Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN ANALISIS MATERIAL

MIKROSKOP OPTIK

Oleh:
Nama : Fian Rifqi Irsalina
NIM : 165090301111016
Kelompok : 4
Tanggal : 2 November 2018
Asisten : Tyas Nurul Zafirah

LABORATIORIUM FISIKA MATERIAL


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui prinsip, fungsi dan cara
kerja dari Mikroskop Optik..

1.2 Dasar Teori


Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kalli adalah
dua ilmuan jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen pada 1590. Penemuan
mikroskop tersebut mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei, untuk membuat alat
yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada 1609, dan mikroskop
yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Miksroskop jenis ini
menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit
dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran objek. Hal
ini karena batas difraksi cahaya yang ada dua jenis yaitu jenis mikroskop elektron yang
biasa digunakan yaitu Tunneling Electron Microscopy (TEM) dan Scanning Electron
Microscopy (SEM) (Hetty, 2000).

Gambar 1.1 Prinsip Kerja Mikroskop Optik


Untuk menganalisis sistem ini, kita menggunakan prinsip bahwa sebuah
bayangan yang dibentuk oleh satu elemen optik seperti sebuah lensa atau cermin dapat
berperan sebagai benda untuk elemen kedua. Ketika menurunkan persamaan lensa tipis
dengan aplikasi persamaan refraksi permukaan tunggal secara berulang-ulang. Dimana
bayangan yang dibentuk oleh sebuah lensa digunakan sebagai benda dari lensa kedua.
Benda O yang akan dipandang ditempatkan persis diluar titik fokus pertama F1 dari
objektif, sebuah lensa konvergen yang membentuk sebuah bayangan nyata I yang
diperbesar. Dalam sebuah instrumen yang dirancang dengan baik, bayangan ini terletak
persis didalam titik fokus pertama dari lensa konvergen kedua yang dinamakan lensa
mata atau okuler. Lensa mata bertindak dan membentuk bayangan maya akhir. Posisi I
dapat dimana saja diantara titik dekat dan titik jauh mata. Objektif dan lensa mata dari
sebuah mikroskop yang sesungguhnya adalah lensa gabungan yang sangat terkoreksi
dengan beberapa elemen optik, tetetapi untuk sederhananya kita memperlihatkan disini
sebagai lensa tipis sederhana (Young, 2004).
BAB II
METODOLOGI

2.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yatu satu set alat
Mikroskop Optik, tiga buah objek, satu buah monitor, satu buah Computer Personal
Unit, satu buah UPS, dan beberapa kabel penghubung.

2.2 Tata Laksana


Pada praktikum tentang Mikroskop Optik ini, hal yang pertama kali dilakukan
yaitu dinyalakannya peralatan seperti UPS, monitor, Mikroskop Optik, dan CPU.
Kemudian objek diletakkan pada tempat objek mikroskop optik. Selanjutnya yaitu
membuka program Cell Sens, hal ini digunakan untuk melihat objek lewat monitor.
Dipilih perbesaran yang ingin dipakai. Perbesaran yang dipakai yaitu 5x, 10x, 20x, 50x,
dan 100x.

Jika hasil sudah ditampilkan pada monitor susuai perbesaran yang kita pilih,
maka selanjutnya adalah dipilih tampilan perbesaran pada program Cell Sens. Pastikan
program Cell Sens dalam posisi Live, agar objek dapat terlihat secara langsung. Objek
difokuskan dengan diputarnya kondensor supaya didapatkan gambar yang presisi.
Setelah didapat gambar fokusnya, kemudian klik “Snap” untuk didapatkan gambarnya.
Gambar objek disimpan dalam file .jpg. Percobaan dilakukan seperti pada langkah-
langkah sebelumnya dengan perbesaran dan objek yang berbeda untuk didapatkan
variasi data.
BAB III
ANALISA DAN PEMBAHASAN

3.1 Analisa Hasil


3.1.1 Objek: Preparat Sampel Daun Bawang

Perbesaran Hasil Mikroskop


50x

100x
200x

500x

Pembahasan:
Objek yang dipakai yaitu preparat bawang merah. Dilihat dari gambar
yang didapatkan, semakin besar perbesaran yang dipakai maka semakin terlihat
permukaan preparat bawang merah. Terlihat bahwa preparat bawang merah
memiliki permukaan yang berbentuk seperti jaringan atau benang-benang. Tetapi
saat diperbesar hingga 100x, jaringan merah tersebut memiliki titik-titik merah
kecil yang menyusunnya menjadi jaringan.
3.1.2 Objek: Preparat Kertas Sampul

Perbesaran Hasil Mikroskop


50x

100x

200x
500x

Pembahasan:
Objek yang dipakai yaitu kertas sampul. Kertas sampul disini jika dilihat
dari gambar yang didapatkan, maka semakin besar perbesaran yang dipakai maka
semakin terlihat buram atau tidak jelas permukaan dari kertas sampul tersebut.
Terlihat bahwa kertas sampul memiliki permukaan yang kasar jika dilihat dengan
mikroskop optik pada perbesaran 50x dan 100x.

