Anda di halaman 1dari 42

Pembuatan Partikel Magnetit dari Hematit dan Goetit dalam Medium

Aqueous

1. Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat dari produksi inti bijih besi dari
oksidasi low-grade (kwarsa hematit) dan proses besi gangue (tailing).
2. Tailing tidak membutuhkan grinding, sehingga mengurangi biaya proses
3. Produksi pada kedua jenis besi hematit dan goetit menyebabkan kesulitan yang
signifikan. Hal ini disebabkan karena kurang nya pengembangan yang cukup
memadai dari pemanfaatan teknologi. Namun masih ada kemungkinan untuk
terjadinya transformasi efektif dari magnetik lemah hingga menjadi magnetik
magnetit yang kuat.
4. Transformasi dari bijih besi magnetik lemah hingga bijih magnetik kuat
membuka banyak kesempatan untuk penggunaan efisien dari metode
pemisahan magnetik untuk bijih besi geotite dan hematit
5. Meskipun banyak cara yang dapat digunakan untuk transformasi mineral
magnetik lemah hingga menjadi magnetit magnetik kuat, namun kebanyakan
dari metode tersebut bersifat :
a. Proses reduksi yang membutuhkan temperatur tinggi
b. Agen pereduksi yang mahal
6. Mengusulkan mekanisme transformasi non redoks dari hematit dengan adanya
Fe2+
7. Berdasarkan pada mekanisme ini, fasa magnetik terbentuk dengan cara
penambahan Fe2+ ke dalam fasa magnetik lemah. Ion Fe2+ nantinya akan
teradsorbsi pada permukaan dan melepaskan elektron ke dalam kisi-kisi kristal.
Elektron berpindah tempat pada sisi tepi or pinggir, dimana akan terjadi
konversi ion Fe3+ dari permukaan kristal ke dalam ion Fe2+.

Savchenko et al, 2016


Sintesis Bubuk Nanokomposit Fe3O4/Fe dari Fe2O3 dan Bubuk Fe dengan
Metode Mechanosynthesis. Karakterisasi Struktural, Panas, dan Magnetik

1. Komposit logam/keramik atau bahan nanokomposit merupakan subjek untuk


beberapa pelajaran yang identik dengan bidang mekanikal, elektrikal, dan sifat
magnetik serta pada bidang aplikasi yang lebih luas.
2. Beberapa sistem logam/keramik telah dipelajari, termasuk Fe/Fe3O4
3. Jumlah logam dan keramik dalam bahan komposit logam/keramik dapat
menghasilkan variasi yang luas dalam bidang komposit logam matriks atau
keramik matriks
4. Komposit ini dapat diperoleh dengan beberapa rute dengan keterlibatan satu
atau dua metode untuk sintesis seperti mechanosynthesis, electrospinning,
sintering, kopresipitasi, sol gel, dan oksidasi.
5. Salah satu metode yang paling menarik dari beberapa rute sintesis tersebut
yang digunakan untuk memperoleh nanokomposit logam/keramik ialah
metode mechanosynthesis. Metode ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe
berdasarkan pada teknik mechanosynthesis untuk memperoleh bahan
komposit.
a. Tipe 1 = merupakan penggilingan mekanikal yang mana melibatkan
penggilingan dari fasa metalik dan keramik yang akan menjadi bagian dari
komposit
Tujuan = meminimalisir atau mencegah terjadinya reaksi pada kondisi
padat antar komponen (pembentukan dari fasa baru) hingga kedua fasa
terdistribusi secara homogen dan ukuran partikel serta kristalit pada
dimensi yang diinginkan
b. Tipe 2 = merupakan penggilingan reaktif, dimana melibatkan penggilingan
dari precursor hingga diperoleh reaksi kimia. Dalam kasus ini pada
akhirnya komponen komposit berbeda jika dibandingkan dengan precursor.
6. Salah satu topik yang sangat menarik dari sistem logam/keramik ialah besi/besi
oksida. Dan mechanosynthesis telah terbukti lebih daripada metode yang
sangat sesuai untuk memperoleh bahan komposit Fe/FeO.
7. Komposit Fe/FexO telah disintesis pada variasi rasio setelah penggilingan
hingga 20 jam dari precursor Fe dan Fe2O3. Pada saat penggilingan kedua jenis
precursor yaitu Fe/Fe2O3, sebelum terbentuk produk akhir berupa Fe/FeO
nantinya akan terlebih dahulu diperoleh komposit Fe/Fe2O3/Fe3O4 dan
Fe/Fe3O4/FeO (well known as an intermediary product).
8. Pendinginan logam pada penggilingan komposit Fe/FeO pada T = 300°C
memimpin pada transformasi komposit Fe/FeO hingga terbentuk komposit
Fe/Fe3O4 diikuti dengan adanya peningkatan nilai magnetisasi. Ukuran
kristalit dari unsur pokok komposit, besi, dan besi oksida termasuk dalam range
nanometrik.
9. Penggilingan pada temperatur pendinginan logam menjadi kunci utama dalam
memperoleh komposit pada tahap konstituen dari sistem Fe-O
10. Komposit Fe3O4/Fe dapat digunakan untuk sintesis komposit padat seperti
Fe/FeO dengan cara sintering. Selain itu juga komposit tipe ini dapat digunakan
dalam berbagai bidang aplikasi.

Marinca et al, 2014


Sintesis dan Sifat Magnetik pada Pembuatan Magnetit dari Hematit dengan
Ukuran Partikel yang Bervariasi Menggunakan Reduksi Kimia

Pada proses dengan memanfaatkan bijih besi menggunakan pemisahan magnetik,


partikel hematit (merupakan besi oksida) dan kumpulan kwarsa, membentuk tail
yang mengisi area luas dari bidang agrikultur. Oleh karena itu, tail dapat digunakan
sebagai bahan baku untuk produksi magnetit.
Mesopori Komposit Fe3O4 – Hidroksiapatit Sebagai Sistem Pengantaran
Obat Tertarget

Abstrak
Perihal kontribusi, kami memperkenalkan metode sederhana, efisien, dan ramah
lingkungan untuk membuat sebuah mesopori komposit Fe3O4 – Hidroksiapatit
(HA). Bahan-bahan yang disiapkan sebelumnya memiliki luas permukaan yang
besar, volume pori yang tinggi, serta kemampuan pemisahan magnet yang baik,
yang membuatnya sesuai bila diaplikasikan sebagai sistem pengantaran obat secara
tertarget atau drug delivery system (DDS). Salah satu agen dalam kemoterapi yaitu
doxorubicin (DOX), digunakan untuk menyelidiki perilaku pelepasan komposit
Fe3O4 dan HA. Berdasarkan pelepasan tersebut memperlihatkan efek ledakan atau
semburan kecil dan perilaku yang bergantung pada pH. Tingkat pelepasan DOX
pada pH 5.8 lebih besar dibandingkan ketika berada pada pH 7.4, yang dapat
dikaitkan dengan protonasi DOX dalam medium asam. Selain itu, konsentrasi DOX
yang dilepaskan tetap pada 0.83 dan 1.39 mg/ml serta masing-masing pH 7.4 dan
5.8, dimana mengindikasikan tingkat pelepasan yang lambat, tetap, dan aman. Oleh
karena itu, komposit Fe3O4 – HA yang disiapkan dapat menjadi platform yang
efisien dalam pengantaran obat antikanker secara tertarget

Pendahuluan
Bentuk dosis konvensional (contohnya yaitu obat oral dan injeksi) memiliki
kandungan toksik dan efek samping pada jaringan kesehatan dan menunjukkan
puncaknya melalui konsentrasi plasma. Waktu pelepasan tiap dosis obat merupakan
penyelesaian yang efektif, merupakan pembentukan dari DDS yang dapat
mengendalikan kecepatan dan periode pengantaran obat (1-6). Diantara berbagai
metode yang telah dikembangkan, pengantaran obat magnetik merupakan metode
yang tergolong efisien dengan memilih pengantaran untuk suatu obat hingga ke
target bagian patologi di dalam tubuh (7). Berdasarkan aplikasi luaran dari bidang
magnetik, bahan magnetik, bersama dengan molekular obat, dapat dijadikan
sebagai target untuk nidus dan hanya bereaksi pada tempat itu saja. Selain itu,
pengendalian pada pelepasan obat dapat mencapai tingkat kestabilan pada suatu
plasma dan menghilangkan waktu obat.

Berdasarkan sintesis tiap komponen yang tergolong mudah sehingga


memberikan banyak keuntungan, diantaranya ukuran yang kecil, kadar toksik yang
rendah, dan superparamagnetic yang unik, nanopartikel dari magnetik
superparamagnetik (NPs) secara luas digunakan pada sistem pengantaran obat
secara tertarget. Komponen NPs ini dapat menyatu dalam sistem pembawa obat
(carrier) hingga memfasilitasi suatu manipulasi dan pengantaran obat berukururan
nano yang memuat carrier ke area yang diinginkan dengan cara pengontrolan lokasi
magnet secara secara eksternal. Oleh karena itu, pengantaran obat dan plasma
dengan superparamagnetik NPs memiliki potensi yang baik dari segi medis (8 –
10).

