Anda di halaman 1dari 17

MODUL

ORGANISASI DAN MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

Nama : Nuraeni Semmagga, S.ST., M.Kes


NIDN : 09 310190 04
Program Studi : DIII. Kebidanan
Unit Kerja : STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya
KATA PENGANTAR

Assalammu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat
menyelesaiakan modul yang berjudul “Organisasi dan Manajemen Pelayanan
Kebidanan”.

Penulis sangat berharap modul ini dapat berguna dalam rangka


menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Organisasi dan
Manajemen Pelayanan Kebidanan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa
didalam modul ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari sempurna.
Untuk itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
sarana yang membangun.

Semoga modul sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya Sekiranya modul yang telah disusun ini dapat berguna bagi
penulis sendiri maupun orang-orang yang membacanya. Sebelumnya penulis
mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa
depan.

Wassalammu’alaikum Wr.Wb

Makassar, 16 Januari 2017

Nuraeni Semmagga

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
MATERI I KONSEP MANAJEMEN
MATERI II KONSEP KEPEMIMPINAN
MATERI III IMPLEMENTASI MANAJEMEN
MATERI IV MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN
MATERI V MENDEMOSTRASIKAN UNSUR MANAJEMEN DALAM
PELAYANAN
MATERI VI KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG
KESEHATAN
DAFTAR PUSTAKA

2
I. WAKTU : 2 JAM @ 50 MENIT
II. OBJEKTIF PRILAKU MAHASISWA :
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa mampu :
1. Menjelaskan konsep organisasi dan manajemen pelayanan kesehatan.
2. Menjelaskan konsep kepemimpinan.
3. Merencanakan pengorganisasian pelayanan kesehatan.
4. Manajemen pelayanan kebidanan.
5. Mendemonstrasikan langkah-langkah pengorganisasian dan manjemen pelayanan
kesehatan.
6. Mengelola kebijakan pemerintah dalam bidan kesehatan.
MATERI I
KONSEP MANAJEMEN
1. Pengertian Manajemen
Organisasi berasal dari kata organon. Dalam bahasa Yunani berarti alat. Beberapa
ahli menyatakan bahwa:
a. Chester I. Barnad (1938) menyatakan bahwa organisasi adalah sistem kerja
sama antara dua orang atau lebih.
b. James D. Mooney menyatakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerja
sama untuk mencapai tujuan bersama.
c. Dimock menyatakan bahwa organisasi adalah perpaduan secara sistematis
daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk
membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi , dan
pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dengan kata lain pengertian organisasi adalah sarana untuk melakukan kerjasama
antara orng-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama dengan mendayagunakan
sumber daya yang dimiliki (Saleha dan Satrianegara; 2009)
2. Fungsi Manejemen
a. Fungsi perencanaan (planning)
b. Fungsi pengorganisasian (organizing)

3
c. Fungsi pengarahan (directing) dan
d. Fungsi pengendalian(controlling)
3. Unsur-unsur manajemen
a. Manusia (pelaksana yang handal dan terampil)
b. Money (ketersediaan dana)
c. Mesin (perlengkapan mesin-mesin sebagai alat bekerja,apabila diperlukan)
d. Metode (cara)
e. Material (sarana dan prasarana)
f. Market (pemasaran, pemasyarakatan dan pembudayaan)
4. Tingkatan Manajemen
a. HIGH LEVEL (tingkat tinggi)
b. MIDDEL LEVEL (tingkat menengah)
c. LOW LEVEL (tingkat bawah)
KONSEP ORGANISASI
1. Pengertian organisasi
a. James D. Mooney (1974) mengutarakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk
kerja sama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
b. Ralp Currier Davis (1951) berpendapat bahwa organisasi adalah suatu
kelompok orang-orang yang sedang bekerja kearah tujuan bersama dibawah
satu kepemimpinan.
c. Herbert A. Simon (1958) mengatakan bahwa organisasi adalah suatu rencana
mengenai usaha kerjasama yang mana setiap peserta mempunyai peranan yang
diakui untuk dijalankan dan kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas untuk
dilaksanakan.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa dalam setiap organisasi
terdapat tiga unsur dasar yaitu Orang-orang, Kerjasama dan Tujuan yang hendak
dicapai.
2. Tujuan Organisasi

