Anda di halaman 1dari 17

Mata Kuliah : PL 631

Tanggal Penyerahan : 26 Mei 2015


Kelas :A
Dosen : Dr Ir Budi Heri Pirngadie.,MT

LAPORAN HASIL SURVEI INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (IPAM)

DAGO PAKAR

Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi tugas asistensi mata kuliah Rekayasa Prasarana

Disusun oleh :

ADITIYA RAMDANI - 133060003

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan
air bersih pun meningkat. Melalui PDAM Tirtawening Kota Bandung,
pemerintah Kota Bandung berusaha meningkatkan penyediaan air bersih
perpipaan di Kota Bandung. Penyediaan air bersih juga merupakan salah satu
hal yang menjadi fokus dalam Millenium Development Goals (MDGs) atau
target pembangunan millenium pada tahun 2015 dimana pada tahun itu
ditetapkan target cakupan pelayanan di Kota Bandung adalah sebesar 80%
(PDAM Kota Bandung, 2011). Cakupan pelayanan air bersih perpipaan
PDAM Kota Bandung sendiri baru mencapai 68% yang berarti baru melayani
1.608.000 jiwa dari total
jumlah penduduk sebesar 2.393.633 jiwa pada tahun 2011 (PDAM Kota
Bandung, 2012).
Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan
atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung
diminum (PP no 16 tahun 2005). Penyediaan air minum adalah kegiatan
menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan
kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif. Sistem Penyediaan Air Minum yang
selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non
fisik dari prasarana dan sarana air minum.
Perkembangan dan persaingan di dunia bisnis pada era globalisasi terjadi
sangat besar, tidak ketinggalan usaha jasa pelayanan air bersih dan air kotor yang
di kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang merupakan pengelolaan
kekayaan daerah yang dipisahkan, berwenang dan bertanggungjawab atas
penyelenggaraan administrasi dan penggunaannya, sehingga perusahaan milik
daerah merupakan bagian yang cukup penting

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dago Pakar merupakan salah satu
instalasi yang melayani kebutuhan air minum di Kota Bandung. Saat ini PDAM
Dago Pakar memiliki dua buah instalasi air minum. Salah satu instalasi
pengolahannya merupakan sistem paket, yaitu instalasi pengolahan yang bukan
dirancang berdasarkan karakteristik air yang akan diolah. Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM). Meskipun kondisi perekonomian bangsa sedang terpuruk, namun
pelayanan akan air bersih khususnya mutlak harus tetap berlangsung. Segala upaya
terus dilaksanakan dengan berbagai teknik dan strategi untuk menjaga citra
perusahaan (PDAM) agar tetap baik bahkan bertambah baik dari ke hari. Sebagai
sebuah usaha yang bergerak dalam pelayanan bagi hajat hidup orang banyak,
keberadaan PDAM sangat vital dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi
masyarakat perkotaan yang merupakan salah satu factor penting bagi PDAM untuk
dapat menciptakan dan mempertahankan citra positif bagi pelanggannya.

1.2 Tujuan Kunjungan


Studi lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) bertujuan untuk
mengetahui dan memahami bagaimana cara atau metode pengolahan air minum
yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung.
1.3 Manfaat Kunjungan
Studi kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago ini
diharapkan dapat memberikan informasi bagaimana cara mengolah air minum yang
dapat memberikan informasi kepada kita agar kita dapat selalu menjaga lingkungan
sekitar kita.
1.4 Sistematika Laporan
Adapun Sistematika dalam laporan hasil survei yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan mengenai Latar Belakang, Tujuan Kunjungan dan Manfaat Kunjungan
Studi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago Pakar.
BAB II GAMBARAN UMUM
Berisikan mengenai Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago Pakar beserta
sarana dan prasarananya.
BAB III KUNJUNGAN DI IPAL BOJONGSOANG
Berisikan mengenai Kegiatan yang dilakukan selama kunjungan di Instalasi
Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago Pakar dan Waktu Pelaksanaan
BAB IV UNIT SARANA DAN PRASARANA PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Berisikan mengenai unit sarana Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago
Pakar.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berisikan hasil kegiatan selama kunjungan di Instalasi Pengolahan Air Minum
(IPAM) Dago Pakar.
BAB II
GAMBARAN UMUM

Kota Bandung berada di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibu Kota Propinsi,
terletak diantara 107º, 76º Bujur Timur dan 6º,55º Lintang Selatan dengan lokasi
yang cukup strategis dilihat dari segi komunikasi, perekonomian maupun
keamanan.

