Anda di halaman 1dari 4

ROLE PLAY DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KESEHATAN, SOCIAL,

BUDAYA DAN POLITIK


(Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Dan Budaya Terhadap Perilaku Persalinan Di
Perdesaan Daerah Angka Kematian Ibu Rendah Dan Tinggi)

1. Narator : Mawarni
2. Pasien (Istri) : Raysah Suci Pratiwi
3. Keluarga pasien1 (Suami) : Rama Hidayat
4. Keluarga Pasien 2 (ORTU) : Dian Agusti Tanjung
5. Dukun : Sakinah Gading
6. Petugas Kesehatan (Bidan) : Dian Agusti TaHanifah Halim
7. Dokter : Budi Yuniarto

Situasi : Di Suatu desa x ada anggota keluarga yang memiliki latar belakang
pendidikan dan ekonomi yang sangat rendah, dimana seorang anggota keluarga Tn.y
yaitu( istri) yang sedang hamil trimester 3 yang mana sebentar lagi mau melakukan
persalinan, Namun anggota keluarga tersebut bingung harus memilih proses
persalinan di klinik atau RS untuk pesalinan (Istri) sedangkan kedua orangtuanya
lebih setuju anaknya melahirkan di dukun ketimbang di puskesmas atau rumah sakit
karena biaya yang sangat besar jika melakukan proses persalinan di RS.

Pasien (Istri) : Bang bagaimana,sebentar lagi anak kita mau lahir ?

Keluarga pasien1 (Suami) : Yaa.., abang tau dek

Pasien(Istri) : Iya kan sudah menghitung minggu lagi ni bang,


kemana baiknya aku melahirkan nanti bg

Keluarga pasien1 (Suami) : Abang juga bingung untuk adek dimana melahirkan
soalnya dirumah sakit biaya cukup mahal, Sedangkan
ekomoni kita buat makan saja pas- pasan ( Sambil
menenduk)

Pasien(Istri) : Kalau begitu bang, lebih baik kita tanyakan dulu sama
ibuk ( ORTU) ya bg, supaya dapat solusi kita bg”

Keluarga pasien1 (Suami) : Haaa.., iya dek lebih baik kita tanya ibuk ( ORTU)

“Akhirnya mereka mencari ibuk dengan memanggil ibuk…..”

Keluarga Pasien 2 (ORTU) : Iya nakkk, Ada apa nak “Sambil Teriak”

Keluarga pasien1 (Suami) : Iya buuk, kami mau minta solusi sama ibukk?” ( Istri
sambil mengangguk)

Keluarga Pasien 2 (ORTU) : Nanya apa sama ibuu, kok penting sekeli keliatannya “
Ibu keliatan bingung”

Keluarga pasien1 (Suami) : Ini bukk.., Sebentar lagi istriku mau melahirkan
bu, Tapi kami tidak ada uang buat melahirkan
kerumah sakit bu, jadi gimana buu..?

Keluarga Pasien 2 (ORTU) : Ibu juga tidak punya uang buat membantu biaya
kerumah sakit, dan ibuk tidak juga mempunyai
tabungan…

Pasien(Istri) : Terus gimna buu “ Wajah terlihat bingung”

Keluarga Pasien 2 (ORTU) : Kalau begitu ibu punya ide, bagaimana kalau kamu
melahirkan sama dukun sakinah, Dukun ibu waktu
melahirkan kamu dan aman – aman saja dan sudah
banyak orang kmpung sini yang proses persalinannya
di bantu oleh dukun sakinah ….
Pasien(Istri) : Kalau begitu aku mau melahirkan sama dukung
sakinah lah buu…

3 Minggu kemudian tanda – tanda kelahiran anak Tn. y sudah terlihat , Istrinya mulai
mules-mules, Suami pun segera meminta bantuan kepada dukun S untuk membantu
proses persalinan istrinya.

Keluarga pasien1 (Suami) : assalamualikum mbah,

Dukun : waalaikumsalam, ada apa

Keluarga pasien 1 ( suami ) : istri saya mau melahirkan tolong bantuannya mbah

Dukun : ayo cepat langsung saja

Tiba lah dukun dan suami di rumah keluarga tersebut dukunpun langsung bersiap
untuk membantu proses persalinan tersebut namun di tengah proses persalian keadaan
pasien sangat memperhatikan pasien tanpak kesakitan dan kelelahan namun dukun
tetap membantu proses persalinan sampailah anaknya keluar namun keadaan umu
bayi, bayi tidak menagis dan kulit bayi Nampak kebiruan selain keadaan tersebut
terdapat masalah juga pada ibunya ibu mengalami pendarahan sehingga dukun
kewalahan tindakan apa yang harus di lakukannya, kemudian dukun menyuruh pihak
keluarga untk memanggil bidan karena dukun tidak sanggup menolong proses
persalinan tersebut. Setelah itu pihak keluaga memanggil bidan, bidan pun datang
menemui pasien setelah bidan melihat kondisi pasien bidan menyarakan untuk segera
di bawa ke RS terdekat.

Keluarga pasien 1 : bagaimana buk keadaan istri saya ..


Petugas Kesehatan Bidan : tunggu sebentar ya pak saya periksa dulu ( setelah di
perisa )
Bidan : pak keadaan ibuk dan bayinya sekarang tidak baik dimana ibu
sama anak bapak harus mendapatkan pertolongan medis
segera soalnya ibuk mengalami Pendarahan
Keluarga 1(suami) : ya buk mana yang baiknya saja, yang penting anak dan istri
saya selamat

Tibalah di rumah sakit pasien dan anaknya langsung mendapatkan pertolong pertama
namun keadaan berkata lain ibu dan anak tidak bisa terselamatkan
Suami : bagaimana keadaan istri dan anak saya
Dokter : maaf pak sebelunya istri dan anak bapak tidak bias tertolong
karena istri anda mengalami pendarahan hebat dan
keterlambatan penanganan medis yang seharusnya di
dapatkan

Keluarga pasien Nampak bersedih dan menyesali atas pengambilan keputusan yang
mereka ambil.