4
Organisasi memang harus ada di dalam kehidupan manusia sebagai instrumen yang
dapat mempersatukan manusia dalam proses dinamika dan keteraturan hidup.
Dengan lahirnya organisasi Budi Utomo di Indonesia mengakibatkan lahirnya
organisasi-organisasi yang lain yang tentu memiliki tujuan dan sasaran yang
berbeda.
Organisasi-organisasi tanpa manajemen akan menjadi kacau dan bahkan mungkin
gulung tikar. Hal ini terbukti dengan jelas dalam situasi yang tidak normal seperti
adanya bencana ketika organisasi sedang tidak teratur maka manajemen sangat
dibutuhkan untuk membenahi organisasi agar menjadi lebih baik. Setiap organisasi
memiliki keterbatasan akan sumber daya manusia, uang dan fisik untuk mencapai
tujuan organisasi. Keberhasilan mencapai tujuan sebenarnya tergantung pada
tujuan yang akan dicapai dengan cara menggunakan sumber daya untuk mencapai
tujuan tersebut. Manajemen menentukan keefektifan dan efisiensi ditekankan pada
melakukan pekerjaan yang benar.
Efektif mengacu pada pencapaian tujuan efisien mengacu pada penggunaan sumber
daya minimum untuk menghasilkan keluaran yang telah ditentukan. Bagi
manajemen diutamakan efektif lebih dahulu baru efisien. Jadi organisasi
membutuhkan manajemen terutama untuk dua hal yang terpenting yaitu:
a. Pencapaian tujuan secara efektif dan efisensi.
b. Menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menemukan
skala prioritas. Salah satu wujud dari adanya manajemen dalam suatu organisasi
adalah terlihat adanya struktur organisasi.
3. Prinsip Organisasi
Menurut Roco Carzo, o asas-asas atau prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut :
a. Skala Hirarki
b. Kesatuan perintah/komando
c. Pelimpahan wewenang
d. Pertanggung Jawaban
e. Pembagian pekerjaan

5
f. Rentang pengendalian
g. Fungsional
h. Pemisahan
i. Keseimbangan
j. Flexibelitas
k. Kepemimpinan
4. Bentuk Organisasi
a. Bentuk-bentuk organisasi, antara lain :
b. Organisasi pola Lini (Lini Organization)
c. Organisasi berpola Staf (staf Organization)
d. Organisasi pola lini dan staf (line and staf organization)
5. Bagan Organisasi
MATERI II
KONSEP KEPEMIMPINAN
1. Pengertian Kepemimpinan
a. Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki seseorang
sehingga orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mendorong orang lain
bersedia dan dapat menyelesaikan tugas - tugas tertentu yang dipercayakan
kepadanya ( Ordway Tead ).
b. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas seseorang
atau sekelompok orang untuk mau berbuat dan mencapai tujuan tertentu yang
telah ditetapkan ( Stogdill ).
c. Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang
dimiliki seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara
sukarela mau dan bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang
diinginkan ( Georgy R. Terry ).
Dapat dipahami dari tiga batasan di atas bahwa kepemimpinan akan muncul apabila
ada seseorang yang karena sifat - sifat dan perilakunya mempunyai kemampuan untuk

6
mendorong orang lain untuk berpikir, bersikap, dan ataupun berbuat sesuatu sesuai
dengan apa yang diinginkannya.
2. Teori Lahirnya Seorang Pemimpin
a. Teori orang besar atau teori bakat
b. Teori situasi
c. Teori Ekologi
3. Tipe-tipe Kepemimpinan
a. Tipe Otokratik
b. Tipe Paternalistik
c. Tipe Kharismatik
d. Tipe Laissez Faire
e. Tipe Demokratik
4. Sifat Kepemimpinan
a. Penuh energi
b. Memeiliki stabilitas emosi
c. Memeiliki pengetahuan tentang manusia.
d. Motivasi pribadi
e. Kemahiran komunikasi
f. Kecakapan mengajar
g. Kecakapan social
h. Kemampuan teknis
MATERI III
IMPLEMENTASI MANAJEMEN
1. Manajemen Sumber Daya Manusia
sumber daya manusia yang merupakan modal dan kekayaan terpenting dari
setiap kegiatan manusia.
Manusia senbagai unsur terpenting mutlak, dianalisis, dan dikembangkan dengan
cara tersebut, tenaga, waktu, dan kemampuannya benar – benar dapat dimanfaatkan
secara optimal bagi kepentingan organisasi maupun bagi kepentingan individu.