Sebagai suatu sistem pengantaran obat, pembawa obat harus melepaskan


obat pada kondisi yang sesuai dengan tubuh dan kecepatan yang stabil.
Bagaimanapun, pada beberapa pengamatan seringkali terjadi efek ledakan. Jumlah
yang sangat kecil dari obat dapat mencapai dari bagian yang dibutuhkan karena
sebagian besar muatan obat dengan cepat lepas pada tahap awal. Untuk mengurangi
daripada efek ledakan, Mahmoudi et al (11) mempersiapkan besi oksida NPs
dengan sebuah crosslink poly(ethylene glycol)-co-fumarate coating. Berdasarkan
hasil yang diperoleh memperlihatkan ledakan yang terjadi berkurang hingga 21%
bila dibandingkan dengan partikel non cross-link. Keet et al (12) mensintesis Fe3O4
dan nano komposit Cu3 (BTC)2 dengan menyatukan nanorods Fe3O4 dengan
nanokristal Cu3(BTC)2. Pada kondisi awal dengan cepat pelepasan terjadi hingga
20% selama 4 jam, dan dilanjutkan dengan pelepasan yang lama dan stabil setelah
lebih dari 11 hari. Pada penelitian ini, mesopori Fe3O4 dan komposit HA disintesis
menggunakan kombinasi proses antara presipitasi dan hidrotermal. Proses ini
tergolong sederhana, efisien, dan ramah lingkungan dalam mempersiapkan bahan
penghantar obat magnetik. Pada pembuatan komposit ternyata mempengaruhi luas
area permukaan spesifik (SSA), volum pori yang besar, dan sifat magnetik.
Karakteristik ini menyebabkan produk menjadi kandidat terbaik yang dapat
digunakan sebagai bahan untuk target pelepasan obat. Muatan obat dan
pengontrolan Ph pada pelepasan Fe3O4 dan komposit HA telah diteliti
menggunakan doxorubicin (DOX) sebagai model obat. Hasil yang diperoleh
memperlihatkan Fe3O4 dan komposit HA yang memuat DOX secara efektif dapat
mencegah efek ledakan dan memberikan kondisi yang stabil dalam jangka waktu
yang lama selama pelepasan obat.

Metode
2.1 Bahan
1 Ca(NO3)2.4H2O
2 (NH4)2HPO4
3 (NH4)Fe(SO4)2.12H2O
4 FeSO4.7H2O
5 NH4OH (25%)
6 EtOH absolut
7 DOX
8 Air
9 Gliserol
Semua reagen kemurnian : analitikal

2.2 Persiapan Fe3O4 dan komposit HA


Magnetik Fe3O4 NPs disintesis dengan kombinasi antara metode presipitasi
dan hidrotermal.
a. (NH4)Fe(SO4)2.12H2O (0.964 g, 2mmol) dan FeSO4.7H2O (0.278 g,
1mmol) secara terpisah dilarutkan dalam distil air dan gliserol dengan
perbandingan 50ml, 9:1 (v/v)
b. Seperti terlihat pada Gambar 1.a, sebuah beaker glass berisi larutan
(NH4)Fe(SO4)2 dan FeSO4 dengan rasio stoikometri ditempatkan ke dalam
sealed beaker besar berisi larutan ammonia
c. Campuran selanjutnya diaduk hingga 2 jam lamanya pada kondisi
temperatur ruang
d. Larutan yang telah diaduk lalu dikirimkan ke Teflon-line stainless steel
autoclave dan dipanaskan pada T = 120°C selama 12 jam.
e. Presipitat yang terbentuk kemudian dicuci dengan air distil dan anhidrat
EtOh, lalu dikeringkan pada T = 60°C dalam kondisi vakum
10 Fe3O4 (0.1 g) di dispersikan ke dalam larutan alkohol Ca(NO3)2.4H2O (12.5
mmol, 50 ml) untuk memperoleh suspensi. Beaker yang berisi suspensi
diletakkan ke dalam beaker sealed bigger yang telah terisi larutan ammonia
sebelumnya
11 Selama pengadukan secara kontinu, larutan aqueous (NH4)2HPO4 (7.5
mmol, 50 ml) ditambahkan dropwise ke suspensi (Gambar 1.b)

Gambar 1. Ilustrasi skematik untuk penyiapan (a) Fe3O4 dan (b) komposit
Fe3O4/HA

12 Selanjutnya campuran diaduk kembali selama 12 jam dan dilanjutkan


dengan penyimpanan selama 12 jam
13 Produk yang terbentuk kemudian dipisahkan dengan cara filtrasi dan dicuci
menggunakan air distil dan anhidrat EtOh sebelum pengeringan vakum
14 Tanpa penambahan Fe3O4, HA murni dapat diperoleh.
2.3 Karakterisasi
Analisa yang digunakan diantaranya mencakup :
a. Analisa fasa = XRD
b. Menentukan ukuran dan morfologi sampel hasil sintesis = TEM
c. SSA dan distribusi ukuran pori (PSD) = MICROMERITICS dengan luas
area permukaan dan analisis porositas dengan degas T = 150°C dan gas luar
selama 12 jam berdasarkan pada persamaan BET dan metode Barrett Joyner
Halenda (BJH).
d. Selanjutnya kurva magnetik diukur pada temperatur ruang dengan adanya
variasi bidang magnetik sebesar -1.0000 hingga 10.000 pada BHV-55 untuk
vibrating sampel magnetometer.

2.4 Muatan Obat dan pelepasan Obat secara in vitro


1. Komposit Fe3O4 dan HA sebanyak 10 mg ditambahkan ke dalam larutan
DOX (5ml, 700 ug/ml)
2. Suspensi yang dihasilkan di shaker or kocok dengan kecepatan 180 rpm
dalam sebuah shaking bed selama 24 jam
3. Setelah terjadi kesetimbangan, fasa cair dan padat pada larutan dipisahkan
dengan sentrifugasi
4. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk menghitung konsentrasi DOX
pada panjang gelombang 480 nm
5. Pelepasan secara invitro DOX dari komposit Fe3O4 dan HA terjadi pada
PBS dengan pH 7.4 dan 5.8
6. Singkatnya, 25 mg DOX dimuatkan ke dalam komposit Fe3O4/HA
dicelupkan ke dalam medium pelepasan (25ml)
7. Botol kecil di kocok pada kecepatan 180 rpm dengan T = 37°C dalam
shaking bed
8. Pada pra penentuan interval waktu, setelah disperse terpisah secara
magnetic maka 6 ml dari medium pelepasan diperoleh untuk pengukuran
dan digantikan dengan volume yang sama dari larutan PBS baru.
Hasil dan Pembahasan
3.1 Karakterisasi Komposit Fe3O4 dan HA
Fe3O4 dan komposit Fe3O4/HA disintesis dengan kombinasi antara metode
presipitasi dan hidrotermal. Analisa XRD dilakukan untuk mengetahui karakterisasi
fasa kristalin pada produk. Gambar 2.a berikut memperlihatkan posisi dan intensitas
relatif dari puncak difraksi menunjukkan indeks yang baik yaitu struktur invers
kubik, yang mengindikasikan pembentukkan struktur kristal Fe3O4. Semua
karakteristik puncak difraksi dari Fe3O4 juga tampak pada pola XRD dari
Fe3O4/HA ( Gambar 2.b, tanda +), yang mana memperkuat adanya Fe3O4 di dalam
komposit Fe3O4/HA. Puncak lainnya pada Gambar 2.b sesuai dengan struktur
hexagonal HA.

Gambar 2. Pola XRD untuk (a) Fe3O4, (b) komposit Fe3O4/HA, (c) HA, (d)
data standar untuk Fe3O4 (JCPDS No. 19 – 0629) dan (e) data standar untuk HA
(JCPDS No. 09 – 0432)

Analisa TEM dari Fe3O4, HA, dan komposit Fe3O4/ HA diperlihatkan pada
Gambar 3.a terkesan bahwa Fe3O4 bentuk or seragam NPs dengan diameter 10 –
20 nm dan mempengaruhi ketidak teraturan ultramicroporous. Gambar 3.b
memperlihatkan hasil analisa TEM produk HA (tanpa Fe3O4). HA murni dimana
terjadi dispersi yang baik dengan terbentuknya partikel fusiform dengan lebar 20
nm dan panjang 100 – 150 nm.
Selain itu, struktur mesopori dengan besar pori hingga 2 nm terlihat pada
permukaan. Setelah adanya penambahan Fe3O4 (Gambar 3.c), ukuran daripada
partikel HA mengalami peningkatan dalam jumlah yang kecil, namun darisegi
morfologi tidak mengalami perubahan. Partikel NPs Fe3O4 juga menempel dengan
baik pada mesopori HA. Luas area permukaan, volume pori, dan distribusi ukuran
pori baik pada Fe3O4, HA, dan komposit Fe3O4/HA dianalisa menggunakan teknik
adsorpsi nitrogen – desorpsi.

