Anda di halaman 1dari 6

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

BAB II

RENCANA KERJA PENYEDIA JASA

2.1. Umum.

Pada pengawasan konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 ini diperlukan rencana kerja secara menyeluruh dan dengan tahapan yang runtut sebagaimana berikut :

2.1.1. Tahapan Kegiatan.

a. Penyusunan Laporan Pendahuluan.

b. Penyiapan bentuk dan format laporan.

c. Mobilisasi personel ke lokasi kegiatan.

d. Masa pelaksanaan pengawasan konstruksi.

e. Penyusunan Laporan Akhir Pengawasan Konstruksi.

f. Masa pemeliharaan.

2.2. Penyusunan Laporan Pendahuluan

Penyusunan laporan pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai rencana kerja Tim Pengawas dalam melaksanakan kegiatan pengawasan konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Laporan Pendahuluan ini minimal akan menguraikan dan menjelaskan secara komprehensif semua aspek yang terkait dengan pentahapan kegiatan pengawasan yang akan dilakukan, lokasi proyek yang akan diawasi, tenaga ahli maupun tenaga pendukung yang akan dilibatkan beserta tugas dan tanggung jawabnya masing masing, serta jadwal kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan mulai dari awal pelaksanaan konstruksi hingga Serah Terima I.

2.3. Penyiapan Bentuk dan Format Laporan

Secara umum, ada 3 hal yang menjadi batasan suatu proyek konstruksi yang

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

saling berkaitan satu sama lain, yaitu :

a. Waktu, berkaitan dengan jadwal penyelesaian

b. Biaya, berkaitan dengan anggaran dana pembangunan yang disediakan

c. Mutu, berkaitan dengan kualitas produk yang ingin dicapai

Secara grafis, keterkaitan ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut :

keterkaitan ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1.4. Hubungan antara ketiga unsur yang menjadi

Gambar 1.4. Hubungan antara ketiga unsur yang menjadi batasan suatu proyek

Dari ketiga unsur yang menjadi batasan proses pelaksanaan suatu proyek (kontruksi) maka sasaran, kriteria dan tolok ukur keberhasilan suatu proyek (konstruksi) adalah meliputi :

a. Tepat Mutu

b. Tepat Waktu

c. Tepat Biaya

d. Tepat secara Fungsional

Dengan demikian dalam pelaksanaan suatu kegiatan pengawasan pelaksanaan proyek konstruksi diperlukan Standard Operation Procedure (SOP) yang harus menjadi pegangan dan dipatuhi bersama khususnya oleh Konsultan Pengawas dan pihak Kontraktor. SOP ini akan menjadi alat kendali dan pengarah yang akan memastikan jalannya pelaksanaan proyek tersebut sesuai dengan empat kriteria tersebut di atas.

SOP Pengawasan Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 ini disusun dengan mempertimbangkan prinsip sebagai berikut :

a. Setiap pelaksanaan pekerjaan terekam dan tercatat

II-2

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

b. Setiap perubahan rencana masih merunut pada rencana yang telah disepakati bersama sebelumnya

c. Setiap keputusan diketahui, disepakati serta ditaati/diikuti sesuai hirarki dan tanggung jawab masing masing

Alur dan prinsip dalam SOP kemudian diterjemahkan dalam bentuk dan format :

a. Pelaporan, minimal meliputi :

1) Laporan Harian, yang juga memuat informasi kondisi cuaca pada hari pelaksanaan pekerjaan (form terlampir)

2) Laporan Mingguan (form terlampir)

3) Laporan Monitoring Cuaca (form terlampir)

b. Approval (persetujuan dan pengesahan), minimal meliputi :

1) Ijin Pelaksanaan Pekerjaan (form terlampir)

2) Persetujuan Penggunaan Material (form terlampir)

c. Pemeriksaan Pekerjaan, minimal meliputi :

1) Inspection Check List (form terlampir)

2) Check List Kondisi Pemasangan (form terlampir)

3) Testing

d. Korespondensi dan komunikasi (berupa memo, peringatan/teguran, dan sebagainya), minimal meliputi :

1) Site Memorandum (form terlampir)

2.4. Mobilisasi Personel ke Lokasi Kegiatan

Personil tim pengawas akan dimobilisasi setelah dilakukannya Kick Off Meeting serta Serah Terima Site dari Pemberi Tugas kepada Kontraktor. Mobilisasi personil disesuaikan dengan jadwal penugasan personil sebagaimana sebelumnya dituangkan dalam dokumen usulan teknis sebelumnya (terlampir).

Personel pengawas yang akan ditugaskan sejak awal antara lain :

a. Team Leader

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

b. Inspektor/Pengawas Arsitektur

c. Inspektor/Pengawas Mekanikal Elektrikal

Serta akan didukung dengan Administrator Proyek. Ruang kerja sebagai site office bagi tim pengawas akan disediakan tersendiri oleh pihak Kontraktor terpisah dari ruang kantor Kontraktor.