7
Manajemen sumber daya manusia terdiri dari empat suku kata, yaitu manajemen,
sumber, daya, dan manusia. Dimaksudkan dengan manajemen sumber daya
manusia adalah proses pengendalian berdasarkan fungsi manajemen terhadap daya
yang bersumber dari manusia.
2. Manajemen Keuangan
A. Pengertian
Perencanaan untuk memperoleh dana guna memaksimalkan nilai organisasi
berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaan.
B. Tanggung jawab Manajer Keuangan
a. Pemilihan produk dan pasar perusahaan
b. Strategis untuk riset, investasi, produksi, pemasaran, dan penjualan
c. Seleksi, pelatihan, pengorganisasian, dan pemotivasian, para eksekutif,dan
karyawan lain
d. Perolehan dana dengan biaya yang rendah dan secara efisien
e. Penyesuaian hal- hal diatas jika lingkungan dan persaingan berubah
C. Fungsi Keuangan
a. Keuangan dalam hal keputusan investasi, pembiayaan, dan diveden untuk
suatu organisasi
b. Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada keputusan investasi
dan pembiyaan
c. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lain
diperusahaan agar dapat beroperasi sefisien mungkin
d. Menghubungkan perusahaan pada pasar uang dan pasar modal,
tempat diperoleh tempat surat berharga perusahaan diperdagangkan
D. Pengukuran Prestasi Oleh Pasar Keuangan
Dasar fungsi keuangan bentuk organisasi dan dalam segala jenis system
ekonomi, pasar keuanagan secara kontinue akan melakukan penilaian.
Konsekuensi pengukuran yang kontinue terhadap perusahaan oleh pasar modal
adalah perubahan tingkat penilaiannya ( harga pasar saham ). Jadi, pasar modal

8
merangsang efisiensi dan memberikan insentif bagi para manajer untuk
mamperbaiki preatasinya.
E. Dampak Masalah Inflasi Terhadap Manajemen Keuangan
a. Masalah akuntansi. Jika laju inflansi cukup tinggi, maka laba yang
dilaporkan akan menyimpang penjualan persediaan yang pbiaya
pengadaannya rendah menghasilkan laba yang dilaporkan lebiha tinggi,
akan tetapi arus kas akan berkurang ketika perusahaan harus mengisi
kembali persediaan dengan biaya pengadaan yang lebih mahal.
b. kesulitan Perencanaan. Perusahaan bisnis beroperasi atas dasr rencana
jangka panjang sebagai contoh, sebuah perusahaan yang membangun
pabrik, tentu didahului dengan analisis mendalam tentang pendapatan dan
biaya yang diperkirakan sepanjang periode umur pabrik tersebut.
c. Permintaan terhadap modal. Inflasi menyebabkan naiknya jumlah modal
yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan bisnis dalam volume tertentu.
Jika barang persediaan terjual, mak barng tersebut harus digantikan biaya
pengadaan yang lebih mahal.
d. Suku bunga. Suku bunga yang harus dihasilkan dari setiap surat berharga
pada kondisi tanpa inflasi disebut suku bunga sebenaranya. Suku bunga
yang diamati oleh pasar keuangan disebut dengan suku bunga nominal yang
merupakan yang sebenarnya ditambah dengan premi inflasi. Premi inflasi
mencerminkan laju inflasi yang diharapkan dalam jangka panjang.
Akibatnya suatu kenaikan perkiraan laju inflasi akan diterjemahkan dalam
bentuk tingginya suku bunga.
3. Manajemen Perlengkapan
Materi terdi dari bahan setengah jadi dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk
mencapai hasil yang baik, selain manusia yang ahli dam bidangnya juga harus dapat
menggunakan bhan – materi sebagai slah satu sarana. Sebab materi dan manusia
tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Sarana Medis-Non Medis