Gambar 3. Hasil analisa TEM untuk (a) Fe3O4, (b) HA dan (c) komposit
Fe3O4/HA
Gambar 4.a memperlihatkan bahwa tipe isotherm IV dengan jelas hysteresis
loop mengindikasikan adanya mesopori pada ketiga senyawa (13) distribusi ukuran
pori menggunakan metode BJH (Gambar 4.b) memperlihatkan dua jenis mesopori
dengan ukuran 2 - 4 nm dan 4 – 10 nm yang sebelumnya telah diamati or teliti. Pada
basis untuk ukuran pori, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pori dengan ukuran
antara 2 – 4 nm yang terbentuk di dalam partikel mengingat adanya pori besar
lainnya yang terbentuk diantara partikel.
Untuk ukuran terkecil, Fe3O4 exhibit yang paling banyak memiliki partikel
pori dalam dan area permukaan yang luas (143.39 m2/g). Hasil dari perhitungan
analisa BET memperlihatkan penambahan Fe3O4 meningkatkan area permukaan
dari komposit Fe3O4/HA (124.05 m3/g) bila dibandingkan dengan komponen HA
murni (116.8 m2/g), yang mana dilambangkan untuk distribusi pori pada partikel
Fe3O4. Partikel Fe3O4/HA dengan area permukaan yang luas dan volume pori
yang tinggi (0.42 cm3/g) dapat menjadi kandidat terbaik untuk sistem pengantaran
obat (14). Sifat superparamagnetik dan tingginya nilai saturation magnetization
(SM) menjadi dua parameter yang paling penting untuk sistem pengantaran magnet
secara tertarget.

Gambar 4. (a) adsorpsi dan desorpsi isotherm pada nitrogen serta (b) distribusi
ukuran pori Fe3O4, HA, dan komposit Fe3O4/HA

Gambar 5.a memperlihatkan kurva magnetik Fe3O4 dan komposit


Fe3O4/HA pada temperatur ruang. Untuk Fe3O4 dan komposit Fe3O4/HA, nilai
SM masing-masing yaitu 68.87 dan 16.2 emu/g. Lapisan HA mengurangi rasio
berat untuk Fe3O4 dalam NPs, jadi SM pada komposit menurun secara signifikan.
Selain itu, hysteresis loops (mendekati nol coercivity dan efek remanence)
memperlihatkan sifat superparamagnetik dari komposit Fe3O4/HA.
Gambar 5.a Kurva magnetic untuk Fe3O4 dan komposit Fe3O4/HA pada
temperatur ruang

Kemampuan pemisahan magnetik dari DOX yang berada pada komposit


Fe3O4/HA dapat dilihat pada Gambar 5.b. Dengan tidak adanya magnet luar,
komposit Fe3O4/HA dapat dengan baik didispersikan di dalam larutan DOX (botol
kanan). Sedangkan untuk botol kiri, komposit dapat dengan cepat gather pada
bagian atau sisi botol ketika magnet diletakkan di dekat botol. Hasil ini secara
langsung menyatakan bahwa DOX pada komposit Fe3O4/HA memiliki sifat
magnetik dan sesuai bila diaplikasikan sebagai sistem pengantaran obat secara
tertarget.

Gambar 5.b Pemisahan komposit Fe3O4/HA yang mengandung suspensi DOX


pada kondisi sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) ditarik menggunakan sebuah
magnet
3.2 Respon Pelepasan DOX pada komposit Fe3O4 dan HA
Berdasarkan pada analisa Spektrofotometer UV-Vis untuk larutan residual
encer setelah adsorpsi obat Fe3O4 dan HA, kandungan DOX ditentukan menjadi
0.102 gram per 1 gram komposit Fe3O4 dan HA. Penelitian mengenai kontrol
pelepasan obat telah dilakukan menggunakan larutan buffer PBS dengan pH 7.4
dan 5.8 sebagai media pelepasan.
Nilai pH tersebut dipilih berdasarkan sifat psikologi pH di dalam aliran
darah (pH 7.4) (15) dan endosome (pH 5.5 – 6.4) (16). Gambar 6 memperlihatkan
proses pelepasan DOX dari komposit Fe3O4 dan HA dalam PBS dengan temperatur
37°C. Proses pelepasan obat dapat dibagi menjadi dua bagian. Ketika tahapan awal,
dengan cepat pelepasan terjadi selama 20 jam, serta 13% dan 20% dari komponen
DOX mengalami pelepasan pada pH masing-masing 7.4 dan 5.8, dimana jauh lebih
kecil dibandingkan sistem pengantaran obat secara tertarget lainnya (contoh : 25%
selama 10 jam pada pada pH 7.4 untuk PMMNP (8) dan 20% selama 8 jam pada
pH 7.4 untuk Fe3O4 dan SiO2 hollow mesopori sphere (17).

Gambar 6. Profil pelepasan DOX pada komposit Fe3O4/HA untuk PH 7.4 dan 5.8
dengan T = 37°C
Pada bagian 2, tingkat pelepasan yang lambat dan stabil bertahan untuk
waktu yang cukup lama yaitu pelepasan sebesar 28% dan 43% terjadi pada 100 jam
berikutnya. Pelepasan obat pada PH 5.8 ternyata jauh lebih baik dibandingkan PH
7.4, dimana memberikan hasil yang sama dengan tinjauan untuk carrier DOX
magnetik lainnya. (5, 18). Perilaku ini dapat dikaitkan dengan protonasi DOX
dalam medium asam (19, 20).
Setelah tahap pelepasan awal yang cepat, konsentrasi DOX dari
pengumpulan larutan supernatan sebelum penentuan pada interval waktu diatur
pada beberapa nilai. Hal ini tidak mengakibatkan peningkatan meskipun
perpanjangan waktu interval dalam memperoleh larutan buffer. Sekali ketika
konsentrasi DOX berkurang or menurun, komposit Fe3O4/HA yang memuat DOX
dapat mengalami pelepasan DOX secara terus menerus hingga konsentrasi
komponen tersebut mencapai limitnya or batasnya. Fakta ini menunjukkan bahwa
komposit Fe3O4 dan HA yang disiapkan sebelumnya dapat melepaskan agen DOX
pada kecepatan yang stabil, dan hal ini menjadi satu-satunya dari sistem
pengantaran obat yang dibutuhkan.
Selain itu, pada pelepasan DOX untuk konsentrasi diantara 0.83 dan 1.39
μg/ml pada masing-masing pH 7.4 dan 5.8. Konsentrasi ini tergolong aman jika
dibandingkan dengan DOX lainnya (10 μg/ml) untuk percobaan pada tinjauan
respon terhadap dosis (17). Konsekuensinya, komposit Fe3O4/HA yang
mengandung DOX tidak hanya terhindar dari efek semburan atau ledakan saja
namun juga pelepasan obat pada waktu yang lama, stabil, dan kecepatan atau
tingkat yang aman.

Kesimpulan
Pada ringkasan, telah berhasil dilakukannya sintesis mesopori komposit
Fe3O4 dan HA serta memperlihatkan respon untuk kontrol pada pelepasan obat.
Proses persiapan sangat mudah, efisien, dan ramah lingkungan. SM untuk komposit
Fe3O4/HA sebesar 16.20 emu/g dan komposit yang mengandung obat
memperlihatkan kemampuan keterpisahan terhadap magnet yang baik. Efek
semburan atau ledakan pada bahan ini secara efektif dapat dihindari karena kurang
dari 20% telah mengalami pelepasan selama 20 jam. Hasil ini disusul juga oleh
pelepasan lambat dan stabil setelah lebih dari 100 jam. Oleh karena itu, bahan ini
menyebabkan penurunan waktu obat dan mengurangi pasien penderita kanker, dan
sejalan dengan itu dibutuhkan pula sistem pengantaran obat secara tertarget.

