Anda di halaman 1dari 17

MONITORING KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN

RUMAH SAKIT UMI BAROKAH BOYOLALI


(MONITORING KTD)

RUMAH SAKIT UMI BAROKAH


BOYOLALI
2018
MONITORING KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN

1. Monitoring Semua Reaksi Tranfusi Selama Kegiatan Tranfusi Darah (KTD 1)


Judul Indikator Kejadian reaksi transfusi pada saat
kegiatan transfusi darah
Definisi Operasional Reaksi transfusi akibat transfusi adalah
Kejadian yang Tidak Diharapkan
(KTD) yang terjadi akibat transfusi darah
dalam bentuk :
1. Reaksi allergi
2. Infeksi akibat transfusi
3. Hemolisis akibat golongan darah yang
tidak sesuai
4. Gangguan system immune sebagai
akibat pemberian transfusi darah.
Reaksi ini dinyatakan terjadi pada saat 1
jam pertama sejak pemberian darah
Tujuan Tergambarnya Manajemen Risiko pada tindakan tranfusi
darah di rumah sakit
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Transfusi darah adalah memasukkan darah atau produk
darah dari orang lain kedalam tubuh pasien. Darah
transfusi dapat menimbulkan reaksi imunologis dari
tubuh. Reaksi yang paling berat dapat menimbulkan lisis
terhadap seluruh darah di dalam tubuh.
Numerator Jumlah kejadian reaksi tranfusi dalam 1
bulan
Denominator Jumlah seluruh pasien yang mendapat
tranfusi dalam 1 bulan
Inklusi 1. Termasuk transfusi PRC, whole blood dan komponen
darah
2. Transfusi darah untuk semua umur dan jenis kelamin
Eksklusi -
Jumlah insiden Jumlah tindakan tranfusi darah yang mengakibatkan
kejadian reaksi tranfusi pada saat tranfusi darah dalam
satu bulan

Cakupan Data Setiap ada pasien transfusi (total


sampling), oleh staf perawatan pasien
dengan format apabila terjadi reaksi
transfusi
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar ≤ 0,01%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Seluruh area perawatan yang dilakukan tindakan tranfusi
darah
Penanggung jawab Tindakan keselamatan pasien RS
Pengumpul Data
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Telp. & Fax (0276) 321452, E-amail : rsumibarokah@gmail.com
Form : A
Form Pencatatan : Monitoring Semua Reaksi Tranfusi Selama Kegiatan Tranfusi
Darah (KTD 1)
Ruang / Unit : ……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………

Reaksi Transfusi Darah


Waktu
No Tanggal Nama Pasien Baru No. RM terjdinya Ket
Ada Tidak Ada reaksi
tranfusi
darah

Ket : Penanggung Jawab (PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………

2. Monitoring Kejadian Serius Akibat Efek Samping Obat (KTD 2)


Judul Indikator Insiden serius akibat efek samping obat
Definisi Operasional Merupakan kegiatan pemantauan dan pelaporan respon
atau reaksi obat yang merugikan / membahayakan dan
tidak dikehendaki, terjadi pada dosis lazim / normal
untuk profilaksis, diagnosis, terapi, atau untuk
modifikasi fungsi fisiologi
Tujuan 1. Terwujudnya keselamatan penggunaan obat
(medication safety)
2. Terdatanya efek samping obat (ESO) sedini mungkin
terutama yang berat, tidak dikenal, frequensinya
jarang, serta terinformasikan segera kepada dokter
3. Tersedianya data kejadian efek samping obat (ESO)
4. Teridentifikasinya factor-faktor yang dapat
mempengaruhi timbulnya efek samping obat atau
mempengaruhi angka kejadian dan tingkat
keparahan efek samping yang terjadi
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Pemantauan efek samping obat yang terjadi hendaknya
dicatat dan dilaporkan untuk lebih meningkatkan
kewaspadaan sebelum memberikan obat ke pasien. Pada
saat teridentifikasi adanya kejadian efek samping obat
(ESO), maka dokter atau apoteker atau perawat yang
mencatat di formulir monitoring obat nasional berwarna
kuning yang tersedia di nurse station di masing-masing
ruang perawatan. Pencatatan dilakukan selengkap
mungkin sesuai dengan kolom yang ada di formulir
MESO tersebut
Inklusi Seluruh insiden efek samping obat
Eksklusi -
Jumlah Insiden Jumlah insiden yang diakibatkan oleh respon atau reaksi
obat yang merugikan / membahayakan dan tidak
dikehendaki, terjadi pada dosis lazim / normal untuk
profilaksis, diagnosis, terapi, atau untuk memodifikasi
fungsi fisiologi
Metodologi
Pengumpulan Data
 Retrospective  Sensus harian
Cakupan Data Total sampling/Jumlah insiden yang diakibatkan oleh
respon atau reaksi obat yang merugikan /
membahayakan dan tidak dikehendaki, terjadi pada
dosis lazim / normal untuk profilaksis, diagnosis, terapi,
atau untuk memodifikasi fungsi fisiologi
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar 0%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Instalasi Rawat Inap
Penanggung jawab Tim keselamatan pasien RS
Pengumpul Data
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Telp. & Fax (0276) 321452, E-amail : rsumibarokah@gmail.com

Form : A
Form Pencatatan : Monitoring Kejadian Serius Akibat Efek Samping Obat
Ruang / Unit : ……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………
NO INSIDEN NAMA PASIEN NO.RM NAMA OBAT YANG JENIS REAKSI TINDAK EVALUASI KET
TANGGAL/JAM MENIMBULKAN EFEK EFEK LANJUT
SAMPING SAMPING
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1.
2.
3.
4.
5.