3.1.3 Objek: Preparat Batang


Perbesaran Hasil Mikroskop
50x

100x
200x

Pembahasan:
Objek yang dipakai yaitu batang. Hasil dari mikroskop optik ini
menunjukkan apabila semakin besar perbesaran yang dipakai untuk
pengamatan, maka akan semakin terlihat permukaan batang ini. Terlihat bahwa
batang memiliki permukaan yang kasar (pori=porinya) semakin jelas jika dilihat
dengan mikroskop optik pada perbesaran 200x.

3.2 Analisa Prosedur


3.2.1 Fungsi Alat
Dalam percobaan kali, alat-alat dalam rangkaian Mikroskop Optik memiliki
fungsi yang berbeda-beda. Tubus (tabung), berfungsi menghubungkan lensa okuler dan
obyektif. Revolver, adalah alat pemutar objektif. Pada bagian tersebut terdapat lensa-
lensa objektif yang berbeda-beda panjangnya (pembesarannya). Masing-masing dapat
digeser hingga berada di sumbu optik. Kemudian makrometer (pemutar kasar)
berfungsi untuk menggerakkan tubus (berikut okuler dan objektif) secara kasar
sehingga objek yang terfokuskan dapat terlihat. Mikrometer (pemutar halus) adalah alat
untuk menggerakkan tubus secara lebih halus dan teliti. Alat ini dipakai jika objek telah
terfokuskan dengan memutar sekrup pengarah kasar. Meja preparat, dibagian
tengahnya terdapat lubang untuk melalukan sinar. Selain itu, terdapat pula alat
penggerak preparat yang dapat digerakkan ke depan dan ke belakang serta ke kanan dan
ke kiri. Pada beberapa mikroskop, sediaan yang diletakkan pada meja preparat ini
ditahan oleh penjepit dan preparat digerakkan dengan menggeser-geserkan dengan
tangan. Sekrup pengatur kondensor, berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan
kondensor supaya diperoleh cahaya yang optimum. Pemegang, merupakan tempat
memegang waktu mengangkat mikroskop. Sendi inklinasi, di bagian ini terdapat
persediaan hingga alat pegangan (dengan bagian-bagian lainnya yang melekat padanya)
dapat dimiringkan ke belakang. Sendi inklinasi ini menghubungkan alat pemegang
dengan bagian kaki.
3.2.2 Fungsi Perlakuan
Sampel yang digunakan dalam percobaan ini adalah sampel daun bawang,
sampel kertas sampul, dan sampel batang. Sampel kemudian diletakkan diatas kaca
preparat, yang kemudian diamati menggunakan mikroskop, pada percobaan ini sumber
cahaya yang digunakan yaitu sumber cahaya yang berasal dari atas preparat.
Digunakannya cahaya dari atas karena sampel yang digunakan merupakan transparan.
Lalu perbesaran yang digunakan yaitu perbesaran 50x, 100x, 200x dan 500x. langkah-
langkah tersebut diulangi untuk setiap sampel dan setiap perbesaran yang akan
digunakan untuk pengamatan sampel. Setelah sampel berhasil diamati, gambar dari
sampel itu kemudian discreenshot untuk dijadikan data hasil percobaan.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum tentang Mikroskop Optik yaitu
mikroskop optik ini dapat digunakan untuk melihat permukaan suatu sampel dalam
ukuran mikro. Sehingga dapat terlihat dengan jelas apa saja yang terjadi pada
permukaan suatu sampel.

4.2 Saran
Dalam pengambilan gambar, pemfokusan gambar terlalu lama untuk
mendapatkan gambar yang bagus, sehingga butuh waktu yang lama untuk pengambilan
gambar.
Daftar Pustaka

Hetty, Utami.2000. Mengenal Cahaya dan Optik. Jakarta: Exact Ganeca.

Murphy, Douglas B.2001.Fundamental of Light Microscopy and Electronic


Imaging.Canada: John Wiley & Sons Inc.