Gu, L., Xiaomei, H., dan Zhenyu, W., 2014, Mesopori Fe3O4/hydroxyapatite
composite for targeted drug delivery, Material Research Bulletin, 59 (2014)
65 – 68.
Sintesis Nanogranular Fe3O4 dan biomimetic Hidroksiapatit (HA) sebagai
Aplikasi yang Potensial dalam Nanomedicine: Struktur dan Karakteristik
Magnetik

Abstrak
Kami mengetahui bahwa ilmu baru dari suatu sistem nanogranular yang terdiri dari
nanopartikel magnetic yang menempel pada karbonat biomimetic hidroksiapatit
(HA), dan kedepannya digunakan sebagai teknik dalam jaringan tulang. Terdapat
dua langkah pada metode yang telah diaplikasikan sebelumnya: pada langkah awal,
nanopartikel magnetik dipersiapkan dengan menggunakan refluks larutan cair
Fe(SO4) dan F2(SO4)3 dalam excess tetrabutilammonium hidroksida berperan
sebagai surfaktan; lalu nanopartikel magnetik dilapisi dengan lapisan Ca(OH)2,
untuk menginduksi pertumbuhan HA secara langsung pada bagian permukaannya,
dengan reaksi antara Ca(OH)2 dan HPO2-4.
Pemuatan Doxorubicin pada pori-pori besar mesopori Hidroksiapatit yang
melapisi nanopartikel superparamagnetik Fe3O4 sebagai pengobatan kanker

Pada studi ini, seri dari multifungsional sistem pengantaran obat berdasarkan
lapisan mesostruktur hidroksiapatit (HA) dan nanopartikel superparamagnetik
dengan karakter pH yang cukup responsif telah disiapkan. Struktur pada tiap
sintesis komposit skala nano telah dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, TEM,
VSM, dan BET. Hasil yang diperoleh memperlihatkan urutan mesostruktur yang
baik or teratur yang memiliki pori-pori yang besar, volume pori yang luas, area
permukaan yang luas, dan sifat fisik superparamagnetik yang bervariasi.
Superparamagnetik Fe3O4 dilapisi dengan nanopartikel mesopori HA nantinya
diaplikasikan sebagai suatu carrier atau pembawa pada sistem pengantaran obat
yang memuat doxorubicin (DOX) juga sebagai model obat. Sifat fisik selama
pelepasan dari pengembangan nanocarriers dalam Phosphate buffer saline (PBS)
telah dilakukan pada dua kondisi pH, yaitu pH = 7.4 (merupakan pH darah manusia)
dan pH = 5.5 (digunakan untuk sel kanker). Pori yang besar dari sintesis mesopori
merupakan tindakan yang tepat sebagai carrier atau pembawa untuk molekul DOX
dengan efisiensi pemuatan sebesar 93% yang mana lebih tinggi daripada partikel
HA secara konvensional. Ketika pH dari medium pelepasan atau PBS berubah dari
yang semula 7.4 menjadi 5.5, pelepasan obat meningkat secara signifikan dari 10%
untuk adsorbsi obat berubah menjadi 70%. DOX yang dimuat pada mesostruktur
HA mengurangi kelangsungan hidup dari SKBR3 dan sel T47D masing-masing
sebesar 54.7 dan 57.3%, yang mana memiliki kesamaan dengan hasil dari
penurunan pada kondisi bebas inkubasi DOX yaitu 56.8 dan 60.4%. Sistem terbaru
dalam pengantaran obat memiliki manfaat baik dari sifat fisik superparamagnetik
maupun pH responsif yang mana akan memperlihatkan hasil dengan kecocokan
untuk platform or program what else dalam pengembangan baru dari biocompatible
carriers obat dan memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai target pada
terapi kanker.
Kata kunci : Mesopori HA, nanoparartikel superparamagnetic Fe3O4, sistem
pengantaran obat, Doxorubicin, pengobatan kanker

1. Pendahuluan
Sekarang ini, nanoscience telah dipertimbangkan menjadi salah satu riset
penting dan ladang pengembangan pada era modern sains. Untuk melakukan
pengembangan terbaru dan memperbaiki teknologi pada waktu dekat ini, riset pada
nanoteknologi, khususnya bidang rekayasa nanomaterial telah menerima banyak
sekali perhatian. Rekayasa material seperti halnya karbon nanotubes, titik kuantum,
dan nanopartikel magnetic termasuk material yang sangat menjanjikan bila
digunakan pada esensial platform sebagi target pengantaran obat, menampilkan
gambar, dan kemanjuran pada terapi sehingga selalu dimonitoring (1, 2).
Rekayasa nanomaterial dapat didesain dan sintesis dengan banyak sifat fisik
yang spesifik dengan beberapa proses kimia atau fisika dan meletakkannya sebagai
pemimpin yang dengan cepat mengembangkan nanosains. Magnetik nanopartikel Commented [ai1]: Awalan yang kewwren

(MNPs) termasuk golongan penting dari rekayasa nanomaterial dimana dapat


memanipulasi bidang eksternal magnetik. Berdasarkan pada ukuran dan perubahan
berikutnya dalam sifat magnetik, magnetik nanopartikel sangat berguna jika
digunakan untuk bidang yang luas yaitu aplikasi yang berkisar dari lokasi obat dan
magnetik hipetermia untuk gen transfection dan perbaikan pada gambaran medis
(3).
Sintesis material magnetik ukuran nano sekarang ini menjadi subjek studi
yang sangat intens dilakukan karena memilki aplikasi yang potensial dalam bidang
biologi, medis, farmasi, dan diagnosis. MNPs telah disintesis dengan sebuah
bilangan or jumlah dengan komposisi yang berbeda dan fasa, termasuk logam
murni (Fe, Co, Ni), logam oksida, ferrite dan campuran logam (4, 5). Nanopartikel
non organik or inorganik, khususnya magnetik besi oksida, memiliki perhatian
tambahan karena sifat fisik yang unik, seperti meringankan perawatan,
biokompatibel dan permukaan kimia yang sesuai, serta aplikasi yang potensial
untuk berbagai bidang, seperti halnya membantu penargetan magnet pada sistem
pengantaran obat (6, 7), magnetic resonance imaging (MRI) contrast agents (8),
hipetermia (9), dan rekayasa jaringan (10).
Kebanyakkan dari beberapa aplikasi ini membutuhkan nanopartikel agar
stabil secara kimia, seragam darisegi ukuran, dan dapat terdispersi dengan baik
dalam media cair (11). Untuk mendapatkan tujuan tersebut, MNPs dapat dilapisi,
modifikasi pada permukaan atau kombinasi dengan material yang berbeda seperti
lapisan (poly ethylene glycol) (PEG), dextran (12), dan asam oleat (13) untuk
mencegah penggumpalan pada nanopartikel (dilakukan untuk sifat
superparamagnetic dan hasil yang diperoleh dengan energi permukaan tinggi) dan
menghindari oksidasi. Selain itu ada beberapa tipe lapisan seperti material non
organic or inorganik yaitu silika (14), bioglass (15) dan hidroksiapatit (16) yang
mana merupakan inert dan biasanya bioaktif. Material inorganik ini tidak sama
dengan polymeric yang bersifat stabil dan juga non toksik serta memiliki
karakteristik yang bermanfaat untuk aplikasi biomedis seperti halnya sistem
pengantaran obat (17).
Untuk sebuah langkah tepat sehingga menghasilkan sistem pengantaran
obat yang efisien, lapisan pada material harus memiliki tempat untuk adsorpsi
molekul obat. Material mesopori yang mana memiliki keunikan tunable ukuran
pori, area permukaan yang luas or tinggi, dan secara relative volume pori berukuran
besar dapat menawarkan hal ini (18). Maka, pada tahun ini material mesopori secara
luas telah digunakan untuk pengantaran obat dan sistem pelepasan terkontrol. Hal
dasar yang menyebabkan material ini menjadi tidak sempurna yaitu kecilnya
ukuran pori yang mengakibatkan tidak adanya kemampuan untuk mengadsorbsi
obat dalam jumlah besar atau obat dengan ukuran molekuler yang besar (19). Untuk
memodifikasi kelemahan ini, mesopori hidroksiapatit akan disintesis dengan pori
berukuran besar (hingga 12 nm) dengan cepat, harga yang murah, metode kimia
basah (WTF) sebagai lapisan untuk magnetic nanopartikel yang diaplikasikan
sebagai target sistem pengantaran obat.
Walaupun material mesopori merupakan salah satu kandidat terbaik yang
digunakan untuk membentuk or menggabungkan dosis tinggi dari obat ke dalam
mesopori dan laju pelepasannya dikontrol, kebanyakkan dari itu berasal dari silika
atau doped-material silika yang mana suffer dari beberapa batasan seperti
kelemahan dari segi bioactivity dan kemampuan biodegradable. Beberapa
tambahan, penggunaan silika yang berlebih menyebabkan derajat toksisitas yang
signifikan seperti halnya silicosis, bronchitis yang kronis dan rata-rata kanker paru-
paru (20). Oleh karena itu, sekarang ini telah banyak riset yang dilakukan untuk
memperoleh lebih banyak material mesopori yang memiliki kemampuan darisegi
bioacampatible yang nantinya diaplikasan dalam pengantaran obat dan sitem
pelepasan terkontrol.
Hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2 atau HA) telah lama diketahui karena
kemampuannya sebagai biocompatible, sifat mekanik yang unik, bioactivity, dan
kemampuan yang baik untuk membentuk chemical bond dengan jaringan tulang
asli (hidup). Karena material ini bersifat non toksik dan non-inflammatory atau
tidak menyebabkan radang, HA dengan berbagai macam morfologi dan sifat
permukaan juga telah diinvestigasi sebagai carriers (pembawa) untuk pengantaran
berbagai macam molekul farmasi (22) dan juga untuk implant mata (penglihatan)
(23). Namun area permukaan yang rendah menjadi batasan jika material ini
diaplikasikan lebih lanjut pada berbagai kondisi (24). Oleh karena itu, berbagai
upaya dilakukan untuk mendatangkan kekurangan or kelemahan ini untuk beberapa
tingkat dengan kemampuannya yaitu biocompatible dan sifat bioactivity dengan
tidak merusak sel dan jaringan pada tulang.
Ini juga memungkinkan untuk meningkatkan kelebihan kerangka yang luar
biasa dengan kombinasi tepat atau tipe yang berbeda dari fungsional tiap struktur
material nano. Superparamagnetic iron oxide nanoparticles (nanopartikel
superparamagnetic Fe3O4 atau SPIONs) dapat memberikan peluang berlipat untuk
memperbaiki kemanjuran dari sifat multifungsional sistem struktur nano. Selain itu
juga terdapat banyak laporan yang mana SPIONs telah digunakan untuk
meningkatkan akumulasi atau pengumpulan dari agen pengobatan dalam jaringan
target dengan bidang magnetic yang kuat di tempat itu (12). Sebagai agen
hipetermik, SPIONs dapat menyediakan strategi tambahan untuk perawatan pada
jaringan yang membahayakan (25). SPIONs juga dapat digunakan sebagai tracer
digunakan dengan kemampuan untuk memudahkan pendeteksian menggunakan
mikroskopi optic atau microskopi electron.
Pada studi saat ini, seri dari multifungsional nanopartikel komposit telah
dikembangkan untuk pertama kalinya dengan titik temu dari 3 kemampuan, yaitu:
1. Superparamagnetik Fe3O4 nanopartikel sebagai penyedia sifat magnetis
2. Mesopori HA merupakan pelapis dengan rongga untuk adsorpsi obat
3. DOX merupakan agen utama dalam pengobatan