Ket :
Penanggung Jawap(PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………
3. Monotoring Kesalahan Pengobtan yang Signifikan (KTD 3)
Judul Indikator Kesalahan dispensing obat oleh Farmasi
Definisi Operasional Kesalahan dispensing obat meliputi : salah dalam
memberikan jenis obat, salah dalam memberikan dosis,
salah orang salah jumlah. Apabila terjadi, insiden ini
harus teridentifikasi sebelum obat diberikan kepada
pasien (saat didistribusikan ke ruangan pasien) untuk
menghindari cedera kepada pasien
Tujuan Tergambarnya insiden KPRS Kesalahan Dispensing obat
oleh farmasi, sehingga tidak menimbulkan cedera
kepada pasien yang harus teridentifikasi sebelum obat
diberikan kepada pasien.
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
dengan kebijakan instalasi farmasi RS tentang
keselamatan pasien yang meliputi kejadian yang tidak
diharapkan (KTD), kejadian nyaris cedera (KNC),
kejadian sentinentil, dan langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh apoteker dan tenaga farmasi, pasien dan
keluarga bila terjadi insiden
Numerator Total sempling kesalahan dispensing obat pada pasien
Denominator -
Inklusi Seluruh obat yang disorder dalam KIO setiap pasien
Eksklusi Resep obat yang ditunda
Jumlah Insiden Jumlah kesalahan dispensing obat oleh
Farmasi dalam satu bulan
Metodologi
Pengumpulan Data
 Retrospective  Sensus harian
Cakupan Data Jumlah kesalahan dispensing obat oleh farmasi dalam
satu bulan
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar 0%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Instalasi Rawat Inap
Penanggung jawab Tim keselamatan pasien RS
Pengumpul Data
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Telp. & Fax (0276) 321452, E-amail : rsumibarokah@gmail.com

Form : A
Form Pencatatan : MONITORING KESALAHAN DISPENSING OBAT OLEH FARMASI (KTD 3)
Ruang / Unit : ……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………

Kesalahan dispensing obat


NO TANGGAL NAMA PASIEN NO.RM Jenis kesalahan KET
Terjadi Tidak terjadi
1 2 3 4 5 6 7 8
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ket :
Penanggung Jawap(PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………
4. Monitoring Perbedaan antara diagnosis pra-operasi dan pasca-oprasi (KTD 4)
Judul Indikator Ketidaksesuaian Diagnosa Medik Pre dan Post Operasi
Definisi Operasional Ketidaksesuaian diagnosa medis pre dan post operasi
adalah ketidakselarasan antara diagnosis yang
ditegakkan sebelum dan setelah tindakan operasi yang
diukur dengan jumlah pasien. Ketidaksesuaian ini tidak
termasuk diagnosis banding dengan memfokuskan pada
pasien operasi dan tidak menggunakan pasien dengan
tindakan operasi yang bertujuan untuk diagnostik.
Tujuan Mengetahui ketepatan penegakan diagnosa
pre operasi oleh dokter ahli bedah dengan
harapan menghindari kesalahan diagnosis
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Ketidakselarasan antara diagnosa sebelum dan sesudah
operasi mengindikasikan kesalahan diagnosa dan
kesalahan prosedur operasi
Numerator Jumlah pasien yang didiagnosa sebelum operasi tidak
sesuai dengan diagnosa setelah dilakukan operasi pada
pasien yang sama dalam satu bulan
Denominator -
Inklusi Seluruh pasien dengan tindakan operasi
Eksklusi 1. Setiap pasien dengan tindakan operasi yang bertujuan
untuk diagnostic
2. Pasien batal atau tunda operasi
3. Pasien dengan tindakan operasi emergency
Jumlah Insiden Jumlah pasien dengan tindakan oprasi yang
diagnose pre op tidak sesuai diagnose post
operasi dalam satu bulan
Metodologi
Pengumpulan Data
 Retrospective  Sensus harian
Cakupan Data Total sampling/Pengumpulan data dilakukan dengan
total sampling, yaitu dengan melihat rekam medis
seluruh pasien yang dilakukan operasi. Data diukur
dengan melihat data dokumentasi rekam medis
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar 0%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Instalasi Bedah Sentral
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Pengumpul Data
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Telp. & Fax (0276) 321452, E-amail : rsumibarokah@gmail.com
Form : A
Form Pencatatan :MONITORING KETIDAK SESUAIAN DIAGNOSA MEDIK PRE
DAN POST OPERASI (KTD 4)
Ruang / Unit : ……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………

