Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

“GERAK PARABOLA”

Disusun Oleh :

1. Gerry Wahyu Darmawan


2. Ivan Hendri Prasetyo
3. Kartika Arista
4. Krisna Dwi Permana
5. Muhammad Mukti Farista
6. Riza Achwanul Fath
7. Vito Arighi

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2014/2015
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Gerak Parabola” ini dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Kami juga
berterimakasih kepada pihak-pihak terkait yang dalam proses pembuatan makalah ini telah
membantu kami.

Dalam makalah ini membahas tentang pengertian dari gerak parabola, macam-
macam gerak parabola serta beasaran-besaran yang ada pada gerak parabola yang nantinya
penerapan gerak ini dikaitkan dengan bidang keteknikan

Makalah ini dibuat dengan harapan dapat membantu pembaca dalam memahami
lebih lanjut mengenai gerak parabola saat mengenyam pendidikan. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membantu
menyempurnakan makalah ini.

Malang, 08 Agustus 2014

Tim Penulis

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ I


DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... II
BAB 1................................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN.............................................................................................................................. 1
1.1 Latar belakang .................................................................................................................... 1
1.2. Rumusan masalah............................................................................................................... 1
1.3. Tujuan Penulisan ................................................................................................................ 1
BAB II ................................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN ................................................................................................................................ 2
2.1. Pengertian gerak parabola .................................................................................................. 2
2.2 Jenis-jenis gerak parabola .................................................................................................. 2
2.3. Besaran fisis pada gerak parabola ..................................................................................... 4
2.4. Contoh Soal ........................................................................................................................ 8
BAB III............................................................................................................................................. 10
KESIMPULAN ................................................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 11

II
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada saat kita bermain sepak bola dengan menendang bola tersebut hingga
melambung maka tanpa disadari kita telah menerapkan gerak parabola dalam
permainan sepak bola tersebut dan penerapan gerak parabola juga terjadi pada saat kita
memasukkan bola basket kedalam ring. Maka tanpa kita sadari sebenarnya gerak
parabola sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari kita. Namun kita jarang bahkan
tidak pernah menyadari hal tersebut.
Dari semua gerak parabola di atas semuanya pasti bisa dihitung dengan
menggunakan rumus fisika. Ada beberapa variabel yang bisa kita cari nilainya pada
pelajaran gerak parabola dan gerak melingkar. Adapun variabel yang bisa dicari dari
gerak parabola antara lain adalah jarak, tinggi, tinggi maksimum, jarak tembakan
maksimum. Tentu untuk mengetahui hal-hal tersebut kita harus memahami terlebih
dahulu apa yang dimaksud dengan gerak parabola.
Oleh karena itu penulis disisni akan membahas lebih dalam lagi tentang gerak
parabola bukan hanya sekedar pengertian dan contoh-contoh dari gerak parabola saja
teatapi ditambah dengan besaran-besaran fisis atau variabel yang dapat diperoleh dari
gerak parabola.

1.2. Rumusan masalah

 Apa pengertian dari gerak parabola ?


 Seperti apa contoh macam-macam gerak parabola !
 Apa saja besaran yang terdapat dalam gerak parabola

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui tentang gerak
parabola, macam-macam, dan besaran-besaran yang terdapat dalam gerak parabola
dan penerapannya dalam bidang keteknikan.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian gerak parabola

Pengertian sempit mengenai gerak parabola yaitu suatu jenis gerakan benda
yang pada awalnya diberi kecepatan awal lalu menempuh lintasan yang berbentuk
setengah lingkaran.. Sedangkan secara luas dapat diartikan sebagai perpaduan antara
gerak horizontal (searah dengan sumbu x) dengan vertikal (searah sumbu y). Pada
gerak horizontal bersifat GLB (Gerak Lurus Beraturan). Sedangkan pada gerak
vertikal bersifat GLBB (Gerak LurusBerubah Beraturan).

Pada gerak vertikal dan horizontal terdapat gaya-gaya yang mempengaruhi


gerak benda, yaitu gaya gravitas dan gaya gesekan udara. Gaya gravitasi memberikan
pengaruh berupa tarikan agar benda jatuh ke bumi, sehingga benda tersebut akan
memiliki sebuah titik puncak dimana benda tersebut sudah tidak bisa naik keatas lagi
karena gaya yang diberikan sudah sama dengan gaya gravitasi yang menariknya. Pada
gerak horizontal terdapat gaya gesekan udara, tetapi karena gerak peluru termasuk
dalam pokok bahasan kinematika (ilmu fisika yang membahas tentang gerak benda
tanpa mempersoalkan penyebabnya), maka pada pembahasan ini, Gaya sebagai
penyebab gerakan benda diabaikan, demikian juga gaya gesekan udara yang
menghambat gerak benda.