Berdasarkan pandangan dari sisi sintesis, untuk pengetahuan terbaik, ini


merupakan studi pertama yang mendemonstrasikan atau mempertunjukkan sintesis
pada mesopori magnetic HA.
Pemuatan dan riwayat pelepasan dari DOX disempurnakan dengan novel
pembawa or carriers berkuran nano dengan nilai pH yang berbeda. Hal ini
diharapkan terjadi dengan adanya sebuah studi yang menyediakan dan memajukan
efisiensi terapi melalui peningkatan konsentrasi DOX dalam sel tumor,
menyediakan waktu tinggal yang lama dari obat pada jaringan yang dijadikan
sebagai target, dan mengurangi denaturasi dan toksisitas dari DOX. Selain itu,
paltfrom baru ini memiliki potensi yang menyebabkan efek hipetermik yang
keberadaanya digunakan SPIONs dalam nanokomposit.

2. Percobaan
2.1 Bahan
1. FeCl3.6H2O atau ferri klorida heksahidrat (ferric chloride hexahydrate)
2. FeCl2.4H2O atau ferro klorida tetrahidrat (ferrous chloride tetrahydrate)
3. Etanol dan ammonia aqueous (25% (v/v) larutan aqueous)
4. KH2PO4 atau potassium dihydrogen fosfat
5. Ca (C2H3OO)2) atau kalsium asetat dengan berat molekul 158.17
g/mold an F127 triblock kopolimer dengan formula EO99PO65EO99
dan berat molekul 12,600 g/mol digunakan sebagai surfaktan
6. Sukrosa digunakan sebagai co-surfaktan merupakan sukrosa table
7. Sel kanker PD manusia yaitu (SKBR3 dan T47D)
8. 3-(4,5-dimethyliazol-2-yl)-2,5-diphenyltrazolium bromide (MTT)
Semua bahan yang digunakan pada studi ini merupakan grade reagen yang
diperoleh dari sumber komersial dan air yang digunakan yaitu air dionisasi.

2.2 Sintesis nanopartikel Fe3O4


Nanopartikel superparamagnetic Fe3O4 disintesis dengan metode
3+ 2+
kopresipitasi dari ion Fe dan Fe dengan rasio molar 2 : 1 (26, 27). Pada tipe
proses ini, air dionisasi dipanaskan terlebih dahulu pada temperatur 70°C, sebelum
ditambahankan garam ferric dan ferrous, selama 30 menit untuk menghilangkan
oksigen terlarut. Selanjutnya, larutan FeCl2.4H2O dan FeCL3.6H2O dalam 65 ml
etanol atau air deinosasi panas (20 ml etanol dan 45 ml air dionisasi panas)
dimasukkan ke dalam sebuah vessel berukuran 100 ml dan diaduk dibawah N2
selama 10 menit pada temperature 70°C. kemudian 2 ml NH4OH secara cepat
diinjeksikan ke dalam vessel dengan pengadukkan yang cepat; dan dengan segera
akan terbentuk presipitat hitam Fe3O4. Reaksi dijaga pada temperature 70°C
selama 1 jam. Nanopartikel selanjutnya dipisah menggunakan dekantasi magnetic
dan dicuci berulangkali menggunakan air dionisasi panas (2 kali) dan etanol (1 kali)
dan kemudian digunakan secara langsung untuk dilapisi dengan nanopartikel
mesopori HA.

2.3 Sintesis Mesopori HA sebagai pelapis nanopartikel Fe3O4


Proses pada sintesis mesopori HA sebagai pelapis Fe3O4 dimulai dengan
menambahkan jumlah F127 yang berbeda yang ditampilkan pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Kode untuk sintesis nanopartikel dan jumlah precursor yang digunakan
dalam sintesis Fe3O4 yang dilapisi dengan HA (HA-Fe3O4)

Ca: kalsium, F127: Triblock Copolymer surfactant, P: Fosfor


Jumlah F127 yang berbeda tersebut ditambahkan ke dalam 75 ml air dionisasi. Pada
gelas beaker lainnya, jumlah kalsium asetat yang berbeda dan sukrosa (Tabel 1)
dicampur ke dalam 75 ml air dionisasi dan ditambahkan ke larutan F127.
Penambahan larutan ini setetes demi setetes ke larutan (tanpa nanopartikel Fe3O4
or naked Fe3O4 nanoparticle). Untuk pH pada campuran selanjutnya ditetapkan
pada 12 dengan penambahan ammonia. Pada langkah selanjutnya, jumlah
potassium dihydrogen yang berbeda dilarutkan dalam 180 ml air dionisasi dan
subjoined untuk larutan kalsium akhir, F127 dan Fe3O4 ditetes kan. Larutan yang
diperoleh selanjutnya diaduk secara terus menerus pada temperatur ruang
menggunakan magnetic stirrer selama 24 jam dilanjutkan dengan sentrifugasi
selama 5 kali, ditiap prosesnya yaitu 4 menit. Untuk menghilangkan surfaktan dan
juga produksi mesopori, sintesis bubuk dicuci menggunakan etanol dalam ekstraksi
sokletasi selama 24 jam. Rasio molar Ca untuk P pada semua sampel yaitu 1.67
(0.04 mol Ca dan 0.024 mol P). Kode untuk sintesis diperlihatkan pada Tabel 1.
yang telah dideskripsikan sebelumnya (28).

2.4 Karakterisasi
a. XRD digunakan untuk crystallographic dan analisa fasa dari sintesis pada
sampel
b. FTIR range 500 – 4500 cm-1
c. TEM digunakan untuk mengetahui ukuran dan morfologi magnetik
nanopartikel mesopori
d. Kurva magnetisasi dari naked SPIONs dan lapisan mesopori HA pada
Fe3O4 direkam dengan Vibrating sample magnetometer (VSM) pada
temperature ruang.
e. Adsorpsi dan desorpsi isothermal nitrogen dikumpulkan di dalam apparatus
kecil setelah pengawasan sampel pada temperature 200°C selama 2 jam.
Area permukaan yang spesifik dihitung menggunakan Barrett-Emmett-
Teller (BET) (29), sementara itu volume dan diameter pori diperoleh dari
adsorpsi cabang pada isotherm BJH (Barrett Joyner Halenda (30).
2.5 Adsorpsi dan Pelepasan Obat
Pemuatan obat dan pengukuran lamanya waktu pelepasan dilakukan
menggunakan sebuah UV-Vis. Pemuatan DOX dilakukan dengan melarutkan 0.02
g mesopori HA yang telah melapisi nanopartikel Fe3O4 dalam 1, 5, 10, dan 20 ppm
dari larutan DOX dan diaduk selama 2 jam. Sebanyak 1 ml dari larutan diambil
untuk mengantisipasi interval waktu dan sentrifugasi yang dilakukan 5 kali
dilanjutkan dengan pengukuran absorbansi dari supernatant pada panjang
gelombang 490 nm. Jumlah yang dimuat selanjutnya diukur untuk menentukan
perbedaan antara konsentrasi obat sebelum dan setelah pemuatan dalam
nanopartikel. Tes pada pelepasan obat diselesaikan dengan inkubasi yaitu 0.02 g
dari DOX yang memuat nanopartikel dalam 20 ml PBS, dengan pH 7.4 dan 5.5
pada temperatur ruang. Untuk mengukur jumlah pelepasan obat, 0.5 ml larutan
buffer ditarik or ambil pada waktu interval yang spesifik dan ditempatkan dengan
0.5 ml fresh buffer. Dan lagi, jumlah pelepasan diukur dengan mengetahui
perbedaan konsentrasi obat antara sebelum dan sesudah pelepasan menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis. Perhitungan tepat yang digunakan untuk mengetahui
konsentrasi dari pelepasan DOX dilakukan dengan menggunakan persamaan
berikut.
𝑣 𝑡−1
𝐶𝑐 = 𝐶𝑡 + ∑ 𝐶𝑡
𝑉 0