Nama No. Devisi Diagnosa Diagnosa Tidak Ket


No Tanggal Sesuai
Pasien RM Bedah pre-0p post-0p sesuai

Ket : Penanggung Jawab (PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………

5. Monitoring Pola Efek Samping Selama Sedasi Moderat atau Mendalam dan
Penggunaan Anesthesia (KTD 5)

Judul Indikator Kejadian de-saturasi O2 pada saat


durante anesthesia pasien dengan general
anesthesi
Definisi Operasional Kejadian de-saturasi O2 pada fase durante
anesthesia dengan general anestesi adalah
kejadian penurunan saturasi O2 sampai
dibawah nilai normal (< 90%) selama waktu
antara induksi dan pengakhiran 14erioperat
pada pasien general anesthesia.
Tujuan Mengetahui kemampuan dokter anesthesia
dalam melaksanakan prosedur pemantauan
pasien dengan general anestesi pada fase
durante anesthesia, untuk menghindari
insiden keselamatan pasien dalam hal
anesthesia
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Mencegah terjadinya hipoksia jaringan
saat perioperative. Kemampuan dokter
anesthesia untuk memantau saturasi
oksigen sangat diperlukan untuk
memastikan jalannya operasi aman bagi
pasien.
Numerator Jumlah kejadian de-saturasi O2 pada saat
durante anesthesia pasien dengan
general anesthesi
Denominator -
Inklusi Seluruh pasien dengan general anesthesia
Eksklusi Pasien yang mengalami de-saturasi O2
sejak pra operasi
Jenis Indikator
  
Struktur proses Outcome Proses& Outcome 
Jumlah Insiden Jumlah kejadian de-saturasi O2 pada saat
durante Anesthesi pasien dengan general
anesthesia dalam 1 bulan
Metodologi
Pengumpulan Data
 Retrospective  Sensus harian
Cakupan Data Total sampling/Jumlah kejadian de-saturasi
O2 pada saat durante Anesthesi pasien
dengan general anesthesia
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar 0%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Instalasi Bedah Sentral
Penanggung Jawab Tim keselamatan pasien RS
Pengumpul Data
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Telp. & Fax (0276) 321452, E-amail : rsumibarokah@gmail.com

Form : A
Form Pencatata : Monitoring Pola E fek Samping Selama Sedasi Moderat atau
Mendalam dan Penggunaan Anestesi (KTD 5)
Ruang / Unit : ……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………
Terjadi de-saturasi
O2 pada saat
durante
No Tanggal Nama Pasien No. RM anesthesia pasien Ket
dengan general
anesthesi
Ya () Tidak ()

Ket : Penanggung Jawab (PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………

6. Monitoring KTD lain(infeksi mendadak atau wabah penyakit yang menular) (KTD 6)
Judul Indikator Identifikasi Pasien Potensial Wabah Berdasarkan Alamat
Tempat Tinggal
“TIM PMKP”
R U M A H S A K IT
“UMI BAROKAH”
Jl. Prof. DR. Soeharso No. 6 Tegalrejo, Boyolali
Definisi Operasional Telp.
Diagnose
& Faxpenyakit potensialE-amail
(0276) 321452, wabah :adalah penyakit
rsumibarokah@gmail.com
yang mempunyai resiko menjadi pandemi dan atau
endemi terkait dengan demografi pasien atau tempat
terjadinya kasus.
Tujuan Tergambarnya distribusi penyakit potensial wabah)
berdasarkan alamat tempat tinggal untuk dapat
dilaksanakan pelaporan dengan cepat dan tindak lanjut
Dimensi Mutu Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Dasar Pemikiran Pencatatan yang regular sangat diperlukan untuk
memberikan informasi kepada unit kesehatan
masyarakat dalam rangka kegiatan preventif untuk
mengurangi penyebaran wabah yang dapat terjadi
Numerator Jumlah pasien teridentifikasi terkena wabah
Denominator -
Inklusi Penyakit yang mempunyai resiko menjadi pendemi dan
atau endemi
Eksklusi -
Jumlah Insiden None (distribusi numeric)
Metodologi
Pengumpulan Data
 Retrospective  Sensus harian
Cakupan Data Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling,
yaitu dengan melihat rekam medis seluruh pasien yang
terkena wabah. Dengan melihat data dokumentasi rekam
medis.
Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Frekwensi Analisa Bulanan
Data
Standar 0%
Metodologi Analisa Sesuai granding resiko
Data
Sumber Data/ Area Instalasi Rekam medis
Penanggung jawab Kepala instalasi Rekam medis
Pengumpul Data
Publikasi Data
 Internal  Eksternal

Form : A
Form Pencatatan :MONITORING IDENTIFIKASI PASIEN POTENSIAL WABAH DEMAM
BERDARAH BERDASARKAN ALAMAT TEMPAT TINGGAL (KTD 6)
Ruang / Unit :……………………../ …………………….
Bulan / Tahun : ………………… / Th. …………
Tagal Asal
Nama No. Tagal masuk
No Tanggal Diagnosa keluar Darah Ket
Pasien RM rumah sakit
rumah sakit Pasien

Ket : Penanggung Jawab (PJ) Petugas Pencatat

………………………… ……………………