2.2 Jenis-jenis gerak parabola

Gerak parabola dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

1. Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut
teat terhadap garis horizontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah.
Dalam kehidupan sehari-hariterdapat banyak gerakan benda yang demikian.
Beberapa diantaranya adalah:

 Gerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak bola


 Gerakan bola basket yang dilemparkan kedalam ring
 Gerakan bola tenis

2
 Gerakan bola volly
 Gerakan lompat jauh
 gerakan peluru atau rudal yang ditembakkan dari permukaan bumi.

2. Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal pada


ketinggian tertentu dengan arah horizontal, sebagaimana tampak pada gambar di
bawah. Beberapa contoh gerak jenis ini yang dapat dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari, meliputi gerakan bom/barang yang dijatuhkan dari pesawat atau
benda yang dilemparkan kebawah dari ketinggian tertentu.

3. Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dari


ketinngian tertentu dengan sudut teta terhadap garis horizontal sebagaiman
tampak pada gambar di bawah.

3
2.3. Besaran fisis pada gerak parabola

Dalam perpindahan benda menggunakan gerak parabola, terdapat beberapa


besaran fisis yang menyertainya. Besaran-besaran fisis tersebut yaitu :
 Tinggi, jarak dan waktu maksimum
 Kecepatan secara vertikal dan horizontal pada berbagai titik
Untuk mempermudah mempelajari gerak parabola dari benda yang dilempar
dengan sudut tertentu maka diperlukan koordinat sumbu x dan y yang diletakan pada
titik penembakan, sehingga sumbu x membentuk sudut elevasi sebesar 𝛼 titik
kecepatan awal

Gerak sepanjang sumbu x berupa gerak lurus beraturan (GLB) karena


benda ditembakan dengan sudut elevasi (𝛼) terhadap horizontal dengan kecepatan
awal (v0) maka persamaan gerak sepanjang sumbu x menjadi:
Kecepatan awal dan kecepatan di sembarang titik pada sumbu x
vx = vox

vox = vo cos 𝛼

Karena gerak pada sumbu x termasuk kedalam gerak lurus beraturan (GLB), maka
besarnya nilai kecepatan pada sumbu x bernilai tetap

4
Jarak pada sumbu x
x = vx . t

x = vo cos 𝛼 .t

keterangan:
vo = kecepatan awal (m/s)
vx = kecepatan x pada titik sembarang (m/s)
x = jarak (m)
𝛼 = sudut elevasi (°)

Gerak sepanjang sumbu y berupa gerak lurus berubah beraturan diperlambat


dengan perambatan sebesar gravitasi bumi (g). pessaman gerak sepanjang sumbu y
menjadi:
Vy = vo – at
Vy = voy - gt
Voy = vo sin 𝛼

vy =vo sin 𝛼 – gt

y = vo.t – ½ at2

y = vo sin 𝛼 . t – ½ g t2

Keterangan:
y = jarak (m)
a = percepatan (m/s2)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
t = waktu (s)

Kecepatan benda selama dalam lintasna parabola berbentuk kecepatan


resultan yang besarnya ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
VR= √𝑣𝑥 2 + 𝑣𝑦 2

5
Untuk mengetahui bentuk persamaan dari lintasan parabola digunakan cara sebagai
berikut:
x = vo cos 𝛼 .t
𝑥
t= vo cos α

Masukan hanya t kedalam persamaan y maka diperoleh:


y = vo sin 𝛼 . t – ½ g t2
𝑥 𝑥
y = vo sin 𝛼 . v – ½ g (v )2
o cos α o cos α

𝑥 𝑥2
y = vo sin 𝛼 . v – ½ g (v )
2 cos2 α
o cos α o

𝑥2
y= tan 𝛼 x – ½ g (v 2 cos2 α
)
o

Keterangan:
y = tinggi (m)
a = percepatan (m/s2)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Perumusan tinggi maksimum:


Suatu benda yang ditembakan samapi benda yang ditembakan sampai
titik tertinggi dari lintasanya maka syaratnya v y = 0 dengan demikian waktu yang
diperlukan untuk mencapai titik tertinggi dirumuskan sebagai berikut:
Vy = 0
Vo sin 𝛼 – g tm = 0
Vo sin 𝛼 = g tm

Vo sin 𝛼
ty max = 𝑔

keterangan:
ty max = waktu tinggi maksimum

Jika perumusan ty max dimasukan ke perumusan y = vo sin 𝛼 . t – ½ g t2


maka diperoleh perumusan tinggi maksimum sebagai beriku:
y = vo sin 𝛼 . t – ½ g t2

6
Vo sin 𝛼 t Vo sin 𝛼 t 2
hmax = vo sin 𝛼 . – ½ g( )
𝑔 𝑔

𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼 𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼
hmax = -½g( )
𝑔 𝑔2

𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼 𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼
hmax = -
𝑔 2𝑔

𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼 𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼
hmax = 2 -
2𝑔 2𝑔

𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼
hmax = 2𝑔

Keterangan:
hmax = tinggi maksimum (m)

Perumusan jarak tembak maksimum:


Supaya benda dapat mencapai jarak tembak sejauh-jauhnya maka
syaratnya y = 0 dengan demikian waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak
tembakan maksimum adalah:
y=0
vo sin 𝛼 . t – ½ g t2 = 0
vo sin 𝛼 . t = ½ g t2
vo sin 𝛼 = ½ g t
2vo sin 𝛼 = g t
Dimana tx max = 2 ty max

2 Vo sin 𝛼
tx max = 𝑔

tx max = waktu untuk mencapai jauh tembakan maksimum atau lamanya benda
diudara.