Dimana :
𝐶𝑐 = konsentrasi yang tepat pada waktu t
𝐶𝑡 = konsentrasi yang dilihat pada waktu t
v = volume sampel yang diambil
V = total volume dari pelepasan larutan (31)

Semua hasil memperlihatkan rerata nilai untuk 3 run (? Cek lageee)

2.6 Uji Kadar Logam MTT Untuk Kelangsungan Hidup Sel


SKBR3 dan T47D sel kanker PD, yang disuplementasi dengan 10%fetal
bovine serum (FBS), penisilin (100 U/ml), streptomycin (100 μg/ml) dan glutamin
(2 Mm/l). Semua sel hidup dalam kondisi lembab yaitu tempartur 37°C pada
incubator yang disuplai dnegan 5% CO2 dan udara.
Untuk persediaan larutan DOX (1 Mm) dipersiapkan dalam PBS dan
dicairkan untuk menyempurnakan atau melengkapi medium pembiakkan sel untuk
memperoleh konsentrasi akhir yang diinginkan yaitu 1 μM. Mesopori HA
dilapiskan pada nanopartikel Fe3O4 dan mesopori HA yang melapisi nanopartikel
Fe3O4 memuat DOX juga dicairkan untuk melengkapi medium pembiakkan sel.
SKBR3 atau T47D sel kanker PD dibagi kedalam empat grup pengendalian, yaitu
DOX, mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 dan mesopori HA yang
melapisi nanopartikel Fe3O4 memuat DOX, yang semuanya dalam rangkap tiga.
Sel akan tumbuh dalam 96 piringan kaca (????) (1 × 104 sel per kaca) dengan
200 ml sel melengkapi media kultur pada temperatur 37°C dan 5% CO2 selama 24
jam dan selanjutnya medium diletakkan pada medium yang berisi 200 ml DOX atau
suspensi dari nanopartikel (dengan atau tanpa DOX) dan diinkubasi selama 24 jam.
Sitotoksisitas in vitro dari DOX, partikel pembawa atau carrier berisi nanopartikel
kosong atau memuat DOX dalam SKBR3 dan T47D sel kanker PD yang dievaluasi
menggunakan kolorimetrik MT untuk pengujian kelangsungan hidup yang
dideskripsikan secara detail oleh Aghaee et al (32). Secara singkat, 10 ml dari 5
mg/ml MTT digunakan untuk tiap piringan kaca. Sel diinkubasi pada temperature
37°C dan 5% CO2 selama 4 jam dan selanjutnya media dibuang dan 200 ml dimetil
sulfoksida ditambahkan ke tiap piringan kaca untuk solubilize warna produk
Formazan dilanjutkan dengan penambahan 25 ml buffer Sorenson untuk tiap
piringan kaca. The induce apoptosis dan necrosis dari T47D dan sel SKBR3 (sel
7×103) dalam seluruh bidang studi diukur menggunakan ELISA deteksi sel mati
PLUS Kit. Secara singkat, supernatant dan lysate dari sel dipersiapkan dan
diinkubasi dalam piringan mikro yang dilapisi dengan antibody antihistone. Reaksi
warna dianalisa menggunakan ELISA pembaca piringan (BioTeck) pada panjang
gelombang 405 nm.
2.7 Statistik
Pengujian kadar logam MTT diproses secara rerata. Tes nonparametrik
Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan kematian pada tes dan kontrol
grup dari SKBR3 dan T47D sel kanker PD. Pendistribusian yang normal dari data
ditentukan dengan menggunakan plot P-P dan statistic dianalisa menggunakan
statistical software SPSS version 16.

3. Hasil
3.1 Karakterisasi Material
3.1.1 Karakterisasi Struktur Kimia pada Sampel
Pada Gambar 1 memperlihatkan luas sudut untuk pola mesopori HA dan
mesopori HA yang digunakan untuk melapisi nanopartikel Fe3O4.

Gambar 1. Luas sudut pada pola XRD (A) mesopori HA dan (B) mesopori HA
yang melapisi nanopartikel Fe3O4 yang mana : ■ menandakan puncak
karakteristik untuk HA; dan ▲untuk puncak karakteristik dari Fe3O4.

Puncak yang terdeteksi untuk mesopori HA dan mesopori HA yang melapisi


nanopartikel Fe3O4 memiliki kesamaan dengan JCPDS No. 00-009-0432
hidroksiapatit dan JCPDS No. 79-0417 yang mengindikasikan pembentukan antara
HA dan Fe3O4. Sepertihalnya terlihat pada Gambar 1.A yang memperlihatkan letak
puncak karakteristik mesopori HA. Selain itu juga dapat ditemukan dalam mesopori
HA yang melapisi nanopartikel pada Gambar 1.B. Dan hal ini membuktikan dengan
jelas bahwa fasa HA tidak berubah selama proses sintesis lapisan HA pada Fe3O4.
Spectra FTIR dari mesopori HA, memperlihatkan magnetik nanopartikel
dan salah satu lapisan yang direpresentasikan pada Gambar 2.

Gambar 2. Spektra FTIR untuk (a) mesopori HA dan (b) Fe3O4 dan mesopori
HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4
Puncak yang diindikasikan dengan panah pada Gambar. 2 merupakan karakteristik
puncak HA yang akan didiskusikan setelah ini. Adanya tampilan absorpsi yang
berkumpul pada panjang gelombang 960 – 1100 cm-1 dapat menjadi indikasi dari
fasa HA. Penyatuan ini menghubungkan P = O getaran renggang or stretching
vibrations (?) yang mana dapat diobservasi antara mesopori HA dan semua
magnetik mesopori nanopartikel HA. Karakteristik puncak lainnya dari fasa HA
dimana terjadi absorpsi yang berkumpul yaitu 𝐶𝑂32− pada range 1420 – 1470 cm-1
sementara itu penggumpalan pada ikatan H-O-H terlihat pada 1651 cm-1 (33, 34).
Karakteristik absorpsi untuk penggumpalan 𝐶𝑂32− dapat dilihat antara mesopori HA
dan seluruh gabungan sintesis magnetik, namun H-O-H menghambat penyerapan
yang dapat diobservasi dalam mesopori HA dan hanya dua sampel dengan kode HA
– Fe3O4-3 dan HA – Fe3O4-4. Pada tinjauan puncak untuk panjang gelombang
3500 cm-1 karena peregangan getaran pada group O – H dalam molekul air yang
dapat dilihat dalam mesopori HA dan seluruh sampel magnetik. Pada spectra FTIR
dari Fe3O4 dan magnetik nanopartikel HA, puncak pada daerah 500 – 600 cm-1
dapat menyebabkan terjadinya getaran dari ikatan Fe – O. Mode getaran untuk
ikatan H – O – H dapat ditemukan pada panjang gelombang 1650 cm-1 sejauh
molekul air yang ada dalam sampel; yang mana peregangan getaran dari O – H
dapat diobservasi di sekitar panjang gelombang 3500 cm-1 (35). Untuk pembahasan
pada karakteristik puncak dari Fe3O4 dapat diobservasi memperlihatkan lapisan
magnetik nanopartikel. Puncak pada panjang gelombang 1650 dan 3500 cm-1 yang
mana disebabkan karena molekul air menimpa atau menyalip puncak yang sama
dari HA dan dapat dengan jelas memperlihatkan pada semua lapisan nanopartikel
HA. Ini secara kuat merupakan tanda bahwa banyaknya keberadaan group OH
diantara HA dan lapisan nanopartikel Fe3O4. Karakteristik getaran yang mana
hadir pada tiap lapisan nanopartikel HA dapat menjadi bukti kuat sebagai petunjuk
dari suksesnya dilakukan sintesis dari mesopori magnetik HA. Alasan lainnya untuk
produksi fasa HA terlihat dari peregangan getaran P = O pada panjang gelombang
dengan range 960 – 1100 cm-1 dan puncak absorpsi 𝐶𝑂32− pada range 1420 – 1470
cm-1 yang mana terlihat jelas dalam seluruh lapisan nanopartikel magnetik.
3.1.2 Mikroskopik Transmisi Elektron (TEM)
Gambar TEM untuk mesopori HA sebagai pelapis nanopartikel Fe3O4 (HA
– Fe3O4-3) pada perbesaran yang berbeda ditampilkan pada Gambar 3.

Gambar 3. TEM untuk mesopori magnetik nanopartikel (HA – Fe3O4-3)


perbesaran yang berbeda

Ini memperlihatkan secara jelas bahwa magnetik nanopartikel dengan


sedikit warna hitam merupakan inti dari struktur nano komposit yang dilapisi
dengan mesopori HA. Terlepasnya beberapa aglomerasi diamati pada beberapa
bagian, dimana kebanyakan partikel kecil dari 100 nm. Walaupun pori tidak dapat
terlihat pada Gambar ini, menurut hasil BJH ini dapat menjadi arti bahwa mesopori
magnetik nanopartikel HA dengan ukuran yang lebih kecil dari 100 nm dan
diameter pori hingga 12 nm telah berhasil disintesis.