2.5. Masa Pelaksanaan Pengawasan Konstruksi

Masa pelaksanaan pengawasan konstruksi di lapangan dimulai sejak dilakukannya Kick Off Meeting yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran dan pengecekan awal bersama di lapangan antara Kontraktor, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas untuk menentukan MC-0 dari kondisi eksisting proyek yang telah diselesaikan sampai dengan tahap I sebelumnya. Hasil pengukuran dan pengecekan MC-0 ini kemudian dituangkan dalam Berita Acara tersendiri yang disepakati dan ditandatangani oleh semua pihak yang turut hadir dalam pengukuran dan pengecekan.

Pada masa pelaksanaan pengawasan konstruksi, tim pengawas akan melaksanakan tugas sebagai berikut :

a. Mempelajari, memeriksa, mengkoreksi dan menyetujui/mengesahkan Master Schedule Kurva-S yang diajukan oleh Kontraktor, untuk kemudian dijadikan sebagai pegangan dan acuan bersama target pencapaian bobot pekerjaan di lapangan dari awal hingga akhir pekerjaan.

b. Memeriksa setiap persiapan pekerjaan di lapangan berdasarkan ijin kerja yang diajukan Kontraktor agar sesuai dengan dokumen perencanaan dan standar ketentuan yang berlaku.

c. Memeriksa dan membuat persetujuan spesifikasi material yang diajukan oleh Kontraktor berdasarkan ketentuan dalam dokumen perencanaan.

d. Memonitor pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar sesuai dengan ijin kerja dan shopdrawing yang telah disetujui, termasuk memonitor kuantitas dan kualitas pekerja yang dilibatkan serta kondisi cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan.

e. Memberikan arahan maupun teguran apabila terdapat proses pelaksanaan

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

pekerjaan oleh Kontraktor yang secara teknis tidak sesuai dengan ijin kerja, shopdrawing yang telah diajukan dan disetujui atau bertentangan dengan ketentuan dalam dokumen perencanaan, masterschedule maupun standar peraturan yang berlaku.

f. Mengeluarkan surat peringatan kepada Kontraktor apabila dalam 3 kali arahan dan teguran tidak terdapat perubahan perbaikan.

g. Menyelenggarakan dan memimpin rapat koordinasi mingguan di proyek sebagai forum resmi pengendali, pengarah dan evaluasi berkala terhadap proses pelaksanaan pekerjaan Kontraktor di lapangan.

h. Memeriksa dan mengesahkan laporan harian yang diajukan oleh Kontraktor berdasarkan kondisi sesungguhnya pelaksanaan pekerjaan yang terlaksana dalam satu hari.

i. Memeriksa dan mengesahkan laporan bobot kemajuan progress pekerjaan dalam satu minggu yang diajukan oleh Kontraktor.

j. Menyusun laporan mingguan dan bulanan berdasarkan data harian dan progress mingguan yang telah terkumpul secara berkala, sebagai pelaporan perkembangan kegiatan pelaksanaan konstruksi proyek kepada Pemberi Tugas.

k. Memeriksa dan membuat daftar cacat untuk setiap hasil pelaksanaan pekerjaan untuk dijadikan catatan perbaikan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor.

l. Memeriksa dan membuat persetujuan atas keseluruhan hasil akhir pelaksanaan pekerjaan perbaikan oleh Kontraktor yang kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan I yang akan dijadikan dasar dikeluarkannya Berita Acara Serah Terima I.

2.6. Penyusunan Laporan Akhir Pengawasan Konstruksi

Penyusunan laporan akhir pengawasan konstruksi dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara menyeluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan dari awal hingga akhir terselesaikannya seluruh pekerjaan serta seluruh sistem telah beroperasi dan gedung telah layak digunakan.

Laporan Pendahuluan Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna Tahap III 2018 Kantor Museum Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

2.7. Masa Pemeliharaan

Selama masa pemeliharaan tim pengawas akan menugaskan satu orang personil secara berkala setiap minggu untuk memantau dan mengawasi kondisi bangunan selama pemakaian dalam rentang waktu masa pemeliharaan sesuai dengan yang ditentukan dalam kontrak kerja Kontraktor.

Selama masa pemeliharaan tersebut pengawas akan mencatat setiap kondisi yang rusak dan perlu perbaikan yang diakibatkan oleh proses pekerjaan Kontraktor yang tidak sempurna. Catatan tersebut akan disusun dalam Daftar Cacat per minggu, yang kemudian akan diserahkan kepada kontraktor untuk segera ditindaklanjuti dengan perbaikan dan penyempurnaan.