7
Dengan memasukan harga tx max kepersamaan x = vo cos 𝛼 .t maka diperoleh
persamaan untuk jarak jauh tembakan maksimum sebesar:
x = vo cos 𝛼 .t
2 Vo sin 𝛼
xmax = vo cos 𝛼 𝑔

𝑣0 2
xmax = 2 cos 𝛼 sin 𝛼
𝑔

𝑣0 2
xmax = 𝑔
sin 2𝛼

Keterangan:
xmax = jauh tembakan maksimum(m)

2.4. Contoh Soal


Permasalahan 1:

Sebuah peluru ditembakkan dengan sudut elevasi 30° dan kecepatan awal 60 m/s
jika percepatan gravitasi ditempat itu 10 m/s2 maka tentukan :

a. Waktu yang digunakan untuk mencapai titik tertinggi?


b. Tinggi maksimum yang dapat dicapai?
c. Lamanya peluru diudara?
d. Jarak terjauh yang dapat di capai peluru?
Penyelesaian:
Diketahui :
𝛼 = 30°
V0= 60 m/s
g = 10 m/s2

Ditannya :

a. ty max=.... ?

b. hmax =.....?

c. tx max =.....?

d. xmax=......?

8
Jawab :
1
Vo sin 𝛼 60 sin 30° 60 30
2
a. ty max = = = = 10 = 3 sekon
𝑔 10 10

1 2 1
𝑣𝑜 2 𝑠𝑖𝑛2 𝛼 602 𝑠𝑖𝑛2 30° 3600( ) 3600 900
2 4
b. hmax = = = = = = 45 m
2𝑔 2.10 20 20 20

c. tx max = 2 ty max = 2 . 3 = 6 sekon


𝑣0 2 602 3600
d. xmax = sin 2𝛼 = sin 2.30° = sin 60 = 360 . ½ √3 = 180 √3 m
𝑔 10 10

Permasalahan 2:
Seorang penembak ingin menembak burung yang bertengger pada pohon yang
berjarak 100 m dari penembak tersebut. Burung berada pada ketinggian 80m dari
tanah. Bila penembak mengarahkan senapannya membentuk sudut 450 terhadap arah
mendatar dan gravitasi bumi yaitu 10 m/s2 maka berapakah kecepatan awal peluru
yang diperlukan supaya burung kena tembak?

Penyelesaian :
Diketahui :
x = 100m
y = 80 m
𝛼 = 450
g = 10 m/s2
Ditannya :
v0 = …….?
Jawab :
𝑥2
Y = tan 𝛼 x – ½ g (v 2 cos2 α
)
o

1002
80 = tan 45.100- ½ . 10 (2𝑣 2 𝑐𝑜𝑠2 45
)
0

100000
80 = 1. 100 - 1 2
2𝑣0 2 ( √2)
2

100000
80 = 100 - 1
2𝑣0 2 .2
4

100000
80 = 100 - 𝑣𝑜 2
100000
= 100 – 80
𝑣𝑜 2

9
100000
= 20
𝑣𝑜 2

100000 = 20. 𝑣𝑜 2
100000
= 𝑣𝑜 2
20

5000 = 𝑣𝑜 2
√5000 = vo
70,71 𝑚/𝑠= vo
Jadi kecepatan awal yang dialami adalah 70,71 𝑚/𝑠

BAB III

KESIMPULAN

1. Gerak parabola merupakan gerak benda dengan lintasan berbentuk parabola


(setengah lingkaran). Gerak parabola adalah gabungan dari 2 buah jenis gerakan
yaitu Gerak Lurus Beraturan (GLB) yang arahnya mendatar dan Gerak Lurus
Berubah Beraturan (GLBB) yang arahnya vertikal.
2. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis gerak parabola yaitu: Pertama,
gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut teta
terhadap garis horisontal, Kedua, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan
kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal, Ketiga,
gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dari ketinggian
tertentu dengan sudut tetap terhadap garis horisontal.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://raisics.weebly.com/uploads/2/2/1/9/22196018/kinematika_gerak_melingkar.docx

https://adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/memadu-gerak.doc

http://kk.mercubuana.ac.id/elearning/files_modul/11001-4-285976342910.doc

https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=963345f8f2&

http://rumushitung.com/2013/07/27/gerak-parabola-dan-rumus-fisikanya/

http://caramenulisbuku.com/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-internet/cara-menulis-daftar-pustaka-internet.htm

http://dflam.blogspot.com/2012/04/bab-2-gerak-lurus-glb-glbb-gerak.html

11