Luas Kota Bandung 16.729,50 Ha yang terdiri dari 30 kecamatan dan 139
kelurahan dengan jumlah penduduk 2.729.649 jiwa. Kota Bandung yang dikenal
“Kota Kembang” mempunyai iklim pegunungan yang lembab dan sejuk,
temperatur rata-rata 23,1º C dan curah hujan rata-rata 148,35 mm. secara topografis
merupakan sebuah cekungan yang terbentuk dari danau purba Bandung dengan
perkembangan penduduk yang sangat pesat karena arus urbanisasi, menjadi
tantangan dan peluang bagi PDAM Kota Bandung dalam memberikan pelayanan
air bersih dan air kotor kepada masyarakat.

Sejarah pendirian PDAM Kota Bandung dimulai sejak zaman penjajahan


Belanda di Indonesia. Pembentukan PDAM Kota Bandung sebagai Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD) berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kotamadya Bandung
Nomor 7/PD/1974 jo Perda Nomor 22/1981 jo Perda Nomor 08/1987, dengan
perkembangan organisasi sebagai berikut :

 Tahun 1916 : Penyedian Air Bersih dikelola oleh Technische Dienst


Afdeking (DTA);
 Tahun 1954 : Penyedian Air Bersih berada di bawah Dinas Perusahaan
Bagian B (DPB);
 Tahun 1967 : Berdiri sendiri sebagai Dinas Teknik Penyehatan yang di
dalamnya termasuk bagian kebersihan dan Riool;
 Tahun 1974 : Bersetatus Perusahaan Daerah Air Minum;
 Tahun 1987 : Tugas pokok PDAM bertambah dengan pengelolaan air kotor
Pada Tahun 1978 s/d 1985 untuk meningkatkan debit air, mulai
dilaksanakan fisik pengembangan Air Minum Tahap I atau BAWS I, dengan
membuat sumur Artesis sepanjang jalan kereta api.
Adapun lokasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung
sangat strategis, berada di kawasan cekungan Bandung tepatnya di jalan Badak
Singa No. 10, yaitu berada di jalur perkotaan yang berdekatan dengan pusat
pemerintahan Kota Bandung, pusat perbelanjaan, pemukiman, perkantoran, dan
kawasan pendidikan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung
merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang jasa dalam kebutuhan hajat hidup
orang banyak, baik kebutuhan dalam pelayanan Air Bersih maupun Air Kotor
PDAM seperti penjelasan berikut :

Kota Bandung pada saat ini memanfaatkan 3 sumber Air yaitu :

1. Air Permukaan
 Sungai Cisangkuy, debit yang diambil ± 1400 l/dtk diolah di
Instalasi pengolahan Badaksinga dari rencana ± 1800 l/dtk
 Sungai Cikapundung, debit yang diambil ± 840 l/dtk, 200 l/dtk
diolah di Instalasi pengolahan Badaksinga, 600 l/dtk diolah di
Instalasi pengolahan Dago Pakar dan 40 l/dtk diolah di mini plant
dago Pakar
 Sungai Cibeureum, debit yang diambil 40 l/dtk diolah di mini
Treatment Cibeureum
 Sungai Cipanjalu, debit yang diambil ± 20 l/dtk diolah di mini
Treatment Cipanjalu
2. Mata Air

Sumber air ini diambil dari beberapa mata air di daerah Bandung
Utara dengan total debit 190 l/dtk dan diolah di Resevoir XI Ledeng.