9
a. Sarana Non Medis
b. Perlengkapan Penunjang
c. KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)
MATERI IV
MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN
1. Defenisi Operasional
Manajemen adalah ilmu atau seni bagaimana sumberdaya secara efisien, efektif
dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan lulus pendidikan bidan,
mendapat izin dan terdaftar secara legal untuk melakukan praktek kebidanan. (ICM
/ WHO ).
Pelayanan Kebidanan merupakan bagian dari integral dari pelayanan kesehatan
yang berfokus pada pelayanan kesehatan perempuan, bayi baru lahir dan anak
balita.
2. Langkah – Langkah Dalam Manajemen Kebidanan
a. P1 ( perencanaan )
b. P2 ( pengorganisasian )
c. P3 (penggerakan dan pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian )
3. Perencanaan Dalam Manajemen Pelayanan Kebidanan
a. Input
b. Proses
c. Output
4. Pemantauan Pelayanan Kebidanan
a. Kohort Ibu
b. Kohort Bayi
c. PWS KIA
d. Pendataan Sasaran

10
MATERI V
MENDEMONSTRASIKAN UNSUR MANAJEMEN DALAM PELAYANAN
KESEHATAN
a. Perencanaan
Perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan,
menyusun dan menetapkan rangkaian kegianan untuk mencapainya. Dalam bidang
kesehatan sendiri, manajemen merupakan proses merumuskan masalah-masalah
kesehatan di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia,
menetapkan tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah-langkah
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pengorganisasian
Alat yang akan dapat merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi dan hal yang
paling pokok adalah pembagian tugas atau merupakan alat untuk
memadukan/mensinkronisasikan semua kegiatan yang beraspek personil personil,
financial, material, dan tatacara dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
c. Pelaksanaan (Aktuasi)
Merupakan usaha untuk menciptakan kerjasama di antara pelaksana kegiatan
sehingga tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
d. Pengawasan Dan Pengendalian
Tujuan pengawasan ialah sebagai pengemban efisiensi penggunaan sumber daya
dan menjamin efektifitas tujuan program.
e. Pencatatan Dan Pelaporan
Merupakan suatu sistem untuk melakukan pencatatan tentang pendataan dari
kegiatan pelayanan yang dilakukan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk
melakukan kegiatan evaluasi yang menilai akan tidak atau berhasilnya kegiatan
tersebut.

11
MATERI VI
KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG KESEHATAN
1. Dasar Hukum
Undang-undang No. 23 Tahun 1992 pasal 23 tentang kesehatan, dimana pelayanan
kesehatan dilaksanakan disetiap tempat kerja yang memiliki karyawan 10 orang
atau lebih dari 10 orang.
2. Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan
3. Visi, Misi, dan Strategi DEPKES
Pada Tahun 2010, bangsa Indonesia akan mencapai suatu keadaan dimana
masyarakat:
Hidup dalam lingkungan sehat
a. Mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat
b. Memiliki kemampuan menyediakan, memilih, mendapatkan dan
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata
sehingga memiliki derajat kesehatan tinggi.
c. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
d. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
e. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau.
f. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya.
g. Membantu pihak-pihak terkait (khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan).
h. Untuk mencapai keberhasilan program secara efektif dan efisien, maka
dikembangkan strategi pelaksanaan kegiatan berikut.
i. Perencanaan pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan berdasarkan
skala prioritas.
j. Intensifikasi penemuan dan penetalaksanaan dini penyakit dan masalah
kesehatan masyarakat.
k. Pengendalian masyarakat berbasis lingkungan.

