan apa dan mengapa penelitian dikerjakan,
bagaimana dikerjakan, dan ap
a hasil
penting yang dicapai dari penelitian. Makalah ini hanya dibatasi sepanjang 8
halaman.
Kata kunci :
Kata kunci berupa kata
-
kata penting dalam abstrak atau kata yang sering muncul, minimal 3 dan maksimal
5 istilah
yang dipisahkan dengan koma di ant
aranya.
1. Pendahuluan
Pendahuluan ditulis dengan Times New Roman 10 point.
Pendahuluan menguraikan latar belakang
permasalahan,
tujuan penelitian, batasan penelitian, metode yang
digunakan dalam penelitian, hasil penelitian yang
diperoleh sebelumnya, dan kontribusi yang diberikan
dari makalah ini.
2. Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka memuat uraian sistematis tentan
g
informasi hasil
-
hasil penelitian yang pernah dilakukan
oleh peneliti sebelumnya yang relevan dengan penelitian
yang akan dilakukan. Bagian ini memuat kelebihan dan
kelemahan yang mungkin ada pada penelitian terdahulu
yang dapat dijadikan argumen bahwa pe
nelitian yang
akan dikerjakan ini bersifat menyempurnakan atau
mengembangkan penelitian terdahulu.
Bagian ini juga memuat landasan teori berupa
rangkuman teori
-
teori yang diambil dari pustaka yang
mendukung penelitian, serta memuat penjelasan tentang
kons
ep dan prinsip dasar yang diperlukan untuk
pemecahan permasalahan. Landasan teori dapat
berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau tools
yang langsung berkaitan dengan permasalahan yang
diteliti. Sumber pustaka yang dirujuk pada bagian ini
harus di
cantumkan dalam kalimat/pernyataan yang diacu
dan dalam Daftar Pustaka, misalnya [1].
Judul tabel ditulis dalam Times New Roman 8 point,
tepat di bawah ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa
diakhiri tanda titik. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali
kalau tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Pada
halaman lanjutan tabel dicantumkan nomor tabel dan
ditulis kata Lanjutan tanpa judul. Bagan, grafik, peta,
foto, semuanya disebut gambar. Judul gambar dalam
Times New Roman 8 point, tepat di bawah gamb
ar,
tanpa diakhiri oleh tanda titik. Keterangan gambar
dituliskan pada tempat yang kosong pada halaman yang
sama. Skala dan satuan pada grafik harus dibuat sejelas
mungkin. Setiap tabel dan gambar harus dirujuk dalam
makalah..
3. Metode Penelitian
Bagi
an ini memuat penjelasan secara lengkap dan terinci
tentang langkah
-
langkah yang dilakukan dalam
melakukan penelitian ini. Selain itu, langkah penelitian
juga perlu ditunjukkan dalam bentuk diagram alir
langkah penelitian atau framework secara lengkap dan
terinci termasuk di dalamnya tercermin algoritma, rule,
pemodelan
-
pemodelan, desain dan lain
-
lain yang terkait
dengan aspek perancangan sistem.
4. Hasil dan Pembahasan
Bagian Hasil dan Pembahasan merupakan bagian yang
memuat semua temuan ilmiah yang
diperoleh sebagai
data hasil penelitian. Bagian ini diharapkan
memberikan penjelasan ilmiah yang secara logis dapat
menerangkan alasan diperolehnya hasil
-
hasil tersebut
yang dideskripsikan secara jelas, lengkap, terinci,
terpadu, sistematis, serta berkesin
ambungan.
Jurnal TI
-
Atma STMIK Atma Luhur Pangkalpinang
Pemakalah menyusun secara sistematis disertai
argumentasi yang rasional tentang informasi ilmiah
yang diperoleh dalam penelitian, terutama informasi
yang relevan dengan masalah penelitian. Pembahasan
terhadap hasil p