3.1.3 Sifat Magnetik


Sifat magnetik dari naked dan lapisan MNPs telah diilustrasikan pada
Gambar 4; kurva magnetisasi dari naked MNPs menyatakan tipe magnetik saturasi
dari nanopartikel Fe3O4 dengan nilai ≈ 70 emu/g. Nilai dari magnetik saturasi pada
lapisan nanopartikel HA – Fe3O4-1, HA – Fe3O4-2, HA – Fe3O4-3, HA – Fe3O4-
4 diperoleh pada nilai masing-masing yaitu 45, 30, 25 dan 20 emu/g. Nilai ini lebih
kecil daripada nanopartikel naked Fe3O4 yang mana dapat menyebabkan adanya
perbedaan kerangka atau tempurung pada permukaan nanopartikel besi oksida.
Gambar 4. Kurva magnetisasi dari besi oksida superparamagnetic dan mesopori
HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4

Gambar 4 memperlihatkan tidak terdapatnya hysteresis loop, Hc = 0 Oe,


sehingga mengartikan bahwa campuran ini memiliki superparamagnetic alami (36).
Ini juga gambaran nyata bahwa kerang dari mesopori HA dapat meningkat, dan
nilai Ms menurun. Berdasarkan studi ini, nilai saturasi magnetik 10 – 30 emu/g
tepat bila digunakan sebagai target dan juga aplikasi pada hipetermia (37, 39).
Selain itu sesuai dengan tujuan dari studi ini yaitu untuk mensintesis sebuah
platform nanocarrier sebagai target pada sistem pengantaran obat, nanopartikel HA
– Fe3O4 dengan nilai saturasi magnetik 25 emu/g dan sifat superparamagnetik telah
dipilih untuk studi tingkat lanjut seperti halnya adsoprsi obat dan evaluasi riwayat
pelepasan dan juga studi MTT.

3.1.4 Struktur Pori


Penyerapan nitrogen pada kondisi isotherm untuk kedua sampel yaitu
mesopori HA dan mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 (HA – Fe3O4-
3) telah diilustrasikan pada Gambar 5 dengan karakteristik mendetail yang
ditampilkan pada Tabel 2.

Gambar 5. Penyerapan nitrogen pada kondisi isotherm untuk (A) mesopori HA,
dan (B) mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4

Menurut Gambar 5, proses adsorpsi dan desorpsi pada kondisi isotherm


untuk mesopori HA dan mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 termasuk
pada tipe 5, dimana hysteresis loop terlihat pada tipe H1 yang mengilustrasikan pori
silinder dengan ujung terbuka. Kemampuan alami yang tinggi pada pori karena
bagian ujung terbuka terindikasi dari slope tajam relative dari diagram adsorpsi –
desorpsi (40).
Tabel 2. Karakteristik Mesopori HA dan mesopori superparamaganetik HA
berdasarkan pada model cabang adsorpsi

Penjelasan Simbol : BET merupakan area permukaan spesifik yang


dideskripsikan dari teori Brunauer, Emmett dan Teller (29), dp dan Vp merupakan
diameter dan volume pori yang telah didefinisikan dari Teori Barrett Joyner,
Halenda (30)

Pada Tabel 2, karakterisasi pori dari mesopori HA dan mesopori HA yang


telah diperoleh. Sebagaimana terlihat pada Tabel, tidak terdapat perbedaan nyata
dalam karakteristik mesopori HA dan superparamagnetic mesopori HA. Area
permukaan pada BET dan volume pori untuk kedua sampel yang diperoleh
memiliki kesamaan, meskipun diameter pori dari sampel superparamagnetic lebih
tinggi or besar daripada salah satu yang tidak magnetik (12.12 vs 8.06 nm). Ini
mengindikasikan bahwa struktur pori dalam mesopori HA tidak secara signifikan
mengubah adanya penambahan magnet sebagai inti dari mesopori nanopartikel.
DOX memiliki dimensi molekuler 0.79 × 1.45 nm (41). Selain itu diameter pori
dari mesopori HA dan mesopori superparamagnetic HA cukup besar untuk
mengadsorbsi molekul DOX, kedua senyawa dapat memberikan pelayanan agent
or carrier yang sesuai untuk adsorpsi pada obat.

3.2 Adsoprsi Obat dan Pelepasannya


Jumlah senyawa yang terikat pada permukaan sebagai fungsi dari
konsentrasi senyawa dalam larutan dapat dievaluasi menggunakan studi isotherm
adsorpsi. Dengan kata lain, isotherm adsorpsi menjelaskan mengenai hubungan
antara kapasitas pemuatan dan senyawa teradsorbsi dalam suatu larutan. Isotherm
adsorpsi dari DOX pada mesopori magnetik nanopartikel HA telah dievaluasi
dengan cara memplot jumlah yang teradsorbsi vs konsentrasi setimbang dari DOX
yang diperlihatkan pada Gambar 6.
Gambar 6. Isoterm adsorpsi pada larutan DOX dengan konsentrasi berbeda

Pada Gambar 6, molekul DOX dapat dimuat secara sempurna dalam


mesopori dari mesopori superparamagnetic nanopartikel HA pada perbedaan
konsentrasi. Setelah terus menerus meningkat dengan stabil, kapasitas
kesetimbangan absropsi dari sintesis nanopartikel mencapai nilai maksimal sekitar
10 ppm dari larutan dengan 0.04 mg DOX dalam 4 ml. ini mengartikan bahwa
terdapat batasan dari segi jumlah peluang dalam mesopori superparamagnetic
nanopartikel HA dan di atas konsentrasi jenuh ini, tidak terdapat lagi obat yang
dimuat dalam nanokomposit. Akhirnya, pertimbangan berdasarkan larutan DOX
dengan konsentrasi 5 ppm dipilih sebagai konsentrasi optimum untuk studi riwayat
pelepasan.
Gambar 7. Riwayat pelepasan larutan DOX dengan konsentrasi 5 ppm, b)
riwayat pelepasan pada pemuatan partikel di dalam larutan buffer PH 5.5 dan 7.4

Berdasarkan Gambar 7.a, hampir 93% dari DOX dapat dimuat ke dalam
mesopori supeparamagnetik nanopartikel HA dalam waktu 2 jam membuktikan
kesesuaian platform yang disintesis untuk cukup mengakomodasi jumlah dari obat
dalam mesopori dengan sebuah pori berdiameter 12 nm (Tabel 2). Mesopori yang
besar mungkin tidak dapat digunakan untuk mempertahankan molekul obat dan
mungkin mudah untuk meledak (?) pada saat pelepasan obat.
Riwayat pelepasan DOX dari mesopori superparamagnetic nanopartikel HA
diukur dalam larutan aqueous ntuk larutan PBS pada pH 7.4 dan 5.5 (Gambar 7.b).
pada pH 7.4, hanya sekitar 10% dari muatan DOX yang dilepas dari nanokomposit
setelah 24 jam, sebaliknya persentasi pelepasan obat dari sintesis nanopartikel
mencapai hingga 70% selama 24 jam, pada pH 5.5. Dan yang terpenting, pelepasan
obat ini terjadi dalam larutan asidik dan hampir sempurna jika lebih dari waktu
inkubasi (Gambar 7). Hal yang perlu diingat yaitu pemuatan DOX dilepaskan dari
mesopori superparamagnetic nanopartikel HA dalam tumor asidik
microenvironment.

3.3 Efek Sitotoksit dari mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4


pada SKBR3 dan T47D Sel Kanker PD
Sitotoksisitas dari sintesis nanopartikel diuji or ukur kadar logamnya dengan
uji logam MTT menggunakan SKBR3 dan sel kanker PD T47D. Hasil yang
diperoleh dirangkum dalam Tabel 3 dan 4. Inkubasi antara SKBR3 dan sel T47D
untuk waktu 24 jam dengan mesopori HA yang berisi DOX dan melapisi
nanopartikel Fe3O4 mengurangi fraksi kehidupan sel sebanyak 54.7 dan 57.3%,
sebaliknya hanya 86% dan 92% penurunan telah diamati or diobservasi diikuti
inkubasi dari kedua bentuk sel dengan mesopori HA yang melapisi nanopartikel
Fe3O4. Bagaimanapun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kehidupan
jaringan sel dari SKBR3 dan sel T47D yang terlihat setelah pembukaan salah satu
dari tanpa adanya DOX atau mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 dan
memuat DOX.
Tabel 3. Efek Mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 dengan atau tanpa
DOX yang hidup di SKBR3 dan sel kanker PD T47D. Sel dikultivasi atau
ditanam untuk waktu 24 jam dibawah kondisi pertumbuhan standard dan
mengarahkan secara terpisah DOX dan juga nanopartikel 20 mg/ml
(dengan atau tanpa DOX)

*mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4


**mesopori HA yang melapisi nanopartikel dan dimuat dengan DOX
Pada Tabel 3, efek dari DOX, mesopori HA yang melapisi nanopartikel
Fe3O4 dengan atau tanpa pemuatan DOX pada apoptosis dan necrosis dalam
SKBR3 dan sel kanker PD manusia yaitu T47D telah ditabulasikan. T47D dan sel
SKBR3 memiliki mutan tipe P53, dan DOX dapat meningkat pada high expression
dari P53 dan induksi apoptosis di antara kedua bentuk sel kanker (32). Oleh karena
itu, hasil ini konsisten dengan studi sebelumnya mengindikasikan adanya induksi
apoptis oleh DOX (32).