12
l. Melakukan monitoring evaluasi serta kajian program dan memanfaatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang tepat guna untuk mendukung program.
m. Meningkatkan kemitraan melalui kegiatan lintas program, lintas sector serta
memberdayakan partisipasi masyarakat.
n. Meningkatkan peran dan fungsi sesuai dengan kewenangan daerah serta
memanfaatkan sumber daya pusat melalui system penganggara.
4. Perubahan Paradigma
Perubahan paradigma yang diutarakan oleh Bapak Mentri Kesehatan di DPR
tanggal 15 September 1998 apabila dilaksanakan akan membawa dampak yang
cukup luas. Hal ini disebabkan karena pengorganisasian upaya kesehatan yang ada,
tenaga-tenaga kesehatan yang ada, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada,
peraturan perundangan yang ada adalah merupakan wahana dan sarana pendukung
dari penyelenggaraan kesehatan yang berorientasi pada upaya penyembuhan
penyakit. Maka untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang
berorientasi pada upaya promotif, preventif, proaktif. Sehingga setiap individu
dalam masyarakat tidak berusaha atau tidak tahu untuk mempraktekkan gaya hidup
sehat seperti olahraga, makan-makanan sehat, tidak merokok dan istirahat yang
cukup. Pemerintah harus ikut bertanggung jawab atas terciptanya gaya hidup sehat
dikalangan masyarakat yang selama ini kurang dilakukan secara sungguh-sungguh.
5. Sistem Pelayanan Kesehatan
System adalah gabungan dari elemen-elemen (sub system) di dalam suatu proses
atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi. Adapun system
pelayanannya sebagai berikut:
a. Masukan (input)
Adalah sub elemen-sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk
berfungsinya system.
b. Proses
Ialah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengubah masukan.
c. Keluaran (output)

13
Ialah hal yang dihasilkan proses.
d. Dampak (impact)
Akibat yang dihasilkan oleh keluaran setelah beberapa waktu lamanya
e. Umpan balik (feed back)
Ialah juga merupakan hasil dari proses yang sekaligus masukan untuk system
tersebut.
f. Lingkungan (enviromment)
Ialah dunia diluar system untuk mempengaruhi system tersebut.
Secara umum pelayanan kesehatan ialah merupakan sub system pelayanan kesehatan
yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif
(peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat.
6. Organisasi Depkes
Seiring dengan diterbitkannya surat keputusan menteri kesehatan RI No.130 tahun
2000 tentang organisasi dan tata kerja Depkes. Setelah kepala biro organisasi yang
lama menggulirkan reorganisasi di lingkungan Depkes, dengan demikian terjadi
perampingan-perampingan jabatan structural. Tetapi bukan berarti pekerjaan biro
organisasi telah selesai, hal ini merupakan titik dimulainya pekerjaan-pekerjaan biro
organisasi. Tujuan utama nantinya adalah Departemen Kesehatan merupakan
departemen yang “hemat struktur kaya fungsi”. Depkes terutama biro organisasi saat
ini sedang menyelesaikan tiga pekerjaan besar, yaitu: uraia structural, hubungan tata
kerja dan jabatan. Berkaitan dengan UU No. 22 tahun 2000 tentang otonomi daerah
dan disusul dengan adanya PP No.25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah
daerah. Kewenangan propinsi adalah daerah otonomi, hal ini juga merupakan pokok
pembahasan dari biro organisasi. Karena dengan adanya PP No.25 tersebut akan
menggeser kewenangan-kewenangan pusat ke daerah sebagai oprasion pelaksanaan
sedangkan pusat nantinya hanya pedoman-pedoman atau standar-standar. Sebagai
bahasan khusus tentang PP No.25 tahun 2000, Depkes akan mengadakan pertemuan
para bupati seluruh Indonesia.

14
DAFTAR PUSTAKA
BUKU UTAMA (BU)
1. Asrul Aswar, 1996, Pengantar Administrasi Kesehatan, Binarupa Aksara, Jakarta,
hal. 251-258, 304-321
2. Djoko Wiyono, 2000, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Vol I
3. G.R. Terry. 1996, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia
BUKU ANJURAN (BA)
1. Kelly J.M. 1994, Total Quality Manjemen
2. Sahutu, J, 1006 Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik dan
Organisasi non profit, Garsindo, Indonesia, Jakarta
3. Herbert, G.H. & Gullet, GRA, 1006, Orgainisasi Teori dan Tingkah Laku, Bumi
Aksara, Jakarta
4. Depkes RI, 1982, Sistem Kesehatan Nasional, Depkes, Jakarta
5. Depkes RI, 1999, Indonesia Sehat 2010, Depkes, Jakarta
6. Cross, RE, 1996, Midwives and Managemant : A Handbook Redwood Books,
Trowbrige, Wiltshire
7. Hawkins, Pand shohet, R, 2000, Supervision in Helping Profesion, Open University
Press, Buckingham, England
8. Depkes RI, 1998, AdministrasiPengolahan KIA, Jakarta
9. Sutanto, 1999, Dasar-dasar Organisasi, Surabaya

15
16