enelitian yang diperoleh dapat disajikan
dalam bentuk uraian teoritik, baik secara kualitatif
maupun kuantitatif. Dalam pelaksanaannya, bagian ini
dapat digunakan untuk memperbandingkan hasil
-
hasil
penelitian yang diperoleh dalam penelitian yang sedang
dil
akukan terhadap hasil
-
hasil penelitian yang
dilaporkan oleh peneliti terdahulu yang diacu pada
penelitian ini. Secara ilmiah, hasil penelitian yang
diperoleh dalam penelitian dapat berupa temuan baru
atau perbaikan, penegasan, atau penolakan interpretasi
s
uatu fenomena ilmiah dari peneliti sebelumnya
Untuk memperjelas penyajian, hasil penelitian disajikan
secara cermat agar mudah dipahami, misalnya dapat
ditunjukkan dalam bentuk tabel, kurva, grafik, gambar,
foto, atau bentuk lainnya sesuai keperluan secar
a
lengkap dan jelas. Perlu diusahakan agar saat membaca
hasil penelitian dalam format tersebut, pembaca tidak
perlu mencari informasi terkait dari uraian dalam
pembahasan. Akhir dari bagian ini memuat keterangan
tentang kelebihan dan kelemahan sistem, yang
dideskripsikan secara terinci.
5. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan merupakan pernyataan singkat, jelas, dan
tepat tentang apa yang diperoleh, memuat keunggulan
dan kelemahan, dapat dibuktikan, serta terkait langsung
dengan tujuan penelitian. Uraian
pada bagian ini harus
merupakan pernyataan yang pernah dianalisis/dibahas
pada bagian sebelumnya, bukan pernyataan yang sama
sekali baru dan tidak pernah dibahas pada bagian
sebelumnya, serta merupakan jawaban atas
permasalahan yang dirumuskan. Bagian ini
tidak perlu
ada uraian penjelasan lagi.
Saran memuat berbagai usulan atau pendapat yang
sebaiknya dikaitkan oleh penelitian sejenis. Saran dibuat
berdasarkan kelemahan, pengalaman, kesulitan,
kesalahan, temuan baru yang belum diteliti dan berbagai
kemungk
inan arah penelitian selanjutnya
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka hanya memuat pustaka yang benar
-
benar
diacu dalam makalah ditulis Times New Roman 9 point,
dan disusun sbb:
1. Urutan Daftar Pustaka berdasarkan
nama akhir
pengarang yang disusun secara alfabetis dengan
nomor urut, tanpa diakhiri tanda titik.
2. Tulisan untuk suatu sumber pustaka diketik satu
spasi, jika tulisan sumber pustaka melebihi satu
baris maka
sambungan baris kedua diketikan masuk 6 spasi.
Jarak
di antara sumber pustaka tetap dua spasi.
3.
Sumber refernsi dari Internet harus berasal dari
artikel ilmiah
-
resmi.
4.
Setiap pustaka ditulis menurut:
a.
Buku
: nama pengarang, tahun penerbitan,
judul
,
edisi (jika perlu), jilid (jika perlu),
nama penerbit, kota penerbit
b.
Majalah/Jurnal Ilmiah/Prosiding
: nama
penulis,
tahun penerbitan,
judul
, nama
majalah/jurnal ilmiah/prosiding, edisi (jika
perlu), nama penerbit, kota penerbit
c.
Laporan Penelitian
: nama
peneliti, tahun,
judul,
jenis penelitian, nama lembaga, kota
d.
Internet
: nama penulis, tanggal akses,
judul
artikel
, alamat URL secara lengkap. Publikasi
di
web selain e
-
book, e
-
journal, dan e
-
proceeding tidak diperbolehkan untuk
dijadikan rujukan penelitian ilmiah.
Contoh:
[1]
Ludeman, L. C., 1987,
Fundamental of Digital
Signal Processing
, John Wiley & Sons, Inc,
Singapore.
[2]
..................................................................
C
atatan: Jurnal dibuat maksimal 8 halaman
BERBAGI ILMU
Jumat, 24 Oktober 2014
laporan ilmu pangan dasar kacang-kacangan

LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU PANGAN DASAR
SIFAT KHUSUS, KOMPOSISI DAN SYARAT
MUTU KACANG-KACANGAN

Disusun Oleh :
Kelompok 8
1. Ina Mutma’inah (P1337431214005)
2. Rila Dini Ayu Larasati (P1337431214025)
3. Vina Aulia (P1337431214033)
PRODI D IV GIZI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG 2014/2015

PRAKTIKUM KE : VI
HARI/ TANGGAL : SENIN, 20 OKTOBER 2014
RI : SIFAT KHUSUS, KOMPOSISI DAN SYARAT MUTU KACANG- KACANGAN
KERJA :

BAB I
PENDAHULUAN

A. TUJUAN
1. Mengidentifikasi kacang-kacangan terutama kacang kedelai dan hasil olahan dari kacang-
kacangan tersebut.
2. Mengetahui standar mutu dari kacang kedelai.
3. Mendiskripsikan tanda-tanda kerusakan kacang-kacangan.

B. LATAR BELAKANG
Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan lemak nabati dan dikenal sebagai
pangan yang kaya zat gizi, tetapi mengandung pula komponen yang merugikan kesehatan (anti
zat gizi antara lain: tripsin inhibitor). Sebelum dilakukan proses pengolahan terhadap kacang-
kacangan perlu dilakukan pemilihan bahan baku, karena akan mempengaruhi proses selanjutnya
dan mutu produk yang dihasilkan. Tahap awal dari proses pengolahan kacang-kacangan adalah
pencucian dan perendaman.
Untuk memilih mutu kacang kedelai dan kacang arab dapat dilakukan dengan
menggunakan Standar Kriteria Mutu.
Contoh Standar Kriteria Mutu Kacang Tanah dan Kacang Kedelai
Mutu Kacang Tanah Mutu Kacang Kedelai
No. Kriteria Mutu Satuan
I II III I II III IV
Butir belah
1 % 4 6 10 1 2 3 5
(maks)
Butir keriput
2 % 0 3 15 0 1 3 5
(maks)
Butir rusak
3 % 0,5 1 2 1 2 3 5
(maks)
4 Butir warna % 0 2 3 1 3 5 10
lain (maks)
Kotoran
5 % 0 2 3 0 1 2 3
(maks)

Keterangan:
1. Butir Belah : kacang yang kulit bijinya terlepas dan keping-keping bijinya terlepas/ tergeser.
2. Butir Keriput : biji kacang yang berubah bentuknya dan keriput termasuk biji yang sangat muda
dan atau tidak sempurna pertumbuhannya.
3. Butir Rusak : biji kacang yang berlubang bekas serangan hama, pecah karena mekanis, biologis,
fisik dan enzimatis, seperti berkecambah, busuk, bau tidak disukai, berubah warna maupun
bentuk.
4. Butir Warna Lain : butir kacang yang berwarna lain dari aslinya disebabkan varietas lain.
5. Benda asing seperti pasir, tanah, potongan batang, potongan daun, kulit polong, dan biji-bijian.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. ALAT dan BAHAN

ALAT :
 Timbangan
 Gelas ukur
 Gelas belimbing
 Sendok makan
 Piring kecil

BAHAN :
 Kacang kedelai
 Kecap manis
B. PROSEDUR KERJA
1. Identifikasi nama kacang-kacangan dan hasil olahannya
a. Menentukan nama kacang-kacangan dan hasil olahannya.
b. Pengamatan secara organoleptik (warna, aroma, dan tekstur) dari kacang-kacangan dan hasil
olahannya.
2. Mengamati sifat fisik dari kacang-kacangan tersebut
a. Berat
Timbang kacang-kacangan dan hasil olahannya dalam URT {Ukuran Rumah Tangga = gls (gelas
minum 240ml, sdm (sendok makan), pak dan bungkus)}
b. Densitas Kamba (Berat/ Vol)
a) Masukkan biji kacang ke dalam gelas ukur sampai volumenya mencapai 100ml
b) Usahakan pengisiannya sampai benar-benar padat
c) Keluarkan semua bahan dari gelas ukur dan timbang beratnya
d) Nyatakan densitas kamba bahan dalam gr/ ml
c. Prosentase Jenis Butir kacang :
a) Timbang gram bahan secara acak
b) Pisahkan butir utuh, belah, rusak, warna lain, keriput, kotoran
c) Timbang masing-masing pisahan butir
d) Hitung prosentasenya (%)
e) Deskripsikan tanda-tanda kerusakannya
d. Membandingkan dengan standar mutu kacang yang ada dan tentukan mutunya

C. HASIL KELOMPOK 8
1. KACANG KEDELAI
a. Densitas kamba
Massa kacang kedelai = 80gr
Volume kacang kedelai = 100ml
Densitas kamba : = = 0,8 gr/ml

b. Satu gelas belimbing kacang kedelai = 100ml


c. 25 gram kacang kedelai = 196 butir = 4 sdm
d. KACANG KEDELAI
Mutu
Kriteria Massa Prosentase kacang
kedelai
x 100% = 83,75%
Butir utuh 67 II

Butir belah - - -
x 100% = 2,5%
Butir rusak 2gr II
x 100% = 2,5%
Warna lain 2gr II

Butir x 100% = 1,25%


1gr II
keriput

Kotoran 1gr x 100% = 1,25% II

e. KECAP
NAMA WARNA RASA TEKSTUR BERAT
Hitam
Kecap manis Manis Kental 1sdm = 9gr
kecoklatan