4. Pembahasan
HA dengan sifat yang baik seperti kemampuan biocompatible, bioaktivitas,
non-mutagenicity (tidak bermutasi), non toksit, bermacam-macam morfologi dan
sifat permukaan telah diketahui merupakan sistem pengantaran obat yang efektif
digunakan untuk beberapa obat dan molekul biologi (44). Pembentukkan banyak
pori dalam struktur dari platform ini dapat menyebabkannya menjadi lebih berguna
or bermanfaat untuk tujuan pengantaran. Penggunaan dari partikel SPIONs dalam
pengkonjugasian dengan platform penghantar lainnya merupakan strategi yang
menarik yang mana telah dipelajari or teliti secara luas untuk pengantaran dari
molekul yang berbeda seperti peptida, molekul DNA, dan kemoterapi, radioaktf,
serta obat hipetermik (5, 11). Karena itu, pada riset ini sebuah mesopori HA dengan
pori berukuran nanometer dan kombinasi SPIONs sebagai inti dari mesopori HA
telah selesai dikembangkan untuk mengantarkan sebuah agen antikanker, yaitu
DOX sebagai sebuah model obat. Design dan sintesis nanoplatform diilustrasikan
pada Gambar 8. Setelah proses sintesis ini, molekul DOX secara sukses dimuat ke
dalam nanopartikel magnetik yang dilapisi dengan mesopori HA melalui proses
difusi. Berdasarkan aplikasi dari medan magnetik luar yang dekat dengan tumor,
ini memungkinkan untuk melokalkan obat pada tumor dan dengan demikian
meningkatkan tingkat efektivitas penghambatan tumor dan memperpanjang
kelangsungan hidup dari kanker hewan (45). Multifungsional dari nanopartikel
yang membawa antara DOX dan SPIONs dalam platform berbasis alami (HA),
pembuatan terbaru dalam sistem pengantaran obat ini tentunya akan memiliki
potensi untuk sebah terapi kombinasi dari kanker dengan cara pengantaran obat
secara tertarget dan hipetermia dengan keuntungan dari HA seperti halnya
kemampuan yang bersifat biokompatibel.

Gambar 8. Skema dari sintesis mesopori superparamagnetic nanopartikel HA


sebagai carrier atau pembawa untuk DOX

Superparamagnetik HA telah digunakan untuk berbagai aplikasi seperti


hipetermia (46, 47), dan juga rekayasa jaringan tulang dimana dapat meningkatkan
fungsi osteoblast (16, 48). Namun untuk pengetahuan terbaik, tidak terdapat bukti
dari sintesis mesopori magnetik nanokomposit HA dengan cara lapisan SPIONs
menggunakan mesopori HA sebagai target pada tujuan sistem pengantaran obat.
SPNPs dengan pori yang luas ini (kira-kira 12 nm) sangat sesuai untuk pemuatan
dan memperlambat partikel dengan ukuran rerata 2 – 3 nm.
Sintesis pada mesopori HA memiliki luas permukaan (BET) sebesar 148
m2/g yang menyebabkan platform ini sangat sesuai untuk mengadsorbsi molekul
hidup or biology dalam jumlah yang banyak. Efisiensi pemuatan untuk sintesis
terbaru dari mesopori HA berdasarkan SPNPs untuk DOX yang diperolah sebesar
93% yang mana lebih tinggi daripada efisiensi pemuatan DOX dengan sistem
pengantaran lainnya yang dilaporkan oleh orang lain (49, 58). Penggunaan
mesopori HA sebagai pelapis untuk nanopartikel superparamagnetic juga
memberikan sebuah sistem pengantaran yang unik di sisi hipetermia untuk terapi
kanker.
Tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelangsungan hidup sel dari
SKBR3 dan sel T47D yang terlihat setelah paparan untuk tiap sampel tanpa DOX
ataupun mesopori HA yang melapisi nanopartikel Fe3O4 dengan muatan DOX
(Table 3). Data tersebut juga mengkonfirmasi bahwa penelitian sebelumnya untuk
efek dengan dosis rendah dari DOX (1 μΜ) pada T47D dan SKBR3, dengan banyak
kesamaan toksisitas (32). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terapi dosis dengan
pengobatan DOX untuk mempengaruhi kematian sel kanker mungkin tidak terlalu
tinggi.
Sintesis pada nanopartikel juga memberikan manfaat dari keberadaan
SPIONs di dalam struktur. Ini terlihat bahwa terjadi sedikit peningkatan dalam
temperatur menyebabkan kerusakan sel kanker yang lebih tinggi, namun tidak
dengan sel normal dengan kemoterapi (59). Sebagai tambahan, sensitivitas sel
kanker untuk kemoterapi dapat meningkat jika panas dan kemoterapi diberikan
secara bersamaan (60). Ini memberikan alasan yang meyakinkan penggunaan
SPNPs untuk generasi hipetermia dalam kombinasi dengan jenis terapi lainnya
seperti kemoterapi. Oleh karena itu, pengantaran pada agen kemoterapi dengan
sebuah SPNPs berdasarkan platform nano menjadi strategi yang cukup meyakinkan
untuk tercapainya suatu keefektifan dalam terapi kanker.
Pada penelitian ini nanocarrier model baru didesain dan disintesis sehingga
menawarkan beberapa keuntungan yang cukup potensial, yaitu:
1. Terdapatnya SPIONs di dalam struktur yang mana memungkinkan untuk
melokalkan obat dalam organ yang dijadikan sebagai target bersamaan dengan
generasi panas pada area sel tumor melalui aplikasi dari medan magnet luar
2. Mesopori HA sebagai sebuah nanocarrier yang bersifat biokompatibel
3. Serta dapat mengangkut agen kemoterapi yaitu DOX dengan efisiensi
tingginya pemuatan sebesar 93%
Keuntungan lainnya dari sintesis mesopori HA yaitu sensitivitasnya pada
pH yang mana mengizinkan platform ini untuk dapat digunakan sebagai pelepasan
pH yang terkontrol pada sistem pengantaran obat. HA merupakan bagian dari
keramik kalsium fosfat dan dapat memburuk pada dalam kondisi asam. Dengan
mempertimbangkan kondisi asam pada tempat sel tumor (42), sintesis mesopori HA
yang berisi DOX diharapkan untuk melepaskan hampir semua obat yang dimuatnya
di dalam sel kanker (38, 61).

4. Kesimpulan
Pori besar pada mesopori HA yang melapisi nanopartikel
superparamagnetic dengan ukuran pori sekitar 12 nm telah berhasil disintesis.
Lapisan mesopori disintesis menggunakan metode yang sangat sederhana yaitu rute
kimia basah. Metode pencucian juga digunakan untuk ekstraksi surfaktan dan
bukan kalsinasi yang memastikan tidak terdapat perubahan dari segi sifat fisika dan
kimia pada mesopori HA dan magnetit karena kurangnya panas. Memperlihatkan
pori yang berukuran besar, nanopartikel ini menjadi carrier atau pembawa yang
perlu diperhatikan untuk perbesaran jarak dari biomolekul seperti obat dan protein
seperti yang diperlihatkan untuk DOX pada penelitian ini. Memiliki sifat
superparamagnetic, sintesis nanopartikel dapat digunakan dalam pengantaran obat
yang dibantu secara magnetis, MRI, hipetermia, dan rekayasa jaringan yang telah
didiskusikan sebelumnya.

Aval, A., Negar, Islamian, Jalil, P., Hatamian, Milad, Arabfirouzjaei, Mohammad,
Javadpour, Jafar, Rashidi, Mohammad, R., 2016, Doxorubicin loaded large-
pore mesoporous hydroxyapatite coated superparamagnetic Fe3O4
nanoparticles for cancer treatment, International Journal of Pharmaceutics.
Pengantaran = delivery
Coating = lapisan
Inducing = mempengaruhi
Exposure : paparan
Mesopori HA
Nanopartikel superparamagnetic

KH2PO4

Nanopartikel HA magnetik mesopori


(Material mesopori adalah salah satu jenis material berpori yang memiliki
karakteristik menarik dan dapat diaplikasikan dalam banyak bidang. Selain itu juga
merupakan material nano yang rasio luas permukaan atau volumenya bisa naik
berlipat-lipat dengan diameter pori 2 – 50 nm).

Della Bella, E., A. Parrilli, A. Bigi, S. Panzavolta, S. Amadori, G. Giavaresi, L.


Martini, V. Borsari and M. Fini (2018). "Osteoinductivity of nanostructured
hydroxyapatite-functionalized gelatin modulated by human and endogenous
mesenchymal stromal cells." J Biomed Mater Res A 106(4): 914-923.