Adapun mata air-mata air tersebut adalah :

 Mata air Cigentur I


 Mata air Cigentur II
 Mata air Ciliang
 Mata air Cilaki
 Mata air Ciwangun
 Mata air Cisalada I & II
 Mata air Cicariuk
 Mata air Cibadak
 Mata air Cirateun
 Mata air Cikendi
 Mata air Ciasahan
 Mata air Legok Baygon
 Mata air Citalaga
 Mata air Panyairan
 Mata air Ciwangi
3. Air Tanah

Untuk pengolahan air baku yang berasal dari air tanah dalam digunakan
sistem aerasi, filtrasi dan desinfektan untuk membunuh bakteri digunakan gas
chlorl kaporit. Kualitas air baku ini pada umumnya memiliki kandungan Fe dan Mn
diatas standar yang ditetapkan. Air tanah ini sebagian dimanfaatkan untuk
membantu daerah yang tidak terjangkau oleh pelayanan dari Instalasi Induk PDAM.
Jumlah sumur air tanah dalam PDAM ada 32 buah dengan system pendistribusian
secara langsung ke konsumen dengan melalui proses, seperti diatas.
BAB III
KEGIATAN DI IPAM DAGO
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Praktikun Kunjungan ke IPAM Dago ini dilakukan pada :
 Waktu : Selasa, 12 Mei 2015
 Tempat : Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dago
jalan Badak Singa No. 10
3.2 Kegiatan yang Dilakukan
3.2.1 Kegiatan Materi Pengantar (Indoor)
Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah penyampaian materi pengantar
yang disampaikan oleh salah satu staff dari IPAM Dago. Beliau menyampaikan
beberapa materi mulai dari sejarah IPAM Dago, Visi dan Misi, Tujuan, Struktur
Organisasi, Metode pengelolaan air limbah, dan fasilitas-fasilitas di IPAM Dago.
3.2.2 Kegiatan Lapangan (Outdorr)
Kegiatan kedua yang kami lakukan adalah kegiatan lapangan/outdoor.
Kegiatan ini terdiri dari pengenalan langsung fasilitas-fasilitas yang berada di
IPAM Dago dan materi operasional serta masalah-masalah yang dihadapi oleh
IPAM Dago.
3.3 Hasil Praktikum di IPAM Dago
3.3.1 Deskripsi IPAM Dago
PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berbentuk Perum dan bergerak dalam
bidang pengelolaan air minum dan air kotor. Aktivitas yang dilakukan
oleh PDAM salah satunya adalah menyediakan dan menyalurkan air
yang cukup kepada konsumen langganan PDAM Kota Bandung.
Skema Instalasi Penglahan Air Minum Dago

Sumber : IPAM Dago

Bagan Unit-Unit Pengolahan Air Minum


Unit-unit pengolahan instalasi pengolahan air minum dago pakar, yaitu :

No Unit-unit Foto Fungsi


1 Bangunan Bak yang berfungsi
penyadap menampung air dan
(intake) mengalirkan air dari
sumber ke bak
pengolahan air.

2 Koagulasi Merupakan penambahan


Dan bahan kimia pembentuk
Flokulasi flok ke dalam air baku
sehingga dapat
bercampur dengan
partikel-partikel yang
tidak dapat mengendap
sehingga terbentuk flok-
flok yang cepat
mengendap
3 Bak Merupakan proses
sedimentasi partikel tersuspensi
dengan pengendapan
secara gravitasi dan
kemudia suspensi
dipisahkan menjadi
larutan yang relatif jernih
4 Pengolahan Proses pemisahan
lumpur lumpur yang terdapat
dalam air

5 Ruang Ruang untuk mengatur


Kontrol Proses pembersihan
Proses kolam dengan
menggunakan pasir
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dago Pakar merupakan salah satu
instalasi yang melayani kebutuhan air minum di Kota Bandung. Saat ini PDAM
Dago Pakar memiliki dua buah instalasi air minum. Salah satu instalasi
pengolahannya merupakan sistem paket, yaitu instalasi pengolahan yang bukan
dirancang berdasarkan karakteristik air yang akan diolah. Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM).. IPAM Dago mengolah air yang berasal dari 3 sumber yaitu air
permukaan, mata air dan air tanah yang berasal dari wilayah Bandung Utara.
Selama melakukan kunjungan lapangan ke IPAM Dago, kami melakukan
beberapa kegiatan, diantaranya yaitu mengikuti pembasan prosedur kerja IPAM
Dago yang diselenggarakan oleh IPAM Dago tentang IPAM dan proses
pengolahan air minum serta melakukan tour peralatan dan fasilitas IPAM.
4.2 Saran
Untuk pembaca yang akan melakukan kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air
Minum (IPAM) disarankan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik
sehingga tidak terjadi kesalahan baik dalam hal komunikasi, waktu, alamat, dan
sebagainya.
LAMPIRAN