D. HASIL SEMUA KELOMPOK


1. KACANG-KACANGAN
25 gram/
NAMA BERAT BERAT
KEL WARNA AROMA TEKSTUR sendok/
BAHAN 1 gls 100 ml
biji
4 sdm/
1. Kacang kedelai Krem Langu keras 180 g 80 g
201 butir
Kacang tanah Kuning 4sdm/
2. Kacang keras 150 g 50 g
goreng kecoklatan 63 biji
Kacang tanah Coklat 3,5 sdm/
3. Kacang keras 160 g 64 g
mentah kemerahan 75 butir
5 sdm/
4. Kacang hijau Hijau Menyengat keras 200 g 75 g
385 butir
Coklat Tdk 2,5 sdm/
5. Kacang tolo keras 280 g 130 g
muda berwarna 254 butir
4 sdm/
6. Kacang hijau Hijau Tdk tengik keras 150 g 79 g
358 butir
Kacang tanah Coklat 2 sdm/
7. Kacang keras 165 g 65 g
mentah kemerahan 79 butir
4 sdm/
8. Kacang kedelai Krem Langu keras 200 g 80 g
196 biji
Tdk 2 sdm/
9. Kacang mete Krem keras 129 g 74 g
beraroma 12 biji
Merah Tdk 2 sdm /
10. Kacang merah keras 105 g 70 g
sedikit beraroma 61 biji
bercak
coklat
2 sdm/
11. Kacang hijau Hijau Tdk berbau keras 190 g 85 g
402 biji
Kacang tanah Coklat 2,5 sdm/
12. Kacang keras 160 g 70 g
mentah kemerahan 75 biji
4 sdm/
13. Kacang kedelai Krem Tdk berbau keras 190 g 90 g
197 butir
3 sdm/
14. Kacang merah Merah hati Tdk berbau keras 190 g 70 g
65 butir
Tdk 2,5 sdm/
15. Kacang tolo Coklat keras 200 g 83 g
beraroma 251 butir

2. HASIL OLAHAN KACANG - KACANGAN


KEL. NAMA BAHAN BERAT
1. Kecap 10 g
2. Selai kacang 7g
3. Selai kacang 7g
4. Kecap manis 9g
5. Kecap asin 8g
6. Kecap asin 8g
7. Selai kacang 7g
8. Kecap manis 9g
9. Selai kacang 7g
10. Saos inggris 3g
11. Tepung hunkwe 3g
12. Bumbu kacang 14 g
13. Tepung hunkwe 4g
14. Kecap inggris 5g
15. Saos inggris 3g
E. PEMBAHASAN
Kacang kedelai yang kami amati memiliki warna krem (pada umumnya), namun ada juga
yang berwarna agak hijau. Kacang kedelai memiliki tekstur keras (kacang kedelai bagus),ada
yang agak rapuh/kopong karena dimakan serangga atau kutu. Kacang kedelai memiliki bau
langu.
Kami menimbang kacang kedelai 1 (satu) gelas belimbing penuh (peres) yang memiliki
berat 200 g. Kami juga menimbang 80 g kacang kedelai yang jika di ukur dengan gelas ukur
memiliki volume 100 ml yang kemudian di pisahkan antara butir utuh,butir belah,butir rusak,
butir warna beda,butir keriput dan juga kotoran.
Dari Kacang kedelai yang kami amati kami mendapatkan butir utuh seberat 67 g, butir
rusak seberat 2 g, butir warna lain seberat 2 g, butir keriput seberat 1 g, dan kotoran juga seberat
1 g. Kami mengalami kendala karena kami lupa menghitung banyaknya masing-masing butir
yang sudah di pisah-pisahkan.
Kami juga mengamati tentang olahan kacang kedelai yaitu kecap manis. Kecap manis
memiliki tekstur cair kental, warna hitam pekat, bau khas kecap. Satu sendok makan kecap
manis memiliki berat sekitar 9 g. Saat kami menimbang kami juga mengalami kendala yaitu
pada saat menimbang ada kecap manis yang masih menempel di sendok dan tidak ikut terhitung
massanya.

F. KESIMPULAN
1. Kacang kedelai memiliki tekstur yang keras, bau yang langu, warna krem. Satu gelas blimbing
penuh (ceper) memiliki berat 200 g, dan 100 ml kacang kedelai memiliki berat 80 g. Kecap
manis memiliki tekstur cair kental, warna hitam pekat, bau khas kecap. Satu sendok kecap manis
memiliki berat 9 g.
2. Dari data di atas kami dapat menyimpulkan bahwa kacang kedelai yang kami amati memiliki
mutu kacang nomor II karena data yang kami dapatkan tersebut.
3. Tanda-tanda kerusakan kacang kedelai yaitu keriput, warna sudah berbeda dari kacang kedelai
pada umumnya, keropos/bolong gara-gara serangga atau benda lain dan berbau tengik.

G. SARAN

Sebaiknya saat kita membeli kacang kedelai atau kecap manis di lihat dulu tekstur,warna
da bau agar kita tahu kacang kedelai atau kecap manis itu mutunya/kuaitasnya masih bagus atau
tidak.
Diposkan oleh Ina Mutma'inah di 15.48
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya
Ina Mutma'inah
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
 ▼ 2014 (8)
o ▼ Oktober (8)
 ALAT KUANTITATIFDAN KUALITATIF
 SEJARAH DAN PEKEMBANGAN ILMU GIZI DASAR
 MAKALAH VITAMIN B6
 LAPORAN ILMU PANGAN DASAR BUAH DAN SAYURAN
 LAPORAN ILMU PANGAN DASAR LEMAK DAN MINYAK
 laporan ilmu pangan dasar kacang-kacangan
 Biodata

Template Simple. Gambar template oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.