Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN MATERI ILMU PSIKOLOGI DENGAN ILMU

KOMUNIKASI

Nama: Eka Desriyanti Sabelau

Nim: 1871650049

Dosen pembingbing: Evi Deliviana, M.Psi,psi

Prodi: Ilmu Komunikasi (IKOM)

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik

Jakarta
1. Kajian tentang ilmu psikologi dengan ilmu komunikasi

Pengertian Komunikasi merupakan instrumen atau bagian dari psikologi sosial sebagi
sarana memenuhi kebutuhan dorongan untuk berhubungan dengan orang lain. Sesdangkan
psikologi berasal dari kata psyche yang berrti jiwa ddan logos yaitu ilmu. Dan bila diartikan
brarti ilmu yang berusaha menguraikan meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental
dan behavioral dalam komunikasi. Atau mempersingkat menjadi ilu yang mempelajari
tentang jiwa. Psikologi memandanng komunikasi dengan makna yang lebih luas yang
meliputi penyampaian energi alat indera ke otak,proses yang saling mempengaruhi diantara
berbagai sistem organisme. Oleh karena itu bila komunikasi didefinisikan melalui presektif
psikologi adalah proses individu menyampaiakan stimulus untuk merubah / mempengaruhi
perilaku individu lain.
Psikologi melihat komunikasi dari dikenainya indera manusia oleh stimuli tersebut diolah
berbentuk pesan, suara warna dan sebagainya. Stimuli tersebut diolah dalam jiwa yang tidak
terlihat. Kesimpulan dan prosses jiwa tersebut terdapat dalam respon yang tampak . respon
pada masa lalu digunakan untuk meramal respon mas datang. Jika respon terjadi secara
berulang dan sama seperti maka ini disebut sebagai peneguhan.
Adapun penggunaan Psikologi dalam komunikasi ditunjukan untuk tercapainya komunikasi
yang efektif mempengaruhi sikap ,domain utama proses komunikasi sesungguhnya adalah
mempengaruhi sikap orang lain, untuk dapat empengaruhi orang lain maka diperlukan suatu
pendekatan emotnal appleals ini bisa digunakan apa bila dalam komunikasi melakukan
pendekatam sosiologi. Berikutnya kaitan hubungan sosial yang baik. Komunikasi pada
konteks bersikat dan berasosiasasi maka diperlikan komunikasi untuk bisa meneguhkan
hubungan antar kelompok. Pada konteks ingi menguasai dan dikuasai (kontrol ) maka
dibutuhkan pula komunikasi anak ingin dikontrol dan dikendalikan oleh orang tuanya dan
orang tua ingin mengendalikan anaknya ini bisa terwujud melaui komunikasi.

2. Materi materi psikology yang berhubungan dengan komunikasi


1. Persepsi dengan komunikasi
Keberhasilan komunikasi ditentukan dari pandangan yang dihasilkan pihak komunikan.
Persepsi itu adalah kemampuan untuk membeda-bedakn, mengelompokan, dan memfokuskan
dan sebagainya. Persepsi berlangsung saat eseorng menerima stimulus dari dunia luar yang
ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk dalam otak. Didalam terjadi proses
berpikir yang pada akhirnya terwujud dalam sebuah pemahaman. Melalui sebuah persepsi
komuikasi individu terssebut pulalah individu dapat meberitahukan maksud individu melalui
individu melalui individu lain, juga individu bisa mengetahui maksud individu lain pula.persepsi
komunikasi menentukan perubahan perilakui, individu atau dikenal melaui istilah perubahan
perilaku seusai persepsi perilakunya. Adapun persepsi prilaku yang sangat dominan dilakukan
melalui visualisasi imajinasi, auditori , kinestetik

Adapun proses Persepsi : persepsi .

pancaindra

objek rangsangan

pesepsi

3. Materi emosi dalam komunikasi


Emosi berasal dari kata emotion dalam bahasa prancis yang artnya merupakan suatu konsep
yang luas dan tidak dapat dispesifisikan emosi merupakan suatu reaksi bisa positf maupun
negatif sebagai dampak dari rangsangan dari dalam diri sendiri maupun dari luar . dan
adapun macam-macam emosi yaitu Emosi Sensoris yang arinya emosi yang ditimbulkan oleh
rangsangan dari luar tubuh seperti dingin, panas, lapar, sakit dan lain lain.
Sedangkan,berikutnya adalah Emosi Psikis yang artinya emosi yang memiliki kejiwaan
seperti perasaan intelektual yang berhubungan dengan perasaan benar atau perasaan terkait
hubungan dengan orang lain secara perorangan maupun kelompok. Dan ada juga3 fungsi
emosi yaitu sebagai pertahan diri, pembangkit energi dan pembawa informasi dan pesan
messengger.
Dan adapun emosi dasar yaitu marah, enggan berani, kecewa, hasrat, putus asa, takut, benci,
berharap, cinta,cemburu, gembira ,marah dan lainlain.

4. Materi Motifvation dalam komunikasi


Pengartian motivation, motvation berasal dari kat movere yang berarti bergerak atau to mode
/ driving force atau kekuatan yang terdapat dalam diri organisasi yang mendorong atau
berbuat bertindak.dan motif komunikasi adalah sebab – sebab yang mendorong manusia yang
menyampaikhttps://www.youtube.com/watch?v=aZINb8TOquE&t=412san pesan kepada
orang lain. Berikut ada macam motif, yaitu motif ekstrinsik contoh : main game online,
misalnya ada pertanyaan ingin mendapat sehingga tergerak hatib untuk bertanya.dan kedua
Motif Instrinsik contohnya lapar berarti butuh makan.

