Anda di halaman 1dari 1

RIZKI INSYANI PUTRI

163112620120069

Kasus:

Pada tanggal 31 Juli 2007 terdapat 31 warga desa Kanigoro, Magelang, Jawa Tengah menderita
penyakit misterius secara bersamaan. Serta 10 orang diantaranya meninggal dunia dan 13
warga lainnya dirawat disejumlah rumah sakit. Menurut keterangan warga dari hasil
wawancara warga yang sakit dan tidak sakit ditempat kejadian, diperoleh informasi bahwa
warga mengkonsumsi tempe gembus yang dijual pedagang keliling. Dan warga tidak langsung
mengalami reaksi saat itu juga, tetapi ada tenggang waktu pada saat warga menkonsumsi tempe
tersebut. Akibat kejadian ini, kegiatan warga sempat terhenti sementara sekolah juga diliburkan
selama sepekan.

Sumber: www.BBCINDONESIA.com

Analisa:

Diduga tempe tersebut terkontaminasi bakteri pseudomonas cocovenenans yang dapat


menghasilkan racun berupa asam bongkrek dan toxoflavin, serta dapat memusnahkan jamur
Rhizous karena efek antibiotik dari asam bongkrek. Asam bongkrek memobilisasi glikogen di
dalam liver, menyebabkan hiperglikemi lalu hipoglikemi dan menghambat pembentukan ATP
yang bisa menyebabkan kematian. Sementara toksoflavin menghasilkan hidrogen peroksida
yang toksik terhadap sel. Timbulnya bakteri pseudomonas cocovenenans dapat dikarenakan
fermentasi yang tidak sempurna.

Serta dapat diliat bahwa warga yang menderita tidak langsung mengalami gejala keracunan
secara langsung, sama halnya jika keracunan tempe bongkrek yang timbul 12-48 jam setelah
mengkonsumsi. Gejala yang ditimbulkan akan merasakan badan yang lemah, pusing, mual,
sesak nafas, sulit menelan, sulit bicara sehingga akhirnya meninggal. Sama halnya dengan
kasus diatas, ada beberapa warga yang meninggal dan beberapa lagi diantaranya masih harus
mendapatkan perawatan dirumah sakit. Bakteri pseudomonas cocovenenans ini juga diduga
menyebabkan kerusakan jaringan yang ditubuh korban.