5.materi kepribadian dalam komuikasi


Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem psikofisik
yang menentukan cara penyesuaian diri yng unik (khusus) dari individu khusus terhadap
lingkungannya.p
Pembentukan kepribadian : dibedakan dari sudut pandang
teori Psikoanalisi yaitu kepribadian terdiri dari tiga
 ID berrti kesenangan – kesenangan atau kebutuhan- kebutuhan contohnya : makan,
minm tidur ,dan lain sebagainya. Intinya ID ini sifatnya menyenangkan atau
memuaskan diri.
 Ego: berada diposisi tengah sifatnya bersifat realita / kenyataan yang ada.
 Superego berusaha mengasai diri kita, mengatur diri, contohnya seperti norma-norma
adat
Dan kepribadin pun memiliki aspek –aspek sebagai berikut

 Aspek kepribadian menetap yaitu sifat dasar periang, pemurung, pemarah, kecerdasan
 Aspek sementara yaitu sikap kerja ketekunan, ketelitian, disiplin dan tempo kerja.

5. Materi sikap dalam komunikasi


Dalam komunikasi memerlukan sikap dan prilaku dalam proses kegiatannya. Proses
komunikasi yang baik akan terjadi apabila komunikator dan komunikan memberikan
feedback positif. Agar dapat mendapatkn feedback positif ,akan lebih baik apabila
komunikator memahami mengenal macam-macam hambatan dalam komunikasi. Hal
tersebut sangat penting karena dapat meminimalisikan kegagalan dalam proses komunikasi
dan tercapainya tujuan dari komunikasi.
Sikap memiliki 3 komponen yaitu kognitif, afektif, konatif
 Kognitif adalah berisi kepercayaan mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar
bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telahmembentuk maka ia akan menjadi
dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan oleh obyek tertentu.
 Afektif adalah menyangkut masalah emosionalseseorang terhadap sesuatu obyek
sikap.
 Konatif adalah perilaku dalam struktur sikap menunjukan bagaimana perilaku atau
kecenderungan berperillaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan
obyek sikap yang dihadapi.

Proses pembentukan sikap dan perubahan sikap yaitu

 Adopsi adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi berulang ulang secara bertahap
diserap kedalam diri individu. Contohnya suku batak, dalam budaya mereka memiliki
prinsip yaitu harus memiliki keturnan laki-laki untuk melanjutkan marganya.
 Diferensiasi : anak kecil awalnya takut pada orang dewasa selain orang tuanya, seiring
berjalannya waktu dia bisa membedakannya.
 Integrasi : pembentukan sikap terjadi secara bertahap dengan berbagai pengalaman yang
berkaitan satu dengan yang lainnya. Contohnya : pelajar INA ke USA memiliki nilai
bahwa penduduk USA kafir dan jahat, padahal selanjutnya.
1. Trauma. Pengalaman tiba-tiba, mengejutkan dan meninggalkan kesan yag mendalam
pada penyintas.

7 Materi Atribusi dalam komunikasi

Atribusi merupakan proses – proses untuk mengidentifikasi penyebab perilaku orang lain
dan kemudian diketahui tentang sifat menetap dan disposisi mereka. Atribusi juga dapat
diartikan dengan upaya kita untuk memahami penyebab dibalik perilaku orang lain dan
dalam beberapa kasus juga penyebab perilaku kita sendiri.teori atribusi berkenan dengan
cara- cara orang menyimpulkan penyebab-penyebab prilaku yaitu orang berusaha untuk
menentukan penyebab perilaku. Bila merasa ragu mereka mencari informasi yang akan
membantu mereka menjawab pertanyaan.terus selanjutnya penyebab-penyebab secara
sistematis,selanjutnya adalah penyebab yang dihubungkan mempunyai dampak terhadap
perasaan dan perilaku yang memandangnya.

Contohnya : dari teori atribusi dapat kita ambil dari sejarah teori atribusi Haider
mengemukakan bahwa teori atribusi muncul dari usaha seseorang untuk mencari sebab orang
lain bertingkah laku tertentu. Misalkan kita melihat ada seseorang yang melakukan
pencurian. Sebagai manusia kita ingin mengethui mengapa dia sampai berbuat demikian.
Dua fokus perhatian didalam mencari penyebab suatu kejadian, yakni sesuatu dalam diri (
kepribadian ) atau sesuatu dari luar diri ( situasi ). Apakah orang tersebut melakukan
pencurian karena sifat dirinya yang memang suka mencuri, ataukah karena faktor diluar
dirinya, dia mencuri karena dipaksa situasi, misaklnya karena dia harus mempunyai uang
untuk membiayai pengobatan anaknya yang sakit keras. Bila kita (individu) melihat /
menyimpulkan bahwa seseorang itu melakukan suatu tindakan karena sifat –sifat
kepribadiannya (suka mencuri ) maka kita individu tersebut melakukan atribusi
internal.tetapi kita (individu) melihat atau menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan
oleh seseorang dikarenakan oleh tekanan situasi tertentu ( misalnya mencuri untuk beli obat
) maka kita melakukan